Sukses Tak Mengenal Batas Umur.

mary kay sukses tak mengenal batas umurSukses tak mengenal umur. Lihat contohnya pada Kolonel Sanders yang dijadikan contoh  klasik bahwa sukses tak mengenal batas umur. Lelaki tua berkumis ini memulai Kentucky Fried Chiken di usia 65 tahun. Saat ini dia tercatat sebagai orang kaya yang memulai usahanya di usia tua.

Saya habis baca  buku Rahasia Penampilan Para Peraih Sukses oleh Raoul Tunley. Si ratu cosmetics yang memakai namanya sendiri untuk merek, Mary Kay Ash juga bisa dijadikan contoh bahwa sukses tak mengenal batas umur. Wanita flamboyang ini memulai usaha dalam usia paruh baya. Nenek bertubuh montok dan cantik dari Dallas meninggalkan comfort zone yang dihuninya selama 16 tahun sebagai eksekutif dalam sebuah perusahaan MLM. Menurut Mary dia bosan diberi tahu oleh rekan eksekutif pria bahwa dia “berpikir seperti perempuan”.

Karena itu Mary bertekat membenamkan uang pensiunnya ke dalam bisnis yang berpikir ala perempuan. Dia sudah lama memahami bahwa sukses tak mengenal batas umur.

Sukses Tak Mengenal Batas Umur dan Batas Gender

Berpikir seperti perempuan berarti meresahkan penampilan, takut pada kerut mata dan ingin selalu tampak prima. Walau tidak semua perempuan seperti itu, sebagian besar perempuan diatas 30 tahun  resah pada gaung detak biologis dalam tubuh mereka.

Namun Mary memutuskan tidak akan seperti itu. Dia tak mau resah hanya karena dia perempuan. Dia tak mau resah hanya karena umurnya menua. Dia tidak mau merumput bersama.

Sekalipun dia sama seperti wanita manapun, memperhatikan penampilan, tapi itu  tidak membuatnya berkompromi soal usia. Cara bersikap strategis adalah :. ” Sampai setua apa pun kita, itu hanyalah satu soal. Soal yang lain; “perempuan yang memberitahukan umurnya akan memberitahukan segala-galanya!” Jadi dia tidak perlu meresahkan umur dan tak perlu juga menceritakannya kepada orang lain.

Relijius

Melejitnya Mary Kay ke stratosfer perusahaan besar bahkan lebih menakjubkan dari yang bisa dicapai pria berkaitan dengan sense of religy-nya. Mary menambahkan sentuhan ajaran agama yang unik serta emansipasi perempuan ke dalam usahanya. Dia seorang penganut Kristen dari mazhab Baptis yang saleh. Selalu menyemangati pasukannya yang terdiri dari ribuan perempuan penjual independen bahwa urutan kehidupan mereka haruslah: “Tuhan nomor satu, keluarga nomor dua, karir nomor tiga.”

Tidak mengherankan kalau Mary Kay menjadi tokoh pujaan bagi beribu perempuan. Mereka malang melintang menjual berbotol-botol kosmetik dalam kotak merah jambu ke seluruh negeri. Melebihi siapa pun juga. Mary rupanya juga penganut setia psikologi tentang perempuan. “Wanita perlu pujian. Dan saya pun memuji mereka. Kalau saya harus memberikan kritik, saya selipkan di antara dua lapisan pujian”.

Sukses percintaan yang juga tak mengenal batas umur

Di usia senjanya Mary Kay menikah dengan pensiunan usahawan bernama Melville Ash. Perkawinan mereka bahagia. Menurut Mary dia pantas mendapatkan karena dia memperjuangkannya. Setiap malam kalau bermobil pulang kantor dia melupakan realita bahwa dia seorang presiden direktur. Bos utama dari sebuah perusahaan besar. Sebaliknya dia mengingat bahwa dia adalah istri Mel. Wajah Mary Kay berseri-seri kalau Mel menyebut  bahwa dia adalah “presiden direkturnya presiden direktur perusahaan.”

Mary Kay menghadiahkan para pencapai prestasi perusahaannya dengan tidak kurang dari 650 cincin permata setiap sebulan. Namun Mary Kay paling suka memberikan hadiah bros berbentuk kumbang gajah bertatahkan intan. “Ketahuilah, seekor kumbang gajah seharusnya tidak bisa terbang; tubuh-nya terlalu berat bagi sayapnya. Tetapi si kumbang gajah tidak menyadari hal itu dan bisa terbang dengan baik sekali.”

So, kalau masih ada yang meresahkan umur dalam mengejar impian, masih ada yang berkeluh-kesah terlambat untuk mendapatkan apa yang diinginkan, coba pikirkan kisah perjalanan Mary Kay ini. Sukses tak mengenal batas umur. Riwayat hidup si pengendara Pink Cadillac ini dengan tegas memperlihatkan bahwa sepertinya sukses itu tidak memperhitungkan jam biologis yang berdetak dalam tubuh kita. Sukses hanyalah sebuah hasil dari  seberapa besar keinginan kita untuk meraihnya.

Sukses tak mengenal batas umur. Bagaimana menurutmu kawans?

Salam pinkies,
— Evi

34 thoughts on “Sukses Tak Mengenal Batas Umur.

    1. Iya masa tua mungkin jg bisa dimanfaatkan utk meraih sesuatu yg tak sempat dilakukan pd masa muda. Asal tujuannya baik, jd mengapa enggak ya mb Mon…

  1. O, ok Mary Kay.. tidak ada yang salah dengan berpikir seperti perempuan.. karena memang kita perempuan.. dan Tuhan adalah nomer 1.. I like it, uni..!

  2. Inspiratif banget. Dulu seorang teman juga mantan team Mary Kay, yang waktu pulang ke Indonesia ia bekerja dalam teamku. Beberapa kali mendengar cerita ttg Mary Kay dari obrolan yang biasa biasa saja.. namun baru kali ini menangkap sisi yang sangat menginspirasinya..
    Thanks Mbak Evi

    1. Kalau membaca tentang Mary Kay ini dan membandingkan dng diriku sendiri, alah mak, pengen ngomel ama diri sendiri. Yah dia memang tak suka berlindung dalam comfott zone, akhirnya menemukan mimpinya jd terwujud. Semoga Mb Dhani ikut sukses ya..

  3. Tentu saja benar.
    Kesuksesan tak datang tiba-tiba dia perlu proses. nah proses itu ada yang lambat, setengah cepat,cepat dan sangat cepat.
    Nabi Ibrahim sukses mendapatkan putra setelah tua, bukan.
    Sayapun meraih sukses setelah tua juga.
    Saya mulai ngeblog juga sudah tua dan saya merasa sukses walaupun bukan dari segi materi.

    Salam hangat dari Surabaya

    1. Iya ya Pakdhe, nabi Ibrahim punya anak telah tua. Yah semoga kita sukses untuk bidang apapun yg kita inginkan ya Pakde. Karena sukses itu bukan cuma krn uang..

  4. Sukses itu hak setiap orang …
    bisa muda … bisa tua … siapa saja …

    tinggal masalahnya adalah …
    Apakah manusia mau sukses atau tidak … ?!

    Salam saya Bu Evi

  5. Saya memetik banyak pelajaran disini, salah satunya adalah: Kalau saya harus mengkritik, saya selipkan diantara dua lapis pujian 🙂
    Keren banget ituh. Solanya saya selalu kesulitan mengkritik bawahan, apalagi atasan… 🙂

    Makasih Uni…

    1. Kalau soal mengkritik, kita sama Dewi, agak sukar melakukannya hehehe..Masalahnya tak seorangpun yg suka di kritik..Taapi sekali waktu harus dilakukannya juga. Bagaimanapun kritik yang membangun diperlukan ya untuk mendidik..

  6. Sependapat mbak Evi, karena sukses itu biasanya tergantung dari niat baik, kerja keras serta ‘sedikit’ keberuntungan 🙂

    1. Perpaduan niat baik, kerja keras dan cerdas, serta keberuntungan itu ibarat berdiri dipuncak dunia Mbak Irma. Apa saja yg dibawah terlihat dan bisa digenggam 🙂

  7. sukse itu hanya akan didapat untuk orang2 yang tidak suka berkeluh kesa,galau
    karena sukses yg sejatinya lahir dari ketenangan hati & pikiran

    1. Ketenangan pikiran menarik kejeniusan keluar dari kita ya Mas Andy..Ladang subur bagi kreativitas..Yang semuanya alat untuk menunjang sukses

  8. Inspiratif banget si Mary Kay ini ya mbak…aku salut sama perempuan yang bisa sukses tapi juga yang tetap sadar peran di rumah sebagai istri dan ibu…

    1. Sukses bagi perempuan syaratnya rada berat Jeng Lis..Dia tak hanya harus berhasil dibidang yg digeluti tapi juga sukses membangun keluarga…Dan Mary Kay, di hari tuanya berhasil melakoni hal tersebut..Tapi awalnya dia juga jatuh bangun kok. Kegigihan untuk keluar sebagai pemenang yg membuatnya seperti kondisi yg aku gambarkan dalam tulisan ini 🙂

    1. Untung lah begitu Mbak Prih, tiap masa punya keindahan sendiri. Kalau cuma masa muda doang yang indah, kasihan yg tua, pasti sengsara banget hidupnya. Semua tergantung dari cara kita memaknai perjalanan hidup ya Mbak 🙂

  9. memang sukses takmengenal umur sih, ketika kesuksesan itu baru datang di usia senja memang harus disyukuri, walaupun kenyataanya ketika orang memasuki usia senja yang lebih berperan adalah para buah hatinya dimana sudah kewajiban bagi seoran ganak untuk membahagiakan orang tuanya, bukan sebaliknya 🙂 dan saya rasa akan jadi beban bagi seoran anak ketika orang tuanya lebih sukses dari pada dirinya 🙂

    1. Biasanya orang tua sukses akan menyiapkan anak2nya agar sukses juga. Tapi emang tak semua orang, tergantung sikon dan kemampuan melihat jauh ke depan dari orang tua sukses tersebut. Ohya kriteria sukses bukan hanya dalam sektor finansial seperti Mary Kay itu ya..Banyak aspek yg mesti dinilai mengapa kita menyebut seseorang sukses…Jadi orang tua yg telah dibahagiakan oleh anak2nya adalah orang tua sukses, tak masalah bagaimana situasi ekonominya. Karena anak yg membahagiakan orang tua biasanya dididik dengan baik dan mendapat cukup kasih sayang semasa kecil atau pertumbuhan mereka 🙂

Terima kasih sudah berkunjung. Apa kesan teman setelah membaca pos di atas?