Panduan Lengkap Wisata Aceh

Provinsi Aceh Darussalam (NAD) yang terletak diujung Barat Indonesia memiliki banyak destinasi yang memikat. Entah wisata alam, pantai, petualangan,  sejarah. kerajinan, maupun  atraksi budaya. Panduan Lengkap Wisata Aceh ini mengikuti yang tertera dalam Buku Pariwisata Nusantara yang dikeluarkan oleh Kementerian Pariwisata Indonesia. Cara terbaik menggunakan adalah dengan menandai lokasi-lokasi yang disebutkan di dalam Google Maps. Agar lebih  efisien. Jadi kalau berkunjung ke suatu tempat bisa sekalian mengeksplorasi destinasi yang saling berdekatan.

panduan lengkap wisata aceh 1
Masjid Raya Baiturrahman. Foto milik menatapaceh.com

A. Wisata Sejarah

Kabupaten Aceh telah melewati lorong sejarah yang panjang. Berikut beberapa peninggalan yang bisa dijadikan sebagai objek wisata.

1. Masjid Raya Baiturrahman.

Rakyat Aceh dikenal sebagai masyarakat religius. Dan Masjid Raya Baiturrahman sejak dulu digunakan sebagai fungsi peribadatan. Pada tahun 1873 Belanda menyerang Kota Banda Aceh masjid ini dibakar. Tentu saja perbuatan ini menimbulkan marahan yang sangat besar dari rakyat Aceh. Untuk meredam kemarahan tersebut pada tahun 1875 Belanda membangun kembali masjid ini. Awalnya masjid ini berkubah tunggal lalu diperas menjadi 3 kubah Pada tahun 1935. Terakhir diperluas lagi menjadi 5 kubah pada tahun 1959 sampai 1968.

Lokasi: Masjid Raya Baiturrahman terletak di lokasi strategis. Hanya sekitar 5 menit dari pusat Kota Banda Aceh.

2. Benteng Indra Patra.
Benteng Indra Patra disebut juga dengan nama Inong Balee. Dibangun oleh Laksamana Malahayati, pelatih militer kaum wanita Aceh dalam mempertahankan diri dari serangan Portugis.

Lokasi: letaknya sekitar 20 km dari kota Banda Aceh. Dekat dari pelabuhan Krueng Raya. Banda Aceh – Krueng Raya dapat ditempuh selama 40 menit dengan kendaraan umum.

3. Kerkhoft.

Kerkhof merupakan Kompleks kuburan serdadu Belanda yang gugur dalam peperangan melawan rakyat Aceh. Komplek makam berukuran 150 kali 200 meter ini dibangun pada tahun 1880. Terdapat lebih kurang 2.200 kuburan serdadu Belanda di sini. Mulai dari prajurit sampai Jendral. Seluruh nama-nama prajurit Belanda yang dimakamkan tercantum pada pintu gerbang dan pada batu nisan.

Lokasi: Kerkhoft terletak di Jalan Tengku Umar di samping Blang Padang Banda Aceh. Sekitar 5 menit dari pusat Kota menggunakan kendaraan bermotor.

4. Pendopo

Pendopo dibangun pemerintah Belanda tahun 1880 di atas tanah bekas Istana Kerajaan Aceh dan diperuntukan sebagai tempat tinggal Gubernur Belanda. Kini pendopo menjadi kediaman resmi Gubernur Provinsi Aceh. Di belakang pendopo terdapat Komplek budaya yang pada waktu-waktu tertentu  mengadakan pertunjukan teater dan tarian.

5. Monumen Seulawah

Monumen ini terbuat dari pesawat Seulawah. Ketika bangsa Indonesia membutuhkan pesawat terbang guna menembus blokade musuh karena hampir semua wilayah dikuasai Belanda. Para pengusaha mengambil inisiatif mengumpulkan dana dari berbagai lapisan masyarakat untuk membeli pesawat. Untuk mengenang jasa rakyat Aceh,  pemerintah membangun kembali sebuah duplikat pesawat RI-001 Seulawah yang ditempatkan di pusat Kota Banda Aceh.

6. Masjid Tua Indrapuri

Masjid tua Indrapuri dibangun di atas sebuah candi Hindu pada masa kerajaan indrapuri. Pada masa kejayaan Kerajaan Aceh Darussalam, masjid Indrapuri menjadi pusat dakwah, pendidikan, politik, ekonomi dan sosial kemasyarakatan. Masjid ini juga dikenal dengan sebutan Benteng Indrapuri karena bangunan berundak dan berdinding tembok.

Lokasi : masjid tua indrapuri bisa ditempuh sekitar 30 menit dengan kendaraan bermotor dari Banda Aceh.

7.Gunongan

Gunungan adalah sebuah bangunan peninggalan Sultan Iskandar Muda tahun (1608 – 16360  untuk permaisurinya Putri Phank. Konon Sang Putri sering bermuram durja merindukan kampung halamannya. Pahang memang dikelilingi pegunungan yang tentunya tidak ada di sekitar Istana Sang Sultan. Karena itulah Sultan Iskandar Muda membangun gunung buatan sebagai tempat bermain Putri Phang.

Gunongan Putri Phang
Gunongan Putri Phang. Foto acehplanet.com

B. Atraksi Budaya

Kalau ke Aceh jangan lewati beberapa atraksi budaya mereka yang kaya. Berikut adalah beberapa atraksi budaya yang bisa dinikmati selama berada di Provinsi Aceh:

1. Tari saman.

Tarian Saman berasal dari Suku Gayo. Biasanya ditampilkan untuk merayakan peristiwa-peristiwa penting dalam adat. Syair dalam tarian menggunakan bahasa Arab bercampur bahasa Gayo. Tidak menggunakan iringan alat musik melainkan menggunakan suara dari para penari dan tepuk tangan mereka. Tarian Saman mencerminkan pendidikan keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan. Dimainkan oleh belasan atau puluhan laki-laki yang jumlahnya ganjil.

2. Tari Seudati.

Tari Seudati berasal dari kata syahadat yang berarti sakti atau pengakuan “Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad Utusan Allah”. Tari Seudati termasuk tribal war dance atau tari perang. Syairnya selalu membangkitkan semangat Pemuda Aceh untuk bangkit melawan penjajah. Ciri khas tarian ini heroik, kegembiraan dan kebersamaan.

3. Tari Rateb Meuseukat.

Tari Rateb Meuseukat dikenal juga sebagai Tarian Saman. Penarinya para wanita. Dan inilah yang membedakannya dari Tarian Saman yang dilakukan oleh kaum laki-laki. Tarian ini menggunakan alat musik yang disebut Rapa’i dan Gendang Didong.

Inilah Kesenian Aceh yang dimulai sejak zaman Reje VIII. Para seniman didong dikenal dengan sebutan Ceh. Di dalam kesenian ini ada nilai-nilai religius, keindahan, dan kebersamaan. Peralatan yang dipergunakan yaitu bantal dan tepukan tangan pemainnya. Biasanya dipentaskan di tempat terbuka yang kadang dilengkapi dengan tenda.

tari saman
Tari Saman. Foto Tribunnews.com

C. Wisata Museum di Aceh

Propinsi Aceh Darussalam memiliki banyak koleksi museum. Beberapa diantaranya adalah:

1. Museum Negeri Aceh

Dalam Museum Negeri Aceh terdapat berbagai  barang- barang  koleksi kuno seperti keramik, persenjataan, dan benda-benda budaya lainnya. Ada pakaian adat, perhiasan, kaligrafi, dan alat-alat rumah tangga. Koleksi yang paling menarik adalah sebuah lonceng besar yang diberi nama “Lonceng Cakra Donya”. Lonceng Ini hadiah Maharaja Cina untuk kerajaan Pasai yang diantar oleh Laksamana Cheng Ho pada tahun 1414. Ini merupakan suatu bukti bahwa kejayaan kerajaan Aceh pada masa lalu dan baiknya hubungan diplomatik antara kedua negara yang sama-sama makmur.

Lokasi: museum negeri Aceh terletak di jalan Sultan alaidin mahmudsyah. Dari pusat Kota bisa menggunakan berbagai kendaraan umum.

2. Museum Cut Nyak Dien

Museum Cut Nyak Dien merupakan replika rumah pejuang wanita Aceh ini dengan arsitektur khas Aceh. Di dalam Museum terdapat benda-benda bersejarah peninggalan Cut Nyak Dien dan suaminya Teuku Umar.

4. Museum Ali Hasjmy

Museum Ali hasjmy memajang koleksi milik mantan Gubernur Aceh Ali Hasjmy. Koleksinya di antaranya adalah kitab- kitab karya para ulama besar Aceh tempo dulu, senjata khas Aceh dan cendramata dari berbagai pelosok dunia.

D. Objek wisata alam

1. Danau Laut Tawar

Danau Laut Tawar memiliki panjang 20 KM dan lebar 5 km serta kedalaman 50 meter. Danau dikelilingi perbukitan yang memiliki lereng sangat curam dan juga sebuah gunung berapi Burni Telong dengan ketinggian 2500 meter. Disebut Danau Laut Tawar Karena luasnya seperti lautan tetapi airnya tawar tidak asin seperti air laut.

Lokasi: tujukan kendaraan anak ke arah Takengon dan bisa ditempuh melalui kota Bireuen.
dengan mobil Elf sekitar 5 jam perjalanan.

2. Danau Aneuk Laot ( Anak Laut)

Danau Aneuk Laot juga termasuk danau yang luas, mencapai 37,3 hektar. Di dekat Danau terdapat sebuah bukit yang dari puncaknya kita dapat melihat pelabuhan dan Teluk Sabang. Danau ini menjadi sumber kebutuhan air tawar masyarakat sekitar.

Lokasi: berada di tengah kota Sabang. Bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi maupun umum.

3. Air Terjun Suhom

Air Terjun Suhom berada di tengah-tengah pemandangan alam. Di sekitar sini banyak pohon durian. Jadi pas datang pas musim durian pengunjuga dapat  menikmati buah durian yang banyak dijual di sekitar lokasi air terjun.  Di lokasi  Air Terjun Suhom juga tersedia lahan untuk camping.

Lokasi: sekitar 1 jam perjalanan dengan kendaraan pribadi atau umum dari Kota Banda Aceh.

4. Sungai Alas

Sungai Alas banyak digunakan wisatawan untuk kegiatan olahraga arung jeram. Penggemar olahraga arung jeram dapat mencoba keganasan Sungai alas yang mengalir menuju Kabupaten Aceh Selatan sambil menikmati panorama keindahan alam hutan tropis Aceh dan perkampungan rakyat tradisional.

Lokasi: terletak sekitar 165 KM arah Tenggara kota Takengon.

5. Air terjun 7 tingkat

Air terjun 7 Tingkat dinamakan demikian karena sesuai dengan jumlah tingkatan yang ada pada air terjun ini yaitu 7 tingkat.

lokasi: terletak di desa Selamat Kecamatan tenggulun Kabupaten Aceh Tamiang. Jaraknya sekitar 60 km dari ibukota kabupaten. Bisa ditempuh dengan kendaraan bermotor.

Danau Laut Tawar
Danau Laut Tawar. Foto tempatwisata.id.com

E. Wisata Pantai

Mau menengok dan menjambangi pantai-pantai yang eksotis di Aceh? Ini daftarnya :

1. Pantai Lhoknga

Sepanjang garis pantai berpasir putih. Di tepinya kita bisa menemukan beragam Karang Putih dan keong. Ombak Pantai Lhoknga stabil dengan ketinggian rata-rata 3 meter dan menjadi tempat ideal untuk berselancar. Jika ingin berenang harus memperhatikan rambu-rambu yang dipasang karena di beberapa titik terdapat pusaran arus yang kencang.

Lokasi: dari Banda Aceh ke lokasi bisa ditempuh dengan kendaraan umum sejauh 22 KM dengan waktu tempuh sekitar 40 menit.

2. Pantai Sumur Tiga

Pantai sumur tiga berpanorama indah dan pengunjungnya tidak terlalu ramai sehingga nyaman untuk berjemur di pantai. Lokasinya juga mudah dijangkau dari pusat Kota Sabang. Bagi yang hobi snorkeling Tidak ada salahnya mencoba keindahan bawah laut pantai sumur tiga ini.

Lokasi: bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua atau empat. jaraknya sekitar 30 menit dari Kota Sabang.

3. Pantai Kasih

Pantai Kasih berpasir putih menjadi tempat favorit para wisatawan baik mancanegara maupun wisatawan lokal. Lokasinya tidak jauh dari pusat Kota. Masyarakat setempat banyak menghabiskan waktu sore mereka untuk berjalan-jalan dan menikmati semilir angin di pantai ini sambil menunggu Sunset.

Lokasi: dari Kota Sabang sekitar 5 menit dengan kendaraan roda dua atau roda empat.

4. Pantai Lampuuk

Pantai Lampuuk paling terkenal di Aceh. Berpasir putih dan hanya 15 km dari Banda Aceh. Membuatnya menjadi pantai paling favorit bagi wisatawan dan penduduk Aceh. Pantai ini sangat ideal untuk berenang, berjemur di pasir putih, memancing, berlayar, menyelam, dan kegiatan rekreasi lainnya. Kawasan Pantai Lampuuk ini juga memiliki Padang Golf Seulawah.

Lokasi: dari Banda Aceh Pantai Lampuuk bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi, taksi dan kendaraan umum lainnya.

5. Taman Wisata Alam Laut Pulau Weh Sabang.

Pulau Weh bukanlah salah satu dari lokasi segitiga terumbu karang dunia. Namun keindahan bawah lautnya boleh dikata setara dengan destinasi-destinasi Islam dunia lainnya. Di atas kawasan seluas 2600 hektar, meliputi hutan dan laut. Wisatawan bisa berselancar, naik sampan, berenang, memancing, ataupun menyelam menikmati alam bawah air dengan kearah keanekaragaman terumbu karang, serta ikan ikan Karang. Tersedia fasilitas mushola, shelter, MCK, rumah jaga, menara pengintai, Jalan Setapak, taman dan instalasi listrik.

Lokasi: pulau Weh dapat ditempuh dalam waktu 1 jam dari pelabuhan Ulee Lheu di Banda Aceh. Lokasi dilayani dengan menggunakan Ferry dua kali dalam sehari.

6. Pantai Ujong Batee

Selain Pantai Ujong Batee indah, kawasan ini memiliki sebuah restoran yang cukup megah yang menyajikan makanan khas Aceh. Apalagi penggemar kepiting,  nikmati sensasi makan kepiting besar, udang windu, dan berbagai hasil laut lainnya. Pantainya ditumbuhi pohon cemara yang tebal sehingga  pantai jadi teduh. Ujong Batee dalam bahasa Aceh berapi Ujung Batu. Nama ini diberikan karena dari pantai kita dapat langsung melihat pulau Sabang yang terletak di seberang.

Lokasi: pantai Ujong bate terletak sekitar 17 km arah timur Banda Aceh. Jadi tidak jauh dari Kota Banda Aceh. Dapat ditempuh 20 menit bila dilalui kendaraan pribadi atau kendaraan umum jurusan Banda Aceh – Krueng Raya.

F. Wisata Gunung.

Aceh memiliki koleksi banyak gunung gunung tinggi yang sudah terkenal di kalangan para pendaki. Berikut list wisata Gunung untuk mereka yang senang mendaki:

1. Gunung Leuser

Gunung Leuser berada di ketinggian 3404 meter dan berada di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser. Selain mengadakan pendakian di sini wisatawan dapat menikmati hutan tropis yang masih perawan, daratan tinggi yang lebat, hutan lumut, padang bunga liar yang luas, harimau, rusa, burung, dan primata.

Lokasi: Gunung Leuser berada di Aceh Tenggara. Bisa ditempuh dengan kendaraan roda empat dari Kutacane ke Gurah atau Ketambe sekitar 35 KM dengan waktu tempuh 30 menit.

2. Gunung kemiri

Gunung Kemiri merupakan puncak tertinggi kedua di Taman Nasional Gunung Leuser,  sekitar 3314 meter. Perjalanan ke puncaknya memerlukan waktu 5 hingga 6 hari. Selama trekking di jalur ini anda dapat menyaksikan hewan-hewan seperti orangutan, siamang dan gibon.

3. Gunung Perkinson

Gunung Perkinson berada di sisi Timur taman nasional. Trekking hingga ke puncak gunung setinggi 2828 meter ini memerlukan waktu 7 hari. Dalam perjalanan ke puncak kita dapat menemui bunga rafflesia pada ketinggian 1200 m dan juga hutan lumut.

4. Gunung Simpali

Gunung Simpali  memiliki ketinggian 3270 m dan perjalanan hingga ke puncak memerlukan waktu 1 minggu. Dimulai dari Desa Angkrang kemudian menyusuri lembah Sungai Lawe Mamas. Di kawasan ini hidup hewan langka badak

lokasi: bisa ditempuh dengan kendaraan bermotor dari Kutacane – gunung simpali sekitar 15 km.

Taman Nasional Leuser mendadak jadi sorotan dunia kerena kehadiran Lenonardo DiCaprio
Taman Nasional Leuser mendadak jadi sorotan dunia kerena kehadiran Lenonardo DiCaprio

G. Wisata Petualangan

Aceh mempunyai banyak koleksi wisata petualangan :

1. Arung jeram di Sungai Alas

Penggemar olahraga arung jeram dapat mencoba keganasan Sungai Alas yang mengalir menuju Kabupaten Aceh Selatan. Sambil menikmati panorama alam hutan tropis Aceh dan perkampungan rakyat tradisional. Perjalanan menyusuri sungai dengan menggunakan perahu karet dapat dimulai dari Muarasitulan di Kutacane hingga ke Gelombang. Bagi mereka yang sudah profesional dibidang arung jeram dapat mengambil jarak tempuh yang lebih panjang yaitu dimulai dari Angusan di dekat Blangkejeren.

Lokasi: salah satu akses menuju taman nasional melalui Gurah yang terletak di tengah Lembah Alas.

2. Gua loyang Koro

Gua Loyang Koro terletak di kaki Gunung Birahpanyang, sekitar 15 meter dari bibir pantai. Di dalam gua terdapat staglatit dan menjadi kediaman hewan kelelawar. Wisatawan perlu membawa alat penerangan seperti senter jika ingin masuk ke dalam gua.

lokasi: berada sekitar 6 km dari Takengon. Dapat ditempuh dengan kendaraan umum labi-labi dari Takengon ini.

3. Gua loyang Putri pukes

Di dalam goa Loyang Putri Pukes terdapat sebuah batu yang menurut legenda dulunya seorang wanita bernama Putri Pukes. Iya merubah menjadi batu karena kawin dengan pria asing dan tidak mau menuruti perintah ibunya. sayangnya erosi telah membuat bentuk batu itu berubah.

Lokasi: Terletak tidak jauh dari gua loyang Koro.

H. Wisata Budaya

1. Rumah Aceh

Rumah tradisional suku Aceh dinamakan Rumoh Aceh. Ciri khas nya adalah bentuk ukiran ornamen Aceh. Rumah adat ini bertipe rumah panggung dengan 3 bagian utama dan 1 bagian tambahan.

lokasi: berada di sebelah museum Aceh. Dari pusat Kota bisa menggunakan berbagai kendaraan umum yang tersedia.

I. Wisata Kerajinan

Kalau ke Aceh jangan lupa membeli oleh-oleh berupa kerajinan rakyat.

1. Sentra Pengrajin Rencong

Rencong merupakan senjata tradisional masyarakat Aceh. Bahan baku utama pembuatan Rencong adalah besi putih, Kuningan, dan tanduk kerbau. Rencong tidak hanya digunakan kaum lelaki tetapi juga oleh kaum wanita. Sentra pengrajin rencong terdapat di tiga desa yaitu Desa Bset Masjid, Desa Meuseugoe, Desa Baet Lampu Ot.

Lokasi: dari Banda Aceh ke lokasi bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua atau empat sekitar 45 menit.

2. Kerajinan masyarakat Gayo di Kota Takengon.

Masyarakat Gayo terkenal dengan kerajinan Karawangnya. Motif kerawang gayo bervariasi. Setiap motif memiliki nama dan makna. Berbagai kebutuhan rumah tangga hingga asesoris dibuat dengan motif Kerawang Gayo antara lain pakaian, seprai tas, dan payung.

3. pasar Lambaro

Pasar Lambaro merupakan pasar tradisional terkenal di Aceh terutama pasca tsunami 2004. Nuansa pasar masih tradisional menjadi salah satu keistimewaan. Ingin mencari kuliner tradisional Aceh disinilah tempatnya.

Lokasi: berada di Desa Lambaro, Kecamatan Blang Bintang, Kabupaten Aceh Besar.

J. Wisata Taman Nasional

Wisata Taman Nasional Gunung Leuser sangat lengkap. Tak ada hutan di Indonesia selengkap di Taman Nasional Gunung Leuser ini. Kawasan yang meliputi hutan, laut, sungai, danau, sumber air panas, lembah, dan air terjun.

Ada 6 lokasi utama meliputi Bohorok atau Bukit Lawang yang terkenal sebagai kawasan konservasi orangutan. Kluet yang terkenal dengan wisata Gua dan wisata bersampan di danau dan sungai. Sungai Alas yang sering digunakan sebagai lokasi wisata olahraga arung jeram. Leuser juga tempat ideal untuk berkemah dan pengamatan satwa serta wisata Gua. Untuk observasi flora dan fauna, Gurah menjadi tempat terbaik lantaran memiliki beragam tumbuhan dan satwa yang unik dan langka.

Lokasi: dari Kutacane- Gurah/ Ketambe berjarak sekitar 35 km, atau sekitar 30 menit dengan kendaraan bermotor.

Demikian Panduan lengkap Wisata Aceh. semoga teman-teman yang mencari informasi tentang wisata Aceh bisa terbantu.

Terima kasih

34 thoughts on “Panduan Lengkap Wisata Aceh

    1. Mas Inggit, setelah menulis ini baru saya menyadari betapa eksotisnya Aceh. mudah-mudahan suatu saat saya juga sampai ke pulau Weh:)

    1. Artinya masih banyak tempat-tempat lain yang menunggu ya Mbak Muna. Memang pengen suatu hari jalan-jalan di Aceh ditemani orang Aceh asli. rasanya pasti beda tidak sekedar jadi turis

  1. Aceh itu ibarat gadis cantik yang kita susah mendapatkan hatinya. Tapi saat kita sudah dapat, kita yang susah lepas darinya. hehehehe… 😀
    Ga cukup 2000 kata buat jelasinnya.

    1. Dan kalau berhasil sampai ke Km 0 yang ada di Pulau Rondo hasilnya juga pasti memuaskan. Kesannya pasti lebih daripada tempat wisata yang gampang didatangi 🙂

  2. Aaahhhh Banyak sekali ternyata obyek wisata di Aceh
    Saya ke Banda Aceh baru sekali.
    duluuuuuu sekali … sekitar tahun 1992-1993 an … sebelum terjadi Tsunami

    Terima kasih infonya Bu Evi

    Salam saya

    1. setelah tsunami pasti banyak yang berubah di Aceh, ya Om. Aku pengen mengeksplorasi wisata kulinernya. Pasti banyak makanan enak yang asalnya dari laut di sini

    1. untuk catatan bagi yang membutuhkan Mbak Eka. Soalnya ada kata kunci dari Google tentang Aceh yang masuk ke blog ini. kasihan yang sudah capek-capek ngeklik ke sini tidak menemukan informasi yang mereka butuhkan 🙂

  3. Kak Evi, bisa bikin buku. Sudah banyak pengalamannya.

    Mohon maaf lahir batin ya, Kak Evi. Semoga puasa tahun ini mendatangkan berkah yang banyak 🙂

  4. Mbak ada info yang kurang tepa.boleh tahu mbak.kutip di mana?
    Benteng indra patra bukan di buat atau di bikin pada masa laksamana keumalahayati melainkan jauh sebelum beliau lahir. Makanya namanya.berbau hindu ada tiga indra di aceh. Indrapatra, indrapuri dan indrapurwa. Tiga2nya ada bukti bekas candi atau tempat pertahanan.

    Selanjutnya loyang koro.. Itu bukan terletak di pinggir pantai. Melainkan di pinggir danau laut tawar di sisi lain dari loyang pukes..

    Maaf klo tidak.berkenan. hanya meluruskan kurang2 saja mbak

    1. Alhamdulillah. Terima kasih atas koreksinya Kak Yudi. Tulisan ini saya kutip dari buku panduan pariwisata Indonesia oleh kementerian pariwisata 🙂

  5. Aceeeehhh. Sudah sejak 2012 aku merindukan Aceh gegara temen sekamar satu kos adalah orang Aceh. Yg pengen kukunjungi pertama kali adalah lokasi dimana terjadi tsunami. pengen angkat cerita dari masyarakat sekitarnya ttg kejadian tsunami. Doakan yaa! hehe

    1. Amin. Saya doakan agar segera berangkat ke Aceh, Mas Hanif. Negeri elok yang penuh dengan unsur budaya ini perlu kita eksplorasi 🙂

    1. Iya Aceh memang keren. Banyak yang bisa dilihat kalau kita jalan-jalan ke sana. Dan Aceh selalu menunggu wisatawan untuk mengeksplorasi apa yang mereka tawarkan 🙂

  6. Aceh itu kalau dibuat daftar wisatanya lengkap pasti panjangnya banget, dulu setahun di sana juga masih terasa kurang untuk berkeliling, hanya saat libur saja memang sih bisa keluar dari tempat kerja. Tapi ya,,,,rasanya kalau masih ada kesempatan ingin berkunjung lagi…

    1. Rasanya kalau mau dieksplorasi semua 1 tahun juga tidak cukup Mas. Alamnya, budayanya, keseniannya, dan orang-orangnya adalah objek yang sangat menarik untuk dia mati

Terima kasih sudah berkunjung. Apa kesan teman setelah membaca pos di atas?