Key Takeaways
- Tanaman garut (Maranta arundinacea) adalah umbi-umbian yang kaya manfaat dan bebas gluten.
- Tepung garut memiliki pati resisten, indeks glikemik rendah, dan kaya akan mineral esensial yang penting untuk kesehatan.
- Manfaat kesehatan dari garut termasuk solusi untuk sakit maag, meningkatkan sistem imun, dan aman untuk diet bebas gluten.
- Anda bisa membuat tepung garut sendiri dengan proses ekstraksi sederhana di rumah.
- Gurut juga memiliki potensi sebagai bahan pangan fungsional dan untuk industri kosmetik serta farmasi.
Halo, Sobat JEI! Pernahkah terpikir bahwa solusi untuk masalah pencernaan dan diet sehat sebenarnya tumbuh subur di pekarangan rumah kita? Seringkali kita mencari superfood impor dengan harga selangit, padahal Indonesia memiliki “emas terpendam” bernama tanaman garut. Dikenal juga sebagai arrowroot, umbi sederhana ini ternyata menyimpan kekuatan penyembuhan yang luar biasa. Bukan sekadar mitos nenek moyang, sains modern kini mulai menyingkap bagaimana tanaman ini bekerja memperbaiki kesehatan usus hingga menstabilkan gula darah. Yuk, kita bedah tuntas fakta ilmiahnya!
Apa Itu Tanaman Garut? (Maranta arundinacea)
Meskipun namanya mirip dengan sebuah kota di Jawa Barat, tanaman garut sebenarnya adalah jenis umbi-umbian dengan nama ilmiah Maranta arundinacea. Di berbagai daerah, Sobat JEI mungkin mengenalnya dengan nama lokal seperti irut, angkrik, arus, atau jelarut.
Secara morfologi, tanaman ini memiliki rimpang yang lancip menyerupai anak panah, yang menjadi asal-usul nama internasionalnya: Arrowroot. Berbeda dengan tepung terigu yang berasal dari biji gandum, tepung garut diekstrak dari rimpang akar, menjadikannya sumber karbohidrat yang unik dan bebas dari protein gluten.
Fakta Sains: Komposisi Nutrisi Tepung Garut
Mengapa garut begitu istimewa di mata para ahli gizi? Mari kita lihat kandungan mikronutrisi dan makronutrisinya. Tepung garut bukan sekadar pati kosong. Penelitian menunjukkan bahwa di dalam tepung ini terkandung:
- Pati Resisten (Resistant Starch): Jenis serat yang tidak dicerna di usus halus tetapi difermentasi di usus besar, berfungsi sebagai prebiotik bagi bakteri baik.
- Indeks Glikemik (IG) Rendah: Dibandingkan tepung beras atau terigu, garut memiliki IG yang lebih rendah, sehingga tidak memicu lonjakan gula darah secara drastis.
- Mineral Esensial: Kaya akan kalium (potassium), folat, dan magnesium yang penting untuk kesehatan jantung dan ibu hamil.
Manfaat Kesehatan Berbasis Sains
1. Solusi Bebas Gluten (Gluten-Free)
Ini adalah keunggulan utama garut yang paling dicari secara global. Gluten adalah protein yang terdapat pada gandum yang bisa memicu peradangan pada penderita penyakit Celiac atau sensitivitas gluten.
Sobat JEI, bagi anak-anak berkebutuhan khusus (seperti autisme atau ADHD), diet bebas gluten (GFCF) seringkali disarankan untuk mengurangi gejala perilaku yang dipicu oleh gangguan pencernaan (gut-brain axis). Tepung garut adalah substitusi sempurna yang aman dan alami untuk membuat kue kering (cookies) atau roti bagi mereka.
2. Gastroprotective: Obat Alami Sakit Maag & GERD
Secara tradisional, garut digunakan untuk mengobati sakit maag. Apakah sains mendukung hal ini? Jawabannya: Ya. Tepung garut memiliki sifat demulcent, yaitu kemampuan untuk melapisi membran mukosa lambung. Pati garut membentuk lapisan pelindung yang menenangkan dinding lambung yang iritasi akibat asam berlebih (GERD), mempercepat penyembuhan luka (tukak), dan mengurangi rasa nyeri.
3. Meningkatkan Kekebalan Tubuh
Kandungan pati resisten dalam garut berfungsi sebagai makanan bagi bakteri probiotik di usus. Keseimbangan mikrobioma usus yang sehat terbukti secara ilmiah berkorelasi langsung dengan sistem imun tubuh yang kuat.
Baca juga:
Cara Mengolah Tepung Garut Sendiri
Meskipun teknologi pangan sudah maju, Sobat JEI bisa membuat tepung garut secara manual di rumah dengan prinsip ekstraksi sederhana:
- Pembersihan: Cuci bersih rimpang garut dari tanah.
- Penghancuran: Parut atau giling rimpang, tambahkan air hingga menjadi bubur kasar.
- Filtrasi: Saring campuran tersebut untuk memisahkan serat kasar (ampas) dengan air pati.
- Sedimentasi: Diamkan air perasan hingga pati mengendap di dasar wadah. Buang air bening di atasnya.
- Pengeringan: Jemur endapan pati di bawah sinar matahari hingga kering sempurna menjadi tepung.
Potensi Masa Depan: Lebih dari Sekadar Makanan
Departemen Pertanian dan berbagai peneliti pangan kini melirik garut sebagai bahan pangan fungsional masa depan untuk mendukung ketahanan pangan. Selain untuk cookies, jenang, atau bubur, sifat kimia pati garut yang unik juga dimanfaatkan dalam industri kosmetik (sebagai bahan bedak alami) dan farmasi (pengikat tablet obat).
- Baca di sini tentang : Birunya Pesona Pantai Ule Bima: Surga Tersembunyi di Nusa Tenggara Barat
Intisari dari Manfaat Tanaman Garut
Tanaman garut mengajarkan kita bahwa kekayaan alam Nusantara bukan hanya soal rasa, tapi juga khasiat yang teruji. Bagi Sobat JEI yang sedang mencari alternatif tepung sehat, ramah lambung, dan bebas gluten, garut adalah jawabannya.
Mari kembali ke alam dengan dasar pengetahuan yang tepat!
Salam, Evi

