Berburu Takjil di Serpong

berburu takjil di serpongBerburu Takjil di Serpong- Memanjakan Lidah dan Memaniskan Tradisi

Tinggal di Serpong dan sekitarnya merupakan berkah pagi para pecinta kuliner. Bagaimana tidak, penduduknya yang datang dari berbagai etnis itu tak kesulitan memenuhi hasrat selera. Tak jauh dari rumah ditemukan berbagai jenis makanan sesuai selera. Dari yang internasional sampai tradisional, dari kelas resto sampai kaki lima.

Pun demikian dengan makanan untuk berbuka puasa. Salah satu tempat menarik berburu takjil di Serpong terletak di perumahan Graha Raya. Sepanjang Boulevardnya, mulai dari pukul empat sore sampai beduq Magrib dipenuhi oleh padagang. Dengan membuka meja-meja kecil terbuka sehingga memudahkan pelanggan memilih menu yang ditawarkan.

Jenis hidangan yang dijual sangat beragam. Karena berbuka paling pas dengan yang manis-manis, maka tersedia aneka kolak dan kue basah. Ditaruh di wadah-wadah plastik atau di bungkus. Tak lupa aneka sayur matang untuk melengkapi makanan pembuka. Yang sedang malas memasak tempat ini dijamin tak mengecewakan keluarga. Jangan kan rendang, sayur asem dan ikan teri goreng saja tersedia untuk dibawa pulang.

Rupanya sudah banyak yang tahu bahwa kawasan Graha Raya tempat terbaik ngababurit sambil berburu takjil di Serpong. Saya datang ke tempat itu pukul empat sore masih agak sepi. Namun pulang sekitar pukul 5 situasi sudah ramai. Sampai-sampai untuk lewat saja susah.

Apakah harga makanan disini murah sehingga orang berduyun-duyun datang? Menurut saya itu relatif. Ada tumis daun pepaya dan ikan teri balado yang masing-masing dihargai Rp.4000/bungkus. Rendang daging sapi Rp.10.000/potong, dendeng Rp. 13.000/potong sementara gulai kepala ikan kakap Rp. 20.000/ekor.

Mengenai rasa juga relatif. Ada yang enak ada pula yang tidak. Yang patut diingat adalah, umumnya penjualnya adalah pedagang musiman. Jadi pengolahan makanan mereka masih dalam kawasan rumah tangga. Artinya berani bumbu dan tak terlalu perlu melibatkan banyak MSG 🙂

Dan yang saya sajikan disini selain kue adalah masakan Minangkabau. Tidak bermaksud diskirminasi terhadap jenis makanan dari suku lain yang juga banyak di jual disini. Ini cuma membantu mempromosikan karya nenek moyang 🙂

 

Kue-kue basah yang lumayan menggoda saat puasa. Namun ketika sudah buka malah tidak terlirik lagi 🙂

Lamang-tapai (lemang-tape), pasangan makanan asal Minangkabau yang tak pernah absen dari daftar takjil yang ditawarkan.

Aneka masakan padang. Penjualnya ibu-ibu yang fasih benar bahasa Minangnya 🙂 Jadi waktu menawar dagangannya berbahasa serupa langsung saja dikasih.

Rendangnya padang yang menggugah selera.

Ini dendeng lambok balado. Tampaknya enak tapi rasanya kurang enak. Dagingnya agak keras dan kurang meresap bumbu.

Ini gulai kepala ikan kakap. Namun saya tak beli karena mahal 🙂

Sibuk memilih menu untuk dibawa pulang.

Di tempatmu apakah juga ada tempat-tempat khusus berburu takjil, kawan?

@eviindrawanto

46 thoughts on “Berburu Takjil di Serpong

  1. Glk 😛 ……baru pukul 14.30, masih lama bukanya…….
    He3 Uni, kalau di Jakarta, pasti yang paling terkenal adalah di Benhil……. 🙂

  2. Penjaja takjil kayak gini adanya hanya saat bulan ramadhan saja ya, nanti bakalan kangen kalau ramadhan dah selesai …

  3. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Evi….

    Banyak sekali juadah berbuka dijual dengan pelbagai rasa dan jenisnya. Tapi kenapa kepala ikan kakap itu diikat dengan tali, mbak ? Apa emangnya ikan kakap itu mahal ya di sana ?

    Setakat ini, saya belum lagi berbeli makanan untuk berbuka puasa di pasar Ramadhan. Saya lebih senang memasak sendiri. malah menjimatkan dan air tangan sendiri, lebih menyihatkan. Itu kata emak saya. 😀 Masaknya ringkas aja mbak.

    Salam Ramadhan yang indah dari Sarikei, Sarawak.
    Selamat menjalani ibadah puasa, mbak Evi.

    1. Waalaikumsalam Mbak Fatimah 🙂

      Iya kepala ikan kakap ini agak tidak sehat Mbak, selain santannya ya itu ikatan tali plastiknya. Maksudnya diikat agar kalau dimasak tidak bercerai berai Mbak. Jaman dulu sih pakai tali berasal dari pelepah pisang untuk mengikatnya. Namun karena di kota tali plastik yg ada ya mereka simpel saja. Jadi konsumen saja yg perlu hati2 memilih makanan mereka.

      Memasak sendiri tentunya lebih sehat dan enak ya Mbak 🙂

      Salam Ramadhan juga dari sini 😉

  4. Di Jogja ada beberapa titik yang menjual makanan berbuka puasa, Uni. Salah satu yang sering kami kunjungi karena dekat dari rumah adalah kawasan Masjid Jogokaryan seperti yang pernah saya ceritakan di sini: http://hardivizon.com/2009/08/31/hang-out/

    Tapi, sayangnya tidak ada satupun dari pasar kaget Ramadan tersebut yang khusus berjualan makanan khas Minangkabau. Kalau lagi kangen sama makanan kampung, ya harus ke restoran Padang.. 🙂

    1. Mungkin urang awak jumlahnya sedikit di Jogja ya Nyiak..Atau urang awak gak tertarik jualan takjil disana. Yah untungnya masih ada restoran Padang..:)

  5. Makanannya sungguh menggugah selera, Bu. Saat berpuasa, pasti pengennya dibeli semua.
    Ehm, kalo harga daging rendang di Samarinda Rp 13 rb, waktu belum Ramadhan. Entah sekarang berapa harganya…

  6. Saya tersenyum ketika membaca kalimat Bu Evi yang kurang lebih berarti …
    … makanan / kue yang begitu menggoda selera, namun setelah berbuka malah tidak dilirik …

    Ini gue banget (kata anak sekarang)
    Perasaan tadi itu ngileeeerrr banget sama arem-arem …
    tapi setelah minum teh hangat dan korma 3 biji … kontan “napsu makan kue” itu ilang begitu saja … hahaha

    Salam saya Bu Evi

    1. Iya kenapa gitu ya Om..Itu karena iblis yang sedang kelaparan dalam perut kita kali ya..Sebelum buka semua tampak enak. Tapi baru minum teh manis saja hilang deh semua rasa rakusnya 🙂

  7. Mbak Eviiii…
    Selamat berpuasa ya biarpun udah telat, maaf lahir batin jugaaaa…*salaman*…
    Saya bukan termasuk orang yang suka berburu takjil mbak, jadi saya tidak tau dimana saja disini tempat orang-orang jualan takjil atau menu berbuka.

    Kebetulan, suami dan anak juga lumayan seneng makan masakan dan takjil bikinan sendiri, jadi saya nggak pernah keluar rumah sore-sore buat nyari menu berbuka…paling lari ke dapur aja buat nyiapin menu…hehe, ngirit abis kayaknya nih…

    1. Maaf lahir batin juga Mbak Ir 🙂
      Takjilan bikin sendiri tentu lebih maknyoos ya Mbak. Masak itu perwudan cinta yg telak pada keluarga. Jadi biarkan para pedagang takjilan itu tumbuh untuk orang-orang malas seperti saya hahaha…

  8. Saat ramadhan tiba, pedagang kaki lima tuh tambah banyak ya, Bu.
    Penjual Es dan Gorengan juga semakin bertambah. Dikampung saya khusunya. . 🙂

    Saya belum pernah icip lamang tape. . 🙂

  9. Tapi, kaya berlemak semua tuh mba, hehehe
    Kalau aku pribadi, paling suka jajan diluar, ya berupa minuman, seperti es belewah, es campur dsb, kalau untuk makanan lebih suka sama buatan ibu dirumah, ketimbang jajan diluar, soalnya lebih enak cita rasanya plus sehat 🙂

    1. Masakan ibu is the best ya Mas Andy. Bisa dimaklumi biasanya ibu kita kalau masak gak pernah hitung2an, baik soal bahan, bumbu maupun perhatian yang dicurahkan kepadanya 🙂

  10. Ikut mempromosikan nenek moyang niye ceritanya. Nggak hanya di serpong aja sob, tiap daerah juga banyak kalau bulan ramadhan kayak gini.

  11. berburu menu buka puasa, sudah mulai menjadi hal diketahui orang banyak yang. dan harus dilakukan untuk memperkuat SEO blog

  12. di dekat rumah ada komp pertamina pondok ranji, tiap sore juga ada seperti itu mbak. pokoknya yang biasanya jalanan itu sepi…bisa jadi macet karena buanyak banget motor2 keluar dan cari takjil….. tapi belum liat yang jual makanan berat kayak foto2 di atas

  13. Hemm, siang siang disuguhi makanan makanan lezat dari mbak evi…

    Di jombang juga ada mbak, namanya pasar ramadhan, karena adanya cuman pas ramadhan doang

  14. Di daerah saya juga ada mbak. Tapi kalau pas kesana, kami cuma lihat-lihat aja, cari inspirasi buat menu buka 🙂
    Belajar dari pengalaman, waktu jaman tahunya puasa cuma menahan makan dan minum, ngumpulin aneka makanan sebelum buka, tapi setelah waktu berbuka tiba, makanan nggak sempat disentuh, akhirnya jadi basi

    1. Iya Mbak Nanik, kalau belanja ngabuburit itu cuma lapar mata. Nanti mah kalau sudah buka seleranya juga langsung surut 🙂

  15. Tentu saja yang diburu warga bukik di bulan ramadhan ini adalah pasa pabukoan di pasa ateh, uni.. lalu lintas di pusat kota biasanya macet di sore hari, karena semuanya menuju ke sana. Aku belum ke sana, nanti saja klo mood memasak mulai hilang.. skrg masih semangat ceritanya.. 😛

    1. Pasa pabukoan di pasah ateh itu pastinya tempat indah menjelang buka ya May..Yang pasti yg dijual disana pasti banyak makanan padang hehehe..

  16. mbaa… bikin ngiler pagi2.. hahaha..
    itu lamang tapainya bener2 menggoda..
    di tempatku juga gitu mba, buanyak pedagang makanan musiman.. jadi banyak pilihan, apalagi masakan untuk daku yg malas sekali memasak.. haha

  17. kl di tempat sy gak ada yg jualan kyk gini, Mbak. Tp kl lg di rumah mertua di daerah Rawamangun itu banyak bgt pilihan. Emang enak, ya, kl byk pilihan kuliner kyk gini 🙂

Terima kasih sudah berkunjung. Apa kesan teman setelah membaca pos di atas?