Ketika Dunia Hanya Berisi Anak Berbudi

Peresmian Kolam Ronang

Semua anak mencintai ibunya. Pasti itu! Yang membedakan hanya cara kita mengungkapkan. Perbedaan cara pengungkapan  itu dilatar belakangi kondisi sosial ekonomi, sejarah kehidupan yang dilalui, situasi maupun situasi. Ada yang mengatakan cinta banget pada ibunya namun tak pernah melakukan apa-apa demi kesejahteraan sang bunda.  Ada yang biasa-biasa saja alias jarang ngomong tapi cinta terhadap wanita yang pernah melahirkannya luar biasa.

Dan Pakde Cholik bukan bagian dari dua golongan di atas. Cinta beliau terhadap Ibunda yang disebut emak diekspresikan dengan kata-kata maupun tindakan. Coba lihat tulisan beliau Liburan Bersama Emak, tentang upacara pembukaan kolam renang di belakang rumah. Membaca tulisan itu pertama kali saya sempat menyumpahi diri sendiri. Pasalnya malu karena tak pernah mengungkapkan cinta seglamor itu pada ibu sendiri.

Sebagai penggemar Pakde, saya terbiasa mengikuti aneka postingnya di BlogCamp. Sedikit banyak tahu bahwa Emak yang mempunyai anak pensiunan polisi ini sebetulnya tak membutuhkan kolam renang sebagai sumber ekonomi. Namun karena ia membesarkan anak yang berbudi, kolam renang itu telah menjadi sumber kesejahteraan lahir batin bagi Emak. Anaknya tahu bahwa manusia tak melulu hidup karena uang. Emak yang secara fisik masih sehat memerlukan kegiatan positif dalam menapaki hari tuanya.

Saya membayangkan jika dunia hanya berisi anak-anak seperti Pakde. Akan seperti apa?  Mungkin kita tidak terlalu cantik gara-gara garis senyum terlalu dalam? Habis mau gimana lagi sebab bibir lebih banyak digunakan untuk tertawa sih.

Serpong, 22 Juni 2014

Diikutkan pada Givaway 2 Hari Pakde Cholik

16 thoughts on “Ketika Dunia Hanya Berisi Anak Berbudi

  1. seandainya tulisan ini tersemat dalam sebuah acara memperingati hari ibu,,sudah pasti dengan motivasi dan saran tulisan ini akan dapat banyak menyadarkan kita betapa berdosanya kita dengan ibu kita,,

    terimakasih sob sudah berbagi..
    saya mau peluk ibunda dulu..salam kenal

  2. bener bu, bisa damai dunia
    ga kebayang kalo semua kaya anak anakku yang bandelnya minta ampun. rumah aja ga pernah rapi semua diberantakin. bisa ancur tuh dunia 😀

  3. Hebat sekali Pakde Cholik ini. Salut aku Mbak. Kalau semua anak seperti beliau, pastilah tak ada lagi cerita ibu yang ditelantarkan anaknya ataupun ibu yang menyumpahi anaknya

    1. Dan gak bakal ada juga ibu-ibu yang terlunta-lunta mencari tempat berteduh, Mas..Seperti yang aku saksikan beberapa waktu lalu 🙂

  4. Terima kasih atas partisipasi sahabat dalam Giveaway 2 Hari
    Berapa kata nich, saya tak bisa copy artikelnya
    Salam hangat dari Surabaya

  5. ya..saya juga beberapakali membaca postingannya pakDe dan selalu berpikir,alangkah berbudinya Pak De selaku anak.Sayang banget sama ibunda yang melahirkannya.

  6. cinta ibu memang joss ya Mbak. Cinta anak kadang yang pendek. saya juga malu belum banyak berbuat ma orangtua saya. Sukses dengan kontes GA-nya Mbak.

Terima kasih sudah berkunjung. Apa kesan teman setelah membaca pos di atas?