Rendang Tongkol

Rendang Tongkol

Sedang malas untuk posting. Mejeng foto rendang tongkol saja ya temans. Kebetulan hari ini keluarga besar saya ngumpul di tempat ibu jadi masak-masak lah kami. Orang Minang kalau ngumpul gak afdol kalau gak pakai rendang. Cuma bosan kalau rendang daging mulu maka  kita pilih merendang ikan tongkol saja.

Dedaunan dalam sekuali rendang

Rendang padang itu tak bisa pegang rahasia. Kadang agak memalukan. Terutama jika teman tak bermaksud berbagi dengan tetangga. Aroma enaknya dapat dibawa angin sampai ke satu RT, membuat orang yang sedang lapar tambah panik. Penyebabnya selain bumbu yang dihaluskan juga aneka dedaunan yang dimasukan ke dalamnya. Disana ada sebatang serai, daun kunyit, daun salam dan daun jeruk.

rendang hidangan sepinggan

Rendang tongkol bisa dijadikan puncak kreativitas berbasis kemalasan. Agar tak perlu bikin sayur lagi, sesaat sebelum matang tambahkan  lah kentang dan buncis. Jika ada yang bertanya soal rasa…Yah sesuai lah dengan tingkat kemalasannya..:)

Rendang tongkol anyone?

Salam,

40 thoughts on “Rendang Tongkol

  1. rendang tongkol.. rendang jengkol.. bisa menganggu hidung tetangga.. xixixi.

    #awas aja klo aku gak dibagi rendang jengkolnya semangkok.

  2. Sebagai yang sama sekali nggak doyan tongkol, maka baru lihat penampilannya saja rasanya hilang selera.
    Saya sendiri nggak tau kenapa saya bisa sedemikian nggak doyan tongkol.
    Tiap bau tongkol selera makan langsung hilang…
    Yg menyedihkan adalah istri suka sekali ikan ini

  3. Masakan berkuah gini emang masakan malas tapi enak ya mbak… Sayur dan lauk dimasak aja bersamaan, hemat waktu, hemat perkakas juga..hihihi

  4. Makanan jenis beginian, nggak tahu kenapa saya lebih suka kalo sudah menginap semalam. Istilah di kampung saya namanya , Blendrang. Mungkin karena bumbunya lebih nancep ke dalam tongkolnya. Hanya saja menurut kesehatan nggak baik, karena potensi kolesterol

  5. wah .. belum sarapan begini lihat foto di atas langsung mikir makan siang mbak Evi .. lezat banget ya terlihat dr fotonya, apalagi dimakan dgn nasi yg msh kebul kebul, lapeeeeeeeeeerrr 😀

  6. Rendang mengajarkan keterbukaan aroma lezat Uni, kuah kental gurih plus nasi hangat entah berapa kali nambah. Menikmati kebersamaan ….

    1. Buncisnya sebagai pelengkap malas Mbak Mechta..Dari pada harus masak lagi yah sekalian dimasukan saja ke dalam rendang. Padahal kurang sehat dengan cara memasak begini ketimbang direbus doang..:)

  7. Tongkol menjadi lauk kesukaan saya dan anak saya. Apalagi kalau direndang seperti itu pasti tambah enak dan makan pun bisa nambah.

  8. Dilihat dari penampilan kuahnya kayanya terasa sangat kental akan rasa bumbunya. Dan akan lebih terasa cepat meresap bumbunya kali ya Mba kalau menggunakan ikan tongkol sebagai penggani daging.

    Sukses selalu
    Salam wisata.

  9. huaaa…. postingan uni jadi bikin garaman mangarinyam. :p
    Boleh dong Uni Evi skali2 kalo malas lagi undang2 saya, siap nolongin (ngabisin) 😀 😀

  10. Ha3 sama dengan eMak LJ saya pikir tadinya rendang jengkol. soalnya lain-lain enaknya.
    Alhamdulillah Uni Evi sudah buatkan rendang tongkol buat kita, apalagi ditambah dengan sayur buncis segar…. 😛

  11. Paragraf penutupnya lucu Mba Evi. Hihihi. Eh pembukanya juga, mtentang membuka aib. Hahahhaha.
    Karena saya ga bisa makan ikan jadi ga kepengen, tapi waktu lihat kentang sama buncisnya kok ngiler sama syurnya ya? 🙂

Terima kasih sudah berkunjung. Apa kesan teman setelah membaca pos di atas?