Riuhnya Pasar Cipulir Menjelang Lebaran

Pasar Cipulir yang terkenal sebagai pasar tekstil lengkap di Jakarta semakin riuh menjelang Idul fitri. Gemanya sebagai pasar murah rupanya telah mengundang penduduk Jakarta dan sekitarnya tumplek mencari aneka kebutuhan lebaran disini. Pedagang dan pemakai, lelaki-perempuan, dan tua-muda amprokan menjejeli lorong pasar. Hingga untuk lewat saja jadi susah. Belum lagi barang yang dijajakan toko ada yang tumpah keluar saking penuhnya. Membuat lalu lintas orang makin tersendat.

Begitu lah romantisme pasar Cipulir tiap tahunnya, riuh-rendah. Namun kami tidak kapok. Faktor dekat dari rumah, harga murah dengan barang relatif lengkap merupakan pendorong utama mengapa pasar ini selalu jadi pilihan dalam mencari hadiah lebaran. Padahal lalu lintasnya juga macet. Tapi apa boleh buat di Jakarta memang tak ada wilayah yang imun dari kemacetan.

Pasar yang terletak di jalan Raya Ciledug ini  terdiri dari dua bagian. Yang pertama adalah Pasar Inpres Cipulir. Letaknya disebelah kiri jalan. Pasar ini  memulai aktivitas sekitar pukul  lima pagi dan tutup pukul tiga sore. Kesini lah tujuan kami sebab disini seluruh barang  dijual secara partai atau grosir. Ada mukena, sarung, kopiah, kemaja batik, baju koko, seprai, baju wanita dan anak-anak sampai sajadah. Tersedia dari grade A sampai C.

Membeli secara partai memang murah. Namun tentu dengan sedikit kekurangan. Pilihan kita terbatas. Barang sudah diikat dalam satuan kodi atau lusin. Warna dan corak pun telah dicampur rata oleh pedagang. Jadi kita terpaksa menerima segala kondisi yang ada. Sampai-sampai untuk mengecek apakah ada barang yang cacat juga tak bisa. Untungnya selama ini toko langganan kami cukup fair. Bersedia menukar jika sampai dirumah terdapat kerusakan dari barang yang dibeli.

Yang disebelah kanan  ITC Cipulir. Disini suasananya lebih sesak lagi. Tempat orang tua yang mencari perlengkapan lebaran bagi putera-puteri mereka. Kebayang tidak gimana suasananya di depan toko yang sarat barang, penuh manusia, ibu-bapak itu harus memilih baju atau celana terbaik untuk anak-anak tercinta mereka?  Saya sampai bergumam, ” emang lebaran jadi lewat sini ya?”

uang palsu
uang palsu

Romantisme Keramaian itu

jalan di depan tak kalah riuhnya

Ditengah suasana riuh rendah dan panas itu ada saja orang memanfaatkan situasi untuk kepentingan sendiri. Atau  mungkin ini adalah saat yang tepat?

Engkoh si pemilik toko tempat kami belanja memperlihatkan beberapa lembar uang kertas seratus ribuan palsu. Dia terima hari itu dari pelanggannya yang belanja amat terburu-buru. Diselipkan diantara ikatan uang asli.  Kok bisa kecolongan? Apakah dia tidak punya alat terawang uang? Menurut si Engkoh sekarang pemalsuan uang sudah canggih. Alat yang dia gunakan tidak bisa mendeteksi. Dia hanya curiga setelah pembeli pergi dan merapikan uangnya di laci merasa sedikit licin pada beberapa lembar. Nah waktu diremukan (dibejek) baru kelihatan mana uang asil dan mana yang palsu. Uang palsu tintanya langsung terkelupas sementara uang asli tidak.

Terus pencurian tradisional dengan menyilet tas masih terjadi pada abad informasi ini saudara-saudara. Saya yang tengah asyik memilih barang terkejut mendengar raungan suara perempuan. Rupanya ibu itu shock saat menyadari dompetnya telah lenyap dan tasnya sobek dari samping.

Waduh walau tak bisa melihat karena kerumunan orang bisa dibayangkan frustrasinya ibu itu. Apa lagi jika uang yang lenyap adalah seluruh modal dagang. Bayangkan betapa sakitnya!

Sudah beli baju lebaran teman?

Salam,

30 thoughts on “Riuhnya Pasar Cipulir Menjelang Lebaran

  1. setiap menjelang lebaran bisa di pastikan semua pasar rame pengunjung,, berkah bagi para pedagang…
    soal uang palsu, kita harus lebih berhati hati lagi. pernah juga saya mendapatkan uang palsu 50ribuan, nyesek rasanya hehe..
    terus masalah pencopet atau jambret sama di sini juga masih bergentayangan, maling kendaraan juga sering terjadi disini bu…

    1. Yah para penjahat rupanya juga ingin berlebaran ya Kang
      Gak bisa yg halal, yg harampun terpaksa di lakoni..makanya puasa mesti mendidik kita lbh banyak. Gak cuma nahan selera makan tp juga selera perayaan kasihan yg gak mampu, terpaksa jd kriminal

  2. iya jadi ingat waktu masih kecil nih… di suruh jaga toko sama orang tua karena yang belanja banyak banget nih…. sampai sampai ga sempat makan. uang palsu dan copet adalah bagian dari warna di keramaian seperti itu… ada kebahagiaan dan kesedihan tumpah jadi satu…

    1. Makanya kalau di Pasar yang ramai seperti itu kewaspadaan amat diperlukan ya Bro..Semua manusia datang kesini dengan motif ekonomi. Dan keserakahan yg dipenam baik-baik gampang sekali tercetus disini 🙂

  3. untuk lebaran kali ini gak beli baju lebaran bu… 😀
    Tapi tulisannya mengingatkan masa diaman sy pernah jualan di pasar cipulir, persis dibawah jembatan penghubung antara pasar dan ITC Cipulir.

  4. Heeee kalau lihat orang yang motret pasar saya ketwa sendiri mbak….karena ada pengalaman yang membuat saya cengar cengir, maunya candid, tapi jadi narsis ibu-ibunya heeee

    1. Kalau motret keramaian candid mestinya pakai lensa tele Bli, dari jauh biar gak ada yg nyadar camera. Atau pakai camera ponsel yg seperti aku lakukan ini..Icak2 baca sms atau browsing, padahal sih motret hehehe..

  5. meskipun setiap tahun terjadi hal-hal yang menyesakkan dada itu, kemeriahan dan keriuhan itu tak pernah surut ya un.. seperti laron yang terus mendekat ke cahaya lampu, padahal itu bisa membuat mereka terpanggang..

    begitulah un.. makasi sharing pasar cipulirnya pagi ini..

    1. Nah itu yang aku suka dari Amay, analoginya selalu tepat 🙂
      Ya gimana lagi ya May, mind setting kita sdh merasuk jauh di alam bawah sadar bahwa idul fitri adalah kegembiraan. Kegembiraan yg perlu dirayakan dengan barang2 baru plus makanan enak 🙂

  6. sy blm pernah ke cipulir mbak terlalu jauh buat sy.. lagipula sy memang gak suka jalan2 di tempat yg terlalu sesak karena gak bikin sy nyaman utk belanja.. Pdhl saya kepengen bgt kapan2 bs ke cipulir, cari2 kain..

    1. Sebetulnya aku juga seperti itu Mbak Myr..Tapi demi tugas negara terpaksa di lakukan juga hehehe..Tapi kalau disuruh untuk beli keperluan sendiri, amit2 dah, gak pake baju baru juga gak apa kalau mesti belanja desak2an begitu 🙂

  7. Sesaknya pasar pas mau lebaran sesaknya minta ampun, saya aja angkat tangan.

    kalau soal baju, rencana baru besok mau dibeli

    1. Yah kalau cuma mau beli buat anak2 gak usah tahu lah cipulir di mana Mbak Lid. Lain kalau untuk dagang, mayan, alternatif selain tanah abang 🙂

  8. Sudah menuntaskan belanja ‘partai besar’ jelang lebaran nih Uni, lanjut packing dan distribusi, senyum bahagia menantinya. Salam

  9. Wahhh…baru tau nih tante pasar Cipulir. Sebelum puasa sempat ke tanah abang, kapok deh, malah pusing kalo terlalu banyak orang begitu, sudah bilang adik2 tahun ini mentahnya aja, ga dibeliin baju baru hihihihi

  10. Mepet lebaran pasar semakin ramai saja Mbak Vi. Semua tumpek blek. Di sinilah serunya desak-desakan dan berhasil belanja. Hehe…

  11. kalo dipasar masih bisa ditawar ya bund…
    iya, kemarin sebelum puasa sudah belanja baju lebaran buat anak2…
    hehehe

Terima kasih sudah berkunjung. Apa kesan teman setelah membaca pos di atas?