Barongko Pisang Khas Bugis

Barongko pisang khas Bugis ini saya temukan  tak sengaja. Saat nonton Pameran Pembangunan Daerah beberapa waktu lalu di JCC. Diantara pajangan aneka kerajinan daerah Sulewasi Selatan, di pojokan terdapat seorang ibu penjual makanan. Banyak sih jenis makanan daerah yang di pajangnya. Diantaranya Saraba Makassar dan Durian Palopo. Tapi Barongko Pisang khas Bugis menarik perhatian karena awalnya saya kira itu pepes ikan.

barongko pisang khas bugis
Barongko Pisang Khas Bugis

Tahu saya berminat mendengar ceritanya,  si ibu semangat sekali menyuruh untuk mencicipi. ” Gak beli gak apa-apa “, katanya. Tapi masa iya sih dagangan orang sudah dimakan gak dibayar hehehe..Jadi saya minta dibuka kan satu..

Kue tradisional Barongko pisang khas bugis ini terbuat dari pisang kepok matang yang  di lumat bersama sedikit gula, santan, vanilla dan telur. Fungsi telur selain memadatkan adonan juga merekatkan saat di kukus.

barongko pisang
Warna di dalamnya putih dengan grindilan pisang masih terasa

Barongko Pisang itu ternyata masih hangat. Saat bungkusnya di buka berhamburan lah aroma legit dan gurih ke udara. Langsung dong saya ngeces..Dan waktu mencoba, ibu itu memang tak bohong. Rasa pisang yang manis berpadu rasa dengan santan serta aroma vanilla sangat menghibur lidah.

Kue ini dulunya adalah hidangan pencuci mulut raja-raja Bugis. Pantas juga sih. Jaman dulu gula dan telur kan hanya bisa di akses kaum berpunya. Sementara untuk saat ini Barongko Pisang tetap di sajikan dalam upacara adat seperti pernikahan dan sunatan.

Pernah menikmati Barongko Pisang, temans?

@eviindrawanto

46 thoughts on “Barongko Pisang Khas Bugis

  1. Pernah satu kali mbak, waktu di Makassar sempat mencoba karena disarankan papa untuk mencoba. Dan barongko itu kalau didinginkan akan lebih enak lagi, seperti es pisang 😀
    Snack dari makassar hampir semua tidak bagus untuk kesehatan karena banyak pakai telur dan gula hehehhe

    1. Oh aku belum pernah mencoba yg dingin Mbak Imelda..Maklum begitu beli yang dibawa pulang langsung habis hahaha…Nanti kalau nemu lagi mau coba ah yang dingin..

  2. huaaa barongko 😀
    masih banyak lagi loh kue khas makassar yang lebih yummy , salah satunya kue Cucur. rasa manis, kaya gula.

    1. Iya negeri kita sudah melimpah kekayaan alam, kan banyak pula suku etnisnya Mbak Shinta. Tiap suku punya makanan khas masing-masing..Walau diantara makanan2 itu masih ada benang merahnya 🙂

  3. belum pernah nyicip barongko, uni..
    tapi aku adalah penggemar segala jenis lapek pisang.. nagosari, lapek sagan, lapek pisang.. apapunlah jenisnya, semua nikmat. 😀

    1. Tiap jenis lapek ada tempungnya ya Mai..Kalau ini tepungnya di ganti pisang yg dihancurkan..Eh jangan-jangan Lapek Bugih cara nenek moyang kita untuk meniru Barongko hehehe..Tapi mengapa mereka menamakan lapek bugih ya,,seperti juga sarung bugih..atau lagu Ely Kasim bugih lamo..Jangan-jangan kita dulu pernah dijajah para pelaut Bugis hehehe..

    1. sama dengan di tempat saya, namanya Utri. Selain nggak pakai telur, pisangnya dibiarkan utuh tidak dilumer bersama adonan.

    2. Kalau kita perhatikan, seluruh makanan etnis ada persamaannya dengan etnis lain di indonesia. Mungkin karena nenek moyang kita sama kali ya…

  4. aneka penganan dari pisang apalagi berbungkus daun pisang ambo suko Uni Evi. Barongko pisang khas Bugis belum nyoba Uni, legit gurihnya menguar dari postingan. …

  5. Barongko, termasuk jenis makanan tradisional yg saya suka. apalagi kalo sebelumya ditaro di kulkas, rasanya nikmat abis mbak. Jenis makanan ini, mungkin merupakan wujud dari gambaran kalo di Sulawesi ini memang banyak pisang …
    Salam dan sukses selalu mbak…

    1. Oo gitu ya Mas Noer..emang sih hasil pertanian terbesar di suatu tempat akan jadi ciri khas makanan daerah itu..

  6. saya orang bugis jadi hampir tiap bulan makan begini apalagi setiap ada hajatan mesti ada kue seperti ini

  7. Belum pernah coba nih. Ini juga baru kali ini mendengarnya. 🙂
    Tapi saya gak terlalu suka kalau pisang direbus/kukus gitu mba. 😀

  8. Assalaamu’alaikum wr.wb, mbak Evi…

    Sangat enak mbak jika dilihat pada foto di atas. Aromanya tentu harum dan menyerlah apabila masih panas. Kalau di Sarawak, ia dikenali sebagai kuih tongkol, cuma tidak ada pisang. Kuih tongkol hanya bisa dilihat di bulan Ramadhan sahaja.

    Saya harap dapat merasai Barongko Pisang Khas Bugis kerana di Malaysia ramai orang Bugis. Cuma hendak mencari orang menjualnya mungkin sukar kerana tidak tahu nama kuih tersebut.

    Salam manis dari Sarikei, Sarawak. 😀

  9. Apakah sama dengan ‘Bongko Pisang’ di daerah kami ya mbak? etapi kalau Bongko pisang di tempat kami tidak pakai telur …

  10. kyaknya saya pernah cicipin di rumah temen di makasar, wangi pisangnya menyeruak saat kulit daun dibuka. menurut saya rasanya terlalu manis, apa krn saya udah manis ya jd kemanisan hehehhe.

  11. tiap tahun ke makassar bikin saya jatuh hati pada semua ttg makassar.. terutama makanannya, hehe
    suka dengan semuanya 🙂

  12. Waaah…..! saya dari Palopo mbak, jadi kalau soal barongko jangami ditanya, hehehe. Saya paling suka mencicipi barongko kalau dingin. tapi anehnya, meskipun enak, saya belum pernah bisa makan lebih dari 3 pada satu waktu 😀

    Salam kenal 🙂

  13. Saya suku Gayo campur Jawa tapi walau bgtu saya suka skli Barongko sampe saya nyari resep di Google dan buat sendiri akhirnya berhasil, waktu itu saya pertama kali makan Barongko krn mantan pacar saya yg ngenali makanan itu, dingin lbh mantap

Terima kasih sudah berkunjung. Apa kesan teman setelah membaca pos di atas?