Key Takeaways
- Pohon Bungur muncul spektakuler di musim kemarau dengan bunga ungu yang memikat dan kaya manfaat.
- Secara ilmiah, Bungur dikenal sebagai Lagerstroemia speciosa dan memiliki potensi besar untuk kesehatan terutama bagi penderita diabetes.
- Daun Bungur mengandung asam korosolat yang dapat membantu mengelola kadar gula darah tanpa menyebabkan hipoglikemia.
- Bungur juga menghadirkan nilai ekologis sebagai tanaman peneduh jalan yang efektif menyerap polutan CO2.
- Kayu Bungur berperan penting dalam industri gula aren sebagai bahan cetakan berkat durabilitas dan kualitasnya.
Perjalanan ke luar kota di puncak musim kemarau seringkali menyuguhkan dua sisi mata uang. Di satu sisi, pemandangan mungkin tampak gersang dengan pepohonan yang meranggas mati suri. Namun, siapa sangka, di balik teriknya matahari dan langit biru jernih yang menjadi latar belakang, pohon Bungur justru sedang berada di performa terbaiknya. Rupanya, musim panas adalah panggung bagi mereka untuk memamerkan mahkota ungu yang memikat. Sebuah pesta alam yang sayang untuk dilewatkan begitu saja.
Awalnya, saya tidak menyadari bahwa deretan pohon rindang setinggi belasan meter yang menghiasi sepanjang jalur Cisolok – Sukabumi itu adalah si cantik yang bermanfaat hebat. Keasyikan saya mengagumi Bungur berbunga cantik dan banyak khasiat ini ternyata memancing rasa penasaran warga lokal. Di tengah aktivitas memotret, seorang Bapak menghampiri dan bertanya dengan nada heran, mengapa saya begitu antusias mengabadikan pohon yang sudah belasan tahun tumbuh biasa saja di sana? Padahal, bagi pendatang seperti saya, ini adalah oase.
Baca jugaย ย Herbal Mengembalikan Keperawanan
Pesona Bunga Bungur
Jadi Sobat JEI, pernahkah juga kah kalian terpesona melihat deretan pohon di tepi jalan yang berbunga ungu cerah atau merah muda mencolok? Kemungkinan besar itu adalah Bungur seperti yang saya lihat.
Seringkali kita hanya menikmatinya sebagai peneduh, namun siapa sangka di balik kelopak cantiknya tersimpan “pabrik kimia” alami yang berpotensi besar bagi kesehatan, terutama untuk penderita diabetes. Mari kita bedah lebih dalam dengan pendekatan sains.
Mengenal Pohon Bungur (Lagerstroemia speciosa)
Dalam dunia botani, tanaman ini dikenal dengan nama ilmiah Lagerstroemia speciosa. Ia adalah anggota famili Lythraceae yang tumbuh subur di iklim tropis seperti Indonesia.
Berbeda dengan tanaman hias biasa, pohon Bungur memiliki karakter kayu yang kuat dan bisa tumbuh menjulang hingga 20 meter. Di berbagai daerah, ia dikenal dengan nama lokal seperti Ketangi atau Wungu.
Baca jugaย Tongkat Ali Untuk Kesehatan Pria
Pesona Visual dan Fungsi Ekologis
Estetika Bunga Bungur
Bagi Sobat JEI pecinta fotografi, momen mekarnya bunga Bungur adalah surga visual. Bunganya tumbuh dalam malai (kumpulan bunga) sepanjang 20-40 cm. Tekstur kelopaknya unik, berkerut tipis seperti kertas krep (crepe), yang membuatnya mendapat julukan internasional Giant Crape-myrtle.
Sebagai Tanaman Peneduh Jalan
Selain cantik, Bungur adalah tanaman peneduh jalan yang efektif. Daunnya yang rimbun dan lebar mampu menyerap polutan karbon dioksida (CO2) dalam jumlah signifikan, menjadikannya paru-paru kota yang estetik.
Khasiat Daun Bungur Berdasarkan Deep Research
Ini adalah bagian paling menarik. Secara tradisional, nenek moyang kita sudah menggunakan rebusan daunnya. Namun, apa kata sains modern?
Kandungan Asam Korosolat (Corosolic Acid)
Penelitian mendalam menunjukkan bahwa daun Lagerstroemia speciosa mengandung senyawa bioaktif bernama asam korosolat.
Kutipan Ahli: Sebuah tinjauan dalam Journal of Ethnopharmacology menyebutkan bahwa ekstrak daun Bungur memiliki efek “mirip insulin”. Dr. N. Hayashi dan tim peneliti menjelaskan bahwa asam korosolat memfasilitasi penyerapan glukosa ke dalam sel, sehingga efektif untuk menurunkan gula darah.
Potensi Sebagai Obat Diabetes Alami
Karena kemampuannya tersebut, daun Bungur kini banyak diekstrak menjadi suplemen fitofarmaka di luar negeri sebagai pendamping terapi diabetes tipe 2. Mekanisme kerjanya membantu tubuh mengelola kadar gula tanpa memicu hipoglikemia (gula darah terlalu rendah) secara drastis jika dikonsumsi dengan dosis tepat.
Kaya Antioksidan Ellagitannins
Selain antidiabetes, khasiat Bungur juga datang dari kandungan Ellagitannins. Senyawa ini merupakan polifenol kuat yang berfungsi sebagai antioksidan, melawan radikal bebas yang sering menjadi penyebab kerusakan sel dan penuaan dini.
Cara Pemanfaatan Sederhana
Bagi Sobat JEI yang ingin mencoba manfaat herbal ini, cara tradisional masih sering digunakan:
- Ambil 7-10 lembar daun Bungur tua yang sudah dikeringkan.
- Rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas.
- Minum air rebusan tersebut saat hangat.
(Catatan: Konsultasikan dengan dokter jika Sobat JEI sedang mengonsumsi obat gula resep, untuk menghindari efek penurunan gula darah ganda).
Baca juga:
Kayu Bungur untuk Mencetak Gula Aren
Dari perbincangan dengan Bapak yang baik hati di atas, misteri lain dari bunga ini juga terpecahkan. Ternyata, si cantik ini bernama Bungur (Lagerstroemia speciosa), atau masyarakat Sunda setempat lebih akrab menyebutnya sebagai Laban.
Sebagai seseorang yang berkecimpung di dunia aren, fakta berikutnya sungguh mengejutkan sekaligus menyenangkan. Rupanya, kayu Bungur memegang peran vital dalam industri gula aren tradisional. Cetakan gula aren batokโyang dalam istilah lokal disebut konjorโternyata dibuat dari batang pohon ini.
Kearifan lokal masyarakat Kasepuhan Banten Selatan memang patut diacungi jempol. Mereka tidak sembarangan memilih. Alasan utama mereka menggunakan kayu ini untuk cetakan gula aren adalah durabilitasnya. Selain keras, kayu Bungur memiliki serat yang halus dan teratur. Karakteristik inilah yang membuat hasil cetakan gula menjadi rapi, cantik, dan permukaannya mulus sempurna.
Intisarinya
Pohon Bungur bukan sekadar penghias jalanan kota atau desa. Ia adalah perpaduan sempurna antara keindahan visual dan keajaiban farmakologi alam. Dari bunga Bungur yang memanjakan mata hingga khasiat daun bungur yang teruji sains, tanaman ini layak mendapat apresiasi lebih.
Bagaimana Sobat JEI, tertarik menanam Bungur di halaman atau cukup menikmatinya saat mekar di jalanan?
Salam, Evi

