Mengenal Kolang-Kaling

Kawan-kawan sudah mengenal kolang-kaling, bukan?  Ya dia disebut juga buah atap atau buah atep. Berwarna putih transparan yang kalau digigit kenyal rasanya. Kolang-kaling berasal dari pohon aren atau enau (Arenga Pinnata).

Sekalipun sama-sama keluarga palem-paleman, nasib kolang-kaling tidak seperti buah kelapa. Buah bersantan itu setiap saat tinggi permintaan pasarnya.  Sementara kolang-kaling ibarat anak yang dilupakan. Kalau pun dibutuhkan pada hari biasa paling-paling terlihat beberapa potong dalam es teler, es buah, skoteng atau dibuat manisan.

Sesuai hukum pasar bila permintaan rendah supplai akan berlimpah dan harga turun.  Jadi bisa dimaklumi bila tidak semua pemilik pohon aren yang saya kenal memanen kolang-kaling mereka. Kalau tidak dijadikan bibit paling-paling dibiarkan masak sebagai santapan musang. Terkadang malah dibiarkan rontok begitu saja ke bumi.
Situasi berbeda bila memasuki bulan Ramadhan. Pasar jadi putih oleh jejeran ember dan bak plastik berisi kolang-kaling. Bau tempat pengolahan dan pasar jadi khas sekali. Lembab dan asam. Senang sekali melihat semua semua  orang butuh  kolang-kaling. Membuat para petani tersenyum riang.

Untungnya sekarang semakin banyak orang mengenal kolang-kaling. Tak hanya di Indonesia pasar eskpor melirik kolang-kaling sebagai salah satu produk eksotis Indonesia. Di pasar dunia buah ini dikenal sebagai Toddy Fruit.

Mengolah Kolang-kaling

Kolang-kaling terbentuk setelah terjadinya proses penyerbukan yang diperentarai angin atau serangga. Bentuknya yang bulat itu berdiameter 4-5 cm, di dalamnya berisi 3 buah biji, agak-agak mirip siung bawang putih.

Ciri-ciri Kolang kaling

  • Kulit luar halus, berwarna hijau waktu  muda dan menjadi kuning setelah tua (masak).
  • Daging buah berwarna putih kekuning-kuningan.
  • Kulit biji berwarna kuning dan tipis pada waktu masih muda, dan berwarna hitam dan keras setelah buah masak.
  • Endosperm berbentuk lonjong agak pipih berwarna putih. Agak bening dan lunak pada waktu buah masih muda, dan berwarna putih padat atau keras pada waktu buah sudah masak.

Yang disantap sebagai buah kolang-kaling itu adalah endospermnya buah aren seperti tampak di foto di atas.

@eviindrawanto

18 thoughts on “Mengenal Kolang-Kaling

  1. si mayang yang terurai ternyata punya isi berwarna putih yang cantik juga.

    aku suka kolang kaling, un..
    sayangnya di hari biasa jarang ada yang jual.. klopun ada pasti kualitasnya kurang..

  2. saya suka banget kolang kaling, Mbak Evi. Tapi bener..tidak terlalu mudah mendapatkannya di Jkt jika tidak sedang Ramadhan… mungkin sebenarnya seseorang bisa memanfaatkan peluang ini untuk mengalengkan buah ini ya..

    1. Ide mengalengkan buah ini emang akan membantu buah ini berada di pasar sepanjang tahun mbak Dani. Sekarang sih sudah ada yg melakukannya..walau tetap saja buah ini belum mengalami permintaan yg tinggi 🙂

  3. Buah Kolang – kaling ini …
    merupakan salah satu penganan yang “trainer’s friendly”
    empuk … enak dikunyah …

    (sama seperti agar-agar, cincau, cendol, dan bubur ayam)

    Lha kenapa jadi laper begini …

    Salam saya Bu

  4. Buah yang hanya muncul di saat menjelang bulan puasa ini sangat berkarib-ria dengan temannya yang bernama “timun-suri”. Aneh, tapi nyata ya, kedua buah itu hanya hadir secara besar-besaran kala bulan puasa. Kolang kaling sangat lezat dijadikan manisan, tahan lama pula. Postingan bagus yang menambah wawasan pengetahuan.

    1. Betul juga Bunda, timun suri juga munculnya pas bulan puasa ya. Blewah juga kayaknya. Jadi ada buah-buah khusus yang musimnya cuma satu tahun sekali ya 🙂

  5. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Evi…

    Oh, ini rupanya pokok kolang kaling ya. Pertama kali saya melihatnya seumur hidup ini. Saya pernah merasai buah ini di dalam ABC (Ais Batu Campur) spesial semasa belajar di Kelantan.

    Tetapi saya tidak tahu apakah nama panggilannya di Malaysia. Rasanya kenyal dan enak menurut lidah saya. Apa buahnya manis asalnya, mbak ? Mungkin ia sudah dibuat manisan, makan buahnya terasa manis bercampurkan ABC.

    Pengetahuan yang baik dan selalu membanggakan kerana mbak Evi rajin mencari tanaman seperti ini untuk tatapan bersama.

    Salam Ramadhan yang mulia dari Sarikei, Sarawak. 😀

    1. Iya nih Askimet sedang galak Mbak Fatimah. Mungkin karena blog saya sekarang sedang menerima spam ratus sehati, sampai-sampai page berisi link teman-teman terpaksa saya simpan sebentar karena spam datangnya dari sana

  6. Si matt suka bgt ini mba, aku gak suka karena licin2 itu hihi. Di pasar di medan jg rameeeeeeeee bgt yg jualan kolang kaling. Mba Evi buat gak?

    1. Iya rasanya emang licin Mbak Noni..Kalau gak biasa pasti merasa gimana gitu ya..Tidak aku gak bikin kolang-kaling..Hanya banyak berhubungan dengan petani kolang-kaling 🙂

    1. Ini titik point yg merugikan bagi usaha kolang-kaling Pakded. Saya dengar juga begitu, ada kolang-kaling yg diberi pemutih. Jadi kalau beli cari yg bening transparant ya, itu yg segar 🙂

Terima kasih sudah berkunjung. Apa kesan teman setelah membaca pos di atas?