Key Takeaways
- Air Terjun Way Lalaan di Tanggamus menyimpan banyak kenangan dan keindahan alam yang luar biasa.
- Terdapat dua air terjun di lokasi ini: Way Lalaan 1 yang ramah untuk keluarga dan Way Lalaan 2 yang ekstrem bagi pencinta petualangan.
- Sejarah air terjun ini dimulai sejak tahun 1937, dengan tangga beton yang dibangun oleh pemerintah Belanda.
- Air Terjun Way Lalaan terkenal dengan mitos air mata bidadari yang dipercaya dapat membawa keberuntungan dan awet muda.
- Jangan lewatkan untuk menikmati durian Tanggamus yang terkenal manis setelah menjelajahi kawasan ini.
Air Terjun Way Lalaan Tanggamus โ Pernahkah teman-teman merasa rindu pada sebuah tempat bukan hanya karena keindahannya, tapi karena kenangan yang tertinggal di sana? Bagi saya, Way Lalaan adalah tempat itu. Bukan sekadar wisata air terjun di Lampung biasa, tapi sebuah lorong waktu yang membawa saya kembali pada kegembiraan sederhana: gemericik air, tawa sahabat, dan tentu saja… aroma durian yang memabukkan.
Jika teman-teman sedang mencari tempat wisata di Tanggamus yang paket lengkapโada sejarah, tantangan fisik, hingga kulinerโartikel ini adalah panduan lengkap untuk kalian. Yuk, kita bernostalgia sekaligus mengupas tuntas pesona Air Terjun Way Lalaan yang kini makin cantik.
Jejak Kenangan di Air Terjun Way Lalaan
Saya masih ingat betul momen itu. Setelah napas nyaris putus menjelajah lereng Gunung Tanggamus, kami mendarat di lokasi Air Terjun Way Lalaan. Matahari perlahan merangkak ke balik Gunung Seminung, menyisakan semburat senja yang syahdu.
Berbeda dengan kunjungan pertama saya di tahun 2012, kali ini rasanya lebih emosional. Saat menuruni ratusan anak tangga, memori itu berputar kembali bak film lama. Si bungsu pernah berteriak girang di sini, โAku menghitungnya dan jumlah anak tangga ini ada 265, Ma!โ
Angka itu mungkin tak sepenuhnya akurat, tapi lelahnya kaki menapaki tangga beton peninggalan Belanda ini sangat nyata. Ya, tangga-tangga ini bukan sekadar akses, tapi saksi bisu sejarah panjang tempat ini.
Pesona Way Lalaan 1: Ramah tapi Menghanyutkan
Sampai di bawah, gemuruh air menyambut. Ini adalah Air Terjun Way Lalaan 1, yang paling populer dan mudah diakses. Airnya jatuh dari ketinggian sekitar 11 meter ke kolam alami berwarna hijau kebiruan.
Beberapa teman langsung menceburkan diri. Saya? Cukup duduk di bebatuan besar, memandangi bocah-bocah lelaki setempat yang melompat girang ke air. Mereka mengingatkan saya pada masa kecil di kampung halaman, mandi di sungai tanpa takut apa-apa. Bagi teman-teman yang membawa keluarga, spot ini masih tergolong aman, tapi tetap waspada karena batuannya cukup licin.
Way Lalaan 1 vs Way Lalaan 2: Pilih Mana?
Banyak wisatawan yang belum tahu bahwa di satu kawasan ini sebenarnya ada dua air terjun.
- Way Lalaan 1: Aksesnya “hanya” menuruni tangga beton. Fasilitas lengkap (ada mushola, toilet, gazebo). Cocok untuk wisata keluarga.
- Way Lalaan 2: Nah, ini untuk jiwa petualang! Lokasinya ada di bagian atas aliran sungai.
Kala itu, Mas Elvan dari Dinas Pariwisata Tanggamus mengajak kami ke Air Terjun Way Lalaan 2. Konon, treknya lebih ekstrem daripada lereng Tanggamus! Ada bagian di mana kita harus melipir tebing kemiringan 90 derajat atau naik menggunakan batang bambu. Saya memilih mundur teraturโkeputusan yang bijak untuk menjaga lututโtapi bagi teman-teman pencinta adrenalin, spot foto instagramable Way Lalaan di tingkat kedua ini konon jauh lebih alami dan sepi.
Baca juga:
Mengupas Sejarah dan Mitos Air Terjun Way Lalaan
Agar perjalanan teman-teman lebih bermakna, mari kita gali sedikit deep research tentang tempat ini.
1. Tangga Belanda Sejak 1937
Tahukah teman-teman? Sejarah Air Terjun Way Lalaan ternyata sudah dimulai sejak zaman kolonial. Tangga semen yang kita tapaki itu konon pertama kali dibangun oleh pemerintah Hindia Belanda sekitar tahun 1937. Bayangkan, hampir seabad lalu, noni-noni Belanda mungkin sudah piknik di sini!
2. Arti Nama “Way Lalaan”
Dalam bahasa Lampung, “Way” berarti air atau sungai. Sementara “Lalaan” diyakini berasal dari kata yang merujuk pada alirannya yang bermuara ke Teluk Semangka. Jadi, nama ini secara harfiah menggambarkan perjalanan air dari kaki gunung hingga ke laut.
3. Misteri Air Mata Bidadari & Pohon Cinta
Tak lengkap bicara wisata alam tanpa mitos. Di sini ada mitos Air Mata Bidadari Way Lalaan, yaitu air yang keluar dari celah bebatuan dinding air terjun. Warga percaya air ini bisa bikin awet muda dan enteng jodoh.
Selain itu, ada juga Pohon Cinta Way Lalaan (biasa disebut Pohon Kerincing). Konon, pasangan yang berfoto atau memegang pohon ini hubungannya akan langgeng. Percaya atau tidak, itu kembali ke teman-teman, tapi cerita rakyat seperti inilah yang membuat wisata Tanggamus Lampung ini makin hidup.
Menikmati Durian Tanggamus: Penutup yang Manis
Menyusuri lereng sudah, main air sudah. Apa yang kurang? Makan durian! Tanggamus adalah surganya durian di Lampung. Daerah seperti Gisting dan Kota Agung adalah lumbungnya. Durian Tanggamus terkenal dengan dagingnya yang tebal, manis, dan sedikit pahitโkombinasi yang sempurna.
Sore itu, kenangan manis saya di Way Lalaan ditutup dengan pesta durian bersama teman-teman. Jika teman-teman datang saat musim panen (biasanya awal atau akhir tahun), sepanjang jalan menuju lokasi akan dipenuhi penjual durian. Jangan lupa menawar dengan senyum manis, ya!
Informasi Praktis Way Lalaan (Update 2025)
Supaya teman-teman tidak bingung, berikut rangkuman informasi terbaru yang perlu dicatat sebelum berangkat:
- Harga Tiket Masuk Way Lalaan: Sangat terjangkau, sekitar Rp 10.000 per orang.
- Biaya Parkir: Motor Rp 5.000, Mobil Rp 10.000.
- Jam Buka: Setiap hari, pukul 08.00 โ 17.00 WIB.
Cara Menuju Air Terjun Way Lalaan
Rute ke Way Lalaan dari Bandar Lampung cukup mudah karena letaknya persis di pinggir Jalan Lintas Barat Sumatera (Jalinbar).
- Dari Bandar Lampung, arahkan kendaraan menuju Pringsewu -> Talang Padang -> Gisting -> Kota Agung.
- Jarak Bandar Lampung ke Way Lalaan sekitar 80-90 km dengan waktu tempuh normal 1,5 hingga 2 jam (tergantung macet tidaknya di Pringsewu).
- Pintu masuknya ada di sebelah kiri jalan (jika dari arah Bandar Lampung), tepat setelah kantor Pemkab Tanggamus. Ada gapura besar yang terlihat jelas.
Tips Berkunjung ala Evi Indrawanto
- Datang Pagi Hari: Matahari pagi membuat bias air terjun terlihat magis untuk difoto.
- Siapkan Fisik: Ingat, ada ratusan anak tangga yang harus dituruni (dan dinaiki lagi saat pulang!).
- Bawa Baju Ganti: Sayang banget kalau jauh-jauh ke sini tapi tidak basah-basahan.
- Cek Musim Durian: Untuk pengalaman maksimal, datanglah saat musim durian.
- Hati-hati Barang Bawaan: Monyet ekor panjang kadang suka iseng mengintip pengunjung di sekitar tangga.
Jadi, kapan teman-teman mau mengukir kenangan baru di Air Terjun Way Lalaan? Sampai jumpa di sana, ya!
Foto-Foto Kenangan
Baca juga : Wisata Lereng Gunung Tanggamus
Baca juga :ย Way Kambas Lampung Timur



