Taman Wisata Guci Tegal – Mandi Air Panas di Kaki Gunung Slamet
Key Takeaways
- Taman wisata Guci terletak di kaki Gunung Slamet, terkenal dengan pemandian air panas dan selalu ramai pengunjung.
- Tempat ini juga menjadi lokasi wisata ziarah, terkait dengan sejarah dan mitos penyebaran agama Islam di Jawa Tengah.
- Aktivitas di Taman wisata Guci meliputi relaksasi di pancuran air panas, berkuda, dan camping di Guci Forest.
- Tiket masuk bervariasi, dengan harga terjangkau untuk berbagai wahana dan pemandangan yang ditawarkan.
- Rute menuju Taman wisata Guci kini lebih mudah berkat Tol Trans Jawa, dengan akses dari berbagai kota utama.
Sudah mau liburan lagi, nih. Sobat JEI sudah punya rencana mau ke mana? Bagaimana kalau kita mencari kesegaran di wisata alam? Dan bagaimana kalau kali ini kita jalan-jalan ke Tegal? Misalnya pergi ke Taman Wisata Guci Tegal. Ya, dari sekian ribu destinasi wisata yang dimiliki Pulau Jawa, salah satunya adalah Taman Wisata Guci yang terletak di kaki Gunung Slamet, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.
Karena sudah sangat terkenal, tentu saja objek wisata Guci ini selalu ramai pengunjung. Jangankan libur Lebaran, hari libur biasa saja wisatawan berduyun-duyun datang ke sini. Saran saya, jika Sobat JEI tidak menyukai suasana crowded dan berakhir dengan bad mood, mending hindari peak season atau datanglah di hari kerja.
Namun, kabar baiknya, pasca pembenahan infrastruktur di awal 2026, kawasan ini semakin rapi dan nyaman dikunjungi. Wisata Guci bukan sekadar kawasan alam dengan air terjun dan puluhan pancuran air panas. Air yang mengalir dari perut Gunung Slamet ini juga dikaitkan dengan syiar Islam di Jawa Tengah.
Itulah mengapa pengunjungnya beragam. Selain wisatawan umum, ada pula wisatawan rohani. Biasanya usai ziarah ke makam Sunan Gunung Jati di Cirebon, mereka melipir ke sini. Ada kepercayaan bahwa dengan mandi dan berendam di Pancuran Air Panas Guci, berkah ziarah semakin berlimpah.
Mitos dan Sejarah: Wisata Ziarah Guci
Mengapa tempat ini juga dijadikan sebagai wisata ziarah Guci? Tentu karena sejarahnya. Ada pula mitos mengenai nama Guci sendiri yang berasal dari aktivitas seorang wali dari jajaran Walisongo saat menyebarkan agama Islam di Jawa Tengah.
Konon, ketika bertugas di tempat ini, sang wali dibekali air yang ditempatkan di dalam sebuah guci atau poci. Air dalam guci tersebut dipercaya masyarakat memiliki banyak khasiat. Maka, berbondong-bondonglah mereka memintanya kepada sang wali.
Karena permintaan begitu banyak sementara jumlah air terbatas, Sang Wali memohon kepada Allah agar didatangkan air lebih banyak lagi. Beliau kemudian menancapkan sebatang tongkat ke tanah. Saat tongkat dicabut, keajaiban terjadi. Dari lubang bekas tongkat itu, mengalir deras air panas yang tak pernah habis.
Terlepas dari mitos wisata Guci tersebut, air panas itu faktanya tetap mengalir sampai sekarang. Dimanfaatkan masyarakat dan wisatawan jadi tempat pemandian. Nama “Guci” pun tetap abadi menamai tempat tersebut hingga hari ini.
Baca juga cerita ziarah di Goa Safarwadi Pamijahan
Ragam Kegiatan Seru di Taman Wisata Guci Tegal
Apa saja yang bisa Sobat JEI lakukan di sini? Ternyata sekarang pilihannya jauh lebih banyak dan kekinian!
1. Relaksasi di Pancuran 13 dan Waterboom
Sightseeing sambil menikmati udara sejuk pegunungan merupakan kegiatan wajib. Tapi mumpung berada di kawasan yang kaya mata air panas, mengapa tidak ikutan berendam? Sobat JEI bisa memilih Pancuran 13 Guci yang legendaris, atau Pancuran 5. Orang lain mungkin mencari berkah, berdoa agar penyakitnya diangkat, atau ingin awet muda. Tapi kita bisa juga hanya sekadar berendam menikmati pijatan air hangat tanpa bau belerang yang menyengat. Sungguh, sensasi segarnya merasuk ke dalam sukma!
Bagi yang membawa anak-anak, sekarang tersedia Hot Water Boom Guciku. Di sini, anak-anak bisa bermain perosotan air namun dengan suhu air yang hangat. Tiket masuknya sekitar Rp40.000 – Rp45.000 per orang.
2. Uji Adrenalin di Golden Park Guci dan The Baron Hill
Nah, ini dia tambahan terbaru yang bikin Guci makin hits. Jika Sobat JEI suka konten Instagramable, wajib mampir ke Golden Park Guci. Di sini ada wahana perosotan pelangi (rainbow slide) yang viral itu. Meluncur dari ketinggian dengan latar bukit hijau benar-benar memacu adrenalin! Tiket masuk ke area ini sekitar Rp30.000.
Selain itu, ada juga The Baron Hill Guci, spot jembatan kaca yang menawarkan pemandangan spektakuler. Cocok banget buat Sobat JEI yang ingin foto estetik. Cukup bayar tiket sekitar Rp15.000 – Rp20.000, kita bisa bergaya sepuasnya di atas jembatan kaca ini.
3. Camping Mewah di Guci Forest
Mengeksplorasi kawasan Taman Wisata Guci kini juga bisa dilakukan dengan cara camping di Guci Forest. Lokasinya berada di dalam hutan pinus yang asri. Selain menyediakan area kemah (camping ground), di sini juga ada kolam renang air panas outdoor yang dikelilingi pohon pinus. Tiket masuk Guci Forest sekitar Rp25.000 per orang. Rasanya syahdu sekali berendam air hangat di tengah udara hutan yang dingin berkabut.
4. Berkuda Menyusuri Bukit
Kegiatan klasik yang tak boleh dilewatkan adalah berkuda. Bagi yang belum mahir, tak usah khawatir sebab akan dipandu pemiliknya. Yang sedikit saya sayangkan dulu hanyalah para pemilik kuda ini kurang dibekali pengetahuan pemanduan. Jadi saat menuntun kita turun naik menyusuri kontur Guci, cuma kesunyian yang terjadi. Kalau saja mereka bisa bercerita sejarah atau mitos, tentu tambah menarik. Tarif sewa kuda saat ini berkisar antara Rp30.000 hingga Rp50.000 untuk satu putaran pendek.
5. Petik Strawberry
Memetik strawberry dari kebun termasuk salah satu kegiatan menarik di Taman Wisata Guci. Pergi saja cari info ke warung-warung di sekitar parkiran. Teman saya pernah membawa pulang beberapa kilo strawberry dengan perasaan riang. Maklum, dia berhasil panen buah strawberry merah ranum dan montok-montok. Saya langsung tergoda hendak menjadikannya camilan sore. Namun, karena kadung paranoid dengan perkebunan berpupuk kimia, strawberry cantik itu cuma saya pandangi dengan jakun turun-naik. Hehe.
Baca juga:
Update Harga Tiket Masuk Taman Wisata Guci 2026
Agar Sobat JEI bisa menghitung bujet liburan dengan tepat, berikut estimasi harga tiket terbaru (harga bisa berubah sewaktu-waktu terutama saat high season):
- Tiket Masuk Kawasan (Retribusi Pemda):
- Weekday: Rp15.000
- Weekend/Libur: Rp20.000 – Rp25.000
- Pancuran 13: ~Rp20.000
- Golden Park: ~Rp30.000
- The Baron Hill: ~Rp20.000
- Guci Forest (Tiket Masuk + Kolam): ~Rp25.000
- Parkir: Motor Rp5.000, Mobil Rp10.000
Rekomendasi Penginapan di Guci
Kalau dulu saya hanya menyebut hotel melati tanpa nama, sekarang saya punya rekomendasi yang lebih spesifik buat Sobat JEI. Pilihan akomodasi di sini sudah sangat berkembang:
- Joglo Ageng Guci: Buat yang punya bujet “sultan” dan ingin kemewahan dengan nuansa tradisional Jawa yang kental.
- Guci Forest Villas: Menginap di vila kayu estetik di tengah hutan pinus.
- Hotel Sankita & Salma Guci Resort: Pilihan nyaman untuk keluarga dengan fasilitas kolam air hangat pribadi.
- Homestay Warga: Masih menjadi opsi hemat (budget friendly) dengan tarif mulai Rp200.000-an per malam.
Menikmati Taman Wisata Guci Tegal di malam hari memang layak dicoba. Pergilah ke warung, pesan wedang jahe, kopi, atau sate kelinci. Dinginnya udara malam tidak akan begitu terasa jika dihabiskan bersama orang-orang tercinta.
Kuliner dan Oleh-Oleh Khas Guci
Jalan-jalan tanpa oleh-oleh rasanya tidak seru. Seperti halnya di Puncak, Taman Wisata Guci juga menjual hasil perkebunan masyarakat setempat. Ada sayuran segar seperti wortel, tomat, hingga buah manggis dan alpukat mentega.
Ciri khas oleh-oleh Guci lainnya adalah manisan buah. Namun, saya pribadi agak ngeri melihat warna-warni mereka yang terlalu mencolok dan “cantik”. Jadi, saya tidak terlalu merekomendasikan Sobat JEI membelinya secara impulsif. Saya pikir pihak terkait harus memberi perhatian lebih pada penggunaan pewarna makanan ini. Jangan sampai makanan yang dijual membahayakan kesehatan pengunjung. Lebih aman beli sayur atau buah segarnya saja, ya!
Rute dan Cara Menuju Lokasi
Akses menuju Taman Wisata Guci Tegal kini semakin mudah berkat adanya Tol Trans Jawa. Jaraknya sekitar 30 km dari Slawi atau 40 km dari Kota Tegal.
- Dari Jakarta/Semarang (Via Tol): Masuk Tol Trans Jawa dan keluar di Gerbang Tol Adiwerna (Exit Tegal). Dari sana, ambil arah selatan menuju Slawi – Lebaksiu – Bojong – Guci. Waktu tempuh dari Jakarta bisa dipangkas menjadi sekitar 4-5 jam saja jika lalu lintas lancar.
- Kendaraan Pribadi: Pastikan kondisi rem dan kopling mobil prima, karena jalur menuju Guci cukup menanjak dan berkelok, meski aspalnya sudah mulus.
- Transportasi Umum: Dari Terminal Tegal, naiklah mikrobus jurusan Tegal-Bumijawa yang melewati Guci. Perjalanan memakan waktu sekitar 1,5 – 2 jam.
Akses ini juga dapat dilalui lewat Pemalang. Ambil rute arah Purbalingga, sesampai di pertigaan Moga, belok kanan ke arah Guci.
Gimana, Sobat JEI? Sudah siap merencanakan liburan seru ke Taman Wisata Guci Tegal? Jangan lupa siapkan baju hangat dan kamera, ya!
Ayuk kita liburan!
Baca juga : Wat Pho Patung Buddha Tidur di Bangkok dan Terbesar di Thailand
Baca juga Taman Negara Bako National Park Kuching
Baca juga Perbincangan di Taman Sang Nabi
Baca juga Pasar Inpres Larantuka
@eviindrawanto

