Ada hubungan istimewa antara lebaran dan daging sapi. Mereka dikristalkan oleh budaya. Lihat tandanya pada tiap rumah tangga yang tiap tahun berusaha menghadirkannya di hari istimewa ini. Belum ada penjelasan mengapa daging sapi sebagai pilihan utama, bukan kambing, kerbau atau ayam.
Untuk lebaran daging diolah jadi aneka masakan, mengikuti tradisi asal daerah sang pengolah. Rendang walau berasal dari Minangkabau paling banyak dibuat. Pakemnya tentu mengikuti lidah si pembuat. Orang Jawa dan Sunda mengikuti intuisi rasa mereka, jadi walau menggunakan bumbu yang sama pasti ada sedikit perbedaan dari cita rasa rendang olahan mereka. Jangan aneh bila ada rendang yang terasa lebih manis dari standar aslinya.
Setelah itu semur. Masakan daging sapi dengan kecap ini paling cocok bertengger diatas sepiring ketupat selain opor. Secara umum sayur ketupat dimasak dengan santan, jadi kehadiran semur menetral rasa pekat pada kuah.
Maka bisa dimaklumi dua hari menjelang lebaran permintaan daging sapi memuncak. Saat pasar di serbu pembeli seperti ini pedagang juga beraksi, mengerek harga ke langit ke-7. Di pasar Cisalak – Cimangis Depok pada H-2 harganya 100.000/kg dan H-1 120.000/kg.

Saya pikir harga tersebut agak keterlaluan. Lalu my sister memberi usul untuk belanja di supermarket saja. Disana harga tak terlalu mudah bergerak. Etapi yang punya pemikiran seperti itu ternyata banyak juga. Sesampai disana konter daging sudah sesak, diantri seperti orang menunggu pembagian sembako gratis. Pantas saja karena tetelan cuma di bandrol 64.000/kg sementara daging rendang 90.000/kg. Kondisi ini memaksa pihak toko membatasi supplai dengan memberi batasan bahwa tiap orang hanya boleh membeli maksimal 2 kg untuk tiap jenis daging.
Melihat suasana antrian itu bikin putus asa. Rasanya rendang jadi gak istimewa amat. Apalagi melihat kondisi daging yang menurut kami kurang sreg untuk di rendang akhirnya balik badan. Apa boleh buat terpaksa balik ke pasar tradisional lagi..
Bagaimana situasi pasar tradisional di tempatmu kawan?
Posted from WordPress Android
eviindrawanto.com
sama kaya di tempat saya Aceh, tapi ditempat saya harganya gila2an, 110rb/kg

Calon Sarjana recently posted..Spesial Ramadhan 1433 H : Puasa Merokok
Menjelang lebaran, Kenaikan harga daging kayaknya merata di seluruh Indonesia ya teman
Kalo di rumah saya hampir setiap tahun selalu bikin rendang. Tapi ya gitu, rendang dengan rasa yang sesuai selera emak saya. Alhamdulillah emak dapat daging seharga Rp 95 rb pada H-2.

Minal aidin wal walfaizin, mohon maaf lahir dan batin ya, Mbak…
kakaakin recently posted..Puding Cake Sisa Lebaran
Rendang rasa selera emak pasti nikmat Mb Akin. Tastenya sudah masuk ke saraf sejak lama. Terima kasih. Selamat lebaran Mbak
yang namanya konter daging rame banget… ngantri banget… hiks…
Applausr recently posted..Ke Mall lagi… Ke Mall lagi…
Pokoknya persis seperti antrian pembagian sembako Bro..Ajib tenan deh..
gabisa ngomong apa apa
lebaran di tengah hutan
ga ada bedanya sama sekali dengan ga lebaran
rawins recently posted..Super Moom
Oh lebaran masih dinas ya Mas Rawins…Yah hutan emang bukan tempat yg tepat utk merayakan lebaran hehe…
kami tak masak daging, Uni
cuma ayam saja. soal harga daging emang ajaib. taunya pun dari tivi. etapi pas ke supermarket, dengar sih woro2nya kalau harga daging Rp 65rb / kg. Tapi karena kami tak niat memasak daging, jadi ya gak ikut antri hehehe
niqué recently posted..Late Brunch @Woku-Woku
Berarti di tempat Mb Niq terjadi hal serupa ya? Emang ajaib semangat lebaran ini
Waduuh.. serunya orang yang belanja di counter daging itu…
Tapi akhirnya jadi bikin rendang apa nggak, Mbak? he he
Ni Made Sri Andani recently posted..Liburan Di Musim Kemarau Ini.
Bikin Mbak Dani, sdh kelanjur basah hehe..
walau saya ga terjun ke pasar langsung, harga pasaran daging sapi menjelang lebaran di pasar tradisional seputar bekasi (ceilaaaa) ya hampir sama dengan di tempat bu evi.
tapi menurut mertua, mending belanja di lotte mart yang ada di pinggir kali bekasi itu. menurutnya, dagingnya cocok untuk buat rendang dan semur. dan harganya pun sama dengan di pasar tradisional. enaknya, katanya tidak perlu empet2an di pasar, yg buat orang yang berumur akan jadi sedikit masalah.
kamal recently posted..Pengalaman Lebaran di Kampung di Masa Kecil
Iya sih Mas belanja di pasar moderen jauh lbh enak, bersih, teratur dan gak usah takut di bohongi. Namun kalau mencari bahan makanan asli segarnya ya mesti ke pasar tradisional..:)
dagingnya mahal sekali …
Biasanya kalau turun ke pasar saat lebaran, ramainya minta ampun …
Wong cilik recently posted..Kenangan akan lebaran
Berdesak-desakan kayak orang gila kadang Mas Pur hehehe..
Wah…mahal banget mbak yach…saya hampir jarang makan daging sapi mbak…keseringan kambing atau ayam…tapi kalau daging kerbau..kayaknya mantap, inguk2 cari Melati…kok jari lapar heeee
Budi Arnaya recently posted..Bulan Sabit
Syukur lah begitu Bli, jadi mengurangi angka akan kebutuhan daging sapi hehehe..Jadi sudah diberi makan siang oleh Mbak Melati?
kalau disini lebih parah lagi bu Ev, mengenai harga daging sapi ini.
saya juga udah nulis tentang mahalnya harga daging sapi ini, tinggal di post aja hehe…
uyayan recently posted..ayah
Iya harganya gila-gilaan Kang yayan..Kasihan bagi yg kurang mampu membelinya…:)
Kalau di Kudus, mayoritas masih memakai daging kerbau. Dan harganya jauh lebih tinggi drpd daging sapi.
Sebagai orang asli Kudus, saya masih merasakan bahwa daging kerbau masih lebih enak dibanding sapi.
Seratnya besar dan nggak banyak gajihnya
marsudiyanto recently posted..Jaman Palsu
Selamat hari raya Idul Fitri, mohon maaf lahir batin
marsudiyanto recently posted..Jaman Palsu
Selamat hari raya juga Pak Mars..Maaf lahir dan batin
Nah kemarin di pasar Cisalak daging kerbau juga ada Pak Mars..Dan harganya lebih murah dari daging sapi. Rupanya pola kebisaan menentukan nilai barang ya. Sebetulnya buat daging rendang yang berserat kasar itu yg bagus, kalau dikeringkan gak gampang hancur..
Met lebaran mbak Evi. Maaf lahir batin kalo sempat ada salah2 kata …

Di rumah kami tiap tahun milih ayam saja. Tapi saya pribadi dan suami sudah memutuskan tak makan ayam terlebih daging karena menjaga kesehatan. Lebaran kami asyik juga dengan ketupat pakai “sayur bening ramai2″ ala saya
Mugniar recently posted..Bertandang ke Masa Lampau (1)
Met lebaran juga Mbak Niar..Sama2 ya, selama pergaulan blogger pasti ada saja yg kurang berkenan ya. Jadi mohon juga maafkan saya..
Sayur lebaran bening..wah pasti segar nih Mbak..Sepertinya yg bening2 emang jadi alternatif bagus di tengah hidangan bersantan dan bumbu berat
he..he..nggak turun ke pasar ni…, adek ipar udah beresin semuanya,
jadi pas kami mudik udah tinggal makan aja …. he..he..
maaf lahir batin ya uni
Salah satu privillage jadi kakak ipar ya Mbak Mon..:)
Sama-sama maaf lahir batin juga dari hati saya..:)
Kami kombinasi antara daging sapi dengan daging ayam
Daging sapi untuk rendang, lapis atau semur
Daging ayam untuk opor, ayam panggang atau ayam bumbu Bali
menjelang Lebaran situasi pasar tradisional kayaknya senada seirama, rame, usel-uselan.
Kata emak ” Sing dodol sampai gak ketok bokonge ” ( yang jualan samp[ai gak kelihatan bokongnya ( soalnya pakai celana kan ya he he he he)
Selamat Idul Fitri 1433
Mohon maaf lahir batin
Salam hangat dari Jombang
Pakde Cholik recently posted..Gadis Molek Bagi Rejeki
Karena pasukan emak banyak, pasti masaknya juga banyak ya Pakde?
Dan hahaha..Emak sama anaknya sama, urat tawanya sudah lemas..Lah bokonge pasti disembunyikan toh Pakde, masa di pamer-pamer..
Sekali lagi mohon maaf lahir dan batin Pakde..Saya pasti punya banyak kesalahan..Asyik2 saja ngiklan di BlogCamp tanpa terlalu sering komen-komen..Mohon di maklumi