Key Takeaways
- Mitos Pohon Dewandaru mengaitkan kekayaan dengan kejatuhan buah atau rantingnya, menjadikannya simbol keberuntungan di Gunung Kawi.
- Dari sisi ilmiah, buah Dewandaru kaya akan antioksidan dan memberikan manfaat kesehatan, termasuk menurunkan hipertensi dan meningkatkan imun.
- Buah Dewandaru juga mengandung vitamin C dan A, yang baik untuk kesehatan tubuh, serta dapat dikonsumsi langsung atau diolah menjadi teh herbal.
- Menghargai mitos dan fakta tentang Pohon Dewandaru memperlihatkan perpaduan antara budaya dan sains dalam memahami manfaat tanaman ini.
Halo, Sobat JEI! Pernahkah kalian mendengar tentang pohon yang konon bisa mendatangkan kekayaan hanya dengan kejatuhan ranting atau buahnya? Di balik pesona mistisnya yang melegenda di Gunung Kawi dan Karimunjawa, ternyata pohon ini menyimpan “harta karun” lain yang jauh lebih nyata dan terbukti secara ilmiah. Mari kita singkap tabir Pohon Dewandaru, dari legenda tongkat sakti hingga khasiat medisnya yang luar biasa.
Jejak Mitos: Kayu Bertuah Pembawa Wahyu
Saat trekking di perkebunan teh Puncak, mata saya pernah tertumbuk pada tanaman perdu dengan buah berwarna-warni yang cantik—hijau saat muda, oranye, lalu merah cerah saat matang. Ternyata, inilah Eugenia Uniflora, atau yang akrab kita sapa sebagai Pohon Dewandaru.
Di Indonesia, tanaman ini bukan sekadar flora biasa. Namanya sendiri, “Dewandaru”, sering diartikan sebagai “Kayu Pembawa Wahyu Dewa”. Dalam kearifan lokal, ia mengikuti jejak bambu kuning sebagai kayu bertuah.
Sobat JEI mungkin pernah mendengar kisah dari Gunung Kawi, di mana para peziarah rela menunggu berjam-jam di bawah pohon ini. Mitosnya kuat sekali: siapa pun yang kejatuhan buah, daun, atau rantingnya, konon akan mendapatkan rejeki melimpah. Ada pula yang meyakini pohon ini adalah jelmaan tongkat tokoh sakti, baik itu Raden Mas Imam Sujono (Mbah Sujo) ataupun Sunan Nyamplungan, putra Sunan Muria. Bahkan, kayunya kerap dijadikan jimat penolak bala, pengusir hewan buas, hingga penawar gigitan ular.
Namun, di era modern ini, mari kita geser sedikit sudut pandang kita. Apakah “kekayaan” yang ditawarkan Dewandaru hanya sebatas mitos pesugihan, atau ada kekayaan biologis yang nyata bagi tubuh kita?
Fakta Medis di Balik Si “Ciremai Belanda”
Jika mitos menawarkan harapan rejeki, sains menawarkan harapan kesehatan. Dunia medis modern mulai melirik manfaat buah dewandaru yang ternyata sangat logis dan terukur. Tanaman yang juga dikenal sebagai Ciremai Belanda atau Surinam Cherry ini adalah pabrik nutrisi alami.
1. Gudang Antioksidan Tingkat Tinggi
Warna merah cerah pada buah dewandaru bukan sekadar hiasan. Itu adalah tanda tingginya kandungan senyawa fenolik, flavonoid, dan antosianin. Dalam bahasa sains, ini adalah pasukan elit antioksidan alami. Mereka bekerja keras melawan radikal bebas penyebab kerusakan sel, penuaan dini, hingga risiko kanker. Jadi, alih-alih hanya dijadikan jimat, mengonsumsi buahnya justru memberikan perlindungan seluler yang nyata.
2. Sahabat Penderita Hipertensi
Bagi Sobat JEI yang peduli dengan tekanan darah, daun dewandaru adalah kabar baik. Penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun Eugenia Uniflora memiliki sifat anti-hipertensi. Senyawa aktif di dalamnya membantu merelaksasi pembuluh darah, sehingga aliran darah menjadi lebih lancar. Ini bukan sihir, tapi reaksi biokimia yang bisa dijelaskan.
3. Kaya Vitamin C dan A
Di balik ukurannya yang mungil, buah dewandaru mengandung Vitamin C yang tinggi—penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh kita di tengah cuaca yang tak menentu. Selain itu, kandungan Vitamin A di dalamnya sangat baik untuk kesehatan mata dan kulit.
Baca juga :
Cara Menikmati “Wahyu” Kesehatan
Kita tidak perlu bertapa untuk mendapatkan manfaatnya. Pohon Dewandaru kini mudah diolah menjadi tanaman obat keluarga.
- Buah Segar: Bisa dimakan langsung (hati-hati dengan bijinya yang agak pahit) atau diolah menjadi jus dan selai.
- Teh Herbal: Daunnya bisa dikeringkan dan diseduh sebagai teh untuk mendapatkan manfaat antioksidannya.
Intisari Tentang Mitos dan Fakta Kesehatan Pohon Dewandaru
Pulau Jawa memang negeri seribu mitos, dan kita boleh saja menghargai cerita tutur seperti kisah Sunan Kudus atau legenda Gunung Kawi sebagai kekayaan budaya. Namun, memahami Pohon Dewandaru dari sisi sains membuat kita sadar bahwa Tuhan menciptakan tanaman ini dengan “kesaktian” yang nyata: nutrisi untuk kesembuhan dan kesehatan manusia.
Pernah bersua dengan Dewandaru, Sobat JEI? Atau malah punya pohonnya di pekarangan?
Tonton video ini untuk melihat bagaimana mitos pohon dewandaru masih sangat dipercaya oleh sebagian masyarakat Indonesia hingga saat ini: Mitos Daun Dewandaru dan Kekayaan
Video ini relevan karena memberikan gambaran visual langsung mengenai sisi mitos yang dibahas dalam artikel, memperkuat konteks budaya lokal yang kontras dengan penjelasan sains yang baru saja dipaparkan.

