Key Takeaways
- Tempat Pelelangan Ikan Kota Agung di Lampung kini lebih bersih dan teratur berkat konsep TPI Higienis.
- Pagi adalah waktu terbaik untuk melihat lelang ikan yang seru dengan berbagai jenis ikan segar.
- Wisata kuliner di sekitar TPI menawarkan ikan bakar segar yang bisa dinikmati sambil menikmati pemandangan laut.
- Kunjungi TPI Kota Agung di pagi hari, bawa uang tunai, dan pakailah outfit yang nyaman untuk pengalaman terbaik.
Pernah gak sih teman-teman merasa lapar cuma gara-gara mencium aroma laut di pagi buta?
Bagi saya, sebuah perjalanan itu bukan cuma soal landscape cantik yang Instagramable. Kadang, keindahan yang paling jujur justru ada di tempat yang riuh, amis, dan penuh keringat. Seperti pengalaman saya main ke Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kota Agung, Kabupaten Tanggamus, Lampung.
Dulu, orang mungkin berpikir dua kali untuk datang ke TPIโbayangannya pasti becek, bau, dan kumuh. Tapi tunggu dulu, wajah Pelabuhan Perikanan Kota Agung kini perlahan berubah, apalagi dengan hadirnya konsep TPI Higienis Kota Agung yang lebih tertata.
Yuk, saya ajak teman-teman menelusuri surga ikan segar di tepi Teluk Semaka ini!
Pesona Pagi di Dermaga Kota Agung
Pagi itu, Teluk Semaka masih berselimut kabut. Suasananya agak murung dan kelabu, kontras dengan semangat burung-burung walet yang terbang melingkar di mulut dermaga. Namun, di balik kabut itu, ada denyut nadi ekonomi yang sedang berdetak kencang.
Lokasi dermaga ini sangat strategis di Kelurahan Pasar Madang. Dari penginapan saya, jaraknya hanya selemparan batu.
Bagi mata yang mencari keindahan, suasana pagi TPI Kota Agung menawarkan drama visual yang memukau. Para nelayan membongkar muatan, buruh angkut memanggul keranjang, dan pedagang ikan bersiap dengan tawarannya. Di sinilah saya melihat definisi kerja keras yang sesungguhnya.
Detik-Detik Lelang: Nadi Kehidupan Nelayan Teluk Semaka
Saya sempat ngobrol dengan Pak Husin, salah satu warga lokal di sana. Dari beliau saya tahu bahwa hasil tangkapan ini dibagi dengan sistem bagi hasil yang adil antara pemilik perahu, biaya operasional, dan para nelayan.
Proses lelang ikan Kota Agung sendiri sangat cepat dan seru! Para pedagang dan petugas lelang akan melingkari puluhan keranjang bambu berisi ikan yang matanya masih bening-bening. Petugas lelang duduk di kursi tinggi bak wasit pertandingan, meneriakkan harga pembuka.
- “Dua ratus… dua ratus lima puluh… yak!”
Dalam hitungan menit, ikan-ikan segar itu berpindah tangan. Dari keranjang nelayan, masuk ke mobil bak terbuka, lalu menyebar ke pasar-pasar di seluruh Lampung. Kalau teman-teman mau melihat aksi ini, datanglah selepas subuh, sekitar jam 06.00 hingga 09.00 pagi.
Baca juga:
Ragam Tangkapan: Dari Ikan Simba hingga Blue Marlin
Satu hal yang bikin TPI Kota Agung Tanggamus ini istimewa adalah kekayaan lautnya. Perairan Tanggamus dan Teluk Semaka terkenal sebagai jalur migrasi ikan-ikan pelagis besar.
Kalau teman-teman beruntung, kita bisa melihat Ikan Blue Marlin (Tuhuk) yang jadi ikon pesisir barat Lampung. Selain itu, jenis ikan yang paling sering dicari di sini antara lain:
- Ikan Tenggiri dan Ikan Simba (Favorit untuk oleh-oleh).
- Cumi dan udang segar yang ukurannya jumbo.
- Ikan Layur, yang belakangan ini sering membludak saat musim panen raya.
Penting buat teman-teman tahu, harga ikan di TPI Kota Agung hari ini tentu jauh lebih murah dibandingkan harga pasar, apalagi supermarket. Jauh banget bedanya!
Wisata Kuliner TPI Kota Agung: Wajib Coba!
Nah, ini bagian favorit saya! Ternyata banyak wisatawan yang datang ke sini bukan untuk beli ikan mentah buat dibawa pulang, melainkan untuk wisata kuliner TPI Kota Agung.
Di sekitar area dermaga, menjamur tempat makan dekat TPI Kota Agung yang menawarkan jasa bakar ikan. Salah satu yang cukup legendaris adalah RM Saung Bangkit Kota Agung.
Bayangkan skenarionya:
- Kita beli ikan Cumi atau Kakap Merah segar langsung dari nelayan.
- Bawa ke warung makan di sekitar TPI.
- Minta mereka bakarkan dengan bumbu kecap pedas atau pindang khas Lampung.
- Santap sambil menikmati pemandangan laut TPI Kota Agung.
Rasanya? Juara dunia! Daging ikannya masih manis, juicy, dan tidak ada bau amis sama sekali karena saking segarnya.
Tips Berkunjung ke TPI Kota Agung
Supaya pengalaman teman-teman maksimal saat berkunjung ke sini, ada beberapa tips dari saya:
1. Datang Pagi-Pagi Buta
Aktivitas nelayan memuncak saat matahari baru terbit. Kalau kesiangan sedikit saja (di atas jam 9), ikannya sudah habis dibawa pengepul besar, dan suasana lelang ikan sudah bubar.
2. Bawa Uang Tunai (Cash)
Transaksi jual beli ikan TPI Tanggamus mayoritas masih konvensional. Siapkan uang pecahan 50 ribu dan 100 ribu secukupnya.
3. Outfit yang Nyaman
Meskipun sekarang sudah ada bangunan TPI Higienis, area dermaga tetaplah area basah. Gunakan sandal karet atau sepatu yang tidak licin. Hindari pakai baju putih kalau tidak mau terkena percikan air laut atau noda tinta cumi.
4. Beli untuk Dimasak di Tempat
Kalau teman-teman menginap di hotel yang tidak ada dapurnya, manfaatkan jasa ikan bakar TPI Kota Agung di warung sekitar. Lebih praktis dan sensasinya dapet banget!
Gimana? Ada yang tertarik memasukkan Tempat Pelelangan Ikan Kotaagung Tanggamus ke dalam wishlist liburan berikutnya?
Salam, Evi
