(Review) Menginap Asyik di Derawan Fisheries Cottages

derawan fisheries
Barisan Derawan Fisheries Cottages menghadap laut

Hari sudah sore saat saya muncul di Derawan Fisheries Cottages. Kelelahan karena sudah sejak pagi meninggalkan penginapan di Berau langsung terbayar  oleh komposisi manis yang terhampar di depan mata. Antara deretan bangunan kayu yang berdiri di dalam laut, air bening di bawahnya, ikan-ikan sori dan teri yang berenang damai, dan semburat senja di atas langit menimbulkan ledakan bahagia di dada.   Iya malam ini bersama dengan  27 teman-teman yang terdiri dari fotografer, blogger dan penggiat sosial media, selama enam hari ke depan akan menjadikan tempat ini sebagai rumah.  Kami berada di sini dalam rangka perjalanan bertema Meet and Trip Derawan Fisheries 05  yang diadakan oleh @derawanfisheries dan @indonesia_paradise (akun IG mereka). Kami akan dibawa mengeksplorasi beragam destinasi unik wisata Derawan  baik yang di bawah air maupun di daratan.

Cafe untuk menikmati sarapan atau makan malam berteman bintang
Cafe untuk menikmati sarapan atau makan malam berteman bintang

Rumah kayu berkonstruksi ramah lingkungan dengan tonggak-tonggak menancap di dalam laut itu tampak begitu serasi dengan lingkungannya. Kala riak air laut membentur kakinya, karena jernihnya, refleksi yang terbaca seolah bangunan sedang bergoyang. Saya melintasi jalan atau jembatan kayu sambil membayangkan foto-foto prewedding. Iya spot di sini cocok untuk keperluan tersebut. Apa lagi sepanjang hari, air bening bernuansa hijau tosca siap menghibur mata, dan pasti tampak bagus sekali sebagai background. Dikawani ikan-ikan sori menari bersama ikan teri di bawah. Lalu penyu raksasa ikut masuk frame saat ia lewat dengan lambaian sayap pendeknya dengan lembut seolah mengundang siapa saja yang melihatnya mendekat dan memberi salam.

View derawan fisheries di depan kamar saya
View di depan kamar saya
Setiap pagi melihat kehangatan seperti ini
Setiap pagi melihat kehangatan seperti ini

Sunset View Point

Kedatangan kami disambut oleh tarian daerah yang dibawakan oleh anak-anak derawan. Kegembiraan pun sontak memenuhi udara. Teman-teman ikut turun bergoyang mengikuti irama musik tradisional pengiringnya. Tapi tidak lama, setelah dua tarian usai  semua bergegas menuju sunset point,  semacam panggung menghadap laut lepas yang terletak paling ujung dari deretan resort ini khusus untuk menonton matahari terbenam.

Seiring senja yang memerah seluruh camera mulai beraksi. Di tempat ini kamu boleh melamun mengiring kedatangan malam sebab tersedia sebuah sofa besar untuk keperluan tersebut. Kamu boleh melamun sambil menghirup secangkir kopi, menatap, menghayati, bahkan memikirkan masa depan. You know why? Karena tempat-tempat indah seperti ini merangsang otak kanan kita bekerja lebih kencang. Makanya puisi-puisi pun lebih mudah lahir bila seseorang berkawan dengan alam yang relatif masih lestari.

sunset view point 2

Selamat datang di sunset view point
Selamat datang di sunset view point
Sunset yang bisa bikin kamu termenyek-menyek
Sunset yang bisa bikin kamu termenyek-menyek
Jalan yang membawa kita ke sunset view point
Jalan yang membawa kita ke sunset view point

Tidur

Selama di Derawan, umumnya wisatawan akan lebih banyak di luar. Mereka akan menjelajahi pulau-pulau sekitar dan bawah lautnya. Jadi yang penting tentang penginapan adalah tempatnya bersih dengan kamar ber-AC. Maklum lokasi dikelilingi laut, suhu lebih hangat, jadi kita benar-benar butuh kesejukan saat beristirahat dan mengumpulkan tenaga untuk aktivitas keesokannya.

Ruangan yang saya tempati berlantai kayu dengan karpet dipermukaannya. Kebetulan kamar tersebut tidak mempunyai balkon ke belakang. Teman-teman di sebelah yang mempunyainya bisa melihat sunset dari sini. Atau duduk sambil membaca berteman aktivitas penduduk lokal dari kejauahan. Tapi tidak mengapa juga karena pemandangan ke laut di depan sudah lebih dari cukup. Hanya untuk saya yang terbiasa tidur di kasur lebih keras, kasur busa Derawan Fisheries Cottages terlalu empuk sehingga saya perlu menyesuaikan diri sedikit saat berbaring. Kamar mandi berlapis ubin dengan sebuah bak plastik hitam akan melengkapi mandimu usai bermain air laut.

Kamar yang saya tempati di Derawan Fisheries Cottages
Kamar yang saya tempati di Derawan Fisheries Cottages
Tempat tidur
Tempat tidur

Eksplorasi Area Sekitar Derawan Fisheries Cottages

Bagi teman-teman yang senang eksplorasi tentang budaya atau ingin melihat lebih dekat kehidupan sehari-hari penduduk Pulau Derawan, saya menyarankan memilih menginap di Derawan Fisheries. Berjalan lah beberapa meter ke luar kita  sudah bertemu jalan utama. Selain dapat mengamati bentuk rumah, berderet warung, toko oleh-oleh,  dan tempat makan,  dengan mudah kita akan bercengkerama dengan masyarakat lokal. Mereka ramah dan terbuka. Boleh tanyakan tentang apa saja, sepanjang bisa mereka akan menjawab keinginantahuan kita. Pertama kali di sini saya tahu tentang Kulabutan yakni cumi besar yang bisa disantap penduduk dengan cara digoreng atau di gulai. Begitu pun tentang Kima-Kima, kerang besar yang hidup di laut dalam Derawatan, saya melihat bentuk keringnya. Kima-kima ini ternyata makanan mahal. Bayangkan saja harga perkilo bisa mencapai Rp.250.000.

Kulabutan kering dan dan segar
Kulabutan kering dan dan segar
Memuaskan diri menikmati sunrise di sini
Memuaskan diri menikmati sunrise di sini

Yang menarik adalah selain bisa melihat sunset, di Kepulauan Derawan ini kita bisa melihat sunrise sekaligus. Berjalan saja ke bagian lain dari pantai Derawan Fisheries, tak lama kok, paling hanya sekitar 15 menit, maka puas-puskan lah diri melihat bagaimana sinar keemasan memecah langit pagi.

Oh iya Derawan Fisheries juga menyediakan paket tour lengkap. Untuk harga dan kondisi silah kontak IG  mereka @derawanfisheries atau  nomor telepon di bawah :

Harry Gunawan (Owner)

Water Cottages & Tour Operator

Mobile:  0813 51319338

Email: [email protected]

84 thoughts on “(Review) Menginap Asyik di Derawan Fisheries Cottages

  1. Indah sekali Derawan ya. Sepertinya perlu kesana sambil membawa buku notes, karena otak kanan akan bekerja maksimal, siapa tahu puisi-puisi hebat akan tercinta disana. Nice post seperti biasa dari Bu Evi.

  2. Bagus banget, Bu Evi. Nampak sangat menenangkan di sana. Semoga suatu hari bisa ngobrol-ngobrol sama penduduk di sana sambil ngopi atau ngeteh di atas dek.

  3. Tambah sakaw laut setelah baca review cottages ini. Rasanya pingin loncat dari dermaga trus berenang imut di sana. Tempat tidurnya juga bersih, duhh mesti buruan cari travelmate biar sekamar nih hahaha.

    1. Ayo segera cari travelmate nya, Halim. Terus berenang-renang cantik tiap pagi di depan Cottage dengan penyu raksasa nya. Hati-hati dengan bulu babi ya

  4. Derawan dan labuan cermin destinasi impian saya. Saat ini saya cukup berandai-andai dulu…siapa tau nanti akan bermalam di Derawan Fisheries juga 🙂

  5. Luar biasa kinerja Uni Evi. Indahnya derawan, semoga ekosistem alaminya terjaga ya Uni. Selamat terus berkarya melalui postingan memikat ini ya Uni Evi

  6. Sunset dermaga laut awww keren banget. Kulabutan,melihat fotonya mba Evi aja saya ternganga segede itu bisa disantap? Apalagi melihat & mencicip langsung ya 😀

    1. Sebelum disantap atau dimasak Kulabutan bisa dipotong-potong dulu, Mbak Roe. Kalau sudah dipotong-potong ya tampilannya seperti cumi atau daging ikan biasa lah

  7. Aaaakk..makin pengen lah aku ke derawan Uni baca postingan ini. Langsung kengimpi2 leyeh2 disini smabil menikmati sunset. Ngintip rate kamar n paket wisatanya ah

  8. Aaaakk makin pengen lah ke derawan abis baca postingan uni. Langsung kebayang leyeh2 sidepan kamar hotel sambil menikmati sunset. Ngintip rate kamar n paket wisatanya ah

    1. Ayo direncanakan dari sekarang Mbak Muna. Telepon saja Mas Harry Gunawan Yang nomornya ada di bawah. Paketnya cukup terjangkau kok 🙂

    1. Malam hari di sini Yang jelas lebih romantis, Koh. Apalagi kalau berduaan dengan si doi wkwkwk… pasti bakalan malas pulang deh

  9. Tante… Suka.. Eh aku ga kepikiran lho motret dalem kamarnya, hehehe abis kamar sebelumnya kita berantakin isinya koper ransel hahaha..

    1. Memang suka lupa. Ini kemarin gara-gara sudah dari awal niat aja mau ngereview makanya tak foto duluan sebelum diberantakin, Mbak Dyah

    1. Tidak pernah ketemu nyamuk satupun selama aku menginap di sini, Mbak Lusi. Sampai-sampai aku lupa bahwa malam dan alam terbuka biasanya identik dengan nyamuk

  10. aduuh, pusing aku lihatnya ini cakep banget view nya tapi sepadanlah sama usaha buat kesini ya mbak, Enak buat honeymoon, Derawan jauh dan mahal klo gak diongkosin calon suami, cari pacar pangeran brunei dulu aku mbak hehehe

    1. Iya kepulauan Derawan dan sekitarnya cucok banget untuk honeymoon. Dan usaha ke sini memang relatif agak susah, menyambung transportasi beberapa kali. Paling hemat kalau jalan berombongan dengan share cost. Ikut paket Derawan fisheries aja Mbak lebih murah dan akan dijemput di airport Kalimarau

  11. Aaaakkkkkkk….mau nongkrong cantik menikmati sunset sunrise terus bikin puisi menyek2. Dijamin postingan pasti sepenuh hati dan perlu dihayati. Hahaha.

    Semoga bisa ke sana. Doain ya, Mbak Viiiii 🙂

    1. Iya kalau mau dari pintu kamar bisa langsung nyebur ke bawah dan berenang bersama penyu raksasa yang sedang mencari makanan.

      Dari Jakarta kita akan naik pesawat menuju Balikpapan atau Tarakan selanjutnya akan diteruskan ke Berau. Kalau ikut paket bersama Derawan fisheries para tamu akan dijemput di airport kalimarau Berau

  12. Wulala,,, derawan, Derawan,,, indah banget ya mbak Evi pastinya.
    Apalagi begitu datang, sudah ada yang menyambut dengan tarian – tarian dari anak – anak Derawan,,, Pengalaman yang sungguh tak terlupakan,,,
    Keren banget dah derawan ini,,, nabung dulu buat bisa kesana… hehehe

  13. Selalu mupeng kalo ngeliat postingan ttg Derawan dan sekitarnya. Gegaranya dulu pas masih tinggam di Tarakan, diajakin ke sana nggak mau. Parno naik speedboat siiih >.<

    1. Kalau kamu naik dari Tarakan naik dari Berau saja Mbak. Tapi kalau berwisata di Derawan memang mostly naik perahu sih. Kan jelajah pulau

  14. menginap di cottage seperti ini, membuka pintu langsung laut, serasa di mimpi ya. kapaaaan saya bisa ikut nyobain 🙁

    1. Kalau mereka bikin lomba lagi untuk menjaring peserta trip ayo ikutan mas Jar. Saya tidak menyangka juga terpilih sebagai salah satu peserta yang dibayari

Terima kasih sudah berkunjung. Apa kesan teman setelah membaca pos di atas?