<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
		>
<channel>
	<title>Comments for Jurnal Evi Indrawanto</title>
	<atom:link href="http://www.eviindrawanto.com/comments/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.eviindrawanto.com</link>
	<description>Cerita Perjalanan ke Dalam Maupun Keluar</description>
	<lastBuildDate>Sat, 25 May 2013 13:14:22 +0700</lastBuildDate>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
	<item>
		<title>Comment on Aroma Kayu Terbakar by Wong Cilik</title>
		<link>http://www.eviindrawanto.com/2013/05/aroma-kayu-terbakar/#comment-13617</link>
		<dc:creator>Wong Cilik</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 May 2013 13:14:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.eviindrawanto.com/?p=7226#comment-13617</guid>
		<description><![CDATA[kenangan akan aroma kayu bakar saya sama dengan bu Prih, mengait dengan ubi maupun singkong bakar ... ah, jadi ingat kakek ...]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kenangan akan aroma kayu bakar saya sama dengan bu Prih, mengait dengan ubi maupun singkong bakar &#8230; ah, jadi ingat kakek &#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Aroma Kayu Terbakar by Lidya</title>
		<link>http://www.eviindrawanto.com/2013/05/aroma-kayu-terbakar/#comment-13615</link>
		<dc:creator>Lidya</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 May 2013 06:07:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.eviindrawanto.com/?p=7226#comment-13615</guid>
		<description><![CDATA[kalau orang sunda menyebutnya suluh bun untuk kayu bakar. aromanya enak dicium ya]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalau orang sunda menyebutnya suluh bun untuk kayu bakar. aromanya enak dicium ya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Aroma Kayu Terbakar by Evi</title>
		<link>http://www.eviindrawanto.com/2013/05/aroma-kayu-terbakar/#comment-13614</link>
		<dc:creator>Evi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 May 2013 02:51:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.eviindrawanto.com/?p=7226#comment-13614</guid>
		<description><![CDATA[Iya kalau di Jakarta yang padat akan mengganggu sekali Mas Andy..
Mengenai cepat matang, dibanding kompor minyak tanah, kayaknya lebih cepat kayu deh :)]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Iya kalau di Jakarta yang padat akan mengganggu sekali Mas Andy..<br />
Mengenai cepat matang, dibanding kompor minyak tanah, kayaknya lebih cepat kayu deh <img src='http://www.eviindrawanto.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Aroma Kayu Terbakar by Andy</title>
		<link>http://www.eviindrawanto.com/2013/05/aroma-kayu-terbakar/#comment-13613</link>
		<dc:creator>Andy</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 May 2013 02:49:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.eviindrawanto.com/?p=7226#comment-13613</guid>
		<description><![CDATA[kalau di kampung masih banyak, yg masak dengan kayu bakar mba, tapi kalau di jakarta jangan coba2 deh, soalnya nanti di omelin tetangga karena asap&#039;a mengganggu :)
memang masakan yg masak&#039;a dari kayu bakar lebih menggugah rasa, tapi lama euy matang&#039;a :(]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kalau di kampung masih banyak, yg masak dengan kayu bakar mba, tapi kalau di jakarta jangan coba2 deh, soalnya nanti di omelin tetangga karena asap&#8217;a mengganggu <img src='http://www.eviindrawanto.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
memang masakan yg masak&#8217;a dari kayu bakar lebih menggugah rasa, tapi lama euy matang&#8217;a <img src='http://www.eviindrawanto.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Aroma Kayu Terbakar by Evi</title>
		<link>http://www.eviindrawanto.com/2013/05/aroma-kayu-terbakar/#comment-13612</link>
		<dc:creator>Evi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 May 2013 02:46:47 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.eviindrawanto.com/?p=7226#comment-13612</guid>
		<description><![CDATA[Komennya hilang ya Mbak Prih? Maaf aku gak tahu kenapa...

Sekarang ingat, aku dulu juga sering membenamkan ubi atau singkong ke dalam bara atau abu panas itu. Cuman banyak sekali yang hangus, yang mesti dibuang, jadi yg tinggal untuk dimakan inti paling dalam saja :)]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Komennya hilang ya Mbak Prih? Maaf aku gak tahu kenapa&#8230;</p>
<p>Sekarang ingat, aku dulu juga sering membenamkan ubi atau singkong ke dalam bara atau abu panas itu. Cuman banyak sekali yang hangus, yang mesti dibuang, jadi yg tinggal untuk dimakan inti paling dalam saja <img src='http://www.eviindrawanto.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Aroma Kayu Terbakar by Evi</title>
		<link>http://www.eviindrawanto.com/2013/05/aroma-kayu-terbakar/#comment-13611</link>
		<dc:creator>Evi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 May 2013 02:44:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.eviindrawanto.com/?p=7226#comment-13611</guid>
		<description><![CDATA[Jadi Paga dalam bahasa Jawa. I see. Makasih Mbak Prih. Mungkin kah persamaan itu karena bahasa Minang dan Jawa, baik penutur maupun bahasanya berasal dari satu akar?]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi Paga dalam bahasa Jawa. I see. Makasih Mbak Prih. Mungkin kah persamaan itu karena bahasa Minang dan Jawa, baik penutur maupun bahasanya berasal dari satu akar?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Aroma Kayu Terbakar by Evi</title>
		<link>http://www.eviindrawanto.com/2013/05/aroma-kayu-terbakar/#comment-13610</link>
		<dc:creator>Evi</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 May 2013 02:42:06 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.eviindrawanto.com/?p=7226#comment-13610</guid>
		<description><![CDATA[Wow! Terima kasih atas pengetahuannya May..Jadi paran itu sesuatu yg sukar di jangkau dari bawah ya karena tempatnya tinggi dan tak tampak oleh pemendangan level mata. Maka itu jadi sebuah tempat aman kalau hendak menyembunyikan suatu barang..

Kayaknya ini yang mendasari &quot;batungkuih di ateh paran &#039; seperti yang sering Biaiku dulu katakan, kalau dia tak bisa mencari kalimat padanan untuk mengungkapkan perasaan sayangnya terhadap kami para cucu. &quot; Coba lah nanti kalau kalian sudah besar, akan merasakan sendiri. Batungkuih di ateh paran &quot; Katanya :)]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Wow! Terima kasih atas pengetahuannya May..Jadi paran itu sesuatu yg sukar di jangkau dari bawah ya karena tempatnya tinggi dan tak tampak oleh pemendangan level mata. Maka itu jadi sebuah tempat aman kalau hendak menyembunyikan suatu barang..</p>
<p>Kayaknya ini yang mendasari &#8220;batungkuih di ateh paran &#8216; seperti yang sering Biaiku dulu katakan, kalau dia tak bisa mencari kalimat padanan untuk mengungkapkan perasaan sayangnya terhadap kami para cucu. &#8221; Coba lah nanti kalau kalian sudah besar, akan merasakan sendiri. Batungkuih di ateh paran &#8221; Katanya <img src='http://www.eviindrawanto.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Aroma Kayu Terbakar by prih</title>
		<link>http://www.eviindrawanto.com/2013/05/aroma-kayu-terbakar/#comment-13608</link>
		<dc:creator>prih</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 May 2013 14:58:15 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.eviindrawanto.com/?p=7226#comment-13608</guid>
		<description><![CDATA[Weit komen ilang, coba lagi. ...
Aroma kayu terbakar mengait aroma ubi bakar, seraya memasak dibenamkanlah umbi di dalam abu panasnya, dan aroma gurihnya menggoda naga perut. Salam hangat]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Weit komen ilang, coba lagi. &#8230;<br />
Aroma kayu terbakar mengait aroma ubi bakar, seraya memasak dibenamkanlah umbi di dalam abu panasnya, dan aroma gurihnya menggoda naga perut. Salam hangat</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Aroma Kayu Terbakar by prih</title>
		<link>http://www.eviindrawanto.com/2013/05/aroma-kayu-terbakar/#comment-13607</link>
		<dc:creator>prih</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 May 2013 14:42:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.eviindrawanto.com/?p=7226#comment-13607</guid>
		<description><![CDATA[Nimbrung. ... Para-para di atas tungku disebut &#039;pagu&#039; ya Uni, senangnya bahasa daerah Minang dan Jawa mirip loh, kami menyebutnya &#039;paga&#039; dengan lafal a antara ao. Efisiensi energi sisa panas untuk pengeringan kayu bakar.]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Nimbrung. &#8230; Para-para di atas tungku disebut &#8216;pagu&#8217; ya Uni, senangnya bahasa daerah Minang dan Jawa mirip loh, kami menyebutnya &#8216;paga&#8217; dengan lafal a antara ao. Efisiensi energi sisa panas untuk pengeringan kayu bakar.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Comment on Aroma Kayu Terbakar by LJ</title>
		<link>http://www.eviindrawanto.com/2013/05/aroma-kayu-terbakar/#comment-13606</link>
		<dc:creator>LJ</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 May 2013 14:33:20 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.eviindrawanto.com/?p=7226#comment-13606</guid>
		<description><![CDATA[#barusan bangunin mama.. nanyain paran itu apaan..? :P

menurut mama, paran = jarajak
bagian di atas pintu yang digunakan juga sebagai ventilasi.
jaman dulu bentuknya berupa kayu  yang berjejer sehingga bisa dipakai untuk menaroh kunci dll. Mungkin paran yang dimaksud nenek adalah paran pintu ini..

sedangkan dari engku gugel tdpt kalimat : paran adalah balok kayu yang berfungsi sebagai reng, dipasangkan di bawah kasau, membatasi kasau dengan bagian badan rumah.. #besok nanya sama pak tukang dulu.. :P]]></description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>#barusan bangunin mama.. nanyain paran itu apaan..? <img src='http://www.eviindrawanto.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>menurut mama, paran = jarajak<br />
bagian di atas pintu yang digunakan juga sebagai ventilasi.<br />
jaman dulu bentuknya berupa kayu  yang berjejer sehingga bisa dipakai untuk menaroh kunci dll. Mungkin paran yang dimaksud nenek adalah paran pintu ini..</p>
<p>sedangkan dari engku gugel tdpt kalimat : paran adalah balok kayu yang berfungsi sebagai reng, dipasangkan di bawah kasau, membatasi kasau dengan bagian badan rumah.. #besok nanya sama pak tukang dulu.. <img src='http://www.eviindrawanto.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>

<!-- Served from: www.eviindrawanto.com @ 2013-05-26 03:58:52 by W3 Total Cache -->