Akhirnya Jadi Mahasiswa

Akhirnya Jadi Mahasiswa – Tanda-tanda Penuaan Seorang Ibu.

Per hari ini sudah tiga hari dia menjalani kehidupan sebagai mahasiswa di sebuah Universitas Swasta tak jauh dari rumah. Menjalani masa orientasi dalam pengenalan lingkungan kampus beserta seluruh isinya. Membawa berbagai macam atribut anggota Kay Pang yang membuat saya tertawa bahwa benda-benda itu gaya mahasiswa Indonesia banget. Dia tertawa. Merasa keren sekali menyandang karung goni berisi semua barang-barang kebutuhan selama menjalani masa orientasi.

Persiapan kegiatan itu sudah dimulai tiga hari sebelum hari H-nya. Namun sampai hari pertama rupanya masih ada kekurangan siapan dari pernik-pernik yang diperlukan. Maka hari pertama  dia minta diantar dari rumah tepat pukul 4 pagi. Itu sebagai bentuk tanggung jawab karena terpilih  jadi ketua kelompok untuk sekitar 20 orang Kay Pang. Kedatangan dini hari ke kampus guna memastikan segalanya lancar dan memberi tenaga guna menuntaskan pekerjaan.

Saya senang akhirnya dia mengikuti jejak sang kakak sebagai mahasiswa. Namun jauh di dalam sana saya merasa ada yang meredup. Si <a href=”http://eviindrawanto.com/2012/11/selamat-ulang-tahun-ke-20-dit/” title=”” rel=”follow” “>kakak karena kampus jauh dari rumah harus indekos. Sementara si adik yang sudah dari sananya senang gaul dan bersosialisasi pastinya akan lebih banyak menghabiskan waktu di luar rumah. Berarti teman terdekat saya sekarang cuma tinggal bapaknya..

Kemarin rumah terasa begitu sepi. Padahal dulu juga seperti itu karena kedua <a href=”http://eviindrawanto.com/2012/11/selamat-ulang-tahun-ke-20-dit/” title=”” rel=”follow” “>kakak-adik ini sekolah sampai sore. Namun ada yang berbeda dari kesepian sekarang. Terdapat sebuah kekuatiran bahwa ini hanya permulaan dari suatu kondisi permanen. Begitu lulus, punya pekerjaan sendiri dan bertemu pujaan hati masing-masing, mereka akan settled dengan kehidupan sendiri.

Pada akhirnya saya akan tinggal sebagai wanita tua yang senang menatap kalender. Bukan untuk menghitung hari masuk kubur tapi menandai hari libur dengan harapan akan dikunjungi anak cucu. Aiiihhh..Sedih banget!

Hahahaha..Itu berlebihan. Amit-amit jangan sampai kejadian.  Insya Allah saya akan belajar agar tidak seperti itu. Hari tua adalah sebuah berkat. Saya harus bisa mengisinya dengan manfaat. Bukan untuk diri sendiri tapi juga bagi orang lain.

Tapi harus ngapain saja ya nanti? Ada ide teman-teman?

@eviindrawanto

 

41 thoughts on “Akhirnya Jadi Mahasiswa

  1. Jangan takut Mba, kan sudh banyak teman blogging dan banyak blog yang dapat mengisi dan menyalurkan hobi kita untuk berbagi manfaat dan informasi. Dan tetap tidak sendiri ko. He,,, he,,, he,,,,

    Salam wisata

    1. Hehehe,,Iya sih Pak Indra..Sebetulnya banyak yg bisa dikerjakan dalam hari tua. Namun perasaan takut sendirian itu agak mencengangkan juga..

  2. wah ada ketua kay pang, jadi makin keder nih dunia persilatan dengan tongkat mautnya.

    sayapun kelak Insya Alloh akan mengalaminya, ketika anak-anak sudah mulai beranjak besar dan dewasa mereka sudah dengan kesibukan dan dunianya masing-masing. Yang bisa kita lakukan adalah memberikan support pada anak-anak agar mereka kuat dan tegar dan semoga kita tidak menampakkan rasa sedih ketika harus berkurang waktu kebersamaan.

    1. Begitu anak-anak mandiri, kita para orang tua surut ke belakang ya Pak. Tugasnya cuma mendorong-dorong dan berdoa, semoga mereka sukses dan mendapat yg terbaik dalam hidup 🙂

  3. cepat atau lambat hal itu akan kita alami Bu …

    So …
    nikmati saja masa-masa (menuju) kesana Bu

    Menulis … dan travelling … mungkin akan menyenangkan nih Bu …

    Salam saya

    1. Iya semua orang akan mengalami ya Om, lahir, berkumpul kemudian berpisah menjalani hidup masing-masing..
      Semoga traveling dan menulis tetap menarik sampai hari tua..Amin 🙂

  4. mba Eviiiiii…
    whoaaa…ditinggal nge kos dan pergi kuliah langsung galau…

    Kemaren inih aku ditinggal Fathir masuk TK juga galau tuh mba…hihihi..

    Dulu waktu anak2 masih pada kecil dan nge buntut terus, aku suka ngeluh hampir gak punya waktu buat diri sendiri,…sok keren pisan yah…
    segitunya sekarang ditinggal anak anak baru kerasa deh yah mbaaaa…hiks…

    1. Iya waktu mereka masih kecil kita gaya banget ya Bi..Misuh-misuh tak punya waktu untuk diri sendiri..Eh gitu ditinggal kok ya sedih banget rasanya..:)

  5. fotografi dan travelling bareng om Indrawanto,
    mengulik resep hidangan sehat,
    menyelesaikan bacaan yang terbengkalai.

    lalu ujung2nya berbagi di sini, uniku… 😛

    1. Nah iya tuh May, membaca buku yang belum sempat dibuka hahaha..Gayanya saja aku ini suka pada buku tapi urusan baca ngos-ngosan..

  6. wah mantap semua udah kuliah ya bu…
    emang pasti kesepian ya bu, tapi kudu dinikmati juga bu. sekarang bisa punya waktu lebih banyak buat diri sendiri dan suami kan bu. bisa melakukan hobi tanpa ngurusin anak. hehehe.

    1. Begitu sih idealnya, Ko..Namun merasa kesepian sepertinya tak enak juga..Emang mesti nyari kegiatan yang menarik kudu kayaknya..Makasih Ko 🙂

  7. iya uni ..travelling dulu aja…, ntar lagi mungkin bakal sibuk..
    sebelum dititipin cucu he..he…
    aku juga menuju ke sana uni…, ntar kita traveling bareng aja yuk..

  8. jadi pengen ngikik inget diri sendiri, bu
    dulu pengen kerja dulu biar bisa cari duit lalu nyambi kuliah
    eh sampe ketuaan ga keturutan juga

    selamat ya bu…

    1. Yang tersusah untuk jadi mahasiswa, tampaknya jika sudah bisa nyari duit sendiri. Soalnya cita-cita jadi banyak, seperti membentuk keluarga baru..:)

  9. Pertama-tama selamat buat putranya yang sudah mulai kuliah, Mbak. Semoga cepat lulus nantinya. Ambil jurusan apa?
    Untuk Mbak Evi sendiri, memang kalau dibayang-bayangin sih pasti ada kekhawatiran tersendiri, terutama kuatir kesepian. Tapi banyak koq kegiatan yang bisa dijalani. Tuh saran dari teman-teman blogger aja sudah banyak, Mbak 🙂

  10. ketika yang muda melanjutkan hidup untuk meraih masa depan, maka sebagai orang tua adalah kewajiban untuk memberikan dukungan dan doa,,,,,,,,tanpa memikirkan hal lainnya yang bisa merusak rasa dan keindahan dalam makna hidup yang sebenarnya…..sebagai manusia adalah kewajiban bagi kita untuk meninggalkan jejak yang bermanfaat bagi siapa saja….sebelum kita kembali kepada Sang Khaliq…..salam 🙂

    1. Amin. Terimakasih atas pencerahannya Pak Hari..Saya harus bisa seperti ini..Jangan fokus pada diri sendiri ya Pak..Tapi pada lingkungan dan memikirkan sumbangsih ke sana 🙂

  11. ha ha ha.. cemburu ni yeee…Cemburu pada pergerakan kehidupan yang merenggut anak-anak dari keseharian kita.
    Aku juga mulai merasakan anakku tumbuh jadi ABG, dan mulai lebih dekat dengan teman-temannya dan berkurang jatah waktunya untukku. Suatu saat jika mereka mulai kuliah, tentu aku akan menyusul dirimu, Mbak Evi.

    Siklus kehidupan akan terus berlangsung tanpa kita bisa men-stop-nya. Kata orang, memiliki banyak teman dan kegiatan akan membantu kita terhibur dari perasaan kesepian.

  12. Selamat ya Uni Evi, salah satu suka cita sbg ortu menghantar anak ke jenjang pendidikan lebih tinggi terwujud.
    Aha keseimbangan baru sedang berproses, sy yakin Uni yang kreatif pasti tetap produktif di suasana apapun.
    Salam

  13. Ahhh, postingan ini membuat saya terharu. Semua dari kita pasti nanti akan mengalaminya ya Mbak. Kalau bosen di rumah, bisa dibawa travelling atau berkunjung ke rumah anak cucu Mbak 🙂

    1. Iya Mbak Prit..Wish me luck..semoga saya sehat2 saja sampai tua, sehingga masih bisa traveling saat anak cucu mulai sibuk dengan kehidupan mereka. Makasih ya Mbak 🙂

  14. Diterima jadi mahasiswa ya, mbak anaknya nie, Selamat.. semoga kuliahnya berjalan lancar dan sukses
    Ngeblog sepertinya bagus untuk mengisi waktu luang, selain itu belajar membuat kue&cake juga bagus tu. Ini rutinitas yang sering saya jalani kalau lagi weekend, boleh dicoba tu mbak 🙂

Terima kasih sudah berkunjung. Apa kesan teman setelah membaca pos di atas?