Teka-teki Rumah Sangkut Gunung Kupang

Rumah Sangkut Gunung Kupang ~ Entah rencana apa yang tersangkut dalam kepala Pengembang Perumahan Graha Praja Indah Banjarbaru, Kalimantan Selatan ini. Mereka mengikis Gunung Kupang dan menyisakan satu rumah tepat di tengah. Gara-gara itu lokasi perumahan mereka sekarang ramai jadi  objek wisata. Rumah yang tersisa itu  disebut penduduk Rumah Sangkut atau rumah yang tersangkut di tebing. Setiap sore, akhir pekan atau saat liburan sekolah tempatnya selalu penuh pengunjung. Tak hanya masyarakat sekitar, travel blogger keren dari Pulau Jawa dan Lampung yang sedang dalam perjalanan dari Loksado menuju Penambangan Intan Cempaka -Kalimantan Selatan (ehem) juga  tak mau ketinggalan. Foto-fotonya sudah banyak  berkeliaran di Instagram, Twitter, dan Facebook, rugi saja kalau tak ikutan narsis hore di sana.

Teka-teki rumah sangkut gunung kupang
Lokasinya Instagramable banget kan?

Sebenarnya banyak nama yang diberikan pada Rumah Sangkut Gunung Kupang  ini. Mulai dari  Hanging House, Rumah Jomblo, sampai Rumah Setan. Penamaan terakhir kemungkinan berpedoman pada keterpencilan dan kesunyian rumah tersebut. Seperti layaknya kondisi rumah sudah lama tak ditinggali akan selalu ditempeli imajinasi yang kita warisi dari tradisi Indonesia. Angker, berpenghuni, dan misteri. Pintunya sudah tidak utuh, beberapa papan kayunya terlihat tanggal, dari tanah yang tersisa di sampingnya ditumbuhi semak belukar. Saya perhatikan tak terlihat dapur di dekatnya. Kemungkinan ikut runtuh bersama tanah di sekitarnya.

Yang membuat pemandangan jadi luar biasa, jadi bikin penasaran,  jadi objek foto yang instagramable karena letaknya. Tanah sekelilingnya  dikeruk, menyisakan lembah curam dan terbuka di bawahnya. Posisinya jadi  mencorong sendirian menghadap langit. Pemandangan seperti itu menimbulkan rasa keterpencilan dari sanubari saya. Membuat saya menerka-nerka apa sebenarnya yang terjadi atau cerita apa yang perah berlangsung di dalam rumah tersebut.

rumah gantung gunung kupang dari bawah
Tangga yang digunakan untuk memanjat

Tidak ada informasi mengapa Rumah Sangkut Gunung Kupang ini diperlakukan istimewa oleh Pengembang Perumahan Graha Praja Indah. Kalau mengikuti gossip, gara-gara  rumah tersebut ada penunggunya. Jadinya mereka tak berani mengotak-atik. Apa iya? Entah hanya mereka yang tahu.

Saat kami berkunjung tak selalu sulit mendaki ke atas Gunung Kupang. Ada tangga kayu yang bisa dinaiki. Walau sempat deg-degan dan ragu ikutan naik, bersyukur saya berjalan dengan teman-teman yang sangat care satu sama lain. Kalau mereka tak mendesak agar saya ikutan naik mungkin sekarang nangis dipojokan tiap melihat fotonya diungga di sosial media. Dari atas sini mata bisa menatap bebas pada kejauhan. Samar-samar terlihat kompleks perkantoran pemerintahan Kalimantan Selatan. Begitu pun area perumahan yang sedang di bangun.

Membangkitkan insting blogger untuk mampir
Membangkitkan insting blogger untuk mampir
rumah jomblo gunung kupang banjarbaru kalimantan selatan
Om Halim Santoso jadi mungil di sini

Menurut teman benarkah ada teka-teki di belakang Rumah Sangkut Gunung Kupang ini? Kalau ada apa ya kira-kira. Please share your comments :)…

Lihat Juga  ~ Wisata Loksado nan Eksotis ~ Kagum Pada Dayak Meratus ~ Melongok Peninggalan Sejarah  Kabupaten Hulu Sungai Selatan ~ Jelajah Pasar Los Batu Kandangan ~ Eksplorasi Kuliner Kandangan

Progres pembangunan Perumahan Graha Praja Idaman bulan Desember 2014
Progres pembangunan Perumahan Graha Praja Idaman bulan Desember 2014

Lokasi :

Perumahan Graha Praja Indah
Jalan Mistar Cokrokusumo
Trikora, Banjarbaru, Kalimantan Selatan

41 thoughts on “Teka-teki Rumah Sangkut Gunung Kupang

    1. Mungkin juga begitu Mbak Muna. Tapi kalau mau ngehits, kok ya mereka tidak pasang merek di sekitaran sana. Bagus sih memang buat kita-kita narsis, fotonya gak jelek gegara berbagai umbul-umbul 🙂

  1. di dekat perumahan kami ada yg seperti ini uni, tapi masih hijau berpagar bambu, lokasi itu makam beberapa warga desa yang nggak mau dibebasin sama ahli waris..
    sekelilingnya udah dikeruk diratain, jadi perumahan

  2. Uhu Uni Evi, awal bulan ini kami nginap di Jalan Mistar Cokrokusumo ini tapinya tidak sempat eksplore yang semenarik ini…..
    Profil rumah sangkut di tebing tegak ya Uni, kesan terpencil dan rawan longsornya mencubit hati eeaa…

    1. Waduh sayang banget ya Mbak Prih. Mestinya jauh-jauh hari saya menulis ini ya biar Mbak Prih bisa ngajak teman atau minta diantar ke sana. Maafkan daku ya Mbak 🙂

    1. Padahal kalau menguasai teknik camera lebih dalam, langitnya akan lebih cantik Mbak Noni. Sayang saya tidak. Jadi gak bisa merekam cantik asli si awan 🙂

  3. hahaha.. itu rumah kenapa bisa nyangkut kayak gtu..
    Kayaknya ini emang strategi marketing mereka deh, tapi emang keren banget idenya

  4. Di belakang cluster barunya BSD juga ada yang seperti ini Mbak Evi, dikelilingi sama pohon bambu rimbun sebelumnya. Sekarang sih tinggal satu pohon yang mendampingi. Lokasi rumahnya memang makam yang tidak dipindahkan Mbak Evi. 😀

  5. Waaa ada fotoku… Kangen moment ini, apalagi kudu merangkak naik ke atas karena kontur tanah yang sudah tidak rata akibat pengerukan. Trus nyesel kenapa dulu nggak ambil batu terduga memiliki kandungan akik-nya hahaha. Oh iya baru ingat kalau Bandar Lampung juga punya Gunung Kunci yang menyisakan bukit berisi sebuah makam, mungkin bisa ke sana rame-rame yuk #kode 😀

  6. Oooo ternyata itu Halim? Btw aku pernah liat foto tempat ini di salah satu instagram temenku yang jalan-jalan ke Kalimantan. Makasih ni, karena sudah membuat tempat ini lebih jelas plus sedikit kisah dibaliknya. Penasaran juga sih. Kenapa rumah satu ini disisakan gitu ya?

  7. mungkin proses negoisasi dengan yang punya tanah belum selesai uni. jadi sampai proses negoisasi selesai, rumahnya di biarkan. seperti kejadian yang sudah-sudah ini, kasus masih adanya 1 rumah di tengah jalan tol cipali..

  8. saya kok malah kepikiran, tadinya pemilik ‘rumah sangkut’ itu menolak tanahnya dijual ke pengembang. trus ya gitu deh, atas nama bisnis, si pengembang kejam, menghilangkan akses rumah tersebut. setelah jadi ngehits begini, menguntungkan pengembang juga kan, proyeknya jadi diketahui banyak orang. hehehe ..

    sinetron banget ngga sih imajinasi saya ini, mba evi? wkwkwkwk .. 😀

    1. Yang beginian memang banyak sinetron nya di tanah air kita, Mbak Noer, gak usah kuatir. Tetiba kita digusur dari rumah yang sdh bertahun-tahun jadi tempat tinggal kita. Dari satu sisi namanya pembangunan. Di sisi lainnamanya pengusiran. Siapa nanti yang menang tergantung siapa yg paling tidak membutuhkan 🙂

  9. kalo menurut saya sih mungkin pemilik rumahnya menolak sekitarnya dijadikan perumahan, secara kan sekarang anak2 perumahan pada sombong sama penduduk sekitar, terutama sama warga yang secara finansial menengah kebawah.
    tp keren tuh udah sempet foto disitu, sekarang masih gak ya rumahnya, jangan2 sudah ikut digusur juga, 🙂

Terima kasih sudah berkunjung. Apa kesan teman setelah membaca pos di atas?