PLN yang Bikin Orang Merana

image

Sepertinya selama ini penduduk di tempat tinggal saya hampir tak tersentuh oleh derita rakyat Indonesia yang sering mengalami mati lampu. Banyak teman-temen di sosmed mengeluh dan bahkan ada yang memaki PLN gara-gara mengalami mati lampu setiap hari. Saya maklumi sih sebab ada diantara mereka yang mengalami seperti jadwal minum obat, tiga kali sehari. Tapi sejauh itu saya tak begitu terpengaruh, apa lagi ikutan kesal, sebab tak mengalaminya langsung.

Namun sudah seminggu ini privilege itu tak berlaku lagi. Sekarang tiap hari di sini mengalami pemadaman listrik. Mulai dari dua jam meningkat sampai 4 jam atau lebih. Kebayang gimana mangkelnya ditengah pekerjaan tiba-tiba komputer mati sementara data belum tersimpan? Terbayang gimana dongkolnya barang yang sudah siap keluar pabrik namun harus menunggu gara-gara dokumen antaran tak bisa diproses? Belum lagi operasi pabrik yang berhenti total dan karyawan duduk menganggur selama beberapa jam, terus besoknya produksi tak mencapai target? Duh gak hanya pengen berteriak kalau begini tapi juga pengen nonjok orang!

Gondokan di leher semakin menjadi iika hp atau tablet low batt. Gara-gara lupa ngecharge atau memang habis baterenya karena digunakan menggantikan fungsi komputer. Pokoknya tak ada indahnya hidup tanpa kehadiran listrik.

Ya saya paham bahwa saya sudah teraleniasi oleh kemajuan teknologi. Tak bisa hidup tanpa listrik, komputer, gadget dan internet. Ketaruran dan kenyamanan hidup saya bakal tergangu bila salah satu diantara mereka lenyap atau berulah.

So what?

Terus kalau ada yang bertanya, lah kok mau? Kok mau dipasung alat yang seharusnya penolong, dialianasi kemajuan dan diperbudak teknologi? Menurut saya jawabannya bukan soal mau atau tidak. Tapi apa iya harus balik ke jaman batu jika kita tak ingin terkungkung oleh berbagai kemudahan yang ditawarkan teknologi? Ya tak begitu juga kaleee..

Listrik termasuk kebutuhan dan hajat hidup orang banyak. Menurut UUD 45 hal tersebut harus dikuasai negara. Dan PLN sebagai perusahaan negara sudah berabad-abad menguasai produksi dan pendistribusiannya. Menurut saya sih oke saja bila sampai akhir jaman listrik tetap dikuasai negara. Kan perlu ada subsidi yang diambil dari pajak yang hanya bisa ditarik oleh negara. Kalau swasta yang mengolah listrik terus nanti siapa yang mau biayai subsidinya?

Hanya saja PLN jangan terus-terusan gini dong. Harus ada solusi dalam mengatasi kelangkaan pasokan listrik seperti sekarang. Bayangkan berapa kerugian yang harus di derita masyarakat tiap kali pemadaman. Dan untuk perusahaan sebesar PLN pastinya sudah tahu dimana letak masalahnya. Sebagai pemain tunggal dalam perlistrikan dan SDA berlimpah, mestinya mereka sudah ketemu solusi dan mengeksekusinya. Tak seperti sekarang menggilir pemadaman.

Apakah ditempat mu juga sering mati lampu, kawan?

@eviindrawanto
Yang bekerja lebih baik akan jadi yang terbaik

34 thoughts on “PLN yang Bikin Orang Merana

  1. Sudah bukan menjadi rahasia umum lagi Mba, bila di beberapa tempat sering terjadi pemadaman listrik yang diluarg program dan aturan yang telah di umumkan. Semoga saja hal ini tidak berlarut-larut ya….

    Salam

  2. tempat saya sih tak terlalu sering pemadaman. tapi sekali padam langsung seharian, beuh! Lucunya lagi Ni, tarif mereka baru saja naik loh, pantesan aja jadi agak boros, biasanya irit. Alasan dinaikin demi peningkatan layanan, buktinya?

    Mungkin perlu disaingi pemain swasta nih, Gondok bener saya. Sekarang isi pulsa token aja harus ke ATM atau kantor pos yang jauuuh. ga kooperatif banget pokoknya!

    1. Iya kalau bisnis monopoli kayak gini gayanya. Mestinya seperti Telkomselyah Mas Rudi, begitu punya kompetitor kinerjanya jadi bagus 🙂

  3. Klo ditempatku udah jarang mati lampu mba skrg, beberapa bln lalu sih sering bgt, sampe gondok juga kdg2. Aku pernah lho saking lamanya ga nyala2 listriknya, aku tlp PLN sampe 10x.. ini wkt jaman nya Millie kecil, soalnya aku mikirin asi yg ada di freezer hehehehe

    1. Bagus ya Mbak Yeye, mestinya kayak gitu di seluruh Indonesia. Duh terbayang sedihnya kalau asi yang sudah cape di pompa itu bakal rusakkarena mati lampu

  4. Anggrek-nya cakep banget mbak …
    Dan Bunga kuning di header blog-nya mbak Evi itu kalau nggak salah bunga Iris ya mbak ?
    Maaf kalau komentarnya nggak sesuai topik tentang PLN, soalnya saya kan tukang keboen, bukan tukang listrik he he …

  5. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Evi…

    Teruk juga ya mbak jika listriknya selalu padam dan memang benar, rakyat akan merana kerana tidak banyak yang bisa dilakukan.

    Di tempat saya jarang berlaku keputusan listrik ini. Di tempat kami, pemerintah tidak lagi memegang kuasa dalam listrik terapi sudah diserahkan kepada pihak swasta untuk mengurusnya. kesannya sangat baik untuk kemudahan semua.

    Baiknya tanpa listrik ini, kita bisa berpeluh dan sihat mbak tetapi tidurnya nanti tidak lena kerana panas. 🙂

    Salam semanis gula aren dari Sarikei, Sarawak. 🙂

    1. Waalaikumsalam, mbak Fatimah.
      Iya kalau diserahkan pengelolaan listrik pada swasta, saya kira kinerja akan membaik ya Mbak. Semoga nanti Indonesia juga mengikuti jejak Malaysia, jika listrik dikelola bersama swasta beban PLN akan lebih ringan.
      Salam manis dari Serpong, Mbak 🙂

  6. Di tempatku agak jarang. Tapi sekalinya mati lampu lumayan lama juga.

    Kalau misalnya kita nggak ketergantungan sama listrik, maka listrik padam nggak masalah, ya. Tapi sekarang kita udah ketergantungan banget, jadi listrik padam benar-benar merepotkan dan menjengkelkan….

    1. Yang begini masih bisa ditanggulangi dengan stabilizer ya Mbak Ika, walau gak masuk akal juga, mesti menyediakan berapa coba? Hehehe

  7. Baru bca post Bunda yati, saking seringnya mati lampu, beliau sampai tinggal drmh anaknya ya, Bu.

    Snewen kalau biyar pet listrike. 😆

    Banjar udah gak prnah pemadaman bergilir. 🙂

    1. Sepertinya Medan emang paling parah, Mbak Noni. Yang paling sering aku dengar komplain pada pln, ya teman2 yang tinggal di sana. Ayuh pindah Mbak hehehe

  8. kalau di tempat saya seringnya jeprat-jepret, Mbak. Dalam hitungan 1 menit, nyala lagi. Sehari bisa beberapa kali. Dan, gak cuma rumah saya. Tp memang dari PLNnya

    Itu ngeselin. Karena bikin alat2 elektronik rusak juga kan.

    1. Ya iyalah ngeselin Mbak Myr. Gak ada pergantian tuh dari pln kalau alat2 kita pada rusak. Beda kalau telat bayar, pasti di denda. Sisi buruk dari bisnis monopoli, mau menang sendiri 🙂

  9. Se Indonesia kali yah PLN mah begitu :)
    ditempat tinggal sy yg dulu apalagi, tiap ada ujan dikit campur angin listrik mati :( bener2 deh, yg nyebelin kalo matinya itu dah magrib sampe isya
    blom lagi pemadaman bergilir, bayar telat dikit disamperin ke rumah giliran listrik mati mau ngadu kemana :)

  10. Alhamdulillah tempatku jarang mati Mbak…

    Tapi tempat Bapakku yang di kota Kabupaten malah sering… 🙁

  11. Masalahnya di mana sejak jaman dahulu kala juga udah tau mbak, tapi andaikan PLN dilimpahkan kekuasaan penuh untuk mengatasi permasalahan tanpa campur tangan stakeholder tertentu, maka ada banyak sekali permasalahan yang bisa diatasi dan pelanggan bisa mendapatkan layanan prima yang diinginkan. Kinerja PLN terkait erat dgn masalah pemadaman dan PLN juga gak maulah pemadaman sering terjadi, makin banyak pemadaman penghargaan kinerja terhadap karyawan juga makin menipis, makanya karyawan juga sebenarnya sudah berusaha sedemikian untuk menghindari terjadinya pemadaman. Cuma ya itu dia, PLN ini ibarat kuda yang diketok kepalanya biar lari kencang, tapi ekornya tetep dipegang erat.

    Dan soal monopoli, PLN udah lama mbak gak memegang hak monopoli itu… Perusahaan swasta kalo mau buka perusahaan listrik juga sudah dibuka kesempatan untuk itu. Tapi kenyataannya perusahaan swasta lebih senang bermain di ‘pembangkit’ karena lebih menguntungkan dan gak terlalu dipusingkan dengan urusan jaringan dan distribusi di lingkungan Indonesia yang komplek dengan segala kendala dan urusan birokrasi yang haduh…memusingkan…

  12. Alhamdulillah di rumah so far jarang mati listrik Tan. paling sesekali aja kalo ujan besar, dan itupun ga lama. Semoga masalah listrik ini segera ada solusinya ya Tan oleh bapak ibu petinggi PLN 🙂

  13. Di sini listrik dipegang swasta mbak, jadi yg nggak memberikan pelayanan bagus ya siap siap saja bangkrut, mati lampu bisa dikatakan nggak ada mbak di desaku 🙂

  14. Tak semuanya salah PLN. Pihak swasta cuma mau main untung, mainnya di pembangkit saja. Coba, rata-rata pembangkit yang besar-besar sekarang kepunyaan swasta, lalu mereka jual setrum ke pln. Harusnya pemerintah bikin aturan juga, boleh swasta bangun pembangkit dan jual daya ke PLN tapi harus bangun jaringan sekian kilometer, misal setiap kilowat daya yang dihasilkan harus bangun jaringan satu kilometer. Jadi daya yang dihasilkan tidak hanya menumpuk di daerah yang surplus. Di Sumatera Selatan daya listrik surplus, di Sumatera Utara daya listrik minus minta ampun, karena tidak ada jaringan sutet antara Sumsel dan Sumut akhirnya Sumut tetaplah menjerit kekurangan. Alamak…., presidennya kebanyakan curhat dan galau memang ginilah jadinya.
    Maka, mari kita pilih pemimpin yang tegas untuk pilpres mendatang. Agiah taruih…. 🙂

  15. di tempat tinggal yang dulu tidak merasakan langsung, kalau mudik baru berasa.
    begitu pindah dua tahun lalu, mati listrik dari PLN udah rutinitas kayaknya, awalnya nyumpah2 juga, lama-lama cuma bisa berharap PLN bisa dibenahi.

  16. listrik mati memang menjengkelkan, ditempat saya juga sering banget, ga ada hujan dan badai listik tiba2 mati, apalagi kalo datang hujan, pasti langsung mati, hmm…..

  17. PLN, repot juga kalau berbicara ini, saya di bali mbak, dulu sering banget pemadaman, jadi yang pasang alat elektronik sedikit, sekarang sudah tidak lagi ada pemadaman yang pasang alat elktornik jadi banya, sehingga kebutuhan akan listrik akan selalu meningkat, namun dari pihak PLN tidak kunjung menambah PLTN atau sejenisnya

  18. hampir setiap tahun dan bahkan tiap bulan, PLN menerima penambahan daya. tidak jarang 1 Kk memiliki 2 box listrik dengan pemasangan daya/amper yang tinggi. di kepulauan seribu apabila weekend. listrik sering naik turun sehingga beberapa lampu mati.

Terima kasih sudah berkunjung. Apa kesan teman setelah membaca pos di atas?