
Key Takeaways
- Pameran dagang kini lebih tentang menciptakan pengalaman dan koneksi emosional antara penjual dan pembeli.
- Sebelum pameran, tentukan satu gol utama, lakukan riset kompetitor, dan adaptasi desain booth dengan tren terkini.
- Saat pameran, gunakan pertanyaan pancingan yang relevan untuk menarik perhatian pengunjung secara efektif.
- Hindari tindakan negatif selama pameran, seperti duduk diam dan bermain HP, untuk menjaga profesionalisme.
- Setelah pameran, follow-up dengan cepat, personalisasi pesan, dan manfaatkan WhatsApp Business untuk mengelola prospek.
Halo, Sobat JEI! Masih ingat tulisan lama saya untuk tentang pameran dagang?
Dunia sudah berubah pesat. Jika dulu kita cukup berdiri di belakang meja sambil membagikan brosur, di tahun 2026 ini strategi itu sudah masuk museum. Pameran dagang bukan lagi sekadar ajang “jual kecap”, tapi soal menciptakan pengalaman dan koneksi emosional yang diperkuat teknologi.
Bagi Sobat JEI yang sedang bersiap membuka booth, baik untuk UMKM maupun skala industri, saya sudah meramu ulang tips-tips ini dengan hasil riset paling fresh. Yuk, kita bedah rahasia agar booth kamu tidak hanya dilewati, tapi diserbu pengunjung!
Mengapa Harus Ikut Pameran Dagang di Era Digital?
Mungkin Sobat JEI bertanya, “Buat apa capek-capek pameran kalau bisa jualan online?”
Jawabannya sederhana: Trust (Kepercayaan). Riset terbaru menunjukkan bahwa di tengah gempuran AI dan bot, konsumen makin merindukan interaksi manusia yang autentik. Pameran adalah satu-satunya tempat di mana calon pembeli bisa menyentuh produk, menatap mata penjual, dan merasakan vibe brand kita secara langsung.
Namun, cara mainnya sudah berbeda. Berikut adalah strategi pameran dagang modern yang wajib kamu terapkan.
Baca juga:
Persiapan Pra-Event Dalam Tips Pameran Dagang
Kesuksesan pameran 80% ditentukan sebelum pintu dibuka. Jangan sampai “boncos” karena kurang persiapan.
1. Tentukan “Satu Gol Utama”
Jangan serakah. Tentukan satu tujuan spesifik:
- Brand Awareness? Fokus pada desain booth yang instagrammable dan shareable.
- Direct Sales? Siapkan stok dan promo bundling khusus event.
- Leads (Data Calon Pelayan)? Siapkan insentif (hadiah/diskon) bagi mereka yang memindai QR Code dan mengisi data.
2. Riset “Tetangga” dan Tren Terkini
Lakukan deep research kecil-kecilan. Siapa kompetitor yang akan hadir? Apa tren warna booth tahun ini? Tren 2026 mengarah pada konsep Sustainable & Tech-Integrated. Penggunaan bahan booth ramah lingkungan dan integrasi tablet/layar sentuh untuk katalog produk akan menaikkan value brand Sobat JEI di mata pengunjung.
Nah ini cocok banget untuk produk UMKM seperti Arenga Indonesia gula aren organik.
Saat Hari H: Seni Menarik Pengunjung (The Art of Engagement)
Lupakan saran lama tentang “Hard Selling” yang kaku. Sekarang eranya “Smart Engaging”. Pengunjung pameran itu spesifik; mereka datang dengan niat. Jangan sia-siakan kehadiran mereka.
Bagaimana Cara Menyapa Pengunjung yang Efektif?
Hindari pertanyaan basa-basi seperti “Boleh kakak, silakan dilihat…” atau “Apa kabar?”. Itu membosankan.
Gunakan Pertanyaan Pancingan (Hook Question) yang relevan dengan solusi produkmu.
- Contoh untuk produk kopi: “Suka ngopi yang fruity atau yang bold, Kak?”
- Contoh untuk alat rumah tangga: “Sering kerepotan bersihin sudut sofa nggak, Bu?”
Pertanyaan ini memaksa otak mereka berpikir dan membuka percakapan yang lebih natural.
Baca di sini tentang : Blog Mati Karena AI? Salah Besar! Inilah Alasan Mengapa Blogger Justru Jadi ‘Raja’ di Era AEO 2026
Pantangan Keras Penjaga Booth
Sobat JEI, tolong ingatkan tim jaga booth untuk menghindari “Dosa Besar Pameran” ini:
- Duduk Diam: Ini memberi sinyal “saya malas melayani”. Berdirilah dan tersenyum.
- Sibuk Main HP: Ini tembok penghalang terbesar. Simpan HP, buat kontak mata.
- Makan di Booth: Terlihat tidak profesional dan merusak estetika.
- Bergerombol: Jangan asyik ngobrol sesama staf. Fokuslah ke luar, ke arah pengunjung.
Strategi Follow-Up: Di Sini Uangnya Berada!
Banyak peserta pameran gagal bukan saat pameran, tapi setelahnya. Data CEIR (Center for Exhibition Industry Research) menyebutkan mayoritas leads pameran tidak pernah dihubungi kembali. Sayang banget, kan?
Cara Follow-Up yang AEO Friendly (Cepat & Tepat)
- Gerak Cepat (2×24 Jam): Kirim pesan sapaan maksimal 2 hari setelah acara.
- Personalisasi: Jangan broadcast kaku. Sebut nama dan konteks.
- Salah: “Beli produk kami sekarang diskon 10%.”
- Benar: “Halo Kak Budi, terima kasih sudah mampir ke booth Arenga Indonesia kemarin. Ini info detail soal gula aren yang Kakak tanyakan…”
- Manfaatkan WhatsApp Business: Gunakan fitur label untuk mengelompokkan prospek (Hot/Warm/Cold) agar follow-up lebih terstruktur.
Jadi? Pameran Adalah Investasi
Mengikuti pameran dagang memang melelahkan dan butuh modal. Tapi jika dilakukan dengan strategi yang tepat—mulai dari mindset melayani, penggunaan teknologi, hingga follow-up yang disiplin—hasilnya bisa berkali-kali lipat.
Semoga tips pameran dagang ini bermanfaat untuk Sobat JEI di mana pun berada, dan tentu saja untuk Sobat JEI semua yang sedang berjuang membesarkan bisnisnya.
Salam sukses,
Evi Indrawanto
