
Key Takeaways
- Danau Ranau Lampung adalah danau vulkanik terbesar kedua di Sumatera dan menawarkan pemandangan alam yang memukau.
- Rute menuju Danau Ranau dari Bandar Lampung memakan waktu 6-7 jam dengan kondisi jalan yang baik, meski berkelok-kelok.
- Penginapan tersedia di tepi danau, seperti Wisma Satria dan Hotel Seminung Permai, dengan suasana yang tenang.
- Wisatawan dapat menikmati kuliner lokal seperti ikan nila bakar dan mengenal legenda Si Pahit Lidah saat berkunjung.
- Tips untuk berwisata ke Danau Ranau termasuk cek kendaraan, bawa uang tunai, dan kenakan pakaian hangat.
Wisata Danau Ranau Lampung adalah permata tersembunyi yang wajib masuk dalam bucket list perjalanan Teman-teman. Sebetulnya, sudah lama saya ingin berkunjung ke danau indah yang terletak di Kabupaten Lampung Barat ini. Namun, karena minimnya informasi dan jarak yang lumayan jauh dari Bandar Lampung, niat itu berkali-kali urung.
Tapi, keraguan itu sirna setelah sahabat saya, seorang penggiat wisata Lampung, meyakinkan bahwa kondisi jalan ke Danau Ranau kini sudah jauh lebih mulus. Dan benar saja, keputusan untuk berangkat adalah salah satu hal terbaik yang pernah saya lakukan.
Jika Teman-teman sedang mencari tempat wisata di Liwa atau ingin menjauh sejenak dari hiruk pikuk kota, simak cerita perjalanan dan panduan lengkap ini.
Pesona Danau Vulkanik Terbesar Kedua di Sumatera
Sebelum membahas perjalanan, mari kita kenali dulu tempat ini. Danau Ranau bukan sekadar genangan air biasa. Berdasarkan sejarah geologinya, danau ini terbentuk dari letusan vulkanik dahsyat ribuan tahun lalu yang menyebabkan runtuhnya gunung api purba. Hal ini menjadikan Danau Ranau sebagai danau terbesar kedua di Sumatera setelah Danau Toba.
Secara geografis, danau ini unik karena terbelah dua provinsi: sebagian masuk wilayah Kecamatan Lombok dan Sukau di Lampung Barat, dan sebagian lagi di Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS), Sumatera Selatan. Di latar belakangnya, Gunung Seminung berdiri gagah, menciptakan panorama dramatis yang sulit ditandingi.
Rute Menuju Danau Ranau dari Bandar Lampung

Banyak yang bertanya, bagaimana rute ke Danau Ranau dari Bandar Lampung? Apakah jalannya ekstrem?
Kami berangkat dari Bandar Lampung sekitar pukul 10 pagi. Berdasarkan rekomendasi warga lokal agar perjalanan aman dan nyaman, kami memilih jalur berikut:
- Bandar Lampung menuju Gunung Sugih.
- Lanjut ke arah Bukit Kemuning.
- Masuk ke jalur Liwa (Lampung Barat).
- Menuju Kecamatan Sukau hingga tiba di tepian danau.
Jarak Bandar Lampung ke Danau Ranau memakan waktu tempuh santai sekitar 6 hingga 7 jam dengan mobil pribadi.
Kondisi Jalan Saat Ini
Kabar baiknya, kondisi jalan ke Danau Ranau sekarang sudah sangat bagus dan beraspal licin. Namun, Teman-teman tetap harus waspada. Jalur lintas Bukit Kemuning โ Liwa ini memiliki karakteristik khas punggung Bukit Barisan: berkelok-kelok seperti mie keriting!
Di beberapa titik, tikungan bisa sangat tajam dengan jurang menganga di sisi jalan yang tersamar semak belukar. Namun, pemandangannya luar biasa. Sepanjang jalan, kita akan disuguhi hutan tropis yang lebat. Jika beruntung, Teman-teman bisa melihat monyet-monyet liar bercengkerama di dahan pohon, menambah kesan petualangan menembus hutan Sumatera.
Tapi tenang, perjalanan tidak melulu hutan. Menjelang sampai, mata akan dimanjakan dengan hamparan sawah hijau berkotak-kotak dan rumah panggung kayu khas Lampung Barat yang estetik.
Penginapan di Danau Ranau: Bermalam di Tepi Air

Setelah menempuh perjalanan panjang yang memompa adrenalin, sampailah kami di tujuan saat senja mulai turun. Pertanyaan selanjutnya adalah, di mana tempat terbaik untuk istirahat?
Saat ini sudah banyak pilihan penginapan di Danau Ranau. Mulai dari homestay milik warga hingga wisma pemerintah.
- Wisma Satria: Ini adalah tempat kami menginap. Konsepnya seperti homestay sederhana yang dikelola penduduk lokal. Letaknya persis di tepi danau.
- Hotel Seminung Permai: Pilihan lain yang populer, dikelola oleh pemerintah daerah dengan fasilitas yang cukup memadai.
- Villa Pusri: Terletak di sisi Sumatera Selatan, sering menjadi pilihan wisatawan yang ingin fasilitas lebih lengkap.
Jangan berharap menemukan hotel bintang lima mewah, tapi justru kesederhanaan inilah yang membuat wisata Danau Ranau terasa syahdu. Bayangkan bangun tidur, membuka jendela, dan langsung disambut kabut tipis di atas air danau yang tenang.
Baca juga:
Kuliner dan Legenda Si Pahit Lidah
Malam harinya, kami menikmati makan malam di lesehan tepi danau. Menu andalannya tentu saja ikan nila bakar segar hasil tangkapan nelayan setempat. Suasananya luar biasa tenang, hanya ada kerlip lampu perahu nelayan di kejauhan.
Sambil menikmati suasana, teringatlah saya pada Legenda Si Pahit Lidah (Serunting Sakti). Konon, Danau Ranau adalah salah satu tempat persinggahan Serunting setelah bertapa di Gunung Seminung. Di kaki gunung ini pula terdapat sumber air panas (Way Panas) yang dipercaya masyarakat setempat memiliki khasiat penyembuhan, yang erat kaitannya dengan kesaktian tokoh legenda tersebut.
5 Tips Penting Berwisata ke Danau Ranau
Agar perjalanan Teman-teman lebih maksimal, berikut beberapa tips terbaru:
- Cek Kendaraan: Pastikan rem dan ban dalam kondisi prima karena jalur Liwa banyak tanjakan dan turunan tajam.
- Bawa Uang Tunai: ATM mungkin agak sulit ditemukan di area tepat pinggir danau, sebaiknya siapkan uang tunai (cash) secukupnya.
- Waktu Terbaik: Datanglah saat sore hari untuk melihat sunset, atau pagi buta untuk menikmati kabut magis di kaki Gunung Seminung.
- Sinyal Seluler: Beberapa provider mungkin memiliki sinyal yang lemah di titik tertentu. Anggap saja ini detoks digital!
- Pakaian Hangat: Udara di Liwa dan sekitar danau cukup dingin, terutama di malam hari. Jangan lupa bawa jaket.
Wisata Danau Ranau Lampung menawarkan kedamaian yang jarang ditemukan di tempat wisata populer lainnya. Jika Teman-teman mencari travel stories yang autentik, pemandangan alam yang “mahal”, dan keramahan warga lokal, tempat ini adalah jawabannya.
Selamat menjelajah Lampung!
Salam, Evi Indrawanto
Baca juga :

