[ADV] Musik, Dapur dan Nutrimoist

Teman-teman kenal pada ibu-ibu yang kalau memasak sambil memasang headset di telinga dengan full  playlist dari hpnya? Kalau belum…. Kenalkan… ( Sambil lipat tangan di dada dan menjura)

Walaupun masakan saya sering dapat pujian di rumah (uhukuhuk..) sejatinya saya tidak menyukai aktivitas ini. Apa lagi dengan bertambah besarnya anak-anak, jarang di rumah, sudah beberapa lama juga tidak memerlukan asisten rumah tangga, rasanya aktivitas memasak semakin tidak menarik. Sudah tidak ada yang membantu menyiangi baha-bahan yang akan dimasak, usai itu pun harus mencuci semua peralatan dan membersihkan dapur. Tak ada menarik-menarikanya deh pekerjaan dapur yang dari A-Z harus diselesaikan sendiri. Gak heran kan kalau memasak membuat saya bosan? Pantas sih karena sudah berlangsung bertahun-tahun. Beda kalau jalan-jalan, nonton drama Korea, dari pagi sampai pagi lagi, saya  tabah menjalani cobaan.

nutrimoist
Bukan masakan saya. Ilustrasi saja biar tak bosan membaca sampai bawah 🙂

Tapi bagi seorang ibu, terutama yang tinggal di rumah, memasak tentu tidak lagi soal suka atau tidak suka. Memasak adalah panggilan alam kalau tidak sedang jalan-jalan. Tidak mau kan keluarganya makan mie instant terus menerus? Atau membeli masakan dari luar yang padat berbagai penyedap? Tak mau juga kan jadi ibu terkutuk? Pedih perih menyaksika raut wajah anak-anak yang lapar saat pulang bepergian dan membuka tutup meja makan tapi tidak menemukan apapun di sana? Jadi dengan mengais-ngais seluruh semangat akhirnya tetap memasak lah saya. #Tepukdada.

Diantara rasa bosan dan keinginan memberi pada keluarga terdapat satu titik: Kompromi! Agar tak merasa mati berdiri saat bekerja di dapur saya membutuhkan pengalihan perhatian!  Pernah terpikir minta dipasangkan TV  agar bebas menonton aksinya Lee Jun Ki, Jang Keun Suk, Lee Min Hoo dan kawan-kawan. Asyik kan sambil mengusap air mata karena irisan bawang di TV ada eyes candy yang siap mengaduk-aduk perasaan?  Tapi ide tersebut cuma mampir, terbentur realita bahwa itu terlalu “gila”, dapur saya terlalu kecil untuk bisa dipasangi TV.

Karena tak mungkin memasak sambil nonton drama, saya ganti mendengarkan musik. Kebetulan si sulung punya server pribadi yang ia tanami ratusan jenis lagu dan bisa diakses anggota keluarga lewat wifi. Tapi tidak cukup. Kami dari generasi berbeda. Freferensi kami terhadap musik jelas berbeda pula. Lagi pula ia bisa membaca notes dan memainkan alat musik sementara saya tidak sama sekali. Musik yang bagus menurut kami tidak pernah sama ritemnya, baik dari cara menikmati maupun memaknainya.  Untung lah kemudian ia menemukan solusi, memasangkan sebuah aplikasi musik online berbayar di ponsel saya.  Nah dengan aplikasi itu hari-hari di dapur lebih indah, saya tidak pernah kekurangan lagu-lagu favorit saat aktivitas memasak. Dengan menyumbatan headset ke telinga saya akan anteng beberapa lama di dapur.  Playlist selalu mengikuti mood yang sedang berlaku, tapi tidak pernah jauh dari “menye-menye”

nutrimoist-6

Saya tidak tahu mengapa musik dapat membuat saya bertahan dari hal-hal yang tidak asyik. Bahkan saat remaja, saat melewati patah hati, berdarah-darah, musik adalah ‘KOPI” yang membantu saya bangun tiap pagi dan berangkat sekolah. Sepertinya nucleus accumbens, sering disebut sebagai otak  ‘pusat kesenangan’, langsung saja menari-nari bila ke telinga saya mengalir lantunan nada. Entah itu dari alat musik maupun suara manusia. Oh ya nucleus accumbens  adalah sebuah wilayah dalam otak saya yang terhubung ke neuron dopamin, diaktifkan juga dalam otak manusia lain selama makan, jatuh cinta, dan melakukan hubungan seksual. Ehem..ehem…

Terus ada ada mau tahu selera musik saya? Banyak banget sebetulnya. Yang jelas kurang bisa menikmati klasik berat. Oke banget diantara klasik dan pop, atau  classical pop ya kalau gak salah namanya. Saya suka  pada Kitaro yang musiknya rada-rada misterius. Biar sudah berpuluh tahun mendengarkan, bila Kitaro yang mampir, saya akan melayang-layang diantara bintang.  Terus saya suka juga jenis lagu seperti Feel yang didendangkan oleh Robbie Williams. Rasanya seperti tersakiti tapi bahagia ( wow I am not an amasochist, okey!!). Untuk yang penuh kegembiraan suka yang sejenis All Rise dari Blue. Suka pada Ungu, ST12, Dewa, Ari Lasso, Peterpan, Chrisye, dan Fariz RM…

Dan jika kamu yang tidak mengerti artis-artis yang saya sebut ini, sekali lagi saya infokan, kita berbeda generasi …

nutrimoist-7

Tapi ya begitu lah, tak jarang saya keasyikan mendengarkan musik, konsentrasi pada pekerjaan terganggu. Apa lagi kalau sedang PMS (mellow) pikiran dapat melayang ke langit ke tujuh.  Indahnya menerbangkan imajinasi diantara bintang-bintang  itu  seperti kamu memikirkan lawan jenis yang baru saja membuat kamu crushed. Berdebar-debar bahagia. Tahu-tahu  gorengan di wajan hangus!!. Atau santan keburu pecah karena lupa diaduk. Dan yang lebih pedih adalah tersiram minyak dan air panas gara-gara  hanyut oleh syair dan tangga nada. Kalau jari teriris pisau sih sudah tak terhitung.

Mengobati Kecelakaan Kecil di rumah

Jreng..Jreng…Terus kalau kamu mengalami kecelakan kecil itu di dapur, apa yang harus dilakukan? Mengobati lah! Untung lah dalam lemari obat di rumah tersedia balsem obat bakar dari China dan beberapa keluaran perusahaan farmasi tanah air. Kalau terciprat cairan panas saya biasanya langsung lari ke sana.

Lalu saya dikenalkan pada Nutrimoist dari CNI. Jujur tadinya saya pikir ini semacam krim kecantikan yang fungsinya hanya melembabkan kulit. Dan setelah membaca brosurnya ada tulisan seperti ini: Kulit Anda melepuh tersiram air panas? Luka terkena irisan benda tajam? Memar karena terantuk meja? Atau gatal-gatal karena digigit serangga? Jangan khawatir, ada Nutrimoist yang siap menangani luka sekaligus merawat kesehatan kulit Anda. Artinya sekarang saya boleh memasukan Nutrimoist ke dalam lemari obat di rumah.

Nutrimoist untuk mengobati luka bakar
Nutrimoist untuk mengobati luka bakar

Terus Mengapa Nutrimoist Bukan yang Lain?

Masalah yang saya alami selama ini, luka bakar meninggalkan bercak coklat di kulit. Kalau di tempat tertutup sih tak mengapa bisa disembunyian di belakang pakaian. Lah yang sering kena cairan panas dan pisau biasanya di tangan, dari siku ke bawah atau kalau kaki dari lutut ke bawah. Gaya berpakaian saya menyebabkan tempat-tempat di kawasan tersebut terekspose. Lah kalau ada pulau di sana, jujur, bikin illfeel.

Sementara Nutrimoist yang berbentuk krim ini tak hanya membantu menyembuhkan luka bakar pada kulit tapi juga mempertahankan kelembabannya. Mengandung beberapa zat gizi yang bekerja pada sel kulit rusak. Artinya proses proses penyembuhan juga disertai pertumbuhan sel baru yang berarti luka bakar tersebut tak meninggalkan bekas bila sembuh kelak.

Bagaimana Cara Kerja Nutrimoist?

Menyerap panas pada kulit akibat luka bakar, melepuh atau bengkak karena sengatan serangga. Juga mencegah terjadinya pengelupasan dari kulit terbakar. Dan daya antiseptiknya membunuh dan mencegah pengembangbiakan bakteri  sehingga  mempercepat peremajaan sel kulit. Artinya  penyembuhan luka menjadi lebih cepat.

Apa yang membuat Nutrimoist ini hebat dalam merawat kulit? Tak lain karena  kandungan bahan-bahan alaminya  yang diramu dari ekstrak empat tanaman langka Cina: Panax ginseng, Polygonum cuspidatum, Polyganum multiflori, dan Angelica sinensis. Aman untuk semua jenis kulit!

So, bagaimana melalui rasa bosan dari pekerjaan rutin seperti jadi juru masak bertahun-tahun? Musik. Lalu untuk menjaga dan merawat kulit yang terbakar? Nutrimoist!

Note: Semua foto milik saya 🙂

47 thoughts on “[ADV] Musik, Dapur dan Nutrimoist

  1. Setuju soal Musik. Kadang suka Baper kalau dengan Musik tertentu
    Hahaha

    Soal nutrimoist mau nanya, apakah manjur buat kulit kena sunburn bisa gak? Kadang suka lupa diri ga pakai sunblock, hasilnya kulit pergi abis main panas2an

    1. Mengingat mereka mengklaim bisa memperbarui sel, mestinya nutrimoist juga dapat merawat kulit yang terbakar matahari, Kang. Tapi kalau mengembalikan agar kinclong lagi ya butuh perawatan ekstra sih 🙂

  2. Aah aku banget suka musik, kalo lagi di rumah kadang pull musik sekenceng2nya baik itu sedang masak ato ngepel dan aktivitas RT lainnya.

    Hmm, aku sukaaaa masak, dan rasanya ga konsen trus kenyunyu wajan panas sih seriing. Baru kemaren kena nih Mbaa minyak panas nemplok ditangan, langsung deh pake siputih Nutrimoust ini, legaaa ga khawatir berbekas 😉

    1. Musik langsung bekerja di Saras bahagia kita ya Cik, makanya perlu banget untuk menemani kita yang Terperangkap Dalam rutinitas…

      Ayo oleskan nutrimoist untuk luka bakar …hahaha…

  3. Aku juga gak bisa lepas dari musik. Setiap kegiatan yg ditemani musik pasti bikin semangat 🙂

    Wah cocok buat perawatan kulit yg kena panas matahari nggak nih? Maklum, baru liburan dari Pulau Dewata. Hehehe

  4. Samaaaa, saya juga kalau lagi mengerjakan pekerjaan rumah semacam ‘ngeburuh’ pasti ditemani dengan suara musik terkadang suara radio. Sambil dengeri penyiarnya ngoceh yang kadang bisa bikin mesem-mesem sendiri :D.

    1. Banget Mbak Ipeh. Pekerjaan ngeburuh butuh pengalihan perhatian biar selesai dengan baik. Kalau tidak ada pengalihan perhatian seperti musik maka bertumpuk-tumpuk tuh pekerjaannya 🙂

    1. Nonton drama Korea itu seperti dulu saya membaca buku cerita silat, Mbak Susi. Setiap mau habis episode nya menyisakan pertanyaan untuk episode berikutnya. Nggak sabar saja pengen tahu bagaimana kelanjutan kisahnya. Nah itu dia yang menghabiskan waktu berpanjang-panjang dari malam sampai subuh hehehe

  5. kalau soal musik, saya suka mbak, everyday musik, eh itu masih ada lagu yang saya tau kok mbak, jadi masih masuk generasinya mbak evi hehe, oh iya belum punya obat untuk luka bakar, sejauh ini masih pakai pasta gigi aja 😀

  6. Saya baru tau kalau Mbak Evi penggemar drakor. Untuk musik, saya juga suka Kitaro, Mbak ^_^

    Dan kayaknya saya juga harus punya nutrimoist. Kadang suka kecipratan minyak panas saat menggoreng. Kadang jadi bercak di kulit

  7. Mba aku juga suka banget sama musik Kitaro, biasanya aku pake buat musikalisasi puisi atau pementasan teater. dan kalau bicara tentang lua bakar, saya sering banget kalau lagi masak, kudu beli Nutrimoist ini neh.

  8. Aku juga suka Chrisye.. Mba Evi suka yang apa lagunya? 🙂
    Hihi ini mirip ibuku kalau masak sambilan nyetel musik. Tapi terakhir dia kapok pakai headset karena jatuh dan nyemplung ke kuah sup 😀

    Nutrimoist ini mirip Thrombo gel ya mba fungsinya. Belum pernah nyobain, tapi boleh juga ini ditambahin ke kotak obat karena aku dan ibuku juga suka sedia obat luka bakar dan air panas..

    1. Kalau Chrisye hampir semua lagu lagunya Aku suka Tina. Dari badai pasti berlalu sampai lagu terakhirnya diaransemen dengan suara yang serak Karena dia sudah sakit. Aku lupa judulnya tapi bukan lagu asli dia sih 🙂

Terima kasih sudah berkunjung. Apa kesan teman setelah membaca pos di atas?