Dari Gula Semut Jadi Palm Sugar

image

Dari gula semut jadi palm sugar – What is in a name? That wich we call a rose by any other name would smell as sweet. Itu kata Romeo kepada Juliet dalam drama Shakespeare yang terkenal itu. Apa lah arti sebuah nama, walaupun kita menyebut gula semut maksudnya tetap lah palm sugar.

Namun saat sebuah entitas ingin mengemuka dalam dunia yang semakin majemuk, teori Shakespeare tak diperlukan lagi.Apa lagi di era pencarian informasi yang tak lagi dibatasi lokasi geografis, nama jadi kian penting untuk membedakan eksistensi yang beragam.Sekalipun saya ngotot menggunakan nama gula semut untuk gula aren yang dihaluskan kebanyakan pengguna lebih mengenalnya sebagai palm sugar atau gula palem versi Indonesianya. Jadi ya sudah ikut arus saja, ikut menyebut palm sugar untuk gula semut. Atau lebih spesifik lagi arenga palm sugar untuk gula semut aren.

Namun percayalah suatu saat nama gula semut itu akan muncul kembali. Ketika palm sugar kian dikenal, kian biasa, dan ketika bahasa Inggris kian lokal. Orang akan mulai bertanya, ” Loh kok semua berlabel palm sugar sih? Bukan kah tanaman palma pengahasil gula banyak macamnya? Ada aren, kelapa dan lontar. Begitu pula bentuknya, ada yang padat dan berderai? Mengapa mereka cuma disatukan dalam dua kata palm sugar saja?”.

That’s all the case my friends. Semua akan indah pada waktunya. Berhubung saat ini pemakaiannya masih rendah maka sosok gula semut terkelumun oleh palm sugar, gula aren dan gula merah. Saat kebutuhan meningkat orang akan melihat lebih ke dalam dan saat itu menyadari mengapa perlu memberi nama berbeda menurut jenis pohon penghasil dan bentuk dari pemanis tradisional ini.

@eviindrawanto
Yang bekerja lebih baik akan jadi yang terbaik

4 thoughts on “Dari Gula Semut Jadi Palm Sugar

  1. keunikan palm sugar hanya akan tiba sesaat saja, niscaya bila warga telah terbiasa, mereka takkanlah lagi galau memikirkannya…:o)

  2. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Evi…

    Memang kalau dari segi pasaran/market bersifat internasional, nama inggerisnya lebih dekat, mbak dari nama lokal. Cuma kita harus juga mengekalkan nama lokal agar anak generasi baru bisa mengenal dan membedakannya.

    Salam manis dari Sarikei, Sarawak. 🙂

Terima kasih sudah berkunjung. Apa kesan teman setelah membaca pos di atas?