Taman Wisata Guci

taman wisata guci
Air Terjun Taman Wisata Guci

Taman Wisata Guci – Mandi Air Panas di Kaki Gunung Slamet

Sudah mau  lebaran lagi 🙂  Teman sudah punya rencana liburan ke mana? Bagaimana kalau wisata alam? Dan bagaimana kalau kali ini kita jalan-jalan ke Tegal? Ya dari sekian ribu destinasi wisata yang dimiliki Pulau Jawa salah satunya adalah  Taman Wisata Guci yang terletak di Tegal – Jawa Tengah.

Karena sudah sangat terkenal tentu saja Taman Wisata Guci ramai sangat oleh pengunjung.  Jangan kan libur lebaran, hari libur biasa saja wisatawan berduyun-duyun datang ke sini. Saran saya jika Sahabat Traveler JEI tidak menyukai  suasana crowded dan berakhir dengan  bad mood mending hindari peak season. Dimaklumi karena Guci bukan sekedar kawasan alam yang punya air terjun dengan puluhan pancuran air panas yang mengalir dari perut Gunung Slamet, tempat ini juga dikaitkan dengan syiar Islam di Jawa Tengah. Pengunjungnya beragam. Selain wisatawan biasa ada juga  wisatawan rohani. Biasanya usai ziarah ke makam Sunan Gunung Jati di Cirebon mereka juga datang  ke sini. Ada kepercayaan bahwa dengan  mandi dan berendam di Pancuran Air Panas Guci  berkah ziarah semakin berlimpah.

taman wisata guci menjelang malam

mandi air panas di pancuran taman wisata guci

main di taman wisata guci

naik kuda salah satu alternatif hiburan
Naik kuda

Kegiatan di Taman Wisata Guci

Sight seeing sambil menikmati udara sejuk pegunungan merupakan kegiatan umum. Tapi mumpung berada di kawasan yang banyak mata air panasnya mengapa tidak ikutan berendam di sumur tujuh, sumur tiga belas atau sumur lima? Orang lain mungkin mencari berkah, berdoa agar penyakitnya diangkat, atau  ingin awet muda. Tapi kita bisa juga hanya sekedar berandam menikmati pijatan  air hangat tanpa bau belerang. Sungguh sensasi segar  pada kulit merasuk ke dalam sukma.

Mengeksplorasi kawasan Taman Wisata Guci bisa juga di lakukan dengan berkuda. Bagi yang belum mahir tak usah kuatir sebab akan dipandu pemiliknya. Yang sedikit saya sayangkan hanyalah para pemilik kuda ini kurang dibekali pengetahuan pemanduan. Jadi saat menuntun kita turun naik menyusuri kontur Guci cuma kesunyian yang terjadi. Kalau saja mereka bisa bercerita sejarah atau mitos seperti mengapa tempat itu dinamakan Guci tentu tambah menarik.

Memetik strawberry dari kebun termasuk salah satu kegiatan menarik di Taman Wisata Guci. Pergi saja cari info ke warung-warung yang terletak di sekitar tempat parkir. Saya lupa mencatat berapa biayanya tapi dari sana kita akan diantar dengan mobil  pick up terbuka menuju lokasi. Teman saya membawa pulang beberapa kilo strawberry  dengan perasaan riang. Maklum dia berhasil panen buah strawberry merah ranum dan montok-montok. Saya langsung tergoda hendak menjadikan cemilan sore. Namun karena kadung paranoid dengan perkebunan berpupuk kimia, strawberry cantik itu  cuma saya pandangi dengan jakun turun-naik.

Tempat Penginapan Taman Wisata Guci

Menikmati Taman Wisata Guci malam hari layak dicoba. Akan membawa  pengalaman manis bersama orang-orang tercinta atau teman-teman. Pergilah ke warung dan pesan  wedang jahe, kopi atau sate kelinci. Dinginnya udara malam tidak akan begitu terasa.

Untuk yang bermalam tersedia hotel kelas melati dan rumah penduduk yang dialih fungsikan sebagai home stay.Maaf saya tidak mencatat rate mereka 🙂

manisan guci

belanja oleh-oleh

Oleh-Oleh

Jalan-jalan tanpa oleh-oleh tidak seru. Seperti halnya berwisata di Puncak – Cisarua, Taman Wisata Guci juga menjual hasil perkebunan masyarakat setempat. Ada sayuran seperti wortel dan tomat. Ada buah seperti manggis dan alpukat. Sementara yang jadi  ciri khas oleh-oleh Guci adalah manisan buah. Namun saya ngeri melihat warna-warni mereka yang terlalu cantik. Jadi tidak merekomendasi kawan-kawan membelinya. Saya pikir pemda Tegal atau yang berkepentingan dalam pengembangan kawasan ini harus memberi perhatian lebih seksama. Jangan sampai makanan yang dijual membayakan kesehatan pengunjung.

Akses Menuju Taman Wisata Guci

Akses ke Taman Wisata Guci termasuk mudah. Jaraknya sekitar  30 km dari kota Slawi atau kurang lebih  40 km dari kota Tegal. Bergerak lah ke arah selatan. Bila tidak macet  waktu tempuh sekitar 1,5 jam dengan bus atau angkot. Karena jalannya sudah bagis kita bisa menggunakan motor,  kendaraan pribadi roda empat atau umum.

Dari kota Tegal ambil jurusan menuju Purwokerto. Setelah melewati kota Slawi akan tiba di daerah Kecamatan Lebaksiu.  Sampai di pertigaan perhatikan penunjuk jalan ke arah Guci (Yomani  atau Yamansari-Lebaksiu).  Ambil belokan ke kiri ke arah Guci.  Dan akhirnya setelah kurang lebih 25 km dari pertigaan kita akan melewati kecamatan Bumi Jawa dan Desa Tuwel sebelum tiba di Guci.

Akses menuju Taman Wisata Guci dapat juga dilalui lewat kota Pemalang. Ambil rute  arah jurusan Purbalingga. Sesampai di pertigaan Moga terdepat belokan ke kanan ke arah Guci.

Ayuk kita liburan ke Taman Wisata Guci 🙂

[email protected]

54 thoughts on “Taman Wisata Guci

  1. Kalau di guci pakan sate kelencinya yang enak tuh Mba, sambil minum teh poci dengan gula batu. Sambil menunggu sate mateng kita bisa minum wedang jahe yang di beri dengan gula aren, ini tambah mantep banget. deh.

    Salam wisata

    1. Waktu minum wedang jahe disana, gulanya pakai gula putih Pak Indra..Saya ngomong deh pada penjualnya kalau menggunakan gula aren pasti lebih enak hehehe..

  2. Ke Guci ramai2 dengan sahabat / kerabat memang menyenangkan mbak… seru bermain air hangat…ga bosen udah sering ke sana juga.. tapi saya suka takut beli manisan yg warna warninya ‘cethar’ itu.. hehe…

    1. Iya kalau datang kesini ramai-ramai seru Mbak Mechta. Ini bukan tempat yg tepat untuk menyendiri hehehe..

      Nah yang jadi kekuatiran aku tentang makanan disana ya manisan itu Mbak. Warnanya mulai dari kuning, pink hijau dan merah ngejreng semua..Gak deh yang beginian dari Guci 😉

  3. Di Guci punya kenangan mandi air hangat dan main catur raksasa (masih ada nggak ya caturnya). Hawanya enak buat makan terus. hehehe. Sate kelincinya mantap punya.
    Bener mbak, sayurannya bikin tak kuat kalau tidak membeli.

  4. aku menyukai manisan buah, tapiiiiiii kenapa warnanya harus ngejreng banget.. 🙁 semoga jadi perhatian bagi dinas kesehatan setempat.

    1. Iya May, serem melihat manisan buahnya. Terus ada juga semacam dodol strawberry yg pinknya kelewatan cerahnya 🙂

  5. Pas masih imuuut itu, saya pernah ke Guci, Bu Ev. Tapi tidak terngiang kenangan di sana. 😀
    Bukankah Guci itu hiasan yang dari tanah liat atau keramik ya, Bu?

    Dari Tegal ngetan sedikit sampai Banjarnegara lho, Bu. 😀

    1. Dekat dong ya Mbak Idah..Iya di guci emang banyak sih hiasan-hisan keramik, mulai dari patung2 dari kurcacinya snow white sampai patung gucinya sendiri 🙂

  6. selamat menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadhan,
    bila ada salah kata, salah baca, salah tulis dan salah komentar..mohon dimaafkan lahir batin…salam 🙂

  7. Sebagai Orang Jawa Tengah saya pastinya sudah beberapa kali ke sana Bu.
    Tapi nggak menginap. Kalau istri saya sering menginap, kebetulan adik iparnya menikah dengan anaknya Kepala Perhutani di daerah situ.

  8. wah saya sering banget liat tempat pemandian Guci ini, di tv tapinya.. huehehe
    penasaran banget pengen kesana

  9. terakhir kali ke Guci tahun 2007/2008. jadi pengen ke sana lagi. dulu siang-siang aja rasanya duingiiiiin, pas kena air di kamar mandi ampe menggigil. sekarang masih dingin nggak ya?

    sayangnya susah nyari kendaraan umum ke sana. biasanya orang-orang pake kendaraan pribadi.

    1. Habis berendam masuk kamar bilas suasananya emang lain Mbak Milo..hhahaha..drastis banget. Aku juga heran mengapa tak mengalirkan air hangat saja ya ke kamar bilasnya..Toh air hangat itu tidak mengandung belerang..

  10. Air terjunnya indah sekali ya Mbak Evi… Sampai berasap begitu.. Mbak Evi nemu saja tempat-tempat bagus yang aku belum pernah tahu sebelumnya..

    1. Asapnya dari hawa panas yg ketemu hawa dingin kayaknya Mbak Dani..Kalau Guci sih kayaknya sudah banyak yg tahu Mbak Dani 🙂

  11. Subhanallah indah pemandangannya kak. Gadis2 di foto itu juga manis2. Met puasa ya kak, mohon maaf kalo saya pernah salah2 kata …

  12. Meski relatif dekat belum mengunjungi Guci nih Uni Evi, baru sebatas Slawi saja. Keindahan khas pegunungan berpadu wisata religi tambah menarik. Oo pembekalan kepariwisataan semoga menjadi perhatian dinpar. Salam

    1. Iya Mbak Prih..Tegal sudah ppunya potensi yang disediakan Tuhan untuk dikembangkan. Kayaknya emang perlu pembenahan lebih serius lagi, termasuk makanan yang dijual disana 🙂

  13. Aaah…seruuuuu… semoga suatu saat bisa berkunjung ke sana Tan.
    Dan ngebayangin si wedang jahe yg hangat ituh, lg sakit tenggorokan soalnyah 🙁

  14. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Evi…

    Taman Wisata Guci memberi alternatif yang baik untuk bersantai dan menghilangkan stress, ya mbak. Saya suka sekali kalau berendam dan mandi air panas. Mudahan suatu hari ini, bisa sampai ke sini. Ketikan foto mbak, selalu membuat saya iri. keren-keren banget. 😀

    Betul mbak, kalau makanan yang terlalu berwarna warni dan sangat terang, membuat hati jadi ragu-ragu mahu makan. Bimbang juga dengan kesihatan diri jika terlalu banyak bahan warna yang dicampur. Biasanya saya lebih senang membeli oleh-oleh kraf tangan berbanding makanan.

    Salam Ramadhan yang indah dari Sarikei, Sarawak. 😀

    1. Waalaikum salam, Mbak Fatimah.
      Aiih selalu memuji, lah foto2nya ala kadarnya kok karena saya gak kunjung update ilmu fotografi hehehe…Tapi terima kasih atas pujiannya.
      Yah mengenai warna makanan yg terlalu cerah dan dirasa kurang patut sebaiknya dihindari. 🙂

  15. Saya belum pernah mendengar object wisata ini …
    ternyata crowded juga ya BU ….
    Pengen kesana kalo udah low season saja aahh

    salam saya Bu

  16. Gambar yang pertama keren sekali Uni Evi, dimana2 air terjun dan berasap……
    Saya juga prihatin dengan makanan yang warna-warni seperti ini Uni, hampir sama dengan kondisi makanan di sekitar anyer atau karang bolong.
    Mudah2an pemda dan yang berkempentingan segera terjun melakukan pembinaan.

Terima kasih sudah berkunjung. Apa kesan teman setelah membaca pos di atas?