
Teman-teman, pernahkah kalian membayangkan meluncur di atas rakit bambu sederhana, membelah sungai jernih yang dikelilingi hutan tropis Kalimantan, lalu disambut hangat oleh kearifan lokal yang masih terjaga? Jika belum, maka Wisata Loksado di Kabupaten Hulu Sungai Selatan adalah jawaban bagi jiwa petualang kalian. Perjalanan ke sini bukan sekadar liburan, melainkan sebuah peziarahan batin menemui saudara kita, suku Dayak Meratus.
Tulisan ini akan membawa kalian menyelami pengalaman magis di Loksado, mulai dari pertemuan dengan tetua adat hingga adrenalin saat menjajal Bamboo Rafting. Simak panduan lengkapnya agar rencana perjalanan kalian lebih matang!
Menjelajahi Pesona Dayak Meratus dan Desa Loklahung
Perjalanan sesungguhnya dimulai ketika menapakkan kaki di Desa Loklahung. Esensi dari perjalanan ini adalah interaksi. Seperti pengalaman kami saat itu disambut oleh Pak Kapau, salah satu tokoh adat Dayak Meratus. Keramahan warga lokal adalah kunci yang membuat Loksado begitu istimewa.
Dulu, akses menuju desa ini harus meniti jembatan gantung tua yang besinya mulai berkarat, memberikan sensasi “ngeri-ngeri sedap” saat menyeberang di atas Sungai Amandit yang tenang. Namun kini, aksesibilitas perlahan membaik, meski nuansa petualangannya tetap terasa kental.
Sepanjang jalan setapak menuju desa, mata kalian akan dimanjakan dengan lanskap pertanian unik di lereng bukit. Warga Dayak Meratus menanam padi dengan cara ditujal (membuat lubang dengan tombak), bersanding dengan tanaman kayu manis dan kemiri. Aroma kulit kayu manis yang sedang dijemur di halaman rumah penduduk seringkali menyeruak, menjadi parfum alami yang menemani langkah kaki.
Kearifan Lokal di Balai Adat Malaris
Salah satu highlight budaya di sini adalah mengunjungi Balai Adat Malaris. Bangunan berbentuk segi empat dengan dinding anyaman bambu ini bukan sekadar arsitektur, melainkan jantung kehidupan sosial. Di sinilah tetua adat berunding dan upacara ritual digelar.
Bertemu Penjaga Tradisi: Dari Pak Ayal Kusal hingga Generasi Penerus
Salah satu momen paling memorable dalam perjalanan saya dulu adalah perjumpaan dengan Damang Ayal (Pak Ayal Kusal), tokoh adat yang karismanya begitu kuat namun hangat. Duduk di Balai Adat Malaris mendengarkan petuah beliau tentang bagaimana Suku Dayak Meratus menjaga hutan, rasanya seperti sedang diisi ulang energi batin saya.
Kabar duka menyebutkan bahwa sang penjaga tradisi tersebut telah berpulang. Meski raga beliau telah tiada, semangat untuk melestarikan adat istiadat tidak ikut terkubur. Tongkat estafet kepemimpinan adat di Hulu Sungai Selatan kini dilanjutkan oleh para penerus, seperti Bapak Acuan Man yang kini dikenal sebagai tokoh sentral atau Damang Adat di wilayah ini.
Esensi dari mengunjungi Loksado tidak berubah: penghormatan kepada tuan rumah. Jika teman-teman berkunjung, saya sangat menyarankan untuk tetap meminta izin “sowan” atau bersilaturahmi kepada tetua adat yang sedang menjabat. Ini adalah bentuk sopan santun yang menjadi “mata uang” paling berharga di tanah Borneo.
Sensasi Bamboo Rafting di Sungai Amandit
Belum sah ke Loksado kalau belum mencoba Bamboo Rafting atau Balanting Paring. Ini adalah atraksi wisata paling eksotis se-Kalimantan Selatan. Berbeda dengan arung jeram menggunakan perahu karet, di sini kalian akan berdiri atau duduk di atas susunan bambu panjang, dikendalikan oleh joki berpengalaman menggunakan galah.
Air Sungai Amandit yang jernih berwarna kehijauan akan membasuh segala penat. Arusnya cukup menantang namun aman bagi pemula. Sepanjang pengarungan, pemandangan bukit karst Pegunungan Meratus yang hijau menjadi latar foto yang spektakuler.
Untuk Sensasi Bambu Rafting baca cerita lengkapnya di sini : Bamboo Rafting Loksado: Sensasi Magis Balanting Paring Membelah Pegunungan Meratus
Panduan Perjalanan Menuju Loksado (Update Terbaru)
Agar teman-teman tidak bingung, berikut adalah informasi logistik terbaru berdasarkan riset mendalam untuk perjalanan tahun 2025-2026.
1. Cara Menuju Loksado
- Rute: Bandara Syamsudin Noor (Banjarbaru) âž” Kandangan âž” Loksado.
- Transportasi:
- Dari bandara, tidak ada transportasi umum langsung ke Loksado. Opsi terbaik adalah menyewa mobil.
- Waktu tempuh dari Banjarbaru ke Kandangan sekitar 3-4 jam. Dari Kandangan ke Loksado memakan waktu sekitar 1 jam dengan jalanan aspal yang mulus namun berkelok dan agak sempit. Hati-hati saat berpapasan dengan kendaraan lain.
- Biaya Sewa Mobil: Kisarannya Rp350.000 – Rp500.000 per hari (lepas kunci) atau Rp600.000 – Rp800.000 (dengan supir + BBM), tergantung jenis mobil (Avanza/Xenia/Innova).
2. Estimasi Harga Bamboo Rafting Loksado
Untuk menikmati Bamboo Rafting, sistemnya adalah sewa per rakit (lanting).
- Harga: Berkisar antara Rp300.000 hingga Rp350.000 per rakit.
- Kapasitas: Satu rakit bisa dinaiki 2-3 orang penumpang ditambah 1 joki.
- Durasi: Sekitar 2-3 jam pengarungan, tergantung arus sungai dan titik finish yang disepakati (biasanya berakhir di Tugu Niih atau Tanuhi).
3. Pilihan Penginapan di Loksado
Ada beberapa opsi akomodasi yang bisa disesuaikan dengan bujet:
- Mountain Meratus Resort: Pilihan paling nyaman dengan view langsung ke bukit. Harga mulai dari Rp450.000-an per malam.
- Wisma/Cottage Tanuhi: Fasilitas cukup lengkap dengan kolam air panas alami di dekatnya. Harga berkisar Rp250.000 – Rp300.000.
- Homestay Warga: Untuk pengalaman lebih otentik dan hemat, banyak rumah warga yang disewakan dengan kisaran Rp150.000 – Rp200.000 per malam.
Tips Wisata Penting
- Gunakan Pemandu Lokal: Mengingat dinamika sosial dan adat istiadat yang kuat, sangat disarankan menggunakan jasa pemandu lokal (local guide) resmi saat masuk ke perkampungan adat. Ini demi keamanan dan kenyamanan interaksi dengan warga, termasuk jika ingin bertemu tokoh adat seperti Bapak Acuan Man.
- Bawa Uang Tunai: ATM sangat terbatas di area Loksado. Tarik tunai secukupnya saat berada di Kota Kandangan.
- Sinyal Seluler: Sinyal bisa timbul tenggelam. Telkomsel biasanya memiliki jangkauan paling stabil di area pelosok ini.
- Waktu Terbaik: Datanglah saat musim kemarau atau peralihan agar air sungai jernih.
Mengunjungi Dayak Meratus di Loksado bukan sekadar liburan, tapi sebuah perjalanan menemukan kembali harmoni manusia dengan alam. Siapkan ransel kalian, dan rasakan sendiri magisnya Bumi Lambung Mangkurat!
Foto-Foto
Jembatan lama dan baru untuk menyeberang ke Desa Loklahung
Baca juga : Bamboo Rafting di Loksado Kandangan Hulu Sungai Selatan
Jalan yang membawa masuk ke Desa Loklahung
Baca juga : 5 Tempat Wisata Sejarah di Kabupaten Hulu Sungai Selatan
Baca juga : Upacara Adat Dayak Sa’ban
Baca juga : Perkawinan Adat Dayak Maanyan Bagunung Perak
Mengagumi seni anyam Dayak Meratus ditemani Pak Kapau
Waktu ke sini dulu alhamdulillah bisa Foto bersama Pak Ayal
Salam, Evi
