Wulan

Mardi%2520September%25201%252020121 WulanWulan lahir dan memulai pertumbuhannya di desa yang terletak di lereng gunung. Untuk mencapai rumahnya ada jalan turun naik melalui lembah, menyeberang sungai untuk kemudian mendaki jalan melerang.  Jalan berbatu itu berlubang disana-sini.  Licin kalau hujan dan tak kalah menyeramkan kalau panas. Jika saja ojek yang kita tumpangi meleset rodanya diantara batu yang bertonjolan, jurang di kiri-kanan yang sudah menganga siap menanti tubuh kita.

Sebetulnya ngeri tiap kali harus mengunjungi desa Wulan. Namun pekerjaan dan periuk nasi mengharuskan minimal satu tahun sekali datang ke sini. Bertemu dengan Bapak-Ibu, Paman dan saudara-saudaranya Wulan yang berprofesi sebagai penyadap dan perajin gula aren.

Collages1 Wulan

Jadi sekarang saya sedang berada di kampungnya Wulan, diantara rimbunnya hutan pegunungan. Bisa melihat dua ekor tupai berlarian di ranting pohon, burung kecil mencari cacing di tanah, membiarkan kulit diusap hembusan angin lembut. Nanti malam halimun dan suhu yang menggigilkan tubuh akan turun. Koneksi internet walau amat lemot mengurangi sedikit keterasingan.

Pagi-pagi sekali tadi Wulan sudah berisik dari dapur. Rupanya itu hiburan utamanya menyambut hari. Sambil menyanyi lagu-lagu cinta yang saya tak tahu apa judulnya, terdengar juga dia bertanya ini itu. Sesekali terdengar sepepupunya menggoda yang membuat Wulan kadang merengek dan mengadu kepada ibunya.

Mardi%2520September%25201%252020122 Wulan

Desa Wulan boleh terpencil. Tapi disini sudah ada listrik dan tiap rumah punya pesawat televisi. Jadi Wulan tahu apa saja sinetron yang sedang tayang atau bahkan yang top selama puasa kemarin. Dia juga tahu lagu yang sedang banyak dinyanyikan orang. Dan yang paling seru adalah Wulan tahu manfaat Camera. Sesaat sebelum sarapan tadi saya suruh dia berpose. Alah mak, tahun kemarin dia masih takut-takut menatap saya. Hari ini dia sudah berubah jadi anak kecil seperti abegeh kota. Bocah-bayi yang tinggal di dusun terpencil ini ganti pose tiap saya angkat sebagai tanda sudah menjepret. Setelah itu lari-lari nyamperin saya untuk melihat hasilnya. Ya ampun dalam hati geli banget. Tapi saya tidak tertawa, Wulan berhak ditanggapi secara serius icon smile Wulan

Aiih..Wulan di desamu yang terpencil ini ternyata kita bisa melakukan beberapa aktivitas metropolitan ya. Maaf kalau Ibu mengajarimu dasar-dasar narsisme..:)

Pernah bertemu anak kecil narsis, temans?

–Evi





53 thoughts on “Wulan

  1. Pingback: Piknik di Jalan Dusun | Jurnal Transformasi

  2. gak di desa , gak di kota , anak2 zaman sekarang hampir semuanya narsis, sadar kamera, banci kamera ……apapun namanya……..mereka tetap saja lucu dan menggemaskan dgn segala gaya yg ditampilkan :)

    salam
    bunda lily recently posted..Obat Paling ManjurMy Profile

  3. ah, wulan memang ngegemesin ya mbak…gak papa deh narsis dikiiit..hehe… kalau krucil2 kami, mulai gak suka di foto mbak, kalau nggak nutup muka ya berpaling / menghindar…paling yg bontot yg masih bisa di colong2 posenya..haha…
    mechtadeera recently posted..Kesempatan EmasMy Profile

    • Disini terbukti teori kalau setiap anak unik ya Mbak Mechta. Wulan demen banget kalau saya nyandang2 camera..Sementara anak2 Mbak Mechta gak suka…:)

    • Hehehe..Lucu emang Mbak El..Ngelihat dia lari-lari sambil megangin celana yang sedikit kedodoran saat mau melihat hasil jepretan..Terus tanya, “boleh lagi gak bu?”

    • Pasti itu penyebabnya Mbak Myr..Televisi kan gak kenal batas masuk ke ruang-ruang rumah kita..Lokasi terpencil terjangkau karena penggunaan parabola :)

  4. Hahaha Wulan … Wulan …. usianya berapa tahun ya? 4 – 5 kayaknya ya Kak?
    Sepertinya kamera memang gampang membuat anak2 belajar narsis, tak peduli domisili :D

    • Kayaknya sekitar 4 tahun deh Mbak Niar..Iya Mbak habis hasil foto kan langsung bisa dilihat ya, bikin anak2 juga ketagihan melihat gambaran wajah mereka sendiri..:)

    • Hahaha..Wulan adalah murid yang pandai Mas Orion..Gak susah mencontoh apapun juga pada dia..Paling2 dia kesulitan membuat tanda peace, sampai2 dia pegangin jarinya kayak orang berhitung..yah motorik halusna sepertinya kurang terlatih..:)

  5. Harusnya dengan berkembangnya teknolgi informasi saat ini, tidak ada lagi perbedaan antar desa dengan kota. Sudah tidak ada lagi batas wilayah, informasi yang sama bisa didapatkan oleh semua orang dimanapun mereka berada dalam waktu yang bersamaan….. :)
    ded recently posted..BELUT DARI NAGARI SITUJUHMy Profile

    • Kelancaran arus informasi membuat sekat geografis sekarang jadi tak berarti lagi ya Pakded..Emang agak mengherankan desa Wulan ini, terpencil, susah diakses transportasi tapi masyarakatnya makmur dengan tingkat melek pengetahuan yang gak beda dengan orang kota..Selain televisi telepon genggam juga hal biasa disini Pakded..Karena makmur juga ada provider mendirikan tiang pemcar khusus disini, sehingga browsing internetpun relatif lancar ..Itu mungkin sisi indah dari kemajuan teknologi ya Pak Ded :)

  6. dari desa kecil ini semoga Wulan bisa menjadi orang terkenal yang sholeh, rendah hati dan berguna sesama.
    Pernah lihat anak kecil narsis ? Sering jeng. Bela, Dita dan Briga kan suka narsis ha ha ha.

    Kapan urun artikel untuk tamanblogger.com ?
    Terima kasih

    Salam hangat dari Surabaya
    Pengamat Sosial recently posted..Puding Brownies PoniMy Profile

    • Amin. Terima kasih atas doanya Pakde..Semoga apapun yg dicita-citakan Wulan kelak tercapai. Mengenal nulis di tamanblogger, soon Pakde..Sekarang sedang megap2 menyelesaikan pekerjaan..Ini ngintip blog teman-teman untuk ngilangin stress..hehehe..Makasih atas kesempatannya…

    • Mungkin krn terbiasa juga Mas Dani. Tiap datang pasti motret dia sih..Kalo habis dipotret dia nempel terus dng saya, kerja juga ditungguin.. Kalo lihat saya nganggur dia beraksi denga nyanyi2. Sayang dia anak orang jd gak bs dibawa pulang hehe..

  7. Dan nama Wulan pun tak lagi mencerminkan desa terpencil era sekarang Bu…
    Dulu, anak perempuan di desa terpencil diberi nama “terpencil” juga, misalnya Ginah, Tumi, Ijah, Warti dan sejenisnya…
    Yg laki2 namanya tak jauh dari Tugiman, Parmin, Wagiyo dan sejenisnya…
    Sekarang?
    Nama anak2 desa lebih ngetren dibanding nama saya :D
    Salam buat Wulan….
    marsudiyanto recently posted..Rajin Ngetik dan Rutin NgeklikMy Profile

    • Jaman foto masih pakai film, sebelum dijepret ditata dulu sampai bener2 rapi dan mata nggak boleh kedip. Hampir jarang ada sebuah obyek yg sama difoto berulang2…
      Setelah itu juga masih nunggu proses cuci cetak, yang kadang hasil fotonya tak pernah saya lihat karena belum tentu diafdrukkan oleh yg njepret :D
      Kadang dipilihi, yg nggak penting nggak dicetak
      marsudiyanto recently posted..Rajin Ngetik dan Rutin NgeklikMy Profile

      • Untunglah sekarang serba digital ya Pak Mars..Kalau motret pakai film, kan sayang filmnya kalau satu tema dijepret berulang. Dan sekarang kita gak perlu mencetak utk menikmati foto. Sejak pertama punya camera digital sekitar 10 tahun lalu, di rumah saya gak pernah nyetak foto lagi Pak Mars.kecuali utk dokumen2 :)

    • Soalnya sekarang sinetron sdh masuk desa sih Pak Mars…Yang bernama terpencil itu dipakainya untuk pemeran pembantu rt atau mereka yg tak terpelajar orang tuanya. Jadinya nama2 desa turun peringkat deh

    • Mungkin karena pengaruh facebook juga P Hari. Gara2 media itu, sekarang hampir seluruh perempuan mengeluarkan bakat foto model mereka hehe..

  8. Wulan begitu beruntung deh masih bisa menikmati pemandangan tupai yang saling berkejaran.. Kalau kita? hehehe bandit berkejaran palingan ya hahaha

    Ayo Wulan cium tangan dulu sama ibu Evi, setelah itu jangan lupa minta angpao ya hihihi
    lozz akbar recently posted..Aksi Min ReaksiMy Profile

    • Iya Mas Lozz, kayaknya dia biasa saja tuh melihat tupai, bahkan saat hewan itu melompat ke halaman. Malahan dia yg heran melihat aku heboh cari camera haha..Dunia berbeda dng pengalaman berbeda, ini namanya kesenjangan

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge