Key Takeaways
- House of Sampoerna adalah museum yang menghidupkan sejarah industri kretek di Indonesia, menawarkan pengalaman wisata yang mendalam.
- Bangunan bergaya kolonial ini dibeli oleh Liem Seeng Tee pada tahun 1932 dan menjadi pusat produksi rokok legendaris Dji Sam Soe.
- Museum ini menyimpan koleksi artefak, termasuk replika warung pertama dan mobil Rolls Royce milik keluarga Liem.
- Pengunjung dapat melihat proses produksi rokok secara manual, diwakili oleh ribuan pekerja perempuan yang melinting rokok.
- House of Sampoerna, sebagai destinasi wisata sejarah yang ikonik, tetap memikat meskipun banyak penyesuaian operasional pasca-pandemi.
Sobat JEI, pernahkah terbayang bagaimana aroma cengkeh dan sejarah besar berpadu dalam sebuah bangunan megah dari masa silam? Jika sedang merencanakan Wisata Surabaya, satu tempat yang wajib masuk dalam daftar adalah House of Sampoerna. Menapakkan kaki di sini bukan sekadar mengunjungi museum, melainkan melakukan perjalanan waktu ke era keemasan industri kretek di Indonesia.
Jejak Kejayaan Liem Seeng Tee di Pelataran House of Sampoerna
Begitu melangkah memasuki halaman kompleks House of Sampoerna, perhatian saya langsung tertuju pada kemegahan gedung utama yang kini berfungsi sebagai Museum Kretek. Empat tiang beton kokoh berdiri tegak di depan pintu masuk, menyerupai batang rokok Dji Sam Soe yang sangat ikonik. Pemandangan ini seketika membangkitkan memori masa kecil saya, saat aroma kretek serupa sering menemani keseharian ayah saya di rumah.
Tiang-tiang artistik tersebut menyangga atap yang memuat prasasti bertuliskan ANNO 1932. Angka ini menandai tonggak penting dalam Sejarah Sampoerna, yakni tahun saat keluarga Liem mengakuisisi bangunan ini dari sebuah panti asuhan Belanda. Jika Sobat JEI mendongak lebih ke atas, terpampang jelas nama N.V Handel MiJ – Sampoerna. Inilah identitas resmi perusahaan yang dibangun oleh pasangan visioner Liem Seeng Tee dan istrinya, Siem Tjiang Nio, imigran asal Fujian, Tiongkok, yang memulai segalanya dari sebuah warung bambu sederhana.
Sejarah dan Kemegahan Arsitektur House of Sampoerna
Struktur dindingnya yang berupa susunan bata beton mencerminkan kekuatan Arsitektur Kolonial yang masih terjaga keasliannya. Meski beberapa bagian terlihat sebagai struktur tambahan, pengelola berhasil mempertahankan aura masa silam yang kental. Perpaduan antara nilai sejarah dan estetika bangunan ini menjadikan Lokasi House of Sampoerna sebagai destinasi yang tidak hanya edukatif, tetapi juga sangat atmosferik bagi setiap pengunjung.
House of Sampoerna menempati sebuah bangunan bergaya kolonial Belanda yang dibangun sekitar tahun 1862. Awalnya, gedung ini berfungsi sebagai panti asuhan yatim piatu yang dikelola oleh Belanda. Namun, pada tahun 1932, Liem Seeng Tee—pendiri Sampoerna—membeli properti ini untuk menjadikannya pusat produksi rokok pertama bagi perusahaan legendaris tersebut.
Gedung ini merupakan Destinasi Ikonik Surabaya yang memadukan estetika Eropa dengan nilai historis lokal. Begitu Sobat JEI sampai di gerbang depan, empat pilar besar berbentuk replika rokok raksasa menyambut dengan gagah. Inilah simbol keberhasilan yang berawal dari warung kecil di Jalan Cantian.
Apa Saja yang Menarik di Museum Kretek House of Sampoerna?
Sebagai Wisata Sejarah Surabaya yang paling populer, museum ini menyimpan berbagai artefak yang bercerita tentang perjuangan keluarga Liem. Sobat JEI bisa melihat koleksi pemantik api kuno, replika warung pertama, hingga mobil Rolls Royce Silver Wraith tahun 1954 yang pernah digunakan oleh keluarga tersebut.
Menelusuri Koleksi Museum Sampoerna: Dari Warung Bambu Menuju Imperium Bisnis
Salah satu daya tarik utama di Museum Kretek ini adalah aroma tembakau dan cengkeh yang menyeruak lembut di seluruh ruangan. Sobat JEI dapat menyaksikan ribuan pekerja perempuan yang dengan cekatan melinting rokok secara manual menggunakan alat tradisional. Kecepatan tangan mereka dalam menghasilkan ribuan batang rokok per jam adalah pemandangan yang sangat mengesankan dan penuh dedikasi.
Di dalam gedung ini, Sobat JEI akan menemukan artefak yang merangkum perjalanan hidup Liem Seeng Tee. Koleksi Museum Kretek ini bukan sekadar benda mati, melainkan rekam jejak kerja keras seorang imigran yang memulai segalanya dari nol. Di ruang depan, replika warung berdinding bambu berdiri bersanding dengan sepeda onthel tua dan sepeda motor kuno. Benda-benda ini memberikan gambaran visual yang kuat tentang bagaimana bisnis raksasa ini bermula dari usaha kecil di pinggir jalan.
Melangkah ke ruang tengah, Sobat JEI akan melihat alat-alat produksi manual yang pernah menjadi tulang punggung Pabrik Rokok N.V Handel MiJ – Sampoerna. Di dinding, deretan foto keluarga dan para eksekutif perusahaan menceritakan narasi tentang dedikasi. Jika Sobat JEI mengamati foto-foto tersebut satu per satu, akan terlihat benang merah yang menyatukan mereka: kombinasi antara profesionalisme, ikatan keluarga yang solid, dan ketekunan yang menjadi fondasi utama kesuksesan Sejarah Sampoerna.
Pesona Lantai Dua dan Rahasia Produksi Dji Sam Soe
Setelah puas mengeksplorasi lantai bawah, saya menapaki tangga menuju lantai dua. Di sini, aura Gemerlap Masa Silam House of Sampoerna terasa semakin utuh. Area ini tidak hanya menampilkan koleksi sejarah, tetapi juga memiliki konter suvenir yang elegan. Sobat JEI bisa menemukan beragam Batik Halus, lukisan artistik, serta buku The Sampoerna Legacy yang mengungkap lebih dalam tentang dinasti bisnis ini.
Salah satu daya tarik paling ikonik di lantai atas adalah jendela besar yang menghadap langsung ke ruang produksi. Melalui jendela ini, kita bisa menyaksikan ribuan pekerja perempuan memproduksi rokok Dji Sam Soe secara manual. Namun, perlu Sobat JEI catat, jika ingin melihat aktivitas melinting rokok ini, datanglah pada hari kerja (Senin – Sabtu). Karena saya berkunjung pada hari Minggu, ruang produksi tampak lengang tanpa aktivitas karyawan.
Update Terbaru: Kondisi House of Sampoerna Saat Ini
Penting bagi Sobat JEI untuk mengetahui informasi terbaru sebelum berangkat. Sejak periode pandemi, operasional House of Sampoerna mengalami banyak penyesuaian. Saat ini, area museum dan bus Surabaya Heritage Track (SHT) sering kali hanya dibuka untuk acara khusus atau kunjungan terbatas.
Namun, jangan kecewa, karena kawasan Kota Lama Surabaya di sekitar Jalan Taman Sampoerna kini telah direvitalisasi secara besar-besaran oleh Pemerintah Kota Surabaya. Area ini menjadi zona estetik dengan nuansa Eropa yang sangat kuat, sangat cocok bagi Sobat JEI yang ingin berburu foto instagramable sambil menikmati atmosfer masa lalu.
Baca juga:
Panduan Perjalanan: Harga Tiket, Lokasi, dan Cara Menuju ke Sana
Bagi yang akan melakukan perjalanan serupa, berikut adalah informasi praktis yang saya rangkum melalui riset mendalam:
- Lokasi House of Sampoerna: Terletak di Jalan Taman Sampoerna No. 6, Krembangan Utara, Pabean Cantian, Surabaya. Lokasinya berada di kawasan Kota Lama Surabaya bagian utara.
- Harga Tiket Masuk House of Sampoerna: Secara historis, akses masuk ke museum ini adalah gratis (free). Namun, pastikan mengecek akun media sosial resmi mereka untuk kepastian operasional harian.
- Cara Menuju House of Sampoerna:
- Kendaraan Pribadi/Ojek Online: Ini adalah cara paling praktis. Dari pusat kota (Tunjungan), perjalanan memakan waktu sekitar 15-20 menit tergantung kemacetan.
- Transportasi Umum: Sobat JEI bisa menggunakan bus Trans Semanggi Suroboyo atau Suroboyo Bus arah Jembatan Merah Plaza (JMP). Dari JMP, Sobat JEI cukup berjalan kaki atau naik becak sejauh 500 meter untuk mencapai Lokasi House of Sampoerna.
- Lama Perjalanan: Jika Sobat JEI berangkat dari Bandara Juanda, siapkan waktu sekitar 45-60 menit melalui jalan tol.
Tips Menjelajahi Kota Lama Surabaya di Sekitar Museum
Setelah mengunjungi Sejarah Sampoerna, saya sarankan Sobat JEI tidak langsung pulang. Luangkan waktu untuk berjalan kaki menyusuri Jalan Gula dan Jalan Karet yang letaknya berdekatan. Bangunan-bangunan tua dengan cat yang mengelupas justru memberikan kesan artistik yang mendalam. Inilah wajah asli Surabaya sebagai kota pelabuhan yang sibuk di masa lampau.
Kesimpulannya, House of Sampoerna bukan sekadar museum, tapi saksi bisu kegigihan manusia membangun mimpi. Meskipun ada perubahan situasi operasional, pesona bangunannya tetap menjadi magnet kuat bagi pecinta Wisata Sejarah Surabaya.
Jadi, kapan Sobat JEI berencana menyambangi sudut nostalgia ini?
Baca juga :
Baca juga:
Baca juga : Little House on Prairie


