
Key Takeaways
- Penulis refleksikan perjalanan hidup dan resolusi 15 tahun yang lalu setelah melihat perubahan waktu.
- Resolusi 2026 adalah untuk ‘pulang’ ke blog dan berbagi lebih banyak cerita serta wawasan, bukan hanya foto liburan.
- Ada tiga pilar dalam resolusi 2026: Traveling dengan ‘mata’ baru, pengembangan pribadi yang membumi, dan perjalanan bisnis Arenga Indonesia.
- Penulis berkomitmen untuk berbagi pengalaman traveling yang mendalam, belajar tentang diri sendiri, dan kegiatan bisnis gula aren.
- Penulis mengajak pembaca untuk menuliskan resolusi mereka dan menjelajahi tahun ini bersama-sama.
Halo, Teman-teman! Kali ini kita akan membahas tentang resolusi 2026 dan bagaimana cara mewujudkannya bersama-sama. Resolusi 2026 adalah titik penting yang ingin saya capai tahun ini.
Rasanya baru kemarin saya duduk merenung, mencoret-coret buku kerja dengan gambar-gambar tak jelas yang saya sebut sebagai “peta masa depan”. Padahal, momen itu terjadi di akhir tahun 2011โlima belas tahun yang lalu!
Saat itu, di bulan Januari yang bertepatan dengan ulang tahun saya, saya menulis sebuah resolusi sederhana di blog ini: saya ingin kembali membaca buku dan mulai lebih banyak traveling. Alasannya sederhana, anak-anak sudah besar, tak lagi butuh ibunya 24 jam, dan saya punya “tiket emas” untuk menemani suami dinas ke berbagai tempat.
Waktu berlalu begitu cepat, bukan? Tahun 2011 terasa seperti masa lalu yang manis, dan kini kita sudah berdiri di gerbang tahun 2026. Dunia berubah, kita berubah, namun kerinduan untuk menulis dan berbagi cerita ternyata tak pernah benar-benar padam. Saya yakin resolusi 2026 akan membawa semangat baru.
- Baca di sini resolusi saya 15 tahun yang lalu : Resolusi Akhir Tahun, Catatan Ulang Tahun
Menengok Peta Lama: Antara Buku dan Koper
Kalau saya baca lagi tulisan lama itu, ada senyum yang tersungging. Dulu, kegelisahan saya adalah merasa tulisan di blog semakin dangkal karena terlalu banyak main Twitter dan Facebook. Saya rindu “berpikir dalam kerangka perspektif,” rindu kedalaman yang hanya bisa didapat dari membaca buku dan merenung.
Resolusi 2011 itu adalah titik balik. Doa itu dikabulkan Allah dengan cara yang indah. Kesempatan melihat dunia luar terbuka lebar. Saya benar-benar mulai menyeret koper ke sana ke mari, mengasah kemampuan sosial dan spiritual di tempat-tempat baru. Gambar-gambar abstrak di buku catatan kerja saya perlahan menjadi kenyataan yang berwarna.
Ngomong-ngomong soal waktu yang terus berjalan, saya jadi tersadar kalau ulang tahun saya di tahun 2026 ini sudah lewat pada 6 Januari lalu. Bertambah satu tahun lagi usia saya, semakin saya menyadari betapa berharganya setiap momen dan jejak yang kita ukirโtak ubahnya seperti warisan sejarah di Sangiran ini. Terima kasih untuk Teman-teman yang masih setia membaca catatan perjalanan saya di Jurnal Evi Indrawanto hingga detik ini, semoga tahun ini membawa berkah bagi kita semua.
Resolusi 2026: Pulang ke Rumah (Blog) Ini
Lalu, bagaimana dengan 2026? Tahun 2026 tentu erat kaitannya dengan resolusi 2026 yang ingin saya raih lewat blog ini.
Setelah sekian purnama, pasang surut kehidupan, dan kesibukan yang datang silih berganti, resolusi saya tahun ini terdengar klise tapi sangat urgent bagi jiwa saya: Saya ingin “pulang”.
Pulang untuk kembali aktif merawat rumah maya ini. Saya ingin menghidupkan kembali percakapan kita, Teman-teman. Bukan sekadar pamer foto liburan, tapi berbagi insight, rasa, dan makna.
Berikut adalah tiga pilar utama yang akan menjadi napas baru blog ini di tahun 2026:
1. Traveling dengan “Mata” Baru
Jika dulu traveling saya banyak didorong oleh kesempatan “nebeng” perjalanan dinas suami, di tahun 2026 ini saya ingin berbagi pengalaman traveling yang lebih matang. Traveling bukan lagi sekadar melihat pemandangan, tapi tentang people, culture, dan heritage. Saya ingin mengajak teman-teman menyesap aroma pasar tradisional di kota asing, merasakan hening di tempat ibadah tua, dan belajar dari setiap perjumpaan di jalan. Dengan begitu, resolusi 2026 terasa benar-benar bermakna.
2. Pengembangan Pribadi yang Membumi
Di usia yang semakin matang ini, pengembangan diri bukan lagi soal mengejar prestasi duniawi semata. Ini soal ketenangan batin, kesehatan (terutama menjaga raga agar tetap bugar untuk traveling!), dan kebijaksanaan. Saya akan berbagi apa yang saya pelajari, buku yang saya baca, dan renungan-renungan kecilโseperti dulu lagi, tapi dengan perspektif yang (semoga) lebih luas.
3. Arenga Indonesia: Manisnya Perjalanan Bisnis
Ini adalah bab baru yang mungkin belum ada di peta 2011 saya. Arenga Indonesia. Bisnis gula aren organik yang saya rintis ini telah mengajarkan saya sekolah kehidupan yang luar biasa.
Di blog ini, saya akan mulai terbuka membagikan dapur perjalanan Arenga. Bukan hanya soal jualan gula, tapi soal memberdayakan petani, tantangan membangun brand lokal, hingga filosofi di balik setiap butir gula semut yang kami hasilkan. Bisnis adalah bagian dari pengembangan diri saya, dan saya ingin teman-teman menjadi saksi perjalanannya.
Baca juga:
Tahun 2026 adalah lembaran kosong yang siap kita tulisi. Peta masa depan saya mungkin tidak lagi berupa coretan abstrak di buku kerja, tapi berupa niat kuat yang saya patrikan di sini, hari ini. Semoga resolusi 2026 benar-benar tercapai untuk kita semua.
Terima kasih sudah setia membaca dan menemani perjalanan Evi Indrawanto. Mari kita jelajahi tahun ini bersama-sama.
Bagaimana dengan resolusi teman-teman? Masihkah setia dengan mimpi lama, atau sudah punya peta baru seperti saya?
Salam hangat,
โ Evi
