Rajin Beli Buku Tapi Malas Membaca

Rajin beli buku tapi malas membaca
Rajin beli buku tapi malas membaca 🙂

Rajin beli buku tapi….. Titik-titik ini bisa diisi oleh banyak hal. Misalnya tak pernah atau jarang dibaca. Rajin beli buku tapi malas membaca. Untuk saya itu lah yang berlangsung tepatnya.

Sedikit tak enak perasaan saat menuliskan ini. Karena selalu timbul haru biru di hati. Rasa bersalah. Menabok diri mana enak? . Tapi apa mau dikata, apa lagi tiap kali merapikan rak buku, perasaan campur aduk itu berkecamuk dalam kepala.

Di rumah kami punya satu kamar yang membuat saya galau tadi. Saya menyebutnya perpustakaan pribadi.  Tiga dindingnya ( dinding pertama untuk pintu keluar-masuk) di tempeli  rak kayu. Di atasnya bertengger buku-buku yang kebanyakan milik saya. Belakangan ditambah buku-buku kedokteran milik si sulung. Selain buku kedokteran itu, kebanyakan yang saya klaim sebagai milik pribadi hanya berfungsi sebagai pajangan. Rak yang  seringnya cuma dipelotiti sambil berhitung kalau diduitin  dan disimpan di bank sudah berapa banyak saldo tabungan saya? Kalau diduitin mungkin sudah bisa membawa saya ke berbagai tempat di Indonesia. Ah abaikan matre khas tukang jalan-jalan 🙂

Mengenai rak itu, seringnya berdebu. Hanya kalau mood sedang super baik saja  akan dilap sebentar. Habis itu saya akan beli buku lagi, balik ke internet dan sosial media, rak buku kembali dianggurin.  Oh ya beberapa buku di atas rak itu belum tersentuh sama sekali. Ada yang belinya, kalau tak salah tiga tahun lalu, sampai sekarang masih terbungkus plastik. Kalau saya jual lagi seperti buku baru tidak akan ada yang tahu kalau itu sudah mejeng toko buku tiga tahun lalu.

Dan untuk menambah daftar “keterlaluan”, saya juga punya satu rak di kamar tidur. Haaa perpustakaan di kamar tidur? Wahai rumahku kecil saudara-saudara. Bila kemudian penghuni lain “sebel” melihat buku dan majalah berserakan di kepa tempat tidur, apa lagi alternatif yang bisa ia berikan selain sebuah rak kecil di sisi pembaringan? Belakangan rak itu juga kembali penuh. Majalahnya saya baca tapi buku-bukunya sih kebanyakan saya sentuh satu atau dua lembar saja 🙂

Rak Buku di Kamar Tidur
Rak Buku di letakan dimana saja? Kamar tidur boleh juga

Kemalasan membaca itu bertambah parah seiring menurunnya semangat update blog. Saya merasa tak perlu menyegarkan pikiran atau mencari ide. Untuk apa? Walaupun ketemu toh saya tetap malas mengeksplorasinya jadi tulisan. Jadi persoalan sebenarnya dalam buntu menulis bukan kekurangan ide. Bahan untuk catatan perjalanan saja menumpuk tak digunakan. Foto-foto memenuhi drive. Begitu pula lomba blog dengan tema-tema menarik tak kurang di luar sana. Tapi begitu lah, semua saya lewatkan. Saya merasa seperti bebek kekenyangan yang tidur di tepi kolam saat matahari sedang naik. Ketika semua orang berpacu untuk lebih baik, saya menikmati semilir angin di bawah pohon kemalasan sambil terus meredam perasaan terintimidasi. Malas itu memang  amit-amit!

Dan kabar baiknya saya  tetap rajin beli buku.

Okey sekarang jujur!  Perasaan tak enak itu muncul dari  rasa bersalah. Ini kan sama buruknya dengan membeli barang yang tak dibutuhkan, bukan?  Saat  belanja saya hanya bermain dengan kesan. Bahwa membaca buku aktivitas yang baik?. Padahal saya tidak merasa lebih baik . Mempunyai banyak buku tidak membuat orak saya terisi. Saya hanya diinduksi sosial media atau online news yang tak punya kedalaman.

Masih membaca majalah
Masih membaca majalah

Iya saya memang masih membaca surat kabar. Dan seperti sifat semua koran (news) hanya menyampaikan peristiwa yang telah terjadi. Malah kadang terpikir apa gunanya bagi pengembangan pribadi saya dengan sebuah kecelakaan yang terjadi jauh di luar sana, toh saya tidak bisa membantu? Atau apa perlunya berita gosip selebriti, hidup saya toh punya drama sendiri. Kesimpulan akhir untuk pribadi, News tidak merangsang saya berpikir.

Akibat semua itu apa? Makin bego dari hari ke hari!

Apa kabar dirimu teman? Mmalas membaca juga seperti saya?

@eviindrawanto
Yang bekerja lebih baik akan jadi yang terbaik

22 thoughts on “Rajin Beli Buku Tapi Malas Membaca

  1. hihihi, sama Mbak. Saya seneng ke Togamas dan selalu kalap liat buku2 yang ada. Tapi sampai rumah, buku di anggurin aja. Hadeuh ..

  2. Semangat membacaku juga menurun banget, Mbak. Apalagi kalau baca buku-buku yang masuk kategori ‘berat’. Pasti gak tuntas tuh.

  3. Masih rajin, apalagi kalau pas ada event pameran dengan diskon besar. suka juga belanja buku online pas promo, yang ketemunya harga buku ama ongkos kirim lebih mahal ongkos kirimnya.
    Kalau membaca masih suka juga, walau hanya beberapa lembar sehari. Biasanya malam saat anak-anak sudah tidur, aliasnya buku itu jadi pengantar tidur buat saya 🙂

  4. kalo aku rajin beli buku tapi suka gak tertib baca buku itu dari awal sampe akhir… paling baca dari awal.. terus skip ke pertengahan… dan tiba2 aku suka bikin dugaan.. “ini kayaknya akhirnya gini.. gini.. gini” terus aku langsung buka halaman akhirnya eh.. dugaanku bener.. ya sudah. tamat deh dengan cepat bukunya. jadi gak pernah baca keseluruhan.

  5. Wah kok kebetulan mampir disini temanya tentang buku hahaha.. saya juga suka beli buku mbak, kasusnya sama, ada beberapa yang masih mulus dalam sampul aslinya.

    Kalo pas rajin, rajin, tapi sekarang agak kurang rajin karena banyak kesibukan. Mendingan baca buku daripada baca koran / baca web yang menyajikan berita kriminal, kecelakaan, politik dan berita tak bermutu lainnya.

    Menurut kata sodara saya yang juga suka baca dan beli buku, lebih baik beli buku tapi tidak dibaca, daripada tidak beli sama sekali. karena ada saatnya nanti kita ingin membacanya. jikalau tidak, anggap aja investasi.

  6. Lagi mau nyari rak baru niiih… kasian buku2ku numpuk di meja… Mbak, Evi…, pengen pinjam buku2nya.. hehe….

      1. Haha… mungkin juga mbak…. atau, bisa dipinjamkan tapi milih-miliiih banget.. Ni aku lagi gemes sama teman yg kupinjami buku tapi ga ada kabar beritanya… hiks.. *teringat 3 bukuku itu

Terima kasih sudah berkunjung. Apa kesan teman setelah membaca pos di atas?