(Review) Swiss Garden Hotel and Residences Kuala Lumpur

swiss-garden-and-residences-kuala-lumpur-5

Berwisata bersama keluarga adalah pengalaman sangat berharga.  Kenangan yang terukir bisa jadi life time memories yang tak ternilai. Namun siapapun paham bahwa jalan-jalan bersama keluarga, apa lagi keluarga besar dengan anak-anak masih kecil, butuh persiapan khusus, kalau tak bisa dikatakan sedikit repot.  Bahkan memilih tempat menginap  pun bisa sedikit tricky. Kita butuh space luas dan mungkin juga beberapa amenities  untuk mengakomodasi kebutuhan mereka. Nah jika kebetulan Sahabat JEI jalan-jalan ke ibu kota Malaysia, saya merekomendasikan Swiss-Garden Hotel & Residences Kuala Lumpur. Iya selain  hotel mereka punya apartement sekelas hotel bintang 4. Lokasi di jantung kota, Bukit Bintang tempatnya. Lokasi strategis  ini  tentu menawarkan  banyak  kemudahan. Mau belanja? Banyak banget mall bagus di sekitar sana. Atau mau eksplorasi kuliner di jalan alor? Tinggal jalan kaki. Atau mau menikmati belanja di Petaling  Flea Market dan sebagainya? Bisa kok karena Swiss-Garden berdiri  persis  di sabuk ritel paling terkenal di  Kuala Lumpur. Satu lagi  mereka dekat banget dengan  Stasiun LRT Hang Tuah  sehingga memudahkan keluarga untuk menjelajahi kota.

Delux Room swiss garden hotel and residences
Delux Room

Saya bersama Mbak Donnna dan Salman , hari itu tanggal 20 September bersua dengan Haryadi Yansyah, blogger Palembang,  di terminal kedatangan internasional KLIA 2. Kami berempat termasuk dari lima orang Travel Blogger Indonesia yang diundang oleh Malaysia Tourism KL dan Gaya Travel Magazine untuk mengikuti program #AboutKL. Yang satu lagi Ahmad Sukri pemilik akun IG @travengler_id berangkat dari Batam. Karena acaranya sendiri mulai keesokan hari, kami yang sudah tahu diinapkan di Swiss Garden Hotel and Residences  langsung saja membuat persekongkolan: Akan menjelajah kawasan sampai kaki lelah. Berkunjung ke pasar tradisional atau hunting kuliner ke Jalan Alor. Pokoknya untuk waktu setengah hari yang kami punya, list-nya ambisius banget, Kakak! Bagi jiwa-jiwa petualang ala-ala ini sayang banget jika waktu luang  cuma dihabiskan leha-leha di hotel.

Dari ruang duduk
Dari ruang duduk

Tapi saudara-saudara, yang namanya manusia cuma bisa membuat rencana indah, kan? Perkara terlaksana atau tidak , Yang Atas yang tentukan. Ceritanya selesai check in kami langsung ngibrit dari Swiss Resicences mencari makan siang ke Berjaya Time Square. Nah pulang dari makan siang, entah karena perut sudah kenyang atau memang benaran mengantuk karena berangkat sejak pagi buta dari Jakarta, sampai kembali ke lobby dan menerima sambutan ramah dari  Miss Siti Nur Ida Zaharuddin, Marketing Communication Executive dari Swiss Garden, semua rencana langsung saja menguap. Apa lagi setelah masuk kamar Swiss Garden Residences, kasur empuk dan ruang sejuk membuat kami semua langsung menyerah. Penyakit marger (malas gerak) pun timbul. Apa lagi setelah masuk ke kamar mandi, membasuh penat sejak pagi dengan air hangat, mata pun jadi mengantuk.

Ruangan yang lain
Ruangan yang lain

Jadi sampai menjelang makan malam kami lebih suka menikmati fasilitas apartemen sambil mengunyah buah selamat datang.

Dan layaknya persinggahan keluarga,  di kamar delux yang kami tempati, tersedia dapur plus perlengkapannya seperti microwave, kompor listrik,kulkas, dan tempat cuci piring. Bagi keluarga yang ingin tinggal lebih lama, entah untuk berlibur atau memeriksa kesehatan, tempat ini cukup menunjang.

Nah seperangkat sofa di ruang tengah dan dilengkapi TV memberi sentuhan akrab sebagai tempat singgah keluarga. Sambil duduk membaca,  mata bebas pandang ke luar, ke langit Kuala Lumpur yang biru terang dan bergurat awan jernih kala itu.

Baca Juga Tentang Gourmet Safari di sini

Swiss Garden Residences ini terdiri dari 2 tower, utara dan selatan dengan 478 unit apartemen bergaya kontemporer. Dimulai dengan delux room dengan 1 kamar tidur sampai premium  dengan 2 kamar tidur. Saya dan Mbak Donna menempati Tower Selatan, delux room, dengan fasilita layaknya rumah tangga modern. Dapur, ruang keluarga, ruang tidur, dan kamar mandi yang besar dengan pemandangan ke kota.  Iya dari kamar mandi, kalau mau, sambil menikmati pijatan hangat shower mengalir ke seluruh tubuh, kamu bisa melihat-lihat pemandangan kota. Singkap saja tirainya tinggi-tinggi. Tapi kalau saya pernah nonton film dimana orang gila suka mengintip kehidupan pribadi para penghuni gedung-gedung tinggi pakai tele,  lebih suka menurunkan saja tirai sampai aktivitas pribadi di sana berakhir.

Salah satu kolam renang
Salah satu kolam renang

Pemandangan ke kota

Di Swiss Garden Residences terdapat  fasilitas taman bermain untuk anak-anak, ruang games, BBQ area, kolam renang indoor, dan ruang fitness.  Mereka juga punya dua resto The Flavors dan Sino Scene Chinese Restaurant  yang siap dengan masakan lokal maupun  internasional.

The Flavor – Sarapan Pagi Penuh Warna

Saat berlibur, kebanyakan kita pasti  berharap dapat menikmati sarapan lain dari biasanya. Makanan enak dan banyak pilihan menu.  Apa lagi jika sehari-hari sibuk, sarapan dilakukan terburu-buru karena dikejar waktu. Satu gigitan roti atau sejumput nasi goreng atau makanan ringan pengganti jadi menu rutin sebelum berangkat kerja. Tapi ketika kita pergi berlibur dengan menginap di tempat seperti Swiss Garden Hotel & Residences, sarapan pagi dengan buffet  mewah sepertinya harapan yang wajar. Saya, karena banyak pilihan, selama tiga malam menginap di sana berganti menu setiap hari. Nasi Lemak, bubur ayam, nasi lengkap lauk pauknya, menu western, salad, kue-kue, dan banyak lagi. Dan ada satu menu  yang tidak akan lupa karena saya ambil setiap hari, ikan teri goreng. Eh ikan teri di hotel berbintang 4? Iya..Sebagai teman nasi lemak sebetulnya tapi saya gunakan untuk menemani makan apa saja. Makan bubur ayam dengan teri goreng garing itu sedap nian euy..

Menuju Flavors
Menuju Flavor

Pada hari terakhir program #AboutKL kami dijamu makan siang oleh Miss Ida dan team. Ini sedikit gambarannya 🙂

dessert
Yang manis..Yang manis…Dessert

Sino Scene Chinese Restaurant

Saya pernah menulis tentang jamuan makan resmi gaya Chinese yang saya sebut sebagai Makan Meja di blog ini. Nah di malam terakhir kami menginap di Swiss Garden Hotel and Residences Kuala Lumpur, saya kembali menikmati Makan Meja atau disebut Ciak-Ciau oleh Tionghoa Indonesia,  alias makan malam resmi bergaya Chinese. Kami dijamu  di Sino Scene Chinese Restoran yang terletak di lantai 6. Sesuai namanya  resto ini menyajikan masakan khas Sichuan dan Hong Kong dengan menu china klasik dan moderen. Malam itu kami menikmati sembilan jenis hidangan yang terbagi ke dalam hidangan pembuka, hidangan utama, dan penutup. Sembilan hidangan saudara-saudara, di sajikan satu persatu, bayangkan lah betapa kenyangnya saya malam itu.

Dinner perpisahan untuk program #AboutKL
Dinner perpisahan untuk program #AboutKL

Jamuan ciak-ciau selalu dilakukan di atas meja bulat yang di tengah terdapat satu bulatan lagi yang bisa berputar. Bagian berputar ini untuk menaruh hidangan. Jadi jika kamu menginginkan hidangan di seberang meja, tinggal putar saja ke arah kanan, gak perlu minta tolong ke teman di seberang dengan memintanya mengangkat wadah. Sementara di bawahnya, di hadapan kita,  untuk meletakan piring, cangkir teh, sumpit, atau mangkuk yang akan kita gunakan menikmati hidangan. Sebelum hidangan disajikan satu persatu, tamu disuguhi teh terlebih dahulu. Sementara mangkuk-mangkuk sup dan penyedap seperti irisan cabe dan kecap asin sudah diletakan di atas meja berputar tadi.

Chinese fine dining di Sino Scene  dimulai dengan makanan pembuka dingin, Aromatic Perking Duck. Ini adalah bebek panggang yang dagingnya sudah diiris-iris, dimakan dengan dibungkus kulit lumpia, diberi irisan timun dan daun bawang, teteskan saus hoi sin, gulung, dan hap..hap…

Diajarkan cara menggulung Bebek Peking oleh Manajernya Sino Scene
Diajarkan cara menggulung Bebek Peking dengan kulit lumpia oleh Manajernya Sino Scene

Appatizer kedua datang lah Szechuan Bird’s Nest with Crabmeat Soup. Sup sarang burung dengan gelimang daging kepiting. Biasanya terbuat dari air liur burung wallet, berlendir, ditambah daging kepiting, dengan rasa manis bercampur gurih, kamu  mempertemukan laut dan darat dalam satu hirupan . Terhidang dalam mangkuk besar untuk dibagi-bagi ke dalam mangkuk kecil dengan sendok bebek.

Berturut-turut kemudian Steamed Chicken with Ginseng in clay pot ( tim ayam ginseng), Chrispy Sea Grouper Siamese Style ( Kerapu Krispi Bumbu Siam), Stir Fried Butter Prawan with Grated Coconut ( Udang Goreng Mentega dengan Kelapa Parut?), Braised Vegetarian Paecal and Seasonal Vegetable with Scallop Sauce (gak tahu cara menterjemahkannya –tabik J). Dan seperti chinese fine dining di manapun nasi dihidangkan belakangan yakni Wok Fried Rice with Smoked Oyster (Nasi Goreng Saus Tiram).

Dan makan malam yang keren itu ditutup dengan Sino Scene Special Durian Pancake dan Chilled Sea Coconut with Dates and Snow Fungus.

Terus siapa gerangan yang membuat perut kami semua bahagia malam itu? Chef Alex Choong, Sino Scene’s Master Chef, yang sudah punya pengalaman internasional selama 20 tahun lebih. Sampai-sampai teman kita Salman berkeinginan mengimpor beliau ke Indonesia.

Begitu lah! Swiss Garden Hotel and Residences Kuala Lumpur lumayan happening di pusat kota. Ditambah Flavors dan Sino Scene di bawah atapnya membuat tujuan ke tempat ini  menarik tak hanya bagi kalangan wisatawan dan bisnis, yang ingin menelusuri jejak kuliner Timur dan Barat boleh juga mencatat tempat ini sebagai persinggahan yang sempurna.

Numpang narsis dulu dengan Chef Alex Choong. Ada yang mau bawa doi ke Indonesia :)
Numpang narsis dulu dengan Chef Alex Choong. Ada yang mau bawa doi pulang ke Indonesia untuk oleh-oleh  🙂 – Foto : Gaya Travel Magazine
Swiss Garden Residence KL

117, Jalan Pudu, 55100 Kuala Lumpur

Telp. 603-2785 1111

Fax. 603-2141 5555

email: [email protected]

68 thoughts on “(Review) Swiss Garden Hotel and Residences Kuala Lumpur

  1. Jangankan Salman, aku pun rasanya mau ajak kokinya ke rumah hahaha atau minimal banget ajarin masak makanan yang dimasak malam itu. Sumpah, aku kalo lihat fotonya berkali-kali ngeces mbak Evi hwhwhwhwhw.

  2. Kalau masalah repot traveling bawa anak-anak, salah satunya ya soal hotel ya, Mbak, Anak-anak harus nyaman dengan hotelnya.

    Dan soal makanan juga nich, aku suka bingung kalau abwa anak-anak, pas kebetulan enggak pas rasa masakanannya. Duuh..kalau kepingin dibawa pulang ke Indonesia, berarti rasa makanannya enak banget ya, MBak.

    1. Iya kalau jalan-jalan bareng anak-anak memang banyak yang mesti dipikirkan. Selain tempat menginap juga makanan. Kan gak lucu ya Mak pulang jalan-jalan Mereka pada sakit.

      Makanannya memang enak sekali, Mbak, makanya ada yang kepikiran bahwa chefnya pulang ke Indonesia wkwkwk…

  3. Wah, klo traveling sama keluarga n anak2 asik bgt nginep di hotel ini ya mba Evi. Ada dapurnya lagi sama taman main anak..Bikin betah, yaa.. Makanannya jg kliatan enak2 semuaaa.. Bisa2 staycation aja d hotel gak jln2.. 😀

    1. Hahaha iya Mbak Dita. Apalagi kalau sudah capek ngurusin anak-anak pasti minat untuk jalan-jalan juga berkurang. Hot mama banget lah pokoknya ya maunya staycation saja

    1. Rasanya juara Kang Nurul. Karena kosakata saya terbatas untuk menggambarkan enak cuma bisa memberi icon jempol untuk masakan Swiss Garden hotel and Residences ini 🙂

  4. Oh ini perjalanan yang kemaren ya, aku liat banyak bersilweran di newsfeed 🙂 karena temanan sama beberapa dan yang paling dekat sama si Haryadi 🙂 Nice review 🙂 selalu suka sama Hotel Swiss 🙂

Terima kasih sudah berkunjung. Apa kesan teman setelah membaca pos di atas?