Pendidikan Perikanan SUPM Kota Agung

Pendidikan Perikanan SUPM Kota Agung. Setelah kabinet kerja dilantik Presiden Jokowi, tiba-tiba saja laut dan ikan-ikan di dalamnya jadi sexy, jadi buah bibir di berbagai media cetak, online, dan sosial. Gara-garanya seorang wanita bernama Susi Pudjiastuti, bos Susi Air, yang sepertinya begitu saja keluar dari samudera biru untuk memimpin Menteri Kelautan dan Perikanan Indonesia. Orang terkejut dan kasak-kusuk. Lah SMA saja tidak tamat kok bisa-bisanya jadi menteri? Belum lagi tato burung phoenix di kakinya dan kepergok pula saat merokok di istana. Bukan Indonesia namanya kalau masalah-masalah seperti itu tidak bikin heboh, tak bikin gunjingan dan gosip. Alhamdulilahnya sekarang sudah berkurang. Bu Menteri menutup segala “cheap talks” tentang dirinya dengan bekerja seperti mengintensifkan patroli laut. Eh dalam beberapa hari saja sudah berhasil mengkandaskan beberapa kapal asing yang di duga mencuri ikan di laut Indonesia lho.

Kebetulan hari terakhir rangkaian acara Festival Teluk Semaka 2014, rombongan D’Semaka Tour dibawa mengunjungi sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Kota Agung. Memang selama tiga hari Mas Hanung KW membawa kami wisata ke tempat-tempat tak biasa di Lampung. Mendaki Gunung Tanggamus lah, naik WayLaan 2 lah yang bikin semua peserta teraduh-aduh. Habis gimana ya kalau ke Teluk Kilauan semua orang juga sudah pada tahu kan ya, ngapain susah-susah mengundang aktivis sosial media yang nyinyirnya minta ampun ke tempat yang tak perlu promosi lagi? Betul kan Mas Hanung? (Jawab Mas Hanung…Pasti hehehe…..!!)Selain itu siswa sekolah ini sehari sebelumnya memperagakan kepiawaian mereka bermain drum band dan akrobat pada The Heritage Tanggamus Culture and Khakot Carnival. Jadi boleh lah kunjungan kami sebagai simbol terima kasih Dinas Pariwisata atas partisipasi mereka dalam memeriahkan Festival Teluk Semaka 2014.

pendidikan perikanan supm kota agung
Dari pintu gerbang SUPM Kota Agung

SUPM Kota Agung adalah sekolah kejuruan yang bernaung di bawah pusdik Kementerian Kelautan dan Perikanan. Didirkan tahun 2002 berdasarkan SK DKP/21/Men/2002. Memasuki pintu gerbangnya terlihat kompleks sekolah ini seperti sebuah resort ketimbang sekolah. Betapa tidak jalan menuju tempat ini berhias sawah menghijau dan pepohonan rindang. Sementara tempatnya sendiri berdiri di tepi laut Semaka yang dikepung pohon kelapa serta halaman ditumbuhi berbagai tanaman hias.

Di siang yang panas itu kami di bawaย  berteduh menikmati makan siang di beranda Carvio Auditorium (ikan mas), gedung berbentukย  kapal yang difungsikan sebagai aula pertemuan. Bangunan ini bisa menampung 500 orang dan digunakan sebagai tempat wisuda, rapat umum, dan pentas seni siswa. Bentuknya yang unik mengundang kami menjelajahinya sampai ke puncak yang berbentuk geladak kapal. Dari sana kita bisa melihat lingkungan sekolah ke empat penjuru. Di sebelah kanan dan kiri terdapat kolam pembenihan dan pembesaran ikan air tawar. Di sebelah utara laut terbuka dan di selatannya asrama siswa yang berbentuk perkampungan.

supm kota agung
Carvio Auditorium berbentuk kapal penangkap ikan
Foto dari lantai paling atas Carvio Auditorium

Sekolah ini telah meluluskan ratusan ahli perikanan. Tiap tahun ajaran baru siap menampung siswa baru. Anak-anak nelayan dan siswa berprestasi akan mendapat beasiswa. Untuk yang tertarik menimba ilmu di sini, mereka memiliki kapal penangkap ikan sendiri lho. Selain tenaga ahli yang terdidik mereka punya perpustakaan, instalasi fishing gear dan fasilitas lain agar siswa atau ahli perikanan bisa membawa Indonesia berjaya di laut.

Usai dari SUPM Kota Agung tiba saatnya berpisah dengan teman-teman. Tiga hari bersama melalui suka dan duka sebagai satu tim rupanya telah mengkristalkan hubungan emosi kami. Bukan hanya teman-teman medsos, lihat deh posting Mas Hanung disini, doi juga ikutan lebay lho. Jadi tak heran terselipย  sedikit duka saat selamat berpisah harus diucapkan. Namun kami berjanji akan selalu kontak-kontak lewat sosial media. Dan sepertinya janji itu dipenuhi, kami teruskan berkelakar di facebook yang bikin sulit move on hehehe…

Dengan demikian usai pula tulisan saya tentang Festival Teluk Semaka. Semoga diundang lagi tahun depan. Tentu menyenangkan bila bisa menggali budaya dan pariwisata Lampung lebih dalam untuk Jurnal Evi Indrawanto. Semoga…:)

narsis di supm kota agung
Narsis terakhir D’Semaka Tour Batch Pertama. Foto Jejak Bocah Hilang

 

@eviindrawanto

Post terkait Festival Teluk Semaka :

ย 

20 thoughts on “Pendidikan Perikanan SUPM Kota Agung

  1. SUPM ya… Aeeh jd inget lg sama dada bidang ๐Ÿ˜€ btw, fotonya kece2, ngga punya yg ky gitu. Soal ibu mentri yaa… Aah ngga heran ah, org bejo kadang emg bnyak yg suka cari2 kesalahan ๐Ÿ˜‰

  2. Hmmm memang aneh, negara bahari tapi tak banyak punya sekolah pendidikan perikanan. Semoga artikel ini menggugah kota lain di pesisir untuk membuat sekolah serupa.

    1. Selama ini rupanya laut kurang dilirik Mak Lusi. Aku juga baru tahu kalau ternyata ada sekolah ahli perikanan ๐Ÿ™‚

  3. Yang penting hasil kerja ditunjukkan mbak yach..bukan penampilan. komen yang awal hahah..

    nah mengenai sekolah kejuraun gini, kadang banyak yang ngak berminat, padahal banyak jika diselami memberikan keuntungan sendiri bagi siswa itu sendiri.
    Ketika terjadi perpisahan duka akan selalu ada, karena berdampingan mbak yach hahahha..sampai mewek ngak xixixix

    1. Iya sekolah kejuruan seperti ini tak begitu ngetop seperti halnya STM ya Bli. Mungkin kurang sosialisasi atau jadi ahli perikanan tidak begitu menarik di mata kawula muda ๐Ÿ™‚

  4. Ibu Eviiiiiii…. hai haiiiii luar biasa karya Ibu Evi ini…. rupanya Hanung KW selalu melekat dalam memori yaa hahaha… wahhh jadi enak niyy… hihiii… makasiy Bu Evi,, yaahh emang namanya berkarya itu bu, gaya bahasa lebay itu jadi bumbu tersendiri deh untuk mempermanis bahasa dan kata-kata biar gak terlalu datar dan selalu bergelombang laksana deburan ombak yang menderu di pantai SUPM ya Bu… indah dan luas dihiasi gelombang ombak yang selalu datang ke pantai, begitulah bahasa Bu… hehehe… tunggu karyaku selanjutnya yaa Bu…. lebih seruu dehh hahaha

  5. Keren ya gedung berbentuk kapal itu. Besar lagi. Kalau di Jayapura, aula Universitas Uncen dibikin mirip stadion bola, soalnya pada bangga dengan Persipura ๐Ÿ˜€

    Ngomong-ngomong, saya jadi ingat salah satu museum di Melaka. Ada pajangan kapal beneran yang diderek ke darat.

  6. Membaca postingan Uni Evi tentang SUPM jadi keingat SUPM senada di Bogor dengan kekhasan ikan air tawar di daerah Ciapus lereng G. Salak. Selamat berkarya teruna perminaan, berkah dari perairan demi kejayaan negeri.
    Senangnya mengikuti parade postingan D’Semaka tour, moga tahun depan berulang kembali.

  7. Carvio Auditoriumnya besar juga ya..mampu menampung 500orang…
    sepertinya perikanan indonesia memang butuh sentuhan wanita seperti bu susi..
    keep happy blogging always..salam dari Makassar ๐Ÿ™‚

Terima kasih sudah berkunjung. Apa kesan teman setelah membaca pos di atas?