Key Takeaways: Panduan Trip Malaysia via Laut
- Rute Favorit & Pemandangan: Perjalanan dimulai dari Bandara Hang Nadim ke Pelabuhan Batam Center, menyeberang ke Stulang Laut (Johor Bahru). Rute ini menawarkan pemandangan indah Selat Singapura dan gedung pencakar langit dari kejauhan.
- Update Harga Tiket Ferry 2026: Estimasi harga tiket ferry (operator seperti Indomas/Citra) berkisar Rp255.000 – Rp430.000 sekali jalan. Sangat disarankan membeli tiket pulang-pergi (two-way) untuk harga yang lebih hemat.
- Wajib Isi MDAC (Penting!): Wisatawan asing wajib mengisi Malaysia Digital Arrival Card (MDAC) secara online minimal H-3 sebelum keberangkatan. Ini adalah syarat imigrasi terbaru yang krusial.
- Transportasi Lokal:
- Di Batam: Gunakan Taksi Bandara (Rp100rb-an) atau Taksi Online (Rp80rb-an) menuju pelabuhan.
- Di Johor: Dari Stulang Laut ke Terminal Larkin, GrabCar (RM 12-18) seringkali lebih hemat dan transparan dibanding taksi konvensional tanpa argo.
- Fleksibilitas Perjalanan: Dari Terminal Larkin, Anda memiliki akses mudah bus antarkota menuju Melaka, Kuala Lumpur, atau Penang, menjadikan rute ini opsi seru untuk backpacker atau liburan keluarga yang ingin sensasi berbeda.
Teman-teman, pernahkah kalian merasa tiket pesawat langsung ke Kuala Lumpur atau Melaka harganya sedang tidak masuk akal? Atau mungkin, kalian merindukan sensasi petualangan yang berbeda—sedikit “drama”, banyak cerita, dan pemandangan laut yang memanjakan mata? Jika iya, maka perjalanan ke Malaysia melalui jalur laut via Batam adalah jawabannya.
Tulisan ini adalah remake dari kisah klasik saya di eviindrawanto.com tentang “Kehebohan Trip Malaysia Melalui Laut”. Kali ini, saya tidak hanya akan berbagi cerita seru (dan sedikit chaotic) tentang perjalanan keluarga kami, tetapi juga melengkapinya dengan panduan teknis terbaru—mulai dari harga tiket ferry, jadwal, hingga syarat imigrasi terkini tahun 2025-2026. Siapkan paspor kalian, yuk kita mulai petualangannya!
Drama Awal: Menuju Batam Center
Perjalanan kami dimulai dengan sedikit ketegangan khas backpacker keluarga. Mulai dari drama mobil rental yang telat jemput di Serpong, hingga antrean Bandara Soekarno-Hatta yang mengular panjang saat musim liburan. Namun, semua kekalutan itu perlahan sirna begitu pesawat Lion Air kami mendarat di Bandara Hang Nadim, Batam.
Pemandangan dari jendela pesawat yang memperlihatkan serpihan pulau-pulau kecil di Kepulauan Riau selalu berhasil menjadi mood booster. Bagi teman-teman yang baru pertama kali mencoba rute ini, percayalah, pemandangan laut ini baru permulaan dari keindahan yang akan kalian nikmati.
Cara dari Bandara Hang Nadim ke Pelabuhan Batam Center

Setelah mendarat, tantangan berikutnya adalah menuju International Ferry Terminal Batam Center Point. Dulu, kami sempat bingung dengan tawar-menawar taksi. Namun, sekarang segalanya jauh lebih mudah.
Berikut opsi transportasi terbaru (Update 2026) dari Hang Nadim ke Batam Center:
- Taksi Bandara Resmi: Tarifnya berkisar Rp100.000 – Rp120.000. Loketnya mudah ditemukan di area kedatangan.
- Taksi Online (Grab/Gojek/Maxim): Ini opsi yang lebih hemat dengan kisaran tarif Rp80.000 – Rp96.000. Catatan: Pastikan kalian mengecek titik jemput (pickup point) yang disepakati, karena di beberapa bandara titik jemput taksi online mungkin sedikit berbeda dari taksi konvensional.
- Waktu Tempuh: Sekitar 25-30 menit dalam kondisi lancar.
Sesampainya di pelabuhan, suasana terasa berbeda. Logat Melayu, Mandarin, dan Hokkian mulai terdengar akrab di telinga, seolah menjadi teaser bahwa kita sudah dekat dengan negara tetangga.
Menyeberang ke Malaysia: Rute Batam Center – Stulang Laut
Untuk trip kali ini, kami memilih rute Batam Center menuju Stulang Laut (Johor Bahru). Kenapa Stulang Laut? Karena tujuan awal kami adalah Melaka, dan pelabuhan ini aksesnya cukup mudah untuk mencari transportasi darat lanjutan. Selain itu, pemandangan selama menyeberang sangat priceless. Kita bisa melihat gedung-gedung pencakar langit Singapura di satu sisi dan hamparan wilayah Johor di sisi lain.
Baca juga:
Harga Tiket Ferry & Jadwal Terbaru (2025/2026)
Dulu, tiket ferry masih di kisaran Rp200 ribuan. Namun, seiring waktu, harga telah mengalami penyesuaian. Berikut adalah estimasi biaya yang perlu teman-teman siapkan (menggunakan operator populer seperti Indomas atau Citra):
- Harga Tiket (One Way): Mulai dari Rp255.000 – Rp430.000 per orang (tergantung operator dan kelas). Update: Per 1 Januari 2026, beberapa operator menetapkan tarif baru hingga Rp430.000 untuk sekali jalan, jadi pastikan cek di loket atau booking online sebelumnya.
- Pass Pelabuhan (Seaport Tax): Sekitar Rp100.000 per orang (biasanya dibayar terpisah di pelabuhan Batam).
- Jadwal Keberangkatan: Kapal berangkat cukup sering, rata-rata setiap 60-90 menit mulai pukul 06.30 WIB hingga 17.30 WIB.
Tips: Jika kalian berencana pulang pergi melalui rute yang sama, membeli tiket Two Way (Pulang-Pergi) biasanya jauh lebih murah dibandingkan beli ketengan.
Syarat Masuk Malaysia Terbaru: Wajib MDAC!
Ini adalah poin paling penting yang tidak ada di cerita lama saya. Mulai 2024, Malaysia mewajibkan semua turis asing mengisi Malaysia Digital Arrival Card (MDAC).
- Kapan isinya? Wajib diisi secara online 3 hari sebelum keberangkatan (H-3).
- Di mana? Situs resmi imigrasi Malaysia.
- Biaya? Gratis. Jangan sampai lupa ya, teman-teman! Tanpa MDAC, kalian bisa tertahan di imigrasi Stulang Laut. Proses imigrasi di sini cukup ketat namun lancar selama dokumen kalian lengkap.
Tiba di Stulang Laut & Lanjut ke Larkin Sentral
Kapal ferry kami merapat di Berjaya Waterfront (Stulang Laut) setelah kurang lebih 2 jam perjalanan (tergantung ombak). Begitu paspor dicap, resmilah kami menginjakkan kaki di Malaysia!
Misi selanjutnya: Mencari bus ke Melaka. Untuk itu, kami harus menuju Terminal Larkin Sentral.
Drama Taksi di Johor Bahru
Dulu, kami sempat mengalami momen lucu di mana sopir taksi enggan menggunakan argo karena melihat barang bawaan kami yang “segaban”. “Kok sama ya dengan di Indonesia?” pikir saya waktu itu.
Untuk menuju Larkin Sentral dari Stulang Laut:
- Taksi Konvensional: Tarif negosiasi biasanya sekitar RM 20 – RM 25.
- GrabCar: Sangat direkomendasikan. Harganya lebih transparan, biasanya berkisar RM 12 – RM 18 tergantung jam sibuk.
- Waktu Tempuh: Sekitar 10-15 menit.
Di Terminal Larkin, kalian bisa langsung membeli tiket bus ke berbagai tujuan seperti Melaka, Kuala Lumpur, atau Penang. Bus antarkota di Malaysia umumnya sangat nyaman, luas, dan tepat waktu.
Kenapa Lewat Laut Itu Seru?
Meskipun terdengar ribet dengan gonta-ganti moda transportasi—dari pesawat, taksi, kapal, lalu taksi lagi—trip Malaysia via laut memberikan pengalaman yang tak tergantikan. Ada kepuasan tersendiri saat kita menikmati angin laut di dek kapal, melihat perbatasan negara secara nyata, dan merasakan transisi budaya secara perlahan.
Bagi saya dan keluarga, “kehebohan” ini justru menjadi bumbu penyedap liburan yang akan selalu dikenang. Jadi, kapan kalian mau coba trip lintas laut ini?
Selamat bertualang, teman-teman!
Baca juga Petualangan Keluarga Kuala Lumpur – Penang

Baca juga Menikmati Wisata Sejarah Fort Cornwallis Penang
Baca juga Seluruh Cerita Perjalanan di MalaysiaÂ

Salam, Evi

