Menggila di Batu Night Spectacular

Dalam kunjungan ke Malang ini sebetulnya kami tak punya rencana wisata ke BNS (Batu Night Spectacular). Apa daya Citilink yang ditumpangi dari Halim Perdana Kusuma tanggal 14 Agustus lalu tak bisa langsung mendarat di Abdul Rahman Saleh. Walau waktu sudah menunjukan pukul 8 lewat 10 menit ternyata Bandara masih berselimut kabut. Ditambah lagi di bawah juga sedang berlangsung latihan militer. Untuk menunggu giliran pendaratan pilot berputar-putar di udara yang kalau saya tak salah hitung sampai 7 kali. Tak lama kemudian mereka menyerah dan pesawatpun diterbang menuju Juanda Surabaya. Setelah isi avtur, 45 menit kemudian baru kembali terbang ke Malang.

wahana di batu night spectacular

BNS seru

Untuk saya kejadian ini semacam bless in disguise. Kita tak setiap saat bisa muter-muter di udara, bukan? Ketika sayap pesawat menukik atau naik saat berputar itu lalu pandangan dilepas lewat jendela ke bawah atau ke kejauhan, saya merasa seperti burung. Apa lagi pilot berusaha menghibur dengan memberi tahu nama-nama gunung yang kami lewati. Jadi kalau terbang ke Malang lagi sekarang saya tahu posisi gunung Bromo, Semeru, Butak, Arjuna dan Arjuna-Welirang.

Dan tentu saja penundaan pendaratan tersebut ada konsekwensi lain: Rencana kami langsung ke Batu Secret Zoo hari itu tertunda. Sisa waktu terlalu mepet untuk menjelajahi kebun binatang yang luas itu. Untungnya lagi jadwal pertemuan dengan kerabat bisnis yang jadi alasan utama kami berkunjung ke Malang ditunda pula. Jadi acara pelancongan ke Batu Secret Zoo dijadwal ulang keesokan paginya. Ketimbang malas-malasan di hotel sisa hari itu disepakati untuk dihabiskan di BNS.

Sampai di BSN sudah pukul 3 sore. Loket sudah dibuka. Namun hari masih terlalu siang dan lampu-lampu belum menyala. Untungnya tepat di depan BSN terdapat Rumah Sosis Bandung yang bisa digunakan menunggu kedatangan malam.

Konsep BNS adalah taman bermain keluarga. Sekalipun kami tidak bersama anak-anak, tidak terintimidasi oleh berbagai wahana permainan seperti carousels, ayunan, marry go around, rumah hantu dan lain-lain. Tempat itu untuk semua orang. Yang jadi syarat masuk cuma keinginan untuk bergembira. Dan saya tentu sangat memenuhi syarat itu, pecandu akut dari bisnis sambil jalan-jalan.

Beruntung saya karena kunjungan ke BSN ini sudah lewat masa liburan sekolah dan hari Kamis pula. Asyik! Narsisme pribadi tersalurkan dengan baik. Artinya mau foto di sudut BSN manapun takan ada yang menggangu atau harus bergantian dengan pengunjung lain. Dan menggila di Batu Night Spectaculer kian sempurna karena ditemani fotografer yang mau saja di suruh nge shoot berulang-ulang sampai ketemu gambar yang pas walau sebenarnya bukan salah background atau tehnik fotography tapi lebih pada penampilan modelnya.

Banyak permainan di dalam BNS ini. Pengunjung diberi keleluasaan memilih dengan harga tanda masuk terjangkau. Kami sempat masuk teater 4D. Sayang kaca mata dan kursinya sudah tak begitu baik. Efek 3 D nya tak begitu terasa, cipratan air cuma basa-basi dan goyangan tempat duduk tak begitu singkron dengan gerak filmya. 4D di Ancol masih lebih keren. Untungnya saya sangat terhibur dengan Wahana Lampion. Pendar cahaya dengan warna-warni cantik dari beragam karakter membuat tempat itu sangat pas memunculkan kegembiraan ala kanak-kanak. Ya tentu saja itu tak lepas dari design tempat yang memang mengakomodasi perkembangan psikologis masyarakat yang hidup dengan internet, media sosial dan camera digital. Wahana lampion BNS adalah salah satu tempat terbaik di Malang untuk menyalurkan bakat narsisme terpendam.

Wisata di Batu Night Spectaculer kami akhiri dengan duduk-duduk di food court sambil mencicipi wedang ronde. Setelah itu melihat-lihat Night Market yang berisi toko pakaian souvenir dan makanan. Karena saya termasuk jenis pelancong yang tak suka shopping, tempat itu hanya untuk cuci mata sebelum balik ke hotel.

Ada yang sudah berkunjung ke BNS, kawan? Apa pendapatmu?

@eviindrawanto

31 thoughts on “Menggila di Batu Night Spectacular

  1. tujuh kali mutar..baru kemudian isi Avtur di Juanda…untunglah bandara terdekat masih ada….,
    btw-saya sudah mendengar tentang BNS ini dari teman2 blogger…katanya keren banget…jadi kepingin main ke BNS nich….keep happy blogging always…salam dari Makassar 🙂

    1. Iya tuh Pak Hari, untung ada Juanda yang dekat. BNS dan teman2nya seperti Batu Secret Zoo, Eco Green Park, Meseum Satwa dan Museum Angkut, jadi daya tarik bagi pejalan sekarang Pak. Keren-keren banget tempatnya 🙂

    1. Menurutku ya dari Malang lah lebih cepat Mas Nelson. Dari airport, pakai taxi, cuma 30 menit ke Batu. Kalau dari Surabaya, bus ngebut, 2 jam lebih 🙂

  2. Bu Evi … betul-betul menggila … hahaha
    termasuk waktu di Bromo itu …
    saya tersenyum-senyum melihat pose Bu Evi …

    Saya pingin banget ke Batu …
    Banyak orang bilang … bagus
    semakin pingin kesana setelah melihat postingan “menggila” bu Evi yang satu ini

    salam saya Bu Evi
    (22/8 : 19)

    1. Om Nh, kalau ada kumpul blogger di Batu, seruan-seruan dan menggila, wah aku mesti ikut lagi. Ayo Om, kita jalan ramai-ramai ke sana. Yang kemarin itu aku belum sempat museum angkut, wahana baru di sana 🙂

  3. Uni Evi, langsung ditawarin foto model loh
    Salam hormat tuk fotografer handal yang menghasilkan edisi menggila di BNS.
    Salam

    1. Terima kasih sudah mampir Mbak Lynns. Iya Batu Night Spektakuler ini pasti senang banget anak-anak kalau diajak ke sini. Lampu-lampu nya memancing imajinasi.

Terima kasih sudah berkunjung. Apa kesan teman setelah membaca pos di atas?