
Mengatasi mental block adalah langkah krusial untuk membebaskan potensi diri yang selama ini terkubur oleh self-limiting beliefs. Pernahkah Sobat tiba-tiba menggambar dua gunung legendaris dengan matahari di tengahnya saat disodori kertas kosong? Terkikik! Itu bukan sekadar nostalgia, melainkan cermin fixed mindset yang membuat kita enggan belajar hal baru karena takut dinilai buruk.
Padahal, jika mau beralih ke growth mindset, menggambar detail pohon aren yang rumit pun sebenarnya bisa dilakukan lewat latihan. Seringkali, musuh terbesar kita bukanlah ketidakmampuan, melainkan kurangnya motivasi dan rasa malas untuk keluar dari zona nyaman. Artikel ini akan mengupas tuntas bagaimana mengubah keraguan tersebut menjadi pola pikir sukses yang nyata.
Mengapa Kita Terjebak Pola Pikir “Tidak Bisa”?
Pernahkah kamu tiba-tiba disodori kertas kosong dan diminta menggambar bebas? Apa yang muncul? Kemungkinan besar gambar pemandangan gunung kembar dengan matahari mengintip di tengahnya. Atau mungkin garis-garis sawah dan sebuah gubuk kecil. Terkikik! Jangan malu, kamu tidak sendirian. Fenomena ini adalah bukti nyata bagaimana self-limiting beliefs atau keyakinan yang membatasi diri, mulai tertanam sejak dini. Kita sering merasa “tidak bakat” hanya karena terpaku pada standar masa lalu. Padahal, mengatasi mental block seperti ini adalah kunci awal untuk membuka pintu potensi diri yang sebenarnya. Artikel ini akan membedah bagaimana pola pikir sederhana ini mempengaruhi kesuksesan kita.
Jebakan Nostalgia: Gunung, Sawah, dan Kreativitas yang Macet
Ingatan kita tentang menggambar seringkali terhenti di bangku sekolah dasar. Tiga tema legendarisโgunung, sawah, rumahโseolah menjadi batas akhir kreativitas.
Menurut Sir Ken Robinson, seorang ahli pendidikan dan kreativitas internasional, sistem pendidikan konvensional seringkali secara tidak sengaja “membunuh” kreativitas dengan menstandarisasi apa yang dianggap benar atau salah. Akibatnya, saat dewasa kita memiliki pola pikir kaku (fixed mindset). Kita berhenti mencoba menggambar objek lain karena takut dinilai jelek.
- “Ah, aku tidak bisa menggambar.”
- “Gambarku pasti jelek.”
Pemikiran ini mengkristal. Kita menjadi terlalu menghakimi karya sendiri (too judgmental). Padahal, kreativitas bukanlah bakat mistis, melainkan keterampilan yang bisa dilatih.
Baca juga:
Transformasi Mindset: Dari Pohon Aren ke Pola Pikir Sukses
Sebenarnya, pernyataan “aku tidak bisa menggambar” itu mitos. Coba tantang diri sendiri. Beri saya pensil dan minta saya menggambar sebatang pohon aren.
Hasilnya mungkin tidak akan se-ekspresif coretan Affandi atau se-revolusioner Picasso. Namun, saya yakin bisa memindahkan detail pohon arenโmulai dari ijuknya yang hitam, pelepah yang kokoh, hingga buah kolang-kaling yang menggantungโke atas kertas dengan cukup baik.
Mengapa? Karena saya memiliki pengalaman visual yang mendalam. Saya mengamati pohon aren setiap hari.
Ini sejalan dengan teori Deliberate Practice dari psikolog Anders Ericsson. Keahlian lahir dari latihan yang disengaja dan fokus, bukan sekadar bakat bawaan. Jika mata kita terbiasa merekam detail (seperti saya melihat foto aren), tangan akan lebih mudah menari di atas kertas. Jadi, masalahnya bukan “tidak bisa”, tapi “belum terbiasa”.
Musuh Terbesar: Kurangnya Motivasi dan Takut Gagal
Jika menggambar pohon aren itu mungkin, mengapa saya (dan mungkin Sobat juga) tidak kunjung melakukannya? Jawabannya menohok: kurangnya motivasi diri.
Hambatan terbesar dalam belajar hal baru seringkali bukan kemampuan teknis, melainkan keengganan untuk bertransformasi. Kita nyaman di zona “tidak bisa” karena itu aman. Tidak mencoba berarti tidak gagal.
Psikolog Carol Dweck dalam bukunya Mindset, menjelaskan perbedaan antara Fixed Mindset (percaya kemampuan itu tetap) dan Growth Mindset (percaya kemampuan bisa berkembang). Orang yang sukses biasanya memiliki Growth Mindset. Mereka melihat kegagalan mencoba gambar baru bukan sebagai aib, tapi sebagai proses belajar.
Pola menunda dan enggan mencoba inilah yang seringkali menutup pintu peluang sukses. Kita kalah sebelum berperang melawan kemalasan sendiri.
Mengatasi Mental Block : Langkah Kecil Melawan Kemalasan
Bagaimana dengan dirimu? Pernahkah hambatan kemalasan mengubur mimpi-mimpimu?
Jangan biarkan sketsa “gunung kembar” menjadi batas akhir imajinasimu, baik di kertas maupun di kehidupan nyata. Mulailah mencoretkan garis baru. Entah itu memulai bisnis, belajar skill digital, atau sekadar menggambar bunga di tepi kertas kerjamu.
Rubah pola pikir sekarang. Dari “Saya tidak bisa” menjadi “Saya akan mencari tahu caranya”.
Ringkasan Poin Penting:
- Self-limiting beliefs sering terbentuk dari pengalaman masa kecil.
- Kreativitas bisa mati jika kita terjebak dalam fixed mindset.
- Keahlian (seperti menggambar pohon aren) datang dari pengamatan dan latihan, bukan sihir.
- Musuh utama kesuksesan adalah kurangnya motivasi dan rasa takut mencoba.
–Evi
