Key Takeaways
- Pasar Apung Nusantara Malang menawarkan pengalaman budaya dan kuliner yang unik di atas air, dan saat ini masih gratis untuk masuk.
- Tempat ini menyajikan berbagai makanan tradisional seperti Nasi Buk Madura, Getuk, dan Soto Betawi, yang terletak di perahu-perahu kayu.
- Pengunjung dapat menikmati naik perahu seharga Rp 20.000 per orang untuk melintasi sungai buatan yang menambah suasana tenang.
- Pasar ini terletak satu kompleks dengan Museum Angkut dan memiliki banyak spot instagramable untuk berfoto.
- Disarankan untuk berkunjung pada sore hari dan membawa uang tunai kecil untuk keperluan parkir atau jajanan.
Pernahkah kamu merasa rindu pada suasana pasar tradisional yang riuh namun menenangkan? Atau sekadar ingin escape sejenak dari hiruk pikuk kota tanpa harus merogoh kocek dalam-dalam? Jika iya, Pasar Apung Nusantara Malang adalah jawabannya.
Terletak satu kompleks dengan Museum Angkut, tempat ini bukan sekadar food court biasa. Ini adalah mesin waktu yang membawa kita menjelajahi kekayaan budaya dan kuliner tradisional Indonesia di atas air. Kabar terbaiknya? Di tahun 2026 ini, masuk ke sini masih gratis! Mari saya ajak kamu berkeliling.
Pesona Pasar Apung Nusantara: Keliling Indonesia dalam Satu Langkah
Kunjungan saya kali ini membangkitkan memori lama. Dulu, saya mampir ke sini dengan napas terengah setelah berlari-lari kecil menerjang gerimis dari Selecta. Hari ini, Pasar Apung Nusantara Malang tampil makin memikat tanpa kehilangan sentuhan etniknya.
Begitu melangkah masuk, mata kita langsung dimanjakan dengan arsitektur rumah adat yang photogenic. Mulai dari kemegahan Tongkonan Toraja di gerbang utama, ukiran Suku Dayak, hingga nuansa Nias dan Lombok yang kental. Bahkan toiletnya pun didesain artistik! Sungai buatan dengan air berwarna hijau tosca membelah area ini, menciptakan vibes tenang yang kontras dengan keramaian kota Batu Malang.
Bagi pemburu foto, setiap sudut di sini adalah spot instagramable yang sayang dilewatkan. Konsepnya yang memadukan wisata budaya dan wisata kuliner membuat siapa saja betah berlama-lama.
- Baca juga Pasar Terapung Lok Baintan Banjar
Jelajah Kuliner: Dari Nasi Buk Madura hingga Bakso Malang
Jujur saja, salah satu alasan utama saya kembali adalah rindu pada rasa. Kuliner Pasar Apung Nusantara menawarkan variasi yang bikin bingung—dalam artian positif.
Menu Wajib Coba
Dulu saya sempat galau memilih menu, dan sejarah berulang. Pilihan makanannya melimpah!
- Nasi Buk Madura: Menu legendaris yang selalu jadi juara. Jeroan empuk dengan serundeng gurihnya benar-benar “obat” lapar yang manjur.
- Camilan Tradisional: Jangan lewatkan Getuk dan Tiwul. Di era modern ini, menemukan tiwul dengan rasa otentik seperti mencari jarum di tumpukan jerami. Tapi di sini, rasa manis gula merah dan tekstur singkongnya pas, membawa ingatan kembali ke masa kecil.
- Resto Cheng Ho & Dapur Jimbaran: Untuk kamu yang ingin makan besar dengan menu Chinese food atau Seafood bakar ala Bali, dua tempat ini jadi primadona baru di tahun 2026.
Selain itu, masih ada Soto Betawi, Bakso Pikul, Lalapan Iwak Kali, hingga Serabi Solo. Semuanya ditata apik di atas perahu-perahu kayu yang bersandar di tepi sungai.
Serunya Naik Perahu di Atas Sungai Buatan
Melihat keluarga kecil yang asyik tertawa di atas perahu kayu membuat saya tersenyum. Sungai yang membelah pasar ini memang menjadi daya tarik utama.
Jika kakimu mulai lelah berjalan, cobalah naik perahu. Dengan harga tiket sekitar Rp 20.000 per orang (harga terbaru 2026), kamu akan diajak berkeliling santai menyusuri sungai. Mendayung perlahan sambil melihat hiruk pikuk pasar dari angle berbeda memberikan ketenangan tersendiri. Ini aktivitas favorit anak-anak dan pasangan yang ingin menikmati momen romantis sederhana.
Informasi Wisata Pasar Apung Nusantara 2026
Agar rencana liburanmu ke Wisata Batu Malang ini lancar, berikut rangkuman informasi terbaru yang sudah saya siapkan dalam tabel.
| Kategori | Detail Informasi (Update 2026) |
| Harga Tiket Masuk | GRATIS (Hanya bayar parkir) |
| Tiket Museum Angkut | Mulai Rp 100.000 – Rp 120.000 |
| Harga Naik Perahu | Rp 20.000 / orang |
| Jam Buka | 11.30 – 20.00 WIB |
| Alamat | Jl. Terusan Sultan Agung No.2, Ngaglik, Kota Batu |
| Fasilitas | Toilet, Mushola, Area Parkir Luas, Kursi Roda |
Catatan: Kamu tidak perlu membeli tiket masuk Museum Angkut jika hanya ingin bersantai dan makan di Pasar Apung. Cukup masuk melalui gerbang samping atau pintu keluar museum.
Cara Menuju Pasar Apung Nusantara
Untuk kamu yang berasal dari luar kota dan menggunakan transportasi umum, akses menuju ke sini sangat mudah. Berikut panduan cara ke Pasar Apung dari Malang:
- Dari Stasiun Malang (Kotabaru):
- Naik angkot kode ADL atau AL menuju Terminal Landungsari.
- Dari Landungsari, oper angkot warna pink/ungu jurusan Batu (Kode BL/BJL) turun di Terminal Batu.
- Lanjut naik angkot jurusan Museum Angkut atau ojek online langsung ke lokasi.
- Kendaraan Pribadi:
- Cukup gunakan Google Maps dengan kata kunci “Pasar Apung Museum Angkut”. Akses jalan sudah sangat mulus dan lebar.
Tips Berkunjung ala Evi Indrawanto
- Datanglah Sore Hari: Sekitar pukul 16.00 WIB adalah waktu terbaik. Udara Batu Malang mulai sejuk, dan lampu-lampu lampion mulai menyala cantik menjelang senja.
- Siapkan Uang Tunai Kecil: Meskipun beberapa tenant sudah menerima QRIS, uang tunai tetap berguna untuk membayar parkir atau jajanan kecil.
- Bawa Jaket: Cuaca di Batu bisa berubah drastis menjadi dingin atau gerimis, sedia payung atau jaket tipis sangat disarankan.
- Cek Baterai Kamera: Percayalah, kamu tidak akan berhenti memotret!
Pasar Apung Nusantara Malang bukan sekadar tempat singgah, tapi destinasi di mana rasa dan budaya bertemu. Entah itu untuk sekadar makan Tiwul, berburu foto, atau melepas penat, tempat ini selalu punya cerita untuk dibawa pulang.
Sudah siap menjelajah kuliner di Batu? Sampai jumpa di sana!
- Baca juga:
Romansa Kayu Apung: Driftwood - Kuliner Malang: Nasi Buk Madura
- Omah Akas Hotel Syariah Bandar Lampung
- Jelajah Nusantara Bersama Skyscanner
Baca juga : Hotel Pelangi Malang: Tidur Dalam Nuansa Masa Lalu

Baca juga Goyang Lidah Dengan Kuliner Lokal di Night Market Phnom Penh
Baca juga:

