Pantai Tanjung Setia Lampung

Pantai Tanjung Setia – Menikmati Debur Ombak di Pesisir Barat Lampung

Propinsi Lampung merupakan kampung kedua bagi saya. Negeri yang terletak di paling selatan pulau Sumatera tempat kelahiran suami dan hampir tiap tahun kami kunjungi. Bisa dimaklumi jika banyak hal yang saya kangeni disini. Terutama pantai-pantainya yang relatif  masih alami. Dengan air membiru bak mutu manikam dan gulungan ombak putih yang pecah di bibir pantai sungguh menggoda untuk duduk berlama-lama.

pantai tanjung setiaKalau pulang  ke Lampung tujuannya selalu jalan-jalan. Agar anak-anak tak mati kebosanan dan kisah perjalanan lebih menarik Bapaknya  mengusahakan mengunjungi tempat-tempat berbeda. Nah suatu sore kami mendamparkan diri di Krui – Lampung Barat. Kampung yang letaknya bersisian dengan  Taman Nasional Bukit Barisan Selatan ini menyimpan banyak pesona bagi para pendatang. Salah satunya Pantai Tanjung Setia,  destinasi pesilancar dunia menjajal kemampuan bermain di atas ombak.

Sebelumnya saya tak mengenal nama pantai ini. Memang pernah mendengar bahwa Lampung punya tempat bersilancar  bagi turis asing pada musim-musim tertentu. Bahwa yang dimaksud Pantai Tanjung Setia baru tahu setelah ngobrol ngalor-ngidul dengan pemilik warung sembako yang mangkal di sana.

Hari itu kami menginap di Krui dan memutuskan bermain di pantai sambil menunggu kedatangan malam. Saya berdiri mengamati anak-anak yang berlarian kesana-kemari. Pasir putih nan lembut memeluk telapak kaki dengan nyaman. Saat mata menyapu laut lepas, sore semakin temaran yang ditandai merahnya  matahari di kaki langit. Untuk merayakan insting rasa syukur saya bentangkan tangan lebar-lebar menyambut sapaan bayu berisi aroma laut. Deburan ombak serta disertai bayang-bayang hitam dari orang-orang yang sedang mandi di laut membuat tempat itu seperti surga. Setidaknya dalam kepala saya 🙂

Menerima Tamu Lokal

Sekalipun Pantai Tanjung Setia relatif sepi pengunjung namun wisatawan yang hendak bermalam tidak perlu kuatir. Karena di Krui dan sepanjang pantai tersedia banyak penginapan. Ada homestay maupun bungalow-bungalow yang  terbuka ke arah laut.

Saat melihat-lihat barisan bungalow, mata saya tertumbuk pada tulisan di atas kardus bekas yang berbunyi : ” Menerima Tamu Lokal”. ” Lah maksudnya apa?’

Selidik punya selidik, rupanya dulu ada gossip bahwa di tempat ini ada resort mewah milik orang asing yang hanya menerima tamu asing. Turis lokal dilarang masuk. Tidak tahu apakah gossip itu latar kebenaran, yang jelas ada dua bungalow lagi memasang tanda  serupa di pagar mereka. Tapi kalau mengintip dari luar, kesan saya,  tak satupun   dari bungalow-bungalow itu berpenampilan luar biasa. Mereka biasa-bisa saja.

Suka jalan-jalan ke pantai, teman?

@eviindrawanto

44 thoughts on “Pantai Tanjung Setia Lampung

  1. ternyata Lampung adalah kampung halaman om Indrawanto.. beruntunglah uni punya guide handal jika blusukan di sana.. 😀

    pantai dengan ombak dahsyat begitu, pasti bikin keder anak gunung.. #nunjuk diri sendiri. 😛

    1. Iya kita blusukan dengan guide orang Lampung May..Jadinya banyak yang bisa dilihat ..
      Anak gunung kalau lihat laut harus ke Padang ya hehehe…

  2. Aih.. saya suka banget ke pantai, Bu. Apalagi kalo sempat berenang… 🙂
    Pasti karena kecantikan pantainya sampai2 ada orang luar yang punya bungalow di situ ya…

    Ehm, sekalian saya mau ngucapin selamat Idul Fitri. Mohon maaf lahir batin 🙂

    1. Selain pantainya, ombak Tanjung Setia emang tinggi Mbak Akin..Bagus untuk surfing.

      Selamat Idul Fitri, maaf lahir dan batin 🙂

  3. pantai yang indah dan landai menghadap ke samudera Indonesia dengan penyuguhan pemandangan romantis. Hm…. jadi kangen mau ke sana lagi nih Mba.

    Salam wisata

  4. Paling ngiri kalau lihat pantai di luar Jawa.
    Masih bersih dan alami.
    Pantai di Jawa tak ada lagi yang bebas dari kekumuhan…
    Mungkin ada tapi jalur kesananya yg nggak ada.
    Pantai yang dekat pemukiman rata2 penuh kotoran.

  5. ahhh. suka banget laut…
    pengen dah mba.
    kmrn lihat di postingan anak malang juga dia ke Lampung. dah gitu teman di sana juga pasang PP pantai di Lampung. huaaa… pengen banget mba.

    foto2nya bikin makin pengen ke sana nih.

  6. Ooo di Lampung ada juga ya mbak tempat buat berselancar. Selama ini yg sering saya dengar sih selain Bali ada juga di Nias ombaknya bagus buat berselancar, ternyata di Lampung juga ya 🙂 . Saya suka ke pantai kalau malam saja mbak, klo siang dan sore takut item hehe 😀 .

    1. Yang baru aku tahu tempat surfing di Lampung ya baru di Tanjung setia ini Mbak Nella. Kalau aku ke pantai jarang malam2, habis gak ada yang dilihat 🙂

  7. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Evi…

    Pemandangan pantai yang indah dan jarang sekali ditemui pemerintah tempatan yang mengambil berat akan keindahan pantai yang sedia ada dan bisa dijadikan sebagai kawasan wisata.

    Selamat mudik kampung mbak… Selamat Hari Raya dan maaf zahir bathin.
    Salam Seindah Syawal dari Sarikei, Sarawak. 😀

    1. Waalaikumsalam,
      Tiap tempat pasti punya keunikan sendiri Mbak Siti. Tentunya Sarikei Juga begitu. Minal Aidin Mbak. Kalau ada salah2 kata selama kita bergaul sebagagi Blogger mohon dimaaf kan juga ya. Selamat menikmati hidangan lebaran 🙂

  8. Dari dulu, Lampung hanya saya lewati saja, Uni kalau perjalanan darat. Belum pernah mampir, apalagi plesiran.. Sepertinya patut direncanakan nih berwisata ke Lampung, apalagi setelah membaca postingan ini..

    Selamat Idul Fitri ya Uni..
    Mohon dimaafkan atas segala salah dan khilaf..

  9. alam Lampung Barat alami sungguh permai ya Uni Evi, foto2nya bagus. Ini berlebaran di Lampung atau Magek, menunggu oleh2 postingan khas Uni. Salam

  10. Semula cuma mendengar cerita kalau Pantai Krui itu indah, ternyata betul-betul indah seperti yang tampak dari foto-foto Mbak Evi. Sunsetnya juga cakep.

  11. Gema Takbir Menyapa Semesta,
    Membesarkan dan Mengagungkan Yang Maha Esa nan Maha Suci,
    Bersihkan Hati Kembali Fitri di Hari Kemenangan,
    Terkadang Mata Salah Melihat dan Mulut Salah Berucap,
    Hati kadang salah menduga serta Sikap Khilaf dalam Berprilaku,
    Bila Ada Salah Kata, Khilaf Perbuatan dan Sikap,
    Bila Ada Salah Baca dan Salah Komentar,
    Mohon Dimaafkan Lahir dan Batin,
    Selamat Merayakan Idul Fitri 1 Syawal 1434 H

  12. hehe kok ada ada saja sih
    tamu saja didiskriminasi. bukannya yang penting bayar ya..?

    kapan aku bisa liat lampung, bu..?
    keluyurannya ke arah timur mulu…

    1. Soal diskriminasi mah masih ada aja, Mas Rawins. Walau dilakukan diam-diam dan ditutup berbagai macam dalih.

      Ayo sesekali melebar ke Barat jalan-jalannya Mas 🙂

  13. saya dan keluarga baru saja mencoba bertualang ke pantai Tajung Setia tgl 10 sd 14 Agustus kemarin. Dibandingkan pantai2 lain yang ada di Sumatera dan Jawa, pantai ini cukup keren. Kami sengaja nginap di pantai disebuah losmen dipinggir pantai. Kalau bahasa keren mereka Surfing Camp.
    Saya ingin berbagi kesan plus dan minus pantai ini setelah saya coba menyusuri bibir pantai sepanjang 1 km dan perjalanan dari Ranau – Liwa – Krui – Tanjung Setia.
    Plusnya :
    1. Setuju ombak yang besar sangat keren untuk surfing dan sunset yang begitu nyaman dipandang.
    2. Pantai yang landai karena dipagari karang selebar lebih kurang 100 meter sehingga sangat nyaman ngajak anak2 bermain air dan pasir. Kecuali saat air pasang, ombak bisa menghempas sd bibir pantai dan tembok losmen.
    3. Harga penginapan yang cukup ekonomis dan hampir sama. Hasil survey saya ke > 5 losmen yang ada, rata2 harga sewa kamar Rp 250.000/malam (tidak termasuk sarapan pagi). Memang untuk tamu bule harga lebih mahal karena sudah mengcover makan pagi, siang dan malam.

    Minusnya. Nah ini bikin bete kalau berlama lama disini.
    1. Jalan masuk yang tidak terawat. Kalau habis hujan, bisa untuk pelihara lele.
    2. Lahan2 antara losmen sangat tidak terawat, bersemak dan sangat kotor penuh sampah. Coba kalau dibersihkan, sangat nyaman bagi masyarakat lokal dan luar menikmati suasana pantai yang begitu indah.
    3. Mau cari makan. Ini juga bikin pusing, sulit cari rumah makan. Untung kami bawa perlengkapan masak, mulai dari kompor gas, Magic com dsb.
    4. Listrik juga bikin bete. Sering mati lampu dan kalaupun nyala, voltase rendah. Mau nge charge HP saja sulit full charging.
    5. Informasi di website juga tidak uptodate. Dinayatkan hanya ada 5 losmen. Faktanya ada puluhan.
    6. Ada kesan pemerintah setempat sangat kurang mendukung objek parawisata ini. Mungkin kalau ada dana proyek, baru semangat ya.

    Saya yakin kalau infrastruktur diperbaiki dan ada kolaborasi perbaikan oleh pemda Lampung Barat dan pengusaha losmen apalagi kalau ada pengusaha swasta besar yang mau kelola, Pantai Tanjung Setia akan punya daya tarik lebih dan wisatawan akan berbondongf bondong mau kesana. Kalau hanya mengharapkan bule yang datang, apa akan sukses. Lihat Bali, sebagian besar yang hadir wisatawan lokal yang menghidupkan perekonomian masyarakat.
    Kita malu bila dibandingkan dengan objek wisata yang ada di Jawa dan Lombok.

    1. Wah terimakasih atas tambahan infonya yg lengkap, Mas Bambang. Insya Allah berguna bagi pengunjung lain yg hendak main ke Pantai Tanjung Setia

  14. dulu sering Liwa dan Krui kalau jalan darat ke Bengkulu
    terkesan dengan pantainya yg bersih dan berombak tinggi
    entahlah aku nggak tau itu pantai Tanjung Setia apa bukan ya

    1. Tanjung Setia emang berada di Krui MM. Kalau melewatinya dan melihat pantai dengan ombak tinggi pasti pantai ini..Walau ada juga yang melandai di dekat Pasar Krui itu..Aku lupa namanya 😉

Terima kasih sudah berkunjung. Apa kesan teman setelah membaca pos di atas?