Kelapa Muda ala Jonker Walk – Melaka

menikmati kelapa muda ala jonker walk
Sedang menguliti buah kelapa muda

Kelapa Muda ala Jonker Walk ~ Travelog Indonesia | Menikmati kelapa muda – apa lagi kalau di beri es – selagi hari panas salah satu favorit saya. Menghentikan haus seketika, segar di tenggorokan, dan langsung menambah tenaga. Saya tak sendiri. Coconut water juga bukan melulu kesukaan rakyat Indonesia. Terlepas dari penelitian ilmiah bahwa air kelapa mengandung cytokinin yang dipercaya sebagai bahan anti penuaan, hampir semua negara tropis menjadikan kelapa muda sebagai minuman alami. Di tambah lagi bahwa ia mengandung zat anti kanker, sumber electrolit alami yang steril,  kalium, khlor, serta klorin yang tinggi membuat cairan bening ini tak hanya digunakan sebagai penghilang dahaga tapi juga dijadikan minuman kesehatan. Sampai-sampai Madonna mau berinvestasi sebanyak US$1,5 juta untuk sebuah perusahaan yang memproduksi air kelapa. Madonna yang selalu tampak awet muda itu rupanya tergila-gila minum air kelapa.

menikmati kelapa muda ala jonker walk
Jonker Walk yang sibuk

Suatu hari yang panas dan sibuk di Jonker Walk Melaka, saya melangkah perlahan di sela ratusan wisatawan, mencari sesuatu dari keanggunan  masa lalu tempat ini. Atraksi istimewanya aura pecinan yang kental. Gedung tua bersanding dengan toko sovenir, warung makan, dan konter jajanan. Karena saat itu hari libur nasional Malaysia bisa dimaklumi bila pengunjung begitu padat. Ada yang belanja  ada pula  yang sekedar hilir-mudik menikmati suasana.  Dan tak sedikit pula berkerumum menonton atraksi para pedagang untuk menggaet pembeli.

Sejujurnya saya agak bingung tergencet di keramain tersebut. Mana udara sangat panas. Niat datang ke tempat ini untuk memperhatikan berbagai gedung bersejarah yang telah membuat kota Melaka berdenyut sejak abad 17. Namun salah siapa datang ke sini di puncak keramaina, hari raya, ketika seluruh penduduk Malaysia juga turis manca negara tumplek di sini?  Dan saya menarik napas. Melihat hanya sisi positif dari perjalanan ini. Dengan sehelai Travel Magic Towel yang selalu tersedia di ransel sayapun menghapus peluh yang bercucuran. Jadi lumayan segar.

Pecinan Melaka yang ramai nian
Pecinan Melaka yang ramai nian

Karena hampir tak mungkin menikmati gedung-gedung bersejarah di sepanjang Jalan Hang Jebat (Jongker Walk) dengan tenang  saya pun berkompromi. ” Ini liburan Sis, ngapain juga bersungut-sungut? “ Jadi ikut saja menikmati berbagai atraksi yang disuguhkan para pedagang. Salah satu yang menarik adalah atraksi penjual kelapa muda. Gaya mereka sedikit berbeda dari penjual es kelapa muda di Indonesia.

Menonton aksi pedagang kelapa muda
Menonton aksi pedagang kelapa muda

Di Indonesia sobat JEI menikmati kelapa muda dengan dua cara, bukan?  Cara pertama, tiap ujung dari buah kelapa muda yang bersabut di iris sampai mendekati tempurung. Kemudian ujung yang paling lancip di pangkas sampai ke batok membentuk segi emapat. Dari batok yang terbuka itu  air kelapa muda dinikmati lewat sebilah pipet plastik. Kalau sudah habis baru daging kelapanya dikerok dengan sendok dan di makan. Cara kedua adalah menuangkan air kelapa muda ke dalam gelas bersama daging kelapa yang sudah dikerok. Baik cara pertama maupun cara kedua biasanya pedagang menambahkan  gula cair ke dalam minuman sobat.

cara mencongkel buah kelapa
Setelah separuh batok dibuang, mencongkel pun dimulai

Cara Menikmati Kelapa Muda ala Jongker Walk

Menikmati kelapa muda ala Jongker Walk Melaka  sedikit berbeda. Buah kelapa yang masih hijau tetap di pangkas ujung-ujungnya seperti di Indonesia. Hanya bukan sabuk muda yang berwarna putih saja yang dibuang. Seluruh batok dikuliti oleh sebilah golok tajam. Dilakukan perlahan tapi sistematis agar tak merusak daging buah. Setelah separuh batok terkelupas separuh badang daging kelapa yang masih terperangkap dalam batok dicongkel oleh sebuah alat seperti pengait kecil. Dan tak lama kemudian saya pun mendapat sebutir buah kelapa muda,  putih, bula,  lembut dengan air utuh masih terperangkap di dalam.

kelapa muda ala melaka
Nyam…

Sebelumnya saya memperhatikan seksama kalau-kalau buah kelapa segar yang sudah keluar dari batoknya itu terkena sentuhan tangan atau tidak. Kalau sampai dipegang saya tak jadi membeli. Eh syukurnya tidak. Setelah seluruh permukaan daging terlepas dari batoknya langsung ditelungkupkan ke dalam wadah plastik. Hup! Tak ada sentuhan tangan sampai ia berpindah ke dalam genggaman saya seharga RM 10. Cukup mahal untuk kelas kelapa muda. Tapi menurut anak saya : “Kita sedang membeli pengalaman dan bukan kelapa muda, Mama!”. Begitu ya? Baik lah! Mari menikmati kelapa muda ala Jonker Walk, Nak.

Dan menikmati kelapa muda ala Jongker Walk ini tidak ditambahkan es batu atau pemanis ke dalamnya. Airnya sudah manis. Malah dalam hirupan pertama saya heran, selain manis lidah saya mendetekasi sedikit rasa Sprite. Tapi karena saya dianggap mengada-ada, rasa Sprite itu segera terlupakan. Mungkin benar saya mengada-ada. Tapi dalam hati kecil tetap yakin bahwa sampai tetes terakhir dan daging buahnya habis saya gerogoti,  jejak rasa soda tetap tertinggal di pencecap rasa saya.

es kelapa muda melaka
Udara panas membuat airnya cepat habis. Yuk habiskan juga daging buahnya

Es kelapa muda di bulan Desember, anyone?

38 thoughts on “Kelapa Muda ala Jonker Walk – Melaka

  1. Ntah kenapa, lidahku nggak cocok dengan air kelapa (sampe sering dikatain begok sama temen dan keluarga haha), jadi aku gak bisa minum air kelapa. Bawaannya kok jadi mual dan aneh :p

    Cuma mau bilang, aku kangen Malakaaa huaaaaa.

  2. Kelapa muda, dagingnya sudah agak tebal ya mbak, kadang kalo beli kelapa muda disini (indonesia) sering juga dapat yang dagingnya masih lembut banget nggak pake dikunyah langsung ditelan aja hejehehe

    1. Hm, baru keingetan, Mbak Ru. Walau dagingnya sudah tebal kelapa muda ini tetap lembut. Mereka punya pohon jenis khusus dan dirawat khusus juga sepertinya. Seperti pembuatan kelapa kopyor 🙂

  3. widiwww, menggiurkan banget tuh kelapanya. Salah satu fresh drink kesukaanku juga tuh, mba Ev. BTW, kelapa muda di Bangkok juga enak lho, mba. Ukurannya lebih kecil tapi muanisnya rek..sueger tenan.

    1. Iya aku juga suka pada kelapa bangkok itu Mbak Ratna. Kelapa bakarnya terutama. Buahnya kecil-kecil seperti kelapa puan tapi rasanya nendang 🙂

    1. Tangan si Bapak ini kelihatannya sudah terlatih benar Mbak Mon. Seperti abang-abang tukang kupas kelapa di pasar tradisional kita. Bedangnya di sini tak disentuh tangan 🙂

  4. Unik sekali Mbak Evi cara penyajiannya. Hihihi… Jadi penasaran gumana kejadiannya ngupas kelapa. Gak divideoin ya Mbak? 😀
    Btw buat saya kalau kelapa segar itu juga ada sedikit rasa sparklenya. 😀

  5. Wah unik yaw,,,, iya mbak benar, kebanyakan kalau orang Indonesia, cara menyajikannya di bacok dahulu ujungnya dan kemudian dikerok. Satu lagi di ambil kelapanya dan airnya kemudian di tempatkan di suatu wadah. Nah ini kok unik sekali. Harganya 10 Rm lumayan juga yaw? untung saja rasa kecewa mbak Evi terobati dengan perkataan anaknya,,, hehehehe. Beli pengalaman bukan kelapa mudanya,,,

  6. Kelapa mudanya menggiurkan sekali. Salut sama penjualnya bisa menyajikan kelapa yang dicungkil serapih itu. Yang bikin menggoda lagi justru bisa dinikmati tanpa gula. Wow… Kalo liat fotonya bahkan sampai diabadikan layaknya spot atraksi turis…

  7. Ih unik banget caranya menguliti kelapa itu Mbak, kreatif dan bisa jadi topik wisata tersendiri yang menarik. Langsung bisa dimakan juga jadinya ya daging buahnya, seru banget. Cocok sekali dimakan panas-panas, segar, tak khawatir kotor karena tak tersentuh ah saya juga jadi kepengen beli es kelapa muda. Mudah-mudahan suatu hari nanti bisa langsung mencicipi di Malakanya :hehe :amin.

  8. Liat ini aku jadi kangen Malaka mbaaaa. Huhuhu. Emang asyik ya jelajah kuliner di Jonker Street, aku juga suka keluar masuk toko2 antik di kiri kanan jalannya itu.

Terima kasih sudah berkunjung. Apa kesan teman setelah membaca pos di atas?