Wisata Kuliner Pelabuhan Ratu

wisata kuliner dapoer basisir pelabuhan ratuWisata Kuliner Pelabuhan Ratu – Travelog Indonesia – Mencari tempat makan di Pelabuhan ratu tidak sulit. Karena ini kawasan wisata pantai tentu saja yang banyak ditawarkan adalah hidangan laut. Beragam warung dan resto seafood menyebar di beberapa tempat. Berkeliling lah sejenak maka kita akan bertemu beberapa yang menarik. Salah satu yang saya anggap menarik dan dikunjungi baru-baru ini adalah resto café Wisata Kuliner Dapoer Basisir.

Mengapa saya katakana tempat wisata kuliner Pelabuhan Ratu ini menarik?

Saat kendaraan memasuki halaman Dapoer Basisir suasana masih sepi. Mungkin karena hari libur. Jadi yang terlihat hanya satu kendaraan yang parkir. Di depanya ada tiga buah saung bambu langsung membawa pandangan ke laut terbuka. Saung keempat, paling ujung, diisi oleh pegawai resto yang sedang membetulkan sesuatu. Pengunjung bisa memilih duduk di saung ini atau masuk ke dalam resto yang teduh. Kalau saya tentu memilih duduk di saung. Dari sini suasana lebih syahdu. Bisa memandang air laut yang membiru dengan bagan-bagan bambu yang menancap hening di tengah. Tak jauh perahu-peharu nelayan sedang bersandar. Sesekali ombak bergulir di bawahnya. Belum lagi semilir angin yang menerbangkan aroma khas yang membuat saya tambah mencintai bau laut.

Alasan kami berada di sana hari itu karena ada janji dengan sejawat bisnis. Berhubung harus menunggu beberapa orang lagi saya minta ijin meninggalkan tempat sejenak, mau motret ke pantai. Nah agar bisa turun ke arah pantai harus keluar dari lokasi restoran lalu masuk ke dalam gang kecil yang terletak antara Dapoer Basisir dan warung kelontong. Tak lupa minta ijin numpang lewat kepada Bapak pemilik warung yang sedang melayani pelanggan. Ia mengiyakan sambil tertawa dan melihat ke arah camera saya lantas bertanya, “ Mau motret ya, Mbak? Sayang dermaganya sudah rusak” Suaranya sedikit menyesal. Tak mengapa Pak, melihat senyum Anda yang ramah dermaga rusak itu langsung indah.

Memang dermaga di belakang Dapoer Basisir ini sudah rusak. Mungkin sekarang ada dermaga baru sehingga yang rusak ini tidak dibetulkan. Saya jongkok disamping seorang anak yang sedang meletakan sebatang tongkat ke dalam air. Menurutnya ia akan menangkap ikan. Saya tidak melihat ujung tongkat jadi tak bisa membayangkan bagaimana cara ia menangkap ikan dengan alat itu. Dan menurutnya sebentar lagi ia akan dapat beberapa ikan. Semoga ya, Nakk… Sementara itu saya mengintip lewat lensa. Di kejauhan tampak anak-anak sedang berlarian di dekat perahu yang sedang tertambat. Sinar matahari kadang memantul dari ujung gelombang.

Wisata Kuliner Pelabuhan Ratu

Lantas apakah tulisan ini tentang Wisata Kuliner Pelabuhan Ratu atau wisata pantai sih? Keduanya, Om dan Tante. Tentang kuliner ya juga tentang pantai. Saya pikir salah satu alasan menguntungkan memilih Dapoer Basisir untuk tempat makan yak arena atmosfir pantainya itu. Kalau makan seafood mah ada dimana-mana. Di sepanjang Pelabuhan Ratu maupun Karang Hawu sebagai terusannya tersedia dari warung sampai resto. Nah makan hidangan laut sambil memandang riak ombat lembut berkejaran menyapu pasir pantai, di sini lah tempat yang tepat. Jadi ada dua alasan berkunjung ke sini, makan dan wisata, sesuai tema tempatnya.

wisata kuliner pelabuhan ratu
Langit biru dan air jernih

dermaga rusak pelabuhan ratu

Menu Wisata Kuliner Pelabuhan Ratu

Kalau menu makanan tak perlu dibahas panjang. Standar restoran seafood. Baik ikan, bumbu maupun cara memasak. Begitu pun minuman tersedia aneka juice yang menyegarkan di siang yang terik itu. Yang jelas ikan-ikan yang mereka sajikan terasa manisnya karena diolah dari bahan segar.

Yuk mari kita wisata kuliner di Pelabuhan Ratu

Wisata Kuliner Dapoer Basisir pelabuhan ratu
Wisata Kuliner Dapoer Basisir
Wisata kuliner pelabuhan ratu
Sebagian menu yang dipesan

34 thoughts on “Wisata Kuliner Pelabuhan Ratu

  1. Aduh….ngences liat ikan bakarnya mbaakkk 😀

    Aku kangeeen sekali sama seafood, sejak tinggal di Palembang hampir gak pernah makan ikan laut lagi, soalnya di sini ikan lautnya gak ada yang segar. Kalo buat yang gak biasa sama ikan laut segar, mungkin ikan laut sini masih bisa diterima dengan nyaman oleh lidah, tapi karena aku udah terbiasa sama ikan laut yang baru abis ditangkap jadi lidah ini tak nyaman menikmati ikan laut yang udah mati sekian hari…walo masih terlihat segar, tapi manisnya itu udah ilang..

    1. Aku pernah membaca ikan yg masuk ke Palembang itu di datangkan dari Medan. Kalau begitu ceritanya emang susah berharap ikan segar Jeng Lis…Bayangkan berapa hari itu ikan mesti bertahan sampai di pasar. Belum lagi pertanyaan apa sih bahan yg digunakan sehingga dalam waktu sekian lama ikan masih segar? 🙂

    1. Hahaha..Karena otak kita mendahului berimajinasi sebelum ketemu ikan bakar yg sesungguhnya, Mbak Muna..Keroncongan deh..,

    1. Terima kasih Mbak Roes..Tiap pantai punya keindahan sekalipun bahan bakunya sama, pasir, air dan perahu. Yuk mari kita main ke pantai 🙂

  2. Angin pantainya menambah rasa lapar yo Uni Evi, ikan segar semakin nikmat.
    Menu rekomendasi utamanya mana nih Uni?
    Salam

    1. Sssttt..sejujurnya, waktu itu aku gak fokus ke menunya Mbak Prih..Cuma ke lautnya hahahaha..Makasnya gak nanya2 menu…

  3. Ikan bakarnya menggoda iman banget!!!
    Kalau dari Jakarta tantangannya adalah naik mobil ke Pelabuhan Ratu-nya itu lhoooo… ya kan?

  4. Uni, mungkin anak itu mengikatkan beberapa tali pancing ke kayu tersebut.

    Kelebihannya restoran di pinggir pantai adalah ikannya yang masih fresh 🙂

    1. Begitu lah Pak Azzet. Sambil makan juga lirik-lirik laut. Ngebayangin gimana perasaan ikan-ikan yang temannya kami santap saat itu 🙂

  5. waduh ngomongin wisata kuliner di pelabuhan ratu ko tiba tiba jadi pingin wiskul ke sana lagi yah, apalagi kalo beli makan bakso ikan pelabuhan ratu, weleh weleh pokonya maknyus deh 😀

Terima kasih sudah berkunjung. Apa kesan teman setelah membaca pos di atas?