Pekan Lingkungan Hidup : Indonesia Jorok!

 Pekan Lingkungan Hidup : Indonesia Jorok!

Sampah  dekat Pekan Lingkungan Hidup Indonesia

Hari ini 17 Juni 2012, pameran Pekan Lingkungan Hidup (PLHI) selesai. Even yang diadakan Kementrian Lingkungan Hidup, dibuka oleh Menterinya Balthasar Kambuaya dengan tema keren:  Ekonomi Hijau, Ubah Perilaku, Tingkatkan Kualitas Lingkungan.

Tapi apa yang terjadi saudara-saudara? Sesaat sebelum penutupan sore tadi, saat keluar dari gedung JCC, ditempat parkir saya melihat sampah dimana-mana!!

Agar dapat gambaran utuh betapa ironisnya antara gambar yg direkam camera saya dengan pidato mulia Pak Menteri, saya copas berita dari sini :

Konsep PLI mengusung zero waste yang menjanjikan bahwa tidak ada sampah yang keluar dari lokasi.

Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) kembali gelar Pekan Lingkungan Hidup Indonesia (PLI) 2012 dengan tema “Ekonomi Hijau: Ubah Perilaku, Tingkatkan Kualitas Lingkungan”, mulai 14 hingga 17 Juni mendatang, di Jakarta Convention Center.

“Tema kali ini mengedepankan soal ekonomi hijau yang bermakna potensi kuat baik individu maupun kelompok untuk ubah pola konsumsi ke perubahan perilaku berkesinambungan. Ekonomi hijau akan menjamin pertumbuhan ekonomi dan perbaikan kesejahteraan, menciptakan lapangan kerja, penghapusan kemiskinan, menjaga ketimpangan pengelolaan sumber daya alam tetapi tetap jaga lingkungan hidup,” kata Menteri Lingkungan Hidup (Men-LH), Balthasar Kambuaya, dalam pembukaan Pekan Lingkungan Hidup (PLI) 2012, di Jakarta, hari ini.

Menurut Batlhasar, konsep PLI mengusung zero waste yang menjanjikan bahwa tidak ada sampah yang keluar dari lokasi. “Saat penutupan nanti, kami akan umumkan berapa sampah yang keluar dan nilai ekonomisnya,” jelas dia.

Batlhasar menambahkan bahwa PLI 2012 diikuti oleh 192 peserta, 133 dari swasta, 47 propinsi, empat kementerian, empat LSM, dua institusi internasional, dan satu stand SIKIB (Solidaritas Istri Kabinet Indonesia Bersatu). PLI 2012 juga akan menampilkan pameran eco-creative, eco driving, hingga green music festival.

Penulis: Fidelis E. Satriastanti/ Wisnu Cipto
 Pekan Lingkungan Hidup : Indonesia Jorok!

Sampah Plastik dan Kemasan Makanan

Saya yakin Pak Kambuaya tak tahu menahu soal ini. Dan kalau beliau tahu saya yakin beliau pasti ngamuk pada EO-nya hehehe….
So bagaimana komentar teman-teman sekalian?
Salam,
This entry was posted in CERITA FOTO and tagged , , by Evi. Bookmark the permalink.

About Evi

Hidup itu diringkas dalam 3 kata: Berubah, Bertumbuh dan Berbagi. Jika ada yang teman butuhkan dari blog ini seperti artikel atau foto , silahkan kontak saya melalui kotak comments di bawah. Atau mention saya di Twitter @eviindrawanto. Saya akan segera merespon. Terima kasih atas kunjungannya :)




38 thoughts on “Pekan Lingkungan Hidup : Indonesia Jorok!

    • Ya begitu lah Mbak, apa yg diomongi gak nyambung dengan apa yang dikerjakan..Kayaknya ada mata rantai yg hilang disini hehehe…

    • Padahal di acara seperti ini pasti banyak kaum terpelajar jg Mb Esti. Emang ironis, dalam pejan lingkungan hidupp yg mengusung tema zero waste, eh sampahnya bertebaran dimana-mana

  1. Kalo panitia tidak menyediakan tempat sampah?
    Panitianya jelas salah…
    Tapi itu juga bukan alasan pembenar buat membuang sampah sembarangan.
    Sampah itu kan bisa dibawa dulu dan baru dibuang bila ada tempat sampah pertama yang ditemukan ;)

    • Dasarnya sama Mb Irma, gak panitia, gak pengunjung, mereka sama2 jorok hehe.. mereka sama2 gak kepikiran bahwa remah sisa kegiatan seperti ini disebut sampah..

  2. Ini juga yang selalu menjadi unek-unek saya selama ini.
    Kenapa ya setiap selesai acara, minginggalkan sampah dimana-mana itu jadisepeti peraturan tidak terlulis yang harus dilaksanakan.
    Apalagi ini, pas peringatan hari yang berhubungan dengan lingkungan hidup.
    Duh :(

    Menurut saya, masyarakatnya yang harus disadarkan mbak, jangan cuman bisa ngomong doang tentang kebersihan, tapi tidak bisa mempraktekkan. Minimal, buanglah sampah pada tempat yang telah disediakan…

    • Mb Irma, setuju dengan dirimu bahwa masyarakat kita masih butuh pendidikan ttg lingkungan hidup. Tak sekedar membuat pekan lingkungan hidup atau pengumuman jangan membuang sampah sembarangan. Kita butuh pendidikan yg lebih dalam dari dua hal tersebut. Gimana memulainya ya?

    • Betul Mb Keke, terlihat banget pesan Kemen LH gak nyambung dengan para pelaku pekan lingkungan hidup indonesia 2012 ini. Entah dimana salahnya :)

  3. Wuaduh. Memang hal sederhana seperti membuang sampah pada tempatnya itu sebenernya susah ya. Perlu disiplin yang ketat pada diri sendiri. Dan kebanyakan dari kita lebih suka cari gampangnya, dengan buang di sembarang tempat, sambil berpikir: “ah, nanti juga ada yang bersihin..”

    :’(

  4. waduh….sedih banget liat foto sampah berserakan kyk begitu
    di negeri kita ini memang kesadaran akan kebersihannya masih sangat minim
    mungkin krn penanaman sikap disiplinnya yg kurang

    mudah2an dgn mengawali di lingkungan rumah akan menjadi kebiasaan yg positif jika qta terutama anak qta sudah membiasakan hidup disiplin

    • Setuju Mb Diana, kebersihan itu berawal dr rumah. Jika tertanam cukup dalam, apa lagi dibawa sejak anak2, insya allah dimanapun berada, kebersihan ada disana. Dan setuju, kebersihan adalah kebiasaan yg berawal dr lingkungan sendiri..

  5. kesadaran harus dimulai dari diri sendiri ya bun, begitu pula kesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya jangan hanya mengandalkan petugas kebersihan

    • Iya Mbak Lid, mestinya menjaga kebersihan tak melihat tempat. Kalau di mall orang kan gak nyampah begini. Seharusnya di lapangan juga jangan :)

  6. Kita memang jagoan dalam ide dan konsep.
    P
    Pelaksanaannya itu yang anget2 TA-1
    Ada Gerakan ini, Komite itu,
    Ketika membuang sampah dilakukan dengan seenaknya, begitu sungai tersumbat dan banjir eee..pemerintah yang disalahkan.

    Salam hangat dari Surabaya

    • Mental tukang buang sampah sembarangan, sama jg dengan tukang salahin pemerintah ya Pakde. Suka cari kambing hitam hehe..

  7. Memang dasar kesadaran untuk buang sampah pada tempatnya belum dimiliki masyarakat kita sih mbak ya, jadinya ya gitu, begitu ribuan orang yang belum punya kesadaran itu berkumpul, maka terciptalah puluhan ribu sampah…

    • Pasti dibersihkan sih. Tapi, bukankah mencegah lebih baik dari menyapu..Tapi lagi..sebetulnya yg penting bukan masalah disapunya, tapi masalah ketegaan yg membuang sampah tersebut bukan pada tempatnya :)

    • Hampir pasti bro, selesai konser, pertandingan even pameran lingkungan kita akan melihat tebaran sampah dimana-mana. Cermin sesunggihnya perangai bangsa kita dlm kebersihan :)

  8. walau foto itu miris, tapi masih mending. mungkin saja banyak orang yang berminat buang sampah pada tempatnya, tapi mungkin tidak tersedia cukup tempat sampahnya. yang lebih miris adalah melihat mobil mewah tapi buang sampah tisu dilempar di jalan. itu pun masih belum seberapa, waktu saya masih ngantor di daerah sunter ada mobil mewah berhenti di pinggir jalan. kirain orangnya mau ngapain ternyata membuang sampah sekantong kresek dan melemparnya ke kali di jl. danau sunter barat. hmmm…

    • Mas Kamal, ya begitulah. Untuk sebagian orang mentalitas peduli lingkungan tak berbanding lurus dengan penghasilan, even pendidikan :)

  9. walaupun misalnya tidak ada tempat sampah di sekitarnya mbak, bisa lho kalau orang orangnya mau, sampah tsb dimasukkan plastik dan di bawa pulang ntar kalau sdh sampai di rumah dibuang di tempat sampah, itu yg kupelajari dr masyarakat sini mbak, jadi kukira kebiasaan buang sampah pada tempatnya nih yg belum membudaya di sana

  10. hehhhee.. meringis liatnyaaaa.

    lagilagi kesadaran dari dalam diri,
    kebiasaan sedari kecil, merasa biasa melihat sampah bertebaran

    masih perlu waktu bagi kita. uni.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv badge