Key Takeaways
- Masjid Agung Keraton Kasepuhan Cirebon menawarkan pengalaman spiritual yang mendalam dengan sejarah dan arsitektur yang kaya.
- Dikenal dengan Saka Tatal dan tradisi Azan Pitu, masjid ini memiliki daya tarik unik bagi peziarah.
- Akses ke masjid mudah, terutama bagi wisatawan luar kota, dengan berbagai pilihan transportasi.
- Masjid ini buka 24 jam, sementara Keraton Kasepuhan beroperasi dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB.
- Pengunjung diharapkan mengenakan pakaian sopan dan menjaga kebersihan saat bertamu.
Halo Teman-teman, pernahkah kalian merasa seperti melangkah lorong waktu saat memasuki sebuah tempat ibadah? Jika belum, cobalah bertamu di Masjid Agung Keraton Kasepuhan Cirebon. Suasananya bukan sekadar tenang, tapi juga menyimpan aura magis yang membuat hati bergetar. Berbeda dengan masjid modern yang megah dengan kubah emas, masjid ini menawarkan kesederhanaan yang agung dan sejarah yang “berdaging”.
Bagi kalian yang sedang merencanakan wisata religi Cirebon, tempat ini adalah destinasi wajib. Mari kita kupas tuntas rahasia di balik bangunan merah bata ini, mulai dari sejarah, legenda, hingga cara termudah untuk sampai ke sana.
Jejak Sejarah dan Arsitektur yang Memikat
Saat kalian menapakkan kaki di halaman masjid, pandangan akan langsung tertumbuk pada dinding bata merah yang menyala. Masjid Agung Sang Cipta Rasa—nama resmi masjid ini—tidak memiliki kubah. Atapnya berbentuk limas bersusun tiga, sebuah ciri khas arsitektur Jawa dengan sentuhan Majapahit yang kental.
Dibangun pada tahun 1480 Masehi, masjid ini adalah bukti cinta dan kolaborasi para Wali Songo. Sunan Gunung Jati memprakarsai pembangunannya, sementara Sunan Kalijaga memimpin arsitekturnya, dibantu oleh arsitek Majapahit, Raden Sepat. Uniknya, pintu masuk masjid ini sengaja dibuat rendah. Filosofinya sangat dalam; siapapun yang masuk ke rumah Tuhan harus menundukkan kepala, membuang sombong, dan merendahkan hati.
Baca juga:
Misteri Saka Tatal yang Melegenda
Salah satu daya tarik utama yang membuat banyak peziarah penasaran adalah Saka Tatal. Jika teman-teman perhatikan bagian dalam masjid (ruang utama), terdapat tiang-tiang penyangga raksasa.
Konon, Saka Tatal ini dibuat oleh Sunan Kalijaga dari sisa-sisa potongan kayu (tatal) yang dikumpulkan, kemudian diikat dan disatukan menjadi tiang yang kokoh. Hingga kini, tiang tersebut masih berdiri tegak, melambangkan persatuan umat yang bisa menjadi kekuatan besar meskipun berasal dari latar belakang yang “terpecah-pecah” atau berbeda.
Keajaiban Tradisi Azan Pitu
Selain arsitektur, masjid ini memiliki tradisi langka yang tidak akan teman-teman temukan di tempat lain, yaitu Azan Pitu. Sesuai namanya, azan ini dikumandangkan oleh tujuh orang muazin secara bersamaan!
Tradisi ini bermula dari wabah penyakit (pagebluk) yang menyerang Cirebon di masa lalu. Konon, wabah tersebut dikirim oleh ilmu hitam Menjangan Wulung. Atas petunjuk Sunan Gunung Jati, tujuh orang dikerahkan untuk mengumandangkan azan guna menolak bala tersebut. Hingga saat ini, Azan Pitu masih dilaksanakan setiap salat Jumat. Jika ingin menyaksikan momen sakral ini, pastikan kalian datang sebelum waktu salat Jumat tiba.
Panduan Perjalanan Menuju Keraton Kasepuhan
Bagi teman-teman yang berasal dari luar kota, akses menuju Masjid Agung Keraton Kasepuhan Cirebon sangatlah mudah. Cirebon adalah kota yang ramah bagi backpacker maupun wisatawan keluarga.
Rute dan Transportasi
- Kereta Api: Kalian bisa turun di Stasiun Cirebon (Kejaksan) atau Stasiun Cirebon Prujakan. Jarak dari stasiun ke keraton hanya sekitar 3-4 km.
- Transportasi Online: Ini adalah opsi paling nyaman. Dari stasiun, tarif ojek online berkisar Rp15.000 – Rp20.000, sedangkan taksi online sekitar Rp30.000 – Rp40.000 (tergantung jam sibuk). Waktu tempuhnya singkat, hanya 10-15 menit.
- Angkutan Kota (Angkot): Jika ingin berhemat dan merasakan suasana lokal, carilah angkot dengan kode D5 atau D6 yang melewati area Lemahwungkuk/Kasepuhan.
Harga Tiket Masuk dan Jam Operasional Terbaru (2025/2026)
Untuk masuk ke area masjid, sebenarnya tidak ada tiket masuk alias gratis. Namun, biasanya disediakan kotak amal seikhlasnya untuk kebersihan masjid.
Jika teman-teman ingin sekalian masuk ke area utama Keraton Kasepuhan Cirebon dan museumnya, berikut estimasi biayanya:
- Tiket Masuk Keraton: Rp15.000 – Rp20.000 per orang.
- Tiket Terusan (Museum & Keraton): Rp25.000 per orang.
- Jasa Pemandu (Guide): Sukarela (biasanya Rp50.000 – Rp75.000 per grup), sangat disarankan agar kalian mendapatkan cerita sejarah yang detail.
Jam Operasional:
- Masjid: Buka 24 jam untuk ibadah.
- Keraton Kasepuhan: Buka setiap hari pukul 08.00 – 17.00 WIB.
Tips Bertamu Agar Lebih Bermakna
Supaya pengalaman wisata sejarah Cirebon kalian lebih maksimal, perhatikan beberapa tips berikut:
- Pakaian Sopan: Mengingat ini adalah tempat ibadah aktif dan lingkungan keraton, kenakanlah pakaian yang menutup aurat dan sopan.
- Waktu Terbaik: Datanglah saat waktu salat Ashar untuk suasana syahdu dengan cahaya matahari sore yang menyinari bata merah, atau Jumat siang untuk melihat Azan Pitu.
- Kuliner Sekitar: Setelah lelah berkeliling, jangan lupa mencicipi kuliner khas di sekitar keraton seperti Empal Gentong atau Nasi Jamblang yang banyak dijajakan di sekitar area Lemahwungkuk.
Selanjutnya, jangan lupa untuk menjaga kebersihan dan ketenangan. Ingat, kita sedang bertamu di Masjid Agung Keraton Kasepuhan Cirebon, tempat di mana para Wali pernah bersujud. Semoga perjalanan ini tidak hanya menyegarkan mata, tetapi juga menenangkan jiwa.
Selamat berwisata!
Baca juga:
@eviindrawanto




