
Setelah menghadiri Festival Lembah Baliem dan puas menikmati aneka wisata alam yang ditawarkan Wamena, saya kembali ke Jayapura. Seperti berangkat, pulang pun kami menggunakan Wing Air tipe ATR 72-600. Ini adalah pesawat bermesin turboprop (baling-baling) generasi terbaru yang sangat efisien untuk penerbangan jarak pendek. Pesawat yang tidak membutuhkan landasan pacu yang terlalu panjang seperti halnya Airport Sentani.
Yang seru adalah pesawat baling-baling adalah konfigurasi seat-nya, tunggal, jadi setiap penumpang punya kesempatan menatap ke lansekap di bawah lewat jendelanya. Apa lagi pesawat ini terbang rendah. Jadi sepanjang perjalanan kita bisa menikmati hutan, sungai dan pegunungan Papua yang terbentang secara lebih jelas. Kebetulan hari itu cuaca sangat benderang sehingga saya bisa melihat keindahan Danau Sentani yang sebentar lagi akan saya jelajahi.
Sudah berkali-kali saya menulis dalam blog ini bahwa alam Papua sangat indah. Itu terlepas dari berbagai kesulitan ekonomi yang dirasakan sebagian besar penduduknya, kawasan ini menawarkan segala jenis kecantikan alamnya. Dengan luas sekitar 245 hektar dan kedalaman mencapai 52 meter, Danau Sentani siang itu ibarat sepotong surga yang dilemparkan Tuhan ke tanah Papua.
Di bawa ada 5 cara menikmati Danau Sentani yang perlu teman-teman ketahui:
Sobat JEI! Jika kalian sedang merencanakan perjalanan ke Indonesia Timur, wisata Danau Sentani memang jangan dilewatkan. Terbentuk ribuan tahun lalu di lereng Pegunungan Cagar Alam Cyclops ini memang menyimpan sejarah panjang, keanekaragaman hayati endemik, hingga misteri yang asik untuk ditelisik.
5 Pengalaman Seru dari Susur Danau hingga Napak Tilas PD II
Untuk menikmati perpaduan alam dan budaya secara perlahan dan penuh makna, berikut adalah lima pengalaman seru yang patut dicoba:
1. Mengagumi Mahakarya Lanskap dari Udara

Pesona Danau Sentani Papua sudah memanjakan mata bahkan sebelum pesawat mendarat di Sentani International Airport. Pemandangannya sungguh magis. Sepanjang penerbangan saya menikmati:
- Perpaduan gumpalan awan putih, langit biru, dan bukit-bukit hijau bergelombang memeluk danau dengan tenang.
- Dari atas, terlihat jelas 22 pulau eksotis yang mengambang di permukaan air yang memantulkan keindahan langit. Beleum lagi ditenggarai oleh rumah-rumah penduduk yang dibangun di tepian bukit yang datar.
2. Memulai Petualangan Alam dari Pantai Khalkote
Saya memulai petualangan di Pantai Khalkote. Secara umum ini adalah gerbang utama dan titik awal yang sempurna untuk mengeksplorasi perairan dalam rangkaian menikmati wisata Danau Sentani. Alasannya:
- Kawasan ini dibangun dermaga untuk perahu-perahu wisata bersandar, siap membawa pengunjung berkeliling meresapi berbagai hal yang ditawarkan.
- Sebelum pandemi dan musibah banjir bandang 2019 yang sempat menenggelamkan situs megalitikum Tanjung Warakho, Khalkote adalah pusat kemeriahan Festival Danau Sentani. Pantai ini kini kembali cantik dan menjadi spot bersantai gen Z, terutama di sore hari.
Baca di sini tentang : Susunan Acara Resepsi Pernikahan Modern – Dekonstruksi Tradisi, Meraih Kesakralan Pernikahan Urban Tanpa Ritual Adat
3. Susur Danau dan Menyapa Anak-Anak Pesisir

Rute perahu wisatawan biasanya difokuskan untuk mendekati perkampungan pesisir di pulau-pulau sekitarnya. Siapkan kamera kalian karena perjalanan itu akan memberikan ruang untuk lebih dekat dengan kehidupan lokal.
- Dari atas perahu, Sobat JEI bisa melihat deretan rumah panggung kayu yang kakinya terendam air serta perahu-perahu nelayan yang sedang mencari ikan.
- Pemandangan paling menghangatkan hati saya adalah ketika melihat anak-anak setempat bermain. Mereka bergelayutan di seutas tali pada batang kelapa, berayun kencang, lalu menceburkan diri ke air. Gelak tawa mereka sukses membangkitkan memori masa kecil yang riang.
4. Menyelami Misteri Endemik dari Hiu Gergaji hingga Kerang Felle
Danau air tawar ini menyimpan kekayaan fauna yang luar biasa, dengan sekitar 30 spesies ikan, dan beberapa di antaranya adalah satwa endemik yang unik. Mungkin saat lewat tidak akan terlihat. Tapi bayangkan lah di kedalaman air jernih itu banyak penghuninya:
- Ini tempat di mana misteri hiu gergaji (Pristis microdon) terjadi. Ini juga jadi salah satu daya tarik dalam cara menikmati Danau Sentani. Ikan yang aslinya berhabitat di laut ini sempat muncul dan viral di sosial media. Warga lokal mengenalnya sebagai hiu atau pari Sentani.
- Ada juga kerang Felle, hewan penghuni dasar danau berlumpur yang tidak hanya nikmat dikonsumsi, tetapi juga sering dimanfaatkan sebagai pengobatan tradisional oleh masyarakat setempat.
5. Cara Menikmati Danau Sentani dengan Napak Tilas Sejarah di Kampung Asei Besar

Setelah sekitar kurang dari satu jam di atas perahu motor, akhirnya saya di dermaga Kampung Asei Besar. Dari dermaga terdengar riuh suara anak-anak. Karena yang sampai baru suaranya, saya menajamkan telinga. Meski bahasa mereka tidak saya mengerti, sepertinya mereka juga sedang asik bermain di dermaga.
Dan mengunjungi Kampung Asei Besari akan memberikan dimensi wisata sejarah dan budaya Jayapura yang mendalam untuk teman-teman. Kampung pesisir ini tidak terlalu besar, cukup berjalan kaki santai selama satu jam untuk mengelilinginya.
- Bagi pencinta sejarah, tempat ini menyimpan peninggalan Perang Dunia 2 di Papua. Dulu, Asei Besar dijadikan basis militer oleh tentara Sekutu, dan rongsokan senjata hingga tangki bahan bakar masih bisa ditemukan.
- Warga setempat yang ramah akan dengan senang hati berbagi cerita sejarah Kampung Asei Besar. Saya dan teman perjalanan saya sengaja mampir di sebuah warung yang menyediakan minuman kaleng. Dari bapak itu kami sedikit banyak mendengarkan tentang asal-usul nenek moyang di Kampung Asei Besar. Bahwa legenda leluhurnya datang ke tempat ini dengan menunggangi naga.
- Mayoritas masyarakat di Kampung Asei Besar beragama Kristen Protestan. Jadi, jangan lewatkan kesempatan berjalan sedikit menanjak di sisi danau. Di sana berdiri gereja tua bersejarah, masih terkait dengan PD II dengan menara tiga tingkat dan salib di puncaknya. Teman-teman tidak di larang masuk, asal tetap jaga segala kepatutuan dalam mengunjungi rumah ibadah.
Begitu lah ya teman-teman. Merencanakan wisata Danau Sentani berarti bersiap untuk sebuah perjalanan yang memperkaya batin. Saya sampai berdoa dalam hati, semoga di lain kesempatan bisa berkunjung lagi ke Tanah Papua. Sebagai seorang blogger yang haus konten, keindahan alam bersanding harmonis dengan denyut kehidupan masyarakat adatnya, materi yang bisa dioleh dari segala sudut pandang. Semoga teman-teman terbantu dengan 5 cara menikmati Danau Sentani di atas ya.
Baca juga:

