
Key Takeaways
- Sumbawa Barat adalah destinasi wisata yang menawarkan keindahan alam luar biasa dengan pantai dan hutan yang adem.
- Dari Pelabuhan Kayangan, pengunjung dapat menyeberang ke Pelabuhan Poto Tano dengan biaya sekitar Rp25.000 hingga Rp350.000 tergantung kendaraan.
- Tujuh spot menarik di Sumbawa Barat meliputi Pantai Rantung, Hutan Wisata Lawar, Pantai Lawar, termasuk kuliner seafood di Pantai Benete.
- Pengunjung bisa menemukan aktivitas menarik seperti konservasi penyu di Pantai Maluk dan fotografi di Pantai Poto Batu dan Pantai Kertasari.
- Sumbawa Barat bukan hanya tempat singgah, melainkan juga destinasi yang penuh cerita dan kehangatan masyarakat lokal.
Pernahkah Sobat JEI membayangkan sebuah tempat di mana perbukitan hijau memeluk laut biru dengan gradasi warna yang tak masuk akal indahnya? Sumbawa Barat adalah jawabannya.
Dulu, saya pertama kali menjejakkan kaki di sini saat mengikuti bootcamp bersama Newmont (sekarang bertransformasi menjadi Amman Mineral). Kenangan itu masih lekat: destinasi wisata Sumbawa Barat bukan sekadar pelengkap perjalanan dari Lombok, melainkan tujuan utama yang menawarkan magis tersendiri. Bagi Sobat JEI yang merindukan suasana tenang, ombak kelas dunia, dan interaksi hangat dengan warga lokal, kawasan ini adalah surga yang menunggu untuk disapa.
Sebelum kita mengupas tuntas ketujuh spot legendaris tersebut, mari kita siapkan dulu bekal informasinya.
Cara Menuju Sumbawa Barat dan Biaya Penyeberangan
Gerbang utama menuju wisata Sumbawa Barat adalah Pelabuhan Poto Tano. Sobat JEI bisa menyeberang dari Pelabuhan Kayangan di Lombok Timur. Kapal feri beroperasi 24 jam dengan waktu tempuh santai sekitar 1,5 hingga 2 jam.
- Harga Tiket Penyeberangan Kayangan – Poto Tano (Estimasi 2026):
- Pejalan kaki: Rp25.000 – Rp30.000 per orang.
- Sepeda motor: Rp75.000 – Rp80.000.
- Mobil pribadi: Rp300.000 – Rp350.000.
Saran saya, sewalah kendaraan dari Lombok atau setibanya di Poto Tano, karena angkutan umum antar-objek wisata di sini masih jarang.
Berikut adalah 7 permata tersembunyi yang wajib masuk dalam bucket list Sobat JEI!
1. Pantai Rantung: Surga Peselancar Dunia

Pantai Rantung bukan pantai biasa. Terletak di Kecamatan Sekongkang, pantai ini memiliki reputasi internasional dengan julukan Yoyoโs di kalangan peselancar. Mengapa? Karena ombaknya yang bergulung unik menyerupai mainan yoyo, memancing adrenalin para surfer dunia untuk menaklukannya.
Meskipun ombaknya garang, bibir pantainya cukup landai dan bersahabat. Pasir putihnya yang halus adalah kasur alami terbaik untuk berjemur.
- Waktu Terbaik: Datanglah saat sore hari. Sunset di Pantai Rantung adalah salah satu yang terbaik di Sumbawa. Matahari yang perlahan tenggelam di Selat Alas menyajikan pertunjukan warna langit yang dramatis.
- Fasilitas & Akomodasi: Di sekitar pantai sudah banyak homestay dan cottage estetik. Sobat JEI bisa menemukan kafe yang menghadap langsung ke laut.
- Tiket Masuk: Gratis (hanya biaya parkir sukarela).
2. Hutan Wisata Lawar: Ekowisata Berbasis Edukasi

Masih di Kecamatan Sekongkang, Hutan Wisata Lawar menawarkan suasana berbeda. Jika pantai menyajikan panas tropis, tempat ini memberikan kesejukan rimbun pepohonan. Kawasan ini dulunya dikelola lewat program CSR untuk tujuan konservasi dan edukasi.
Di sini, Sobat JEI bisa melihat berbagai jenis pohon lokal seperti Mahoni, Jabon, dan ‘Kayu Dingin’ (Mindi). Dulunya, tempat ini juga menyediakan fasilitas outbound seperti flying fox.
- Kondisi Terkini: Status pengelolaannya bisa berubah seiring transisi perusahaan tambang di sana. Sebaiknya tanyakan pada warga lokal atau pos keamanan terdekat sebelum masuk, karena area ini sering digunakan untuk kegiatan konservasi tertutup.
- Tips: Bawa lotion anti nyamuk dan pakai alas kaki yang nyaman untuk trekking ringan.
3. Pantai Lawar: Keindahan yang Tak Bisa Ditawar

Bersebelahan dengan hutan wisatanya, Pantai Lawar adalah definisi “pantai perawan” yang sesungguhnya. Berbeda dengan Rantung yang mulai ramai, Pantai Lawar seringkali sunyi senyap. Akses masuknya pun unik, kita harus melewati kebun-kebun penduduk, memberikan sensasi petualangan tersendiri.
Dua tebing karang mengapit pantai ini, menciptakan teluk kecil yang tenang. Pasirnya putih lembut, kontras dengan air laut yang membiru jernih.
- Aktivitas: Fotografi adalah menu wajib di sini. Naiklah ke tebing di sisi kanan untuk mendapatkan angle foto yang memukau. Pilar-pilar batu karang alami di sana sangat instagramable.
- Fasilitas: Minim fasilitas. Tidak ada warung, jadi pastikan Sobat JEI membawa bekal minum dan makanan (dan jangan lupa bawa pulang sampahnya ya!).
- Tiket Masuk: Gratis.
- Baca juga : Overdosis Olahraga? Gimana Gejalanya?
4. Pantai Benete: Kuliner Seafood dengan View Juara

Setelah lelah bereksplorasi, perut pasti minta diisi. Pantai Benete adalah jawabannya. Terletak dekat dengan pelabuhan khusus perusahaan tambang, pantai ini menjadi pusat kuliner seafood segar di Sumbawa Barat.
Dulu, laut di sini sempat rusak akibat bom ikan. Namun, berkat program konservasi terumbu karang buatan (reef ball), ekosistem bawah lautnya telah pulih. Kini, Sobat JEI bisa menikmati ikan bakar segar sembari memandang laut yang tenang dengan latar kapal-kapal nelayan.
- Rekomendasi Menu: Ikan bakar bumbu Sumbawa dengan sambal yang pedas nendang, ditemani plecing kangkung.
- Akses: Sangat mudah dijangkau dengan jalan aspal mulus.
- Tiket Masuk: Gratis, cukup bayar makanan yang Sobat JEI pesan.
Baca juga:
5. Pantai Maluk: Rumah Bagi Tukik-Tukik Imut

Pantai Maluk adalah destinasi keluarga yang sempurna. Terletak di Desa Maluk, Kecamatan Jereweh, pantai ini memiliki fasilitas yang paling lengkap dibanding pantai lainnya. Ada food court, area bermain, dan masjid yang nyaman.
Daya tarik utamanya adalah konservasi penyu. Di Maluk Turtle Conservation Centre, Sobat JEI bisa melihat penangkaran tukik (anak penyu) sebelum mereka dilepasliarkan ke laut lepas. Edukasi lingkungan ini sangat cocok jika Sobat JEI membawa anak-anak.
- Harga Tiket: Sekitar Rp5.000 – Rp10.000 per orang.
- Aktivitas: Berenang aman di pinggir pantai, bermain pasir, atau belajar tentang siklus hidup penyu.
- Baca juga : Piknik ke Gedung Sate dan Sekitarnya
6. Pantai Poto Batu: Gerbang Senja yang Spektakuler
Bergeser ke arah Taliwang, kita menemukan Pantai Poto Batu. Nama “Poto” berarti ujung, merujuk pada formasi batu karang besar di ujung pantai yang memiliki lubang alami di tengahnya. Batu berlubang ini menjadi bingkai alam yang epik saat matahari terbenam.
Pantai ini memiliki karakter unik dengan hamparan batu karang hitam di satu sisi dan pasir di sisi lain. Ada juga muara sungai yang sering menjadi spot memancing favorit warga lokal.
- Lokasi: Kecamatan Taliwang. Sekitar 15-20 menit berkendara dari pusat kota Taliwang.
- Highlight: Foto siluet di lubang batu karang saat golden hour.
- Tiket Masuk: Rp5.000 – Rp10.000 (parkir).
7. Pantai Kertasari: Gradasi Warna yang Menghipnotis
Terakhir, namun tak kalah mempesona, adalah Pantai Kertasari. Desa Labuan Kertasari terkenal sebagai sentra budidaya rumput laut. Perjalanan ke sini melewati hamparan kebun jagung dan rumah panggung kayu khas Sumbawa yang otentik.
Begitu sampai, mata kita akan dimanjakan oleh gradasi air laut yang ajaib: dari bening, hijau toska, hingga biru pekat. Di tepi pantai, sering terlihat para petani rumput laut yang sedang memanen atau menjemur hasil kerjanya. Pemandangan humanis yang menyentuh hati.
- Aktivitas: Melihat proses budidaya rumput laut, fotografi lansekap, dan menikmati suasana pedesaan pesisir yang damai.
- Jarak: Sekitar 30 menit dari Taliwang atau 1 jam dari Poto Tano.
- Kondisi Jalan: Sudah beraspal mulus, meski agak sempit di beberapa titik.
Nah, Sobat JEI, Sumbawa Barat bukan sekadar tempat singgah, kan? Ia adalah destinasi yang menawarkan cerita, rasa, dan kenangan. Kemasi ranselmu, dan biarkan wisata Sumbawa Barat menyapamu dengan kehangatannya. Selamat berpetualang!
Baca juga:
Cara Menuju Pantai Rantung
ย Baca juga : Batu Hijau Sumbawa BootCamp, Mengenal Dunia Tambang




