Mitos di Sekitar Pohon Aren

image
Pohon Aren

Mitos di Sekitar pohon aren – Sekilas pohon aren ini memang seram ya? Bermisai ijuk hitam di sekelilingnya. Sudah begitu tangkai daun tetap melekat sekalipun sudah tua dan mati. Membuat banyak kotoran terperangkap di sana.

Batang aren juga tempat favorit bagi beberapa jenis burung bersarang. Sisa makanan yang tertinggal akhirnya tumbuh jadi benalu dan membentuk semak. Faktor ini membuat penampilan aren tambah seram.

Mitos di sekitar pohon aren pertama berkaitan dengan penampilannya ini.

  1. Tempat tinggal Wewe Gombel.

Wewe Gombel adalah makluk halus berjenis kelamin perempuan yang digunakan untuk menakuti anak-anak. Mereka yang tak patuh atau melawan perintah orang tua akan diberikan pada wanita berketiak dan bersusu besar ini. Mereka akan dijadikan anak-anak Wewe Gombel dan tinggal di atas pohon aren yang menyeramkan itu selamanya.

  1. Menyanyi.

Sebelum mengambil niranya untuk dibuat gula, penderes jaman dulu akanΒ  bersenandung dekat pohon aren. Sambil mengoyang-goyang tangkai bunga yang akan disadap merekaΒ  bersyair melontarkan puji-pujian. Betapa pohon tersebut bermurah hati telah menolong mereka. Dengan begitu pohon aren akan sudi mengeluarkan nira lebih banyak. Ini dilakukan masyarakat Jawa dan sekitarnya.

  1. Meratap.

Di Minangkabau lain lagi. Alih-alih bersenandung gembira penderes aren di sana malah meratap. Syair dan musiknya dipilih yang sedih-sedih. Bagaimana jika aren tak membantu, keluarga mereka pasti akan sengsara. Maksudnya sama, agar pohon aren jatuh iba dan mengeluarkan nira yang berlimpah.

  1. Memakai Baju yang Sama.

Mitos sekitar pohon aren yang ke empat terjadi di Jawa Barat. Agar aren konsisten mengeluarkan nira, para penderes memakai baju yang sama sejak mulai meninggur sampai tangkai batang bunga habis diiris dan tak mengeluarkan air lagi. Kalau berganti baju dikuatirkan aren terkejut lalu ngambek dan tak mau mengeluarkan nira lagi.

Begitulah beberapa mitos disekitar pohon aren. Teman pernah mendengarnya?

@eviindrawanto

@eviindrawanto
Posted from WordPress for Android

58 thoughts on “Mitos di Sekitar Pohon Aren

  1. Selamat malam mba Evi, salam kenal dari saya.

    Baru pertama mampir ke blog mba ini. Blog yg luar biasa dgn banyaknya tulisan-tulisan bagus disini.

    Pohon aren dan gula aren. Tentang mitosnya terus terang tidak banyak yg saya dengar, hanya konon harus bersenandung saat menyadapnya saja. Gula aren itu bahasa Sundanya “gula beureum”. Sekarang sepertinya banyak gerakan untuk kembali mengkonsumsinya kembali. Salah satu sahabat saya di Sukabumi belakangan berusaha dalam penjualan gula aren juga.

    Salam,

    1. Dan gerakan mengembalikan pengolahan gula aren dan gula merah ke organik sepertinya juga terus di galakan Pak. Dulu dinas-dinas pemerintah mengajarkan perajin menggunakan sulfit untuk pengawet nira. Setelah masyarakat mulai sadar bahaya penggunaan pengawet kimia tersebut, sekarang mereka ramai-ramai menganjurkan agar mengembalikan pengolahan secara alami.

      Terima kasih sudah mampir Pak Titik Asa

  2. baru mendengar mitos pohon aren itu disini uni,
    tetapi walau penampakannya serem si pohon aren ini menghasilkan sesuatu yang manis.

  3. Waaahhhh, pantes, waktu menjelang magrib saya gak sengaja berdiri dekat pohon aren, nunggu teman, dilihatin orang sepertinya mereka itu ketemu setan kober.

  4. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Evi….

    Lama sekali kita tidak bersilaturahmi ya. Mudahan sihat dan bahagia. Diucapkan Selamat Hari Ibu buat mbak.

    Mitos-mitos seperti ini memang terdapat di mana-mana. Malah di Malaysia juga sama atas tujuan untuk menakutkan anak-anak atau meminta sesuatu agar lebih menjadi hasilnya. Semasa kecil saya juga ditakutkan dengan hal yang menyeramkan kepada jenis-jenis pokok yang dianggap berpuaka seperti pokok Ara yang didiami oleh langsuir.

    Tanpa disadari, ia perbuatan khurafat dan membawa kepada syirik besar. Astaghafirullah. Mudahan kita tidak menyambung perbuatan seperti ini juga.

    Salam manis selalu dari Sarikei, Sarawak. πŸ˜€

    1. Waalaikumsalam, Mbak Fatimah.
      Iya tampaknya setiap suku bangsa punya cerita mistis fi seputar pohon ya. Terimakasih atas tambahan ceritanya Mbak πŸ™‚

    1. Nenek moyang kita punya berbagai cara dalam menyampaikan nilai2 kearifan. Saya pikir mitos seperti wewe gombel itu merupakan salah satu cara, Mbak Mechta πŸ™‚

  5. kalau aku diajak Mbak Evi jalan jalan sekali ke ladang aren… pasti sangat senang karena bisa melihat sarang burung yang banyak ya..

  6. dari tata cara memang aneh, tapi dari segi makna semua bermuara pada harapan agar mendapatkan hasil yang maksimal ketika mengambil nira aren, ilmiah atau tidak bertolak belakang dengan agama atau tidak itu urusannya orang-orang jaman sekarang

    1. Nenek moyang kita dulu percaya bahwa alam adalah ibu yang selalu menjaga dan memberi kepada anaknya. Jadi alih2 ei eksploitasi mereka minta dengan rasa hormat ya Mas Narno πŸ™‚

  7. Di kampung saya pohon aren yang sudah tua, besar dan tinggi, dulu dipercayai tempat makhluk halus yang sering merasuki orang. Makanya waktu magrib dan matahari pas di puncak kepala dilarang melalui pohon aren, supaya tidak tasapo. Apa itu tasapo? Tasapo = kerasukan.

  8. baru kali ini saya dengar mitos pohon aren. bagi kita yang hidup di era modern tentu mitos sperti itu terdengar sangat tdk masuk akal, tp bagi mereka yg kita anggap ketinggalan jaman, mitos2 smcam itu menjadi satu keyakinan bahwa “segala sesuatu yg ada di alam raya ini ada “penunggunya”, ada yg menguasai selain manusia….ada pihak lain yg mbahurekso, sehingga tdk boleh seenaknya bertindak..”

    mungkin…ini hanya pendapt pribadi saya..

    1. Setuju Mas. Dalam pandangan moderen mitos termasuk mistis. Suatu saat kelak, entah ratusan tahun di depan, apa yg kita percayai sekarang mungkin juga akan disebut mistis oleh generasi mendatang itu πŸ™‚

  9. Mitos di sekitar pohon aren baru saya cengar dengan versi seperti ini Mba, namun pesan tersebut di buat pada masanya dulu mungkin sebagai bahan pembelajaran dan memiliki maksud tertentu. he,, he,, he,,,

    Salam,

    1. Betul Zan..Ini bagian dr kearifan nenek moyang kita. Mereka begitu menghargai tumbuhan, alih2 mengeksploitasi malah dianggap makhluk yang dihormati

  10. wewe gombel plus meratap, idenya ada komunikasi antara penderes dengan pohon arennya ya UniEvi, agar selalu mengalirkan nira. Salam

  11. Saya baru tau bahwa ada mitos-mitos tertentu yang berkaitan dengan pohon aren …

    selama ini yang saya dengar hanya pohon bambu saja …

    Salam saya Bu Evi

    1. Aku setuju banget, MM. Menyanyi, meratapi dan percaya bahwa pohon ada penunggunya adalah berangkat dari kepercayaan kuno ini πŸ™‚

  12. Baru tahu soal mitos ini, Uni. Lucu juga ya kalau kita meratap sama pohon aren biar dia kasihan dan mengeluarkan nira yang banyak.. Ada-ada saja mitosnya ya Uni… πŸ˜€

    1. Sebagai sebuah kias dalam pelajaran hidup, cerita aren berbuah emas dan Sunan Bonang itu pasti ada, Mas Nanang. Emas hijau tepatnya πŸ™‚

Terima kasih sudah berkunjung. Apa kesan teman setelah membaca pos di atas?