Kenikmatan Himalayan Fresh Coffee – Kami sedang melintas jalan Kathmandu-Pokhara. Perjalanan mobil selama tujuh jam di atas Tribuvan Highway yang penuh kelok, lubang, dan debu. Sesekali panorma berganti dengan rumah penduduk Nepal yang kalau dibandingkan dengan Jakarta jarang kelihatan bagus. Tapi tak selalu semonoton itu karena sesekali juga ditingkahi panorama alam yang elok, gunung, sungai dan sawah.
Pinggang Pegal Dan Jenuh
Kathmandu-Pokhara sebetulnya bisa ditempuh 30 menit saja dengan pesawat udara. Seperti hukum semesta, ketika kamu kurang uang biasanya punya waktu lebih banyak. Jadi kami memutuskan naik mobil travel karena perjalanan darat tentu saja lebih murah dari udara.
Perjalanan seperti itu memang harus dibayar dengan rasa bosan dan pegal-pegal di pinggang dan pinggul. Beruntung ini adalah perjalanan pertama saya ke Nepal. Sesuatu yang baru akan membuatmu selalu exited, tak masalah seberapa bosan berada di dalam mobil.
Perlu dicatat bagi teman-teman yang berencana road trip di tahun 2025-2026: Jalur Kathmandu-Pokhara (Prithvi Highway) sedang dalam proses ekspansi besar-besaran menjadi 4 lajur. Bersiaplah menghadapi kondisi jalan yang masih berdebu, sistem buka-tutup, dan waktu tempuh yang bisa molor hingga 9-10 jam. Jika ingin menghindari debu dan sakit pinggang, pesawat terbang masih menjadi opsi terbaik saat ini
Baca di sini tentang : Gula Merah Cair Untuk Kopi Susu
Bertemu Cafe Tepi Jalan Menjual Kopi Himalaya
Kabar baiknya, update terbaru di tahun 2026 mengonfirmasi bahwa kedai kopi ini masih setia berdiri di sana. Lokasinya sebenarnya belum terlalu jauh meninggalkan lembah Kathmandu, sementara Pokhara masih harus ditempuh sekitar 6 jam lagi via jalur darat yang menantang.Hari itu, energi kami sebenarnya sudah mulai surut. Sebelum roda mobil berputar, teman-teman fotografer sudah lebih dulu ‘panas’ dengan agenda street photography sejak pagi buta.
Rasa lelah rombongan ini rupanya terbaca jelas oleh insting pak sopir. Ia pun memutuskan untuk melakukan toilet stop pertama. Sebuah keputusan tepat yang membawa kami pada perjumpaan tak terduga dengan aroma kopi Himalaya ini
Kenikmatan Himalayan Fresh Coffee
Beres urusan toilet, seolah sepakat kami semua beralih ke kedai kopi yang terletak di sebelah barat tempat parkir. Tulisannya Himalayan Fresh Coffee membuat saya membayangkan kenikmatan kafein hangat mengalir di tenggorokan di tengah cuaca yang sedikit dingin.Iya saat itu kami berada di tepi jalan raya arah Pokhara, yang belah baratnya berpagar bukit. Berlapis-lapis. Dari jauh kabut menguap ke langit berwarnah perak gelap.
- Terlihat beberapa pengunjung sudah antri. Meraka berasal dari bus wisata hijau yang datang dari Pokhara. Sopir truk dan kenek yang tampak kelelahan juga terlihat antri. Aroma kopi yang enak berhamburan di udara.
Baca juga:
- Minum Kopi Gratis di Noor Aida Bakery
- Cerita Dari Lapau Kopi Simpang Banto Magek
Menyadap AirĀ Dari Lereng Pegunungan Himalaya
Kami harus membayar terlebih dahulu. Dengan menukarkan struk dari kasir itu lah secangkir Latte hangat akhirnya mendarat ke tangan saya.
Pelanggan kedai kopiĀ ini bisa memilih duduk di dalam. Dengan bangku dan meja yang terbuat dari kayu, bisa pesan camilan khas Nepal Sekalian. Tapi saya memutuskan berdiri saja di depan. Nanti toh akan duduk lebih lama lagi.
Menghirup aromanya dalam-dalam saya membayangkan narasi yang dibangun olah Kopi Himalaya. Di tanam di lereng-lereng pebukitan, dirawat secara organik, menggunakan air berasal dari lelehan salju Himalaya.
Saya belum bisa memandang Himalaya saat itu. Nanti 6 jam lagi di Pokhara. Itu pun kalau kami sampai matahari masih bersedia menemani. Tapi Tak apa lah kalaupun malam sampainya. Walau tidak akan trekking mendakinya, setidaknya bayang-bayangnya yang cantik akan bebas saya nikmati 3 hari selama tinggal di kota itu.
Yang jelas hari itu kenikmatan Himalayan Fresh Coffee racikan Latte tinggal sangat lama dalam kenangan. Bahkan sampai hari ini, ketika perjalanan itu sudah berlalu.
Kini jalur wisata ke Nepal sudah kembali ramai. Jika kamu merencanakan perjalanan ke Pokhara, sempatkan mampir ke sini untuk merasakan sensasi ngopi dengan pemandangan bukit berlapis
..