Palm Sugar Organik

palm sugar organik

Palm Sugar Organik – Mengapa disebut Organik?

Berbagai penyakit akibat pola makan serta tumbuhnya kesadaran merawat kesehatan membuat sebagian masyarakat beralih pada produk dan makanan organik. Tak hanya makanan pokok seperti beras, daging dan sayur, mereka juga meninggalkan gula putih untuk pemanis. Mereka beralih menggunakan madu atau palm sugar organik sebagai pengganti.

Di pasar banyak beredar palm sugar organik. Setidaknya begitu pengakuan para produsennya.Namun konsumen organik harus berpikir melampaui para produsen tersebut. Apakah produk yang mereka jual bernaran organik atau cuma akal-akalan?

Untuk melindungi konsumen pemerintah mengatur produk hasil pertanian organik melalui suatu undang-undang. Sebelum terdapat label organik yang dikeluarkan sebuah lembaga sertifikasi, menurut peraturan tersebut, produk tidak bisa disebut organik.

Dengan kata lain, pengakuan organik harus dibuktikan oleh sehelai sertifikat yang dikeluarkan lembaga pengawas yang dianggap berwenang. Tanpa itu produk yang mencantumkan label organik dianggap tidak sah.

Arenga Palm Sugar Organik

palm sugar organikDari pengalaman saya sebagai pemilik sertifikasi palm sugar organik, untuk mendapat pengakuan organik itu tidak mudah.

  • Soal biaya. Sangat mahal menurut ukuran perusahaan kami. Untungnya ada lembaga yang bersedia membantu dalam hal ini. Alhamdulillah.
  • Organik bukan soal tes di laboratorium. Bila tak terdapat jejak kimia atau pestisida sintetis maka produk bisa diaku organik. Bukan begitu, Bro and Sis!
  • Memberi label organik lewat lembaga sertifikasi seperti keluarga kerajaan cari mantu. Memperhatikan bibit-bobot dan bebetnya.
  • Artinya lokasi lahan, riwayat tanah, bibit, perawatan, sampai proses pembuatan dan handling produk diterawang satu persatu.

Tiap step ada dokumen yang harus diisi. Tidak boleh dihapus dan dirubah. Gunanya untuk memudahkan ketelusuran. Jadi kalau ada yang tak beres dalam produk organik atau sesuatu mengancam konsumen, yang berwenang lebih mudah nemukan produsennya. Ketelusuran juga memudahkan menemukan sumber masalah.

Itu semua ternyata belum cukup. Lembaga sertifikasi untuk Arenga Palm Sugar juga ingin tahu kemana saja produk dijual.

palm sugar organik

Ya begitu lah mengapa suatu produk disebut organik. Refooot banget urusannya. Tiap step harus diikuti tanpa kecuali. Satu saja tak memenuhi standar yang telah ditentukan, produk takan lolos sebagai produk organik. Apa boleh buat pasar menuntut seperti itu. Dan itu semua hak konsumen pengguna palm sugar organik.

Semoga keterangan singkat saya membantu sahabat yang mencari produk organik. Palm sugar organik, anyone?

@eviindrawanto

24 thoughts on “Palm Sugar Organik

  1. Semoga tak ada oknum-oknum yang mencari celah untung untuk membuat gampang begitu saja label organik ya Uni.. biar produk-produk yang beredar di pasaran benar-benar murni organik, bukan semi organik atau justru organik abal-abal

    1. Amin. Semoga saja Mas. Gak adil soalnya. Yang benaran keraja keras untuk organik bersaing dengan yang cuma ngaku-ngaku hehehe..

  2. Kompetisi yang makin ketat, salah satunya disumbangkan oleh banyaknya brand-brand abal-abalan yang asal claim saja. Semoga Mbak Evi selalu sabar. Keep doing the best and focus on consumer’s benefits, serta jangan lelah mengkomunikasikannya – hanya dengan displin itu konsumen akan bisa membedakan mana biri-biri dan mana kambing. Semoga sukses selalu.

    1. Terima kasih atas semua pengetahuannya, Mbak Dani. Kadang mood naik turun. Tapi sebagai pengusaha mikro gak ada pilihan, mesti berusaha sendiri menaikan ranking brandnya 🙂

  3. ternyata mengurus agar suatu produk itu layak disebut organik agak ribet dan mahal ya,
    saya jadi lebih memahami setelah membaca artikel ini, semoga saja saya bisa membedakan produk organik yang asli dan yang palsu….salam 🙂

    1. Begitu lah Pak Hari. Banya syarat yang mesti dipenuhi sebelum suatu produk boleh mencantumkan label organik di kemasannya 🙂

  4. Terkadang orang yang standar dan mudah di buat sulit di negeri ini. Giliran yang sulit mereka masa bodoh. kan seharusnya sudah ada Mba, untuk para pengusaha produsen kecil jalan. Dan biasanya orang-orang itu hanya mencari alasan saja Mba, biasa sih lagu lama. he,, he,, he,,,,
    Semanagt terus ya Mba.

    Salam,

    1. Pameo yang terkenal di negeri ini emang begitu ya, Pak Indra. Kalau bisa dipersulit ngapain di permudah. Itu cocoknya untuk birokrat ya. Tapi dalam standar organik, segala kesulitan itu digunakan untuk melindungi konsumen 🙂

  5. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Evi…

    Sepatutnya begitulah prosedur untuk menjamin keaslian sesuatu produk yang benar-benar berkualitas dan memenuhi syarat untuk dianggap organik. Maka, para consumer pasti akan berpuas hati kerana mereka membeli yang telah dikualifikasikan oleh pihak berwajib. Ternyata mbak Evi juga berusaha untuk memastikan produk yang dikeluarkan sesuai untuk kesihatan masyarakat seluruhnya. Semoga dimudahkan Allah dalam segala urusan kerjaan, mbak. Aamiin.

    Salam manis dari Sarikei, Sarawak. 😀

    1. Waalaikum salam. Amin. Terima kasih atas doanya Mbak Fatimah. Jualan produk organik emang masih kecil pasarnya di Indonesia. Tapi Insya Allah dengan ketekunan kami bisa sukses ya 🙂

  6. Waah ribet juga sertifikasinya ya kak … tapi memang harus begitu sih untuk “mengaku” organik. Moga sukses usahanya ya Kak Evi ^_^

  7. Betapa bibit, bobot, dan bebetnya harus diperhatikan ya, Mbak Evi. Sungguh, ini bukan soal hasil tes labirat. Wah, jadi tambah ngerti saya soal ini. Makasih banyak ya, Mbak. Semoga ikhtiar ini lancar, sukses, dan berkah.

  8. Ternyata bukan hal yg mudah untuk mendapatkan sertifikasi organik. Padahal saya juga ada tanaman yg benar2 tdk tersentuh dg zat kimia sama sekali, meskipun msh utk konsumsi sendiri.

    1. Kalau untuk konsumsi sendiri gak pake disertifikasi juga gak apa-apa lah Pakded. Sertifikasi gunanya kan untuk melindungi konsumen 🙂

  9. semoga saja kualitasnya memang jempolan mba, soalnya sekarang banyak produk yang asal tempel sertifikasi.

    oh ya mba, saya ganti nama domain, mohon di follow ulang agar masih bisa berkomunikasi..
    nuwun..

  10. Trima kasih informasinya, mbak Evi.
    Istilah organik memang sekarang jadi label yang disukai banyak orang. Kesannya mungkin lebih sehat ya. Tapi dengan ‘syarat-syarat’ organik yang mbak Evi tulis disini, saya jadi paham bahwa label organik itu memiliki syarat yang sangat panjang agar bisa disebut benar-benar sehat…
    Makasih infonya, mbak 🙂

Terima kasih sudah berkunjung. Apa kesan teman setelah membaca pos di atas?