Key Takeaways
- Pasir Putih Wamena menawarkan keindahan alam unik di tengah Papua Pegunungan, seperti hamparan pasir putih di puncak gunung.
- Lokasi wisata ini terletak di Desa Aikima, sekitar 15-20 menit dari pusat kota Wamena, dan mudah diakses melalui transportasi udara dari Jayapura.
- Pengunjung dapat menikmati pengalaman mendaki Bukit Sumpulu, di mana pasir putih terasa lembut seperti salju, tetapi menantang untuk dilalui.
- Pasir Putih Wamena memiliki nilai sejarah geologi yang penting, sebelumnya merupakan bagian dari Danau Wio yang purba.
- Harga tiket masuk mulai dari Rp25.000, dan disarankan untuk memiliki pemandu lokal demi keamanan perjalanan.

Halo, Sobat JEI! Pernahkah kamu membayangkan berjalan di atas hamparan pasir putih selembut tepung, tapi bukan di tepi pantai, melainkan di puncak gunung berkabut? Ini bukan mimpi. Selamat datang di Pasir Putih Wamena, sebuah anomali alam yang memukau di jantung Papua Pegunungan.
Bentang alam Papua memang ajaib. Bukan dalam konotasi mistis, tapi dalam keterpesonaan pandangan mata yang membawa rasa takjub hingga ke ulu hati. Sesaat sampai di Wamena, walau matahari sedang garang-garangnya, udara sejuk langsung menyapa kulit. Sensasi ini menemani perjalanan saya dari Bandara Wamena menuju Kampung Aikima, tempat surga tersembunyi ini berada.
Anomali Alam – Pasir Laut di Puncak Bukit Sumpulu
Sebelum menginjakkan kaki di sini, saya sering membaca bahwa topografi pulau ini sangat ekstrem. Dataran rendah rawa, hutan bakau, hingga sungai-sungai besar membelah wilayah selatan. Namun, Lembah Baliem menawarkan cerita berbeda.
Berkali-kali saya membuka jendela mobil untuk memotret. Bagaimana mungkin saya berhenti ketika bukit-bukit batu granit keabuan memagari jalanan? Sementara di atas, langit biru dengan awan putih bersih berkilat seperti pantulan cermin raksasa.
Langit sejernih itu tidak akan pernah saya temui di Jakarta atau Tangerang. Kalau beruntung, Sobat JEI bisa melihat penduduk lokal berjalan dengan Noken menggantung di dahi mereka. Namun, yang paling istimewa tentu saja pertanyaan besar ini: Masa iya ada pasir putih seperti di pantai tapi di gunung?
Jawabannya: Iya, cuma ada di Pasir Putih Wamena!
Lokasi dan Akses Menuju Pasir Putih Wamena
Hari menjelang sore saat kami tiba di Desa Aikima, lokasi wisata Pasir Putih Wamena berada. Masuk dalam wilayah Distrik Kurulu, tempat ini berjarak sekitar 15-20 menit perjalanan darat dari pusat kota Wamena, atau sekitar 45 menit dari Bandara Wamena.
Rumah-rumah besar Suku Dani tampak sunyi dan tenteram. Di tengah lanskap itu, menyembul Bukit Sumpulu. Hamparan pasir putihnya terlihat jelas bahkan dari jalan raya, kontras dengan hijaunya pepohonan di sekelilingnya.
Cara Menuju ke Sana
Bagi Sobat JEI yang ingin melakukan perjalanan serupa, berikut panduan aksesnya:
- Transportasi Udara: Pintu masuk utama adalah Bandara Wamena. Tiket pesawat Jayapura – Wamena berkisar antara Rp600.000 hingga Rp700.000 sekali jalan.
- Transportasi Darat: Di Wamena, Sobat JEI bisa menyewa mobil (sekitar Rp500.000 – Rp800.000 per hari) atau menggunakan ojek motor (sekitar Rp30.000 – Rp50.000 tergantung negosiasi) untuk menuju Desa Aikima.
Gerbang pintu masuk dijaga oleh sebuah Honai. Saat saya datang, seorang bapak dan anaknya yang sedang membakar ladang segera berdiri dan menyalami kami dengan hangat. Keramahtamahan yang membuat hati luluh.
Baca juga:
Mendaki “Salju” Hangat di Ketinggian

Sampai di kaki Bukit Sumpulu, saya terpesona. Seolah ada tangan raksasa dari langit yang menaburkan pasir putih lembut membentuk jalur pendakian.
Tapi, jangan salah sangka, Sobat JEI. Mendakinya tidak mudah! Pasir putih tanpa pantai ini teksturnya sangat lembut, membuat kaki sering terbenam. Rasanya seperti berjalan di atas salju, namun hangat. Kaki harus diangkat dengan mengerahkan tenaga ekstra.
Itu bikin capek, Jenderal! Tapi demi menyaksikan keajaiban di Lembah Baliem ini, semua lelah terbayar lunas.
Begitu sampai di puncak, pemandangan di sekeliling adalah pesta bagi mata. Pohon pinus berdiri tegak di kejauhan. Rerumputan hijau dan bunga liar menyeruak dari balik bebatuan granit. Komposisi ini seperti lukisan kanvas Sang Maestro yang tak perlu kita sebutkan nama-Nya.
Sejarah Geologi – Jejak Danau Wio Purba
Memandang ke Lembah Baliem di bawah, imajinasi saya meliar. Saya membayangkan tempat ini ribuan tahun lalu, ketika semuanya masih berada di dalam perut samudra.
Menurut literatur geologi dan cerita penduduk lokal, Pasir Putih Wamena adalah bukti nyata sejarah bumi. Dahulu kala, Lembah Baliem adalah sebuah danau raksasa bernama Danau Wio.
Gempa dahsyat pada tahun 1813 dipercaya menyebabkan pergeseran lempeng bumi yang ekstrem. Air danau surut drastis, membentuk aliran Sungai Baliem, dan menyisakan endapan pasir serta batu karang di ketinggian ini.
Bukti Danau Wio purba ini tersebar di mana-mana:
- Bebatuan karang dan bukit granit yang menutupi permukaan lembah.
- Setidaknya ada 6 titik sebaran pasir putih di kawasan ini.
- Fosil kerang atau hewan laut yang kadang masih bisa ditemukan jika kita menggali agak dalam.
Sambil duduk di atas batu, saya meremas pasir putih Wamena yang terasa hangat. Dada berdesir membayangkan saya sedang duduk di dasar danau purba yang kini mencium awan.
Info Terbaru: Harga Tiket dan Tips Keamanan (2025-2026)
Supaya rencana perjalanan Sobat JEI lebih matang, berikut hasil riset terbaru mengenai kondisi di lapangan:
Harga Tiket Masuk Pasir Putih Wamena
- Tiket Masuk Wisata: Mulai dari Rp25.000 per orang.
- Donasi Adat/Desa: Terkadang ada biaya tambahan untuk masuk ke area desa adat atau melihat mumi di sekitar Aikima, berkisar Rp50.000 – Rp100.000. Siapkan uang tunai pecahan kecil ya!
Situasi Keamanan
Papua Pegunungan adalah daerah yang dinamis. Meskipun pariwisata tetap berjalan, Sobat JEI wajib memantau berita terkini. Pada pertengahan 2025, sempat ada himbauan keamanan terkait situasi di beberapa distrik.
- Tips: Selalu bepergian dengan pemandu lokal atau driver yang terpercaya. Mereka adalah “paspor” keamanan terbaikmu.
- Waktu Kunjungan: Sebaiknya berkunjung di pagi hingga siang hari. Hindari perjalanan malam.
Begitulah Pasir Putih Wamena, sebuah bukti bahwa Indonesia tak pernah kehabisan kejutan. Menarik kan? Yuk, masukkan wisata Papua ke dalam bucket list tahun ini!
Sampai jumpa di cerita perjalanan berikutnya, Sobat JEI!
Baca juga Rumah Papua Taman Mini Tempat Piknik Budaya
Baca juga Suku Dani Papua dan Tradisinya
Baca juga 6 Eksotisme Destinasi Wisata Trans Papua Wamena
Baca juga Legenda Ikan Sakti Sungai Janiah


