
Mencicipi kuliner ekstrem Lombok memang bukan untuk kaum mending-mending. Halo, Sobat JEI! Kali ini kita akan membahas tuntas pengalaman begadang di Pantai Seger, berburu cacing laut bercahaya, hingga menguji nyali lidah. Penasaran seperti apa sebenarnya rasa cacing nyale jelmaan putri mandalika ini? Artikel ini merangkum misteri budaya Suku Sasak, pendapat ahli, cara masyarakat lokal memasaknya, panduan rute, hingga tips wisata agar liburanmu makin seru. Siapkan mental, ya!
Misteri Pantai Seger dan Kemunculan Nyale
Kisah magis ini berakar dari legenda Suku Sasak tentang Putri Mandalika. Sang putri cantik jelita sengaja menceburkan diri ke laut demi mencegah perang saudara antarpangeran. Ia berjanji akan kembali setahun sekali untuk rakyatnya. Tepat pada tanggal 20 bulan ke-10 penanggalan Sasak, ribuan cacing laut beraneka warna muncul di perairan. Warga lokal meyakini cacing ini sebagai wujud nyata sang putri.
Penelitian biologi kelautan mengungkap fakta yang tak kalah menarik. Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengidentifikasi Nyale sebagai cacing laut kelas Polychaeta. Ahli biologi kelautan menyebut fenomena ini sebagai mass spawning (reproduksi massal). Cacing-cacing ini melepaskan segmen tubuhnya ke permukaan laut secara serentak mengikuti siklus fase bulan purnama. Fakta sains ini tentu bikin kita makin penasaran untuk mencicipi kuliner ekstrem Lombok yang langka ini, kan?
Suasana Magis Berburu di Bawah Cahaya Senter

Saya sengaja ikut berkemah di Bukit Seger agar tidak ketinggalan momen. Menjelang pukul 03.00 pagi, pemandangan luar biasa tersaji di depan mata. Ratusan kerlap-kerlip senter menyaingi taburan bintang di langit. Tua, muda, hingga anak-anak antusias menangguk air laut. Rasa kantuk langsung minggat!
Sosiolog budaya menilai tradisi tahunan ini sangat krusial untuk mengikat kohesi sosial warga. Semua orang dari berbagai lapisan ekonomi berkumpul, bercengkerama, dan mungkin melupakan sejenak tagihan cicilan bulanan demi menangkap cacing bertuah ini.
Cara Mengolah Nyale: Dari Laut ke Tungku
Setelah asyik berburu, saatnya kita masuk ke fase yang bikin deg-degan. Warga Desa Ende memperagakan cara mengolah hasil tangkapan laut ini. Mereka mencuci cacing hingga bersih, tanpa tambahan bumbu apa pun. Ibu-ibu lokal kemudian membungkusnya rapat dengan daun kelapa muda dan menjepitnya menggunakan tangkai bambu.
Pakar kuliner tradisional menjelaskan bahwa teknik memanggang lambat bernama Te-Lepet (dipepes) ini berfungsi mengunci sari pati alami bahan makanan. Ahli gizi Universitas Mataram juga menambahkan fakta mengejutkan: cacing laut ini mengandung protein hewani yang sangat tinggi, bahkan menyaingi telur ayam! Pantas saja warga Lombok sangat menantikan hidangan ini.
Pelengkap Sempurna: Sambal Kecos
Kamu wajib menyantap Pepes Nyale ini bersama Sambal Kecos atau Sambal Monti. Warga mengulek terasi bakar, cabai merah, dan perasan jeruk purut menjadi satu. Wanginya luar biasa semerbak! Selain pepes, warga juga menyajikan olahan nyale goreng tabur bawang atau gulai santan yang gurih.
Uji Nyali Lidah: Seperti Apa Rasa Cacing Nyale Jelmaan Putri Mandalika?

Awalnya, saya pasang niat kuat mencoba nyale mentah. Tapi melihat mereka masih asyik berjoget ria di dalam ember, nyali saya langsung terbang ke awan! Akhirnya, saya memilih porsi paling aman: Nyale Goreng dan Nyale Kuah Santan.
Hap! Begitu masuk mulut, lidah saya langsung kena shock therapy. Ada ledakan aroma laut yang tajam menyergap langit-langit mulut. Sensasinya mirip mengunyah rumput laut tebal, berpadu aroma anyir pekat dan tekstur yang sedikit berpasir.
Pakar gastronomi menyebut profil rasa ekstrem semacam ini sebagai acquired taste. Artinya, lidah kamu butuh waktu pembiasaan berulang kali agar otak bisa menikmati rasanya. Jujur saja, mencicipi kuliner ekstrem Lombok ini sukses mendobrak batas toleransi pengecap saya. Tapi kebanggaannya luar biasa!
Tips Ikut Festival Bau Nyale untuk Pemula

Bagi Sobat JEI yang mau menjajal pengalaman unik ini tahun depan, perhatikan beberapa tips penting berikut:
- Bawa Senter Kepala (Headlamp): Tanganmu akan sibuk memegang jaring dan ember. Hindari pakai senter HP agar ponselmu tidak ikut berenang di laut!
- Pakai Alas Kaki Antiselip: Karang di Pantai Seger sangat licin saat surut menjelang subuh. Sepatu karang (water shoes) adalah pilihan terbaik.
- Bawa Jaket Penahan Angin: Angin laut jam 3 pagi sukses bikin tulang menggigil. Jaga kondisi tubuhmu tetap hangat.
- Siapkan Perut: Jangan makan terlalu kenyang sebelum berangkat agar perutmu siap menerima sensasi rasa cacing nyale jelmaan putri mandalika nantinya.
Cara Menuju ke Pantai Seger, Lombok
Pantai Seger terletak di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, Kabupaten Lombok Tengah. Aksesnya sangat mulus dan mudah kamu jangkau!
- Dari Bandara Internasional Lombok (BIL): Kamu hanya butuh waktu sekitar 30 menit berkendara. Kamu bisa menyewa mobil, naik taksi resmi bandara, atau memesan transportasi online langsung menuju kawasan Mandalika.
- Dari Kota Mataram: Jaraknya sekitar 50 kilometer. Kamu bisa mengendarai motor atau mobil menyusuri jalan Bypass BIL-Mandalika yang lebar selama kurang lebih 1 jam. Arahkan kendaraanmu ke Sirkuit Mandalika, karena letak Pantai Seger persis berada di seberang tikungan ke-10 sirkuit kebanggaan Indonesia tersebut.
Bagaimana, Sobat JEI? Sudah siap merencanakan liburan sambil menantang adrenalin kuliner tahun depan? Apakah Sobat JEI butuh rekomendasi penginapan di sekitar Pantai Seger?
eviindrawanto.com
Baca juga:








