Mengenal Adat Lampung Lewat Pawai Budaya Festival Krakatau 2015

Mengenal Adat Lampung | Hari yang ditunggu akhirnya datang juga. Setelah mengikuti Tour Krakatau, tanggal 30 Agustus, saya, teman-teman blogger,  bersama ratusan orang bergerak mendekati panggung utama. Rangkaian paling akhir dari peringatan meletusnya Gunung Krakatau 1883 diwujudkan dalam Pawai Budaya Festival Krakatau 2015. Karnaval dengan judul “Lampung Culture dan Tapis Carnival V” dibalut  tema “The Greatest Harmony” (Kerukunan yang Agung). Dimulai sekitar pukul 2 siang dengan arak-arakan berawal dari Jalan Dr. Susilo –di depan Mahan Agung rumah dinas Gubernur–  dan berakhir (finish) di Lapangan Merah Enggal, Bandar Lampung.

mengenal budaya lampung
Siger dan Tapis ciri khas budaya Lampung

“The Greatest Harmony” ini dianggap mewakili masayarakat Lampung yang selalu mengedepatan kebersamaan dan rukun  dalam memelihara Sai Bumi Ruwa Jurai. Tema yang diharap juga meningkatkan apresiasi  terhadap keragaman seni budaya, menampilkan karya kreatif yang berdaya saing, ajang promosi wisata alam dan budaya, serta menarik kunjungan wisatawan ke Provinsi Lampung.

Penjagaan cukup ketat. Sampai dekat ring satu –panggung — sudah dibersihkan dari orang tidak tidak berkepentingan. Namun name tag sebagai Official Blogger Festival Krakatau 2015 memungkin kami mengakses wilayah yang sudah diseterilkan tadi. Bahkan berkat bantuan Mbak Alya dari Dinas Pariwisara saya bisa menyeberang dari belakang panggung,  tempat Guber Lampung dan Istri akan menonton pawai, untuk mencari spot mengambil gambar yang baik. Namun yang berminat terhadap Pawai Budaya ini tak hanya saya. Jurnalis dari berbagai media dan masyarakat Lampung sendiri tak ingin ketinggalan momen. Jadinya ya gitu deh kami berebut spot. Semoga di Festival Krakatau 2016 panitia dapat solusi agar lebih tertib.

Acara Pawai Budaya diawali oleh tarian pembukaan Ngapui Resahko Hati ( Menghapus Resah Hati) yang bercerita tentang duka nestapa ledakan Gunung Krakatau. Kemudian dilanjutkan dengan sambutan Ibu Herawati, Kepala Dinas Pariwisata Lampung, pembacaan sambutan tertulis Menteri Pariwisata yang oleh Dirjen Pengembangan Destinasi Wisata Bapak Lokot Ahmad Endah , Sambutan Gubernur Lampung, dan ditutup oleh doa.

mengenal budaya lampung
Salah satu momen dalam tarian pembukaan Ngapui Resahko Hati

Pawai Budaya Festival Krakatau 20015 ini dimeriahkan oleh 12 Kabutan dan Kota di Lampung, ditambah 6 Kabupaten undangan, DPW Bundo Kanduang Propinsi Lampung, dan Barongsai.

Mengenal Adat Lampung Lewat Pawai Budaya Festival Krakatau 20015

Sesuai judulnya Pawai  Budaya bertema The Greatest Harmony, maka yang disuguhkan kepada pengunjung adalah tradisi dan seni budaya sarat makna kebersamaan yang hidup di atas Sang Bumi Ruwa Jurai.

Pawai Budaya Festival Krakatau 2015 tidak hanya menampilkan Kabupaten di Lampung tapi juga Kabupaten dan Kota di Luar Lampung. Untuk posting kali ini saya hanya menampilkan beberapa kebudayaan Lampung.

Berikut urut-urutan penampilannya sesuai yang ditulis panitia.

pembukaan karnaval budaya festival krakatau 2015
Sambutan Gubernur Lampung Bapak Muhammad Ridho Ficardo

KABUPATEN LAMPUNG SELATAN: TRADISI NGATAK TULANG .

Secara umum Indonesia kental dengan tradisi gotong royong dalam segala hal. Yang                     ditampilkan Kabupaten Lampung Selatan dengan Tradisi Ngatak Tulang berkenaan dengan gotong royong dalam membantu kerabat atau teman yang akan melangsungkan pernikahan. Muli/Mekhanai (muda-mudi) bergotong royong menyiapkan keperluan upacara adat. Sang pengantin pun terlibat dalam acara ini sebagai ungkapan terimakasih dan tetap memelihara tali silaturahmi dengan kawan-kawan mereka.

mengenal adat lampung
Hiasan kepala, kebaya tenun sulam usus, dan songket. Kekayaan Lampung pada gadis pengiring cantik ini

PESISIR BARAT  : NGUMBAI LAWOK

NGUMBAI LAWOK di Pesisir Barat Lampung adalah semacam upacara syukuran terhadap Tuhan Yang Maha Esa atas berkat yang berlimpah dari laut. Kalau di tempat lain –Jawa terutama– Ngumbai lawok kurang lebih sama dengan upacara ruwat laut, ritual yang dilaksanakan nelayan dalam mengungkap rasa syukur nelayan terhadap berkah yang diberikan laut.  Tak hanya untuk  ikan-ikan yang melimpah, Ngumbai Lawok juga adalah doa dan harpan agar keberlimpahan dan keramahan laut seperti itu tetap berlanjut, dan kalau boleh akan bertambah..

mengenal adat lampung
Tepeng Sekura  dari Lampung Barat. Tarian  topeng ini selalu ditampilkan pada pesta adat sekuran atau sekuraan yang biasanya diadakan setiap awal bulan Syawal. Pesta sebagai ungkapan rasa syukur, sukacita dan perenungan terhadap sikap dan tingkah laku keseharian.

WAY KANAN : HARMONY BUMI PETANI.

Dalam rangka menggiatkan sektor pertanian sebagai unggulan daerah maka slogan Bumi Petani pun di lekatkan pada kabupaten Way kanan . Dalam parade Harmony Bumi Petani menggambarkan bahwa tiap awal musim panas akan disambut masyarakat dengan suka cita, penuh pengharapan agar panen musim ini berbuah manis. Harmony Bumi Petani juga sebagai ungkapan rasa rasa syukur karena Kab. Way Kanan dikaruniai potensi wisata yang menawan. Ada air terjun Putri Malu, Curup Gangsa, pemandian air panas Juku Batu serta adanya batu akik khas yaitu batu akik Anggur Api. Inilah pesona harmony di Bumi Ramik Raghom, Bumi para petani yang membuat penduduknya selalu rindu mulang tiyuh (pulang kampung).

Kreasi Tapis

LAMPUNG UTARA : GAWI LAPAH PINENG

Gawi Lapah Pineng adalah upacara peminangan (pineng). Sekaligus sebagai gambaran kebersamaan dan keagungan prosesi adat Lampung Pepadun pada prosesi lamaran(Meminang) seorang gadis. Sang bujang dengan diiringi oleh seluruh Handai Taulan berjalan menuju kediaman sang gadis pujaan hatinya. Poses iring-iringan Lappah Pineng juga di meriahkan dengan berbagai ornamen yang menyemarakkan proses Lappah Pineng. Gawi lapang pineng dalam Pawai Budaya Festival Krakatau 20015 ini diperluas maknanya sebagai derap langkah dan harmoni dari seluruh lapisan masyarakat untuk membangun Lampung Utara.

Totalitas anak muda dalam mensukseskan Karnaval Budaya
Totalitas anak muda dalam mensukseskan Karnaval Budaya

 TANGGAMUS : KHAKOT TANGGAMUS

Adalah ciri khas budaya atau  Brand country dari Kabupaten Tanggamus. Khakot berfungsi mempererat tali ikatan kekerabatan internal suku, kebudayaan dan marga. Kerap diperagakan untuk mengiringi (sebagai pembuka jalan) calon mempelai laki-laki saat melaksanakan prosesi lamaran atau pernikahan ke tempat calon mempelai perempuan. Pada masa lampau pasukan pincak-khakot dipimpin seorang tokoh  yang disebut  Batin Mangunang, membuka jalan untuk mengusir kolonial yang akan menjajah bumi teluk semangka – Bumi Begawi Jejama – Kabupaten Tanggamus.

Khakot Tanggamus

 PRING SEWU: UJUNGAN PEKHING

Ujungan pekhing merupakan suatu bentuk seni budaya yang menggambarkan ketangkasan bela diri. Biasanya ditampilkan dalam perayaan pesta panen padi. Seni ujungan pekhing merupakan bentuk akulturasi budaya yang dibawa oleh masyarakat pulau jawa di era kolonialisasi Belanda. Lama kelamaan mengambil bentuk jadi pesta budaya  yang didalam nya berisi kesenian yang menggunakan kerajinan dari bambu.

 TULANG BAWANG BARAT: INTAR BUMBANG AJI

Intar Bumbang Aji adalah peristiwa dimana seorang perempuan melakukan larian (pelarian) bersama kekasihnya dan dibawa ketempat pihak keluarga laki-laki. Kemudian kedua pihak keluarga akan berunding. Jika sudah terjadi kesepakatan pada kedua belah pihak si gadis akan dikembalikan pada keluarga dan akan diantar kembali pada keluarga pria sesuai adat istiadat. Kedua mempelai berpakaian haji. Demi kelancaran adat istiadat tersebut, adat lainnya diajak berpartisipasi sehingga tercipta sebuah kerukunan yang agung diantara keanekaragaman adat istiadat yang ada di Kabupaten Tulang Bawang Barat. Hal ini sesuai dengan semboyan Kabupaten Tulang Bawang Barat ’Ragem Sai Wawai’, yang berarti kebersamaan menuju keberhasilan.

Menjunjung talam untuk membawa hadiah saat lamaran

 METRO:  JUDUL TARI : PUTRI PEKHING TIGHAM

Menceritakan tentang perebutan mahkota kecantikan antar dua orang wanita. Tersebutlah seorang putri cantik bernama putri Pekhing Tigham. Kecantikan lahir dan batinnya sudah diakui oleh seluruh masyarakat. Namun tersebut lah Nyi Rebung Khohang yang tak rela gelar itu dipegang oleh Putri Pekhing Tigham. Maka dengan segala usaha gelar itu ingin direbut dengan menyingkarkan  sang putri Pekhing Tigham. Perang pun meletus diantara pasukan pendukung kedua putri.  Namun Nyi Rebung Khohang dan pasukaanya kalah. Mahkota Putri tercantik tetap dipegang oleh putri Pekhing Tigham. (Duh mak..mending ikut kontes Miss Universe gih..)

Suka banget melihat ekspresi gadis ini

 TULANG BAWANG : PESONA SAI BUMI NENGAH NYAPPUR

 Sai Bumi Nengah Nyappur adalah semboyan bagi Kabupaten Tulang Bawang yang bersahaja, yang memiliki arti cermin masyarakat yang bersatu, damai serta hidup berdampingan dengan baik. Masyarakat Lampung Tulang Bawang dikenal sangat terbuka, mudah beradaptasi dengan lingkungan serta ramah dalam pergaulan. Sikap dan kemampuan, keluhuran dan keyakinan serta kepercayaan diri merupakan perwujudan dari falsafah Nengah Nyappur yang dijunjung oleh masyarakat sebagai warisan yang agung agar senantiasa dapat terus dilestarikan, seperti Cangget Bars yang merupakan tari tradisi masyarakat Megoupak Tulang Bawang.

Penutup kepala ini kalau di Bima namanya Rimpu. Mohon informasi dari teman-teman di Lampung disebut apa?

 LAMPUNG TIMUR : KERATUAN MELINTING

MAULANA HASANUDDIN PANAMBAHAN SUROSOWAN yang menjadikan Banten menjadi kerajaan yang berdiri sendiri, MAULANA HASANUDIN menyebarkan agama islam di Pesisir Utara dan hingga menyebar ke daerah Lampung bagian Timur khususnya daerah Keratuan Pugung…, dengan menyebarnya agama islam didaerah keratuan pugung hinga terjadinya peralihan darah antara pengusa Banten dengan putri keratuan dipugung yang bernama PUTERI SINAR ALAM dari perkawinan ini lahirlah MINAK KEJALA BIDIN yang merupakan cikal bakal asal muala keturunan RATU DARAH PUTIH yang kita kenal dengan sebutan RATU MELINTING yang bermukim di MERINGGAI.

 LAMPUNG BARAT: TARI MULI NGEJUNJUNG PAHAKH 

 Diangkat dari acara Payuhan Agung Kerajaan Sekala Bekhak Paksi Buai Perenong.  Para Muli-muli Kampung Batin (gadis-gadis)  menyiapkan hidangan untuk Para Tamu Kehormatan Kerajaan. Pahar merupakan sebuah alat yang digunakan untuk menyajikan hidangan bagi Para Tamu Kehormatan Kerajaan sekala bekhak. Muli-muli Nan Cantik dan Anggun dengan rasa suka ria dan tulus ikhlas ngejunjung pahakh menuju Marga sana Gedung Dalom Kepakhsian Buai Perenong.

BANDAR LAMPUNG: BAJAU

Kisah ini diangkat dari pesisir Teluk Lampung. Bajau merupakan sekelompok orang yang datang ke Lampung untuk menjarah hasil tanah dan harta milik masyarakat setempat. Karena ilmunya sangat tinggi para bajau sulit untuk ditaklukan. Apalagi masyarakat Lampung pesisir sendiri terpecah belah. Akhirnya melihat para bajau semakin beringas, masyarakat pesisir sadar dan memahami akan pentingnya persatuan, bersatu untuk mengalahkan para bajau demi tercipta kehidupan yang damai.  Akhirnya masyarakat Lampung Pesisir menyusun strategi dengan bersatu dengan beberapa kampung. Akhirnya si bajaupun mengerti akan pentinggnya kerukunan dan persatuan. Melihat masyarakat pesisir bersatu bajaupun berkeinginan untuk bersatu dan menjadi masyarakat Lampung. Oleh masyarakat Lampung, bajau diberikan tanah dan mereka pun membangun kampung. Hal ini dilakukan karena masyarakat Lampung menjunjung tinggi kebersamaan toleransi yang biasa disebut NEMUI NYIMAH.

Salam dari gadis-gadis Prinsewu
Siger 9 menara menggambarkan 9 Keratuan yang ada di Lampung

Sampai di sini dulu, sudah kepanjangan. Walau cuma kulit-kulitnya saja semoga bermanfaat bagi teman-teman yang ingin sedikit mengenal budaya Lampung.

48 thoughts on “Mengenal Adat Lampung Lewat Pawai Budaya Festival Krakatau 2015

    1. Tutup kepala itu ternyata bagian dari sekura dan bentuknya persis seperti rimpu di Bima. Itulah kekayaan budaya kita ya Mbak Rosmala. Salam kenal kembali dari Tangerang 🙂

  1. pawai budayanya rame ya, mak. kalau di sini budaya Tegal yang terekspos sedikit aja. semoga kapan-kapan bisa main ke lampung. 🙂

    1. Lampung saja begitu beragam adat dan tradisinya. Ditambah lagi daerah lain. Memang ini jadi tantangan dalam memelihara kekayaan itu ya, Pak Azzet 🙂

  2. Paling suka melihat acara tentang kanaval budaya seperti ini, kita bisa mengenal labih jauh keaneka ragaman seni dan tradisi budaya sebuah daerah yang menjadi salah satu daya pikat yang dapat mendongkrak perekonomian daerah untuk masyarakatya

    1. Semoga makin banyak festival seperti ini di seluruh Indonesia ya Pak Indra. Kalau kata pepatah Minang, adat di pakai baru, pusaka dipakai usang. Gitu deh kira-kira 🙂

  3. Aku terpana takjub menyaksikan parade budaya Lampung ini mbak. 1 provinsi saja sudah demikian beragam, apalagi se-Indonesia.

    Festival ini bikin aku jadi ketagihan ingin menonton festival budaya serupa.

    Ulasan dan foto-foto mbak Evi sangat bermakna. 🙂

    1. Tozz kita Mbak Rien..Acara seperti ini memang memungkinkan kita mengenal keragaman tradisi daerah. Semoga tambah banyak acara seperti ini ya 🙂

  4. Keren banget pawai budayanya & fotonya keren-keren Mbak. Salam kenal ya. Saya Heni asal Bandar Lampung. Sayang pas pawai anak sedang tidak fit jadi terpaksa tidak jadi lihat pawai.

    1. Kalau kita gali satu persatu, duh, kayaknya gak bakal habis-habis deh, Mbak Lus..Bagusnya dengan festival semacam ini, tata cara hidup (budaya) yang cenderung akan pudar kembali diangkat dan diharapkan kembali bersemi 🙂

  5. Saya orang lampung tapi saya kurang paham adat lampung, maklum tgl djkt..
    tapi dari banyak membaca artikel seperti ini, bisa menambah wawasan saya.. membuka sedikit kenangan di kota lampung..

    1. Rantau dan memudarnya pengetahuan terhadap budaya asal, persoalan kita semua Kak Welly..Untungnya dengan internet mudah mencari informasi sekarang ini 🙂

Terima kasih sudah berkunjung. Apa kesan teman setelah membaca pos di atas?