Festival Cap Go Meh dan Tabu-Tabunya

festival cap go meh
Yang dipikul

Pada hari ke-15 tahun Imlek, perayaan tahun baru diakhiri dengan Festival Cap Go Meh atau sering juga disebut Festival Lampion, sebuah even wisata  yang sangat ditunggu di Singkawang. Malam sebelum hari H di berbagai klenteng  dilangsungkan atraksi  tarian Naga dan Barongsai yang kemudian disusul Karnaval  Tatung keesokan harinya. Bahkan Festival Cap Go Meh sudah jadi  agenda wisata Pemda  Kalimantan Barat dan berhasil menyedot ribuan turis tiap tahunnya.

Saya pernah menyaksikan  festival lentera ( Yuan Xiao Jie ) ini di Singkawang. Malam sebelum Cap Go Meh, bulan terlihat purnama sempurna di langit. Bergaya anak muda, bersama ratusan orang ikut berdesakan menunggu pawai di tepi jalan. Tak nyaman sebetulnya. Untung tak lama kemudian parade kendaraan hias dengan gantungan lampion kertas aneka rupa pun lewat.  Melihat mereka satu persatu melintas rasa tak enak berganti dengan kegembiraan. Ada juga lampion yang menyerupai ikan, burung dan tentu saja  Liong (naga) raksasa yang digotong beramai-ramai.  Pendar cahahaya kuning – merah, bunyian yang di tabuh, serta  musik  tak hanya membangkit suka cita saya tapi juga penonton yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.

lampion festival cap go meh
Lampion Festival Cap Go Meh

Di tempat asalnya Tiongkok, pesta lampion seperti ini merupakan simbolik dari berakhirnya musim dingin dan datangnya kehangatan matahari musim semi. Festival yang sudah dirayakan sejak Dynasti Han (206 SM) ini dulu juga digunakan sebagai pelengkap sembahyang untuk meminta hujan dalam memulai musim tanam.

Dalam perayaan tahun baru Imlek,  orang Tionghoa, seperti hari raya dimana pun di dunia,  menyuguhkan berbagai  makanan enak. Baik di klenteng atau di rumah, sajian  berupa buah, kue-kue manis, manisan serta kembang gula tertata rapi di meja. Selain untuk dimakan agar supaya kekayaan dan berkah berlangsung sepanjang tahu, makanan terutama buah,  digunakan sebagian untuk persembahan roh nenek moyang. Sementara kue yang berbentuk kura-kura dimakan sebagai simbolisasi panjang umur.

Sementara pada hari Cap Go Meh mereka menghidangkan nasi ketan berbentuk bola. Dan tentu saja tak ketinggalan Lontong Cap Go Meh yang terkenal itu.

lampion naga festival cap go meh
Lampion Naga

Tabu-Tabu sebelum Festival Cap Go Meh

Selama perayaan Imlek, sebelum tiba Cap Go Meh ada beberapa tabu atau pantang yang dijalankan masyarakat :

  1. Selama tanggal  1 -15 orang menghindari mengeluarkan kata-kata buruk atau menceritakan perkara jelek dan membuat sedih. Mereka percaya bahwa kalau dilakukan kata-kata buruk, kejadian jelek yang membuat sedih itu akan terulang secara terus menerus sepanjang tahun.
  2. Masih berkaitan dengan menghindari peristiwa sedih,  jadi tabu sekali melayat orang sakit.  Kalau dilanggar akan membawa sial sepanjang tahun.
  3. Tidak boleh makan bubur sebab makanan ini mengandung banyak air. Bila dilanggar hujan akan datang sepanjang tahun.
  4. Guna menghindari tangan tertusuk jarum, anggota keluarga dilarang menjahit. Tangan yang terluka karena tertusuk jarum dianggap sebagai penanda buruk bagi kehidupan sepanjang tahun.
  5. Jika tak mau anak-anak  nakal sepanjang tahun, orang tua dilarang memukul mereka.
  6. Begitupun lantai rumah tak boleh di bersihkan, sampah di halaman tak boleh disapu dan pakaian kotor disimpan sampai Cap Go Meh usai. Kalau dilanggar orang percaya bahwa harta atau kekayaan seseorang akan tersapu atau tercuci bersama kotoran. Makanya sapu-sapu disembunyikan agar dewa kekayaan tak tersinggung melihatnya.
  7. Dalam kanji Cina, tulisan Burung Magpie terbaca “Hantu”. Jadi selama 15 hari tahun baru Imlek orang akan menghindari mendengar suara Burung Magpie yang cerdas ini karena kalau sampai terdengar akan membawa sial.
  8. Kunjungan antar tetangga juga dikurangi. Mungkin maksudnya untuk mencegah gossip (mengeluarkan kata-kata jelek). Dan makananpun tidak nasi tapi Sui Kiau (suikiaw), mirip pangsit tapi isi lebih besar. Sebab nasi dalam kanji Cina nadanya menyerupai kata “berontak” dan “kejahatan”.
  9. Tidak boleh ada barang yang pecah selama 15 hari tahun baru Imlek, untuk menghindari perceraian atau pecahnya hubungan keluarga.
menontong tatung
Keramaian menonton Tatung setelah malam Lampion

Selain pesta lampion, festival cap go meh juga memperagakan kembang api dan mercon. Sebelum  berakhir sekali lagi diperagakan tarian Singa dan Barongsai yang kemudian di bakar semua sampai habis.

Selamat Cap Go Meh bagi yang merayakan 🙂

 

53 thoughts on “Festival Cap Go Meh dan Tabu-Tabunya

  1. wah saya langsung menerawang kota singkawang yang pernah beberapa kali saya singgahi diakhir tahun 90 an. Kota kecil yang pernuh dengan warna dan keunikan. Awalnya ketika berada di jantung kota, saya merasa asing, karena kota ini memiliki tata kota yang mirip sekali dengan di daratan Cina.
    Sejak Gus Dur membuka pintu untuk budaya warga keturunan budaya cap go meh semakin meriah dan saya sendiri merasa miris dengan atraksi para tatung.
    Wah jadi kangen pingin jalan-jalan keliling kalbar dengan naik motor sampai ujung sambas

    1. Kalimantan itu ternyata luas sekali Pakies. di kalbar saja banyak tempat berkesan yg bisa dikunjungi. Jadi saya memaklumi kerinduan Pakies bermotor kembali disana.

      IYa atraksi tatung ( ta sing) merupakan puncak acara dalam pesta tahun baru imlekdi singkawang. Pertunjukan mereka emang butuh keberanian 🙂

  2. ramai sekali ya..
    belum pernah kesana jadi baru bisa bayangin dari blog ini.. hehe
    semoga suatu saat bisa mendatangi keramaian acara cap go meh di singkawang 😀

    1. Memang ramai sekali Anno. KAyaknya tiap tahun tambah ramai saja. SMoga Anno nanti juga berkesempatan melihat parade cap go meh di singkawang nanti 🙂

    1. Habis selama Imlek dan cap go meh penerbangan kesana selalu full book sih Mas. Maklum selain orang pulang kampung bahwa Singkawang sudah ngebranding sbg penyelengara para tatung yg super ajaib 🙂

  3. klo dari tanggal 1-15 sudah terbiasa tidak berkata-kata buruk.. Insya Allah untuk tanggal 16-30 jadi kebiasaan ya Uni.. 🙂

    paling suka dengan larangan piring pecah itu.. xixi.

    1. Mestinya begitu sih May…cuma kesempatan berkata buruk dan bersedihnya lebih besar yakni sepanjang tahun usai cap go meh hehehe…

  4. Wah baru tahu loh ternyata banyak sekali tabu-tabunya. Nice info Mbak. Thanks ya.
    Foto kemeriahan Singkawang jadi bikin pengen jalan kesana lagi 🙂

    1. Tapi kayaknya tabu2 seperti ini sdh gak begitu dipakai dalam kalangan masyarakat Tionghoa sendiri Mas Krish, terutama generasi mudanya 🙂

  5. hal begini, kaya’a juga di adakan di klenteng tua jakarta yaitu petak sembilan, semarak cap go meh, yg paling aku suka, soalnya bener-bener kelihatan Bhinneka Tunggal Ika’a

    1. Betul Mas Andy, utk sekarang sdh kelihatan bhineka tunggal ikanya. Karena yg dipromosikan kepada khalayak adalah sisi budayanya bukan sisi kepercayaannya. Jadi deh cap go meh dikemas untuk pariwisata 🙂

  6. Meski saya melihat ada beberapa hal yang tak masuk akal dari beberapa pantangan di atas, tapi ada pula beberapa diantaranya yang mengajarkan budi pekerti. macam tidak boleh berkata buruk

    Makasih mbak untuk pengetahuan seputar Cap Go Meh.. oh ya burung Magpie kayak apa sih

    1. Nilai2 budaya kan selalu bersifat relatif Mas Ladangduters..Dulu mungkin diterima sbg kenaran dan sekarang tampak tak masuk akal. Yang beginian akan berlangsung sepanjang masa.

      Kalau melihat dari google magpie itu mirip burung pipit, bersuara merdu 🙂

  7. banyak juga tabu-tabunya,
    tahun ini perayaan cap go meh di Makassar agak sepi, konon kabarnya atas intruksi sang dewa..maka arak-arakan seperti tahun lalu dan dua tahun sebelumnya tidak boleh dilaksanakan, makanya perayaan cap go meh di adakan dalam ruang tertutup saja…,
    salam hangat selalu Makassar 😉

    1. Wah dewanya malu kalau ada arak2an ya Pak. Tapi kalau perayaan tertutup dianggap lebih baik tentu saja tak mengapa ya. Salam hangat juga dari Tangerang Pak Hari 🙂

  8. Suka sekali Uni, jadi ingat postingan tatung dari Uni sebelumnya (ngeri bener), sajian gambar meriah merah. Singkawang saat Cap Go Meh harga melambung tak terkira ya Uni. salam

  9. Hari kemerdekaan buat anak2 nih. Orangtua dilarang memarahi mereka 😀
    Saya belum pernah liat pesta lampion. Tahun lalu komunitas blogger di Makassar diundang ikut pesta lampion, saya gak bisa ikutan …

  10. Menarik sekali mbak artikelnya… 🙂 Begitu beragamnya budaya dalam negeri kita ini… Tiap budaya memiliki ciri khas tersendiri. Semuanya harus dijaga agar tetap utuh negeri ini… 🙂

    Nice post!

    1. Orang kuno saja sdh bisa melihat bahwa tanah nusantara punya berbagai macam budaya ya Mas. Makanya mereka merumuskan bhineka tunggal ika, menjamin keberagaman hidup rukun berdampingan 🙂

  11. Mbak Evi, saya termasuk penyuka makanan khas ini…lontong cap go meh, apalagi kalo dimakannya panas-panas…wuih, nikmat banget pastinya!
    😀

  12. tabu tabunya banyak banget ya… tapi kalau dijalani terus jadinya juga baik ya… coba deh tidak boleh memecahkan perobot.. terus mukul anak… bagus bagus khan ya…

    Singkawang memang kota pencinan yang paling meriah untuk merayakan hari ini….

    1. Itu bagian kearifan dari sebuah budaya ya Bro Rom..Mengikuti logikan jaman, yang bagus dipertahankan yang gak sesuati lagi akan ditinggalkan dengan sendirinya 🙂

Terima kasih sudah berkunjung. Apa kesan teman setelah membaca pos di atas?